TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 77


__ADS_3

Satu minggu kemudian,


Hari itu, ibel sudah berada di dalam rumah sakit menemani sang anak yang kontrol rutin seperti biasanya. Sudah beberapa kali ibel menemani anaknya kontrol seorang diri tanpa ditemani sang suami. Mama muda itu selalu menggunakan taksi online setiap kali ingin pergi kerumah sakit.


Meski Ada rasa sedih didalam benaknya ketika ia harus mengurus sang anak seorang diri, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali bersabar.


Disaat sedang memainkan ponselnya seraya menunggu giliran nama anaknya dipanggil oleh sang dokter, Dirinya malah menerima pil pahit kala melihat status media sosial milik sang suami yang terus terlihat bahagia diluar sana, tanpa sesekali menanyakan kabar sang anak. Ibel merasa, suaminya sudah terlalu jauh melangkah pergi meninggalkan dirinya dan juga anaknya.


Ingin sekali ia marah dan meluapkan semua isi hatinya, namun ia merasa kekesalannya hanya akan berujung sia-sia saja.


“Neng, maaf. Itu anaknya? Atau adeknya? Hehe.. kelihatannya masih muda sekali yah.” Tegur seorang wanita paruh baya yang duduk tak jauh darinya.


“Eum, ini anak saya bu.” Jawab ibel dengan senyuman tipisnya.


“Wah, maaf, memangnya neng umur berapa?” Tanya wanita paruh baya tersebut.


“Saya umur 22tahun kok bu.” Jawab ibel dengan lugas


“Hm, masih muda ya neng. Pasti nikah muda ya neng, hehe Kalo adeknya umur berapa? Gendut sekali anaknya lucu seperti cucu saya dirumah..” Tanya wanita itu kembali.


“Hehe Iyah, baru umur satu tahun bu.” Jawab ibel dengan tertawa kecil saat itu.


“Lalu siapa yang sakit neng? Neng atau Dedeknya? Kelihatannya dua-duanya seperti sehat semua.” Tanya wanita itu kembali hingga membuat ibel pun mulai risih duduk disampingnya.


“Anak saya bu yang sakit, memang kelihatannya sehat tapi didalamnya tidak. Dia punya penyakit hedrocifalus, bahkan ditubuhnya sudah terpasang selang bu.” Jelas ibel saat itu juga.


“Yaallah, kasihan sekali kamu nak. Masih bayi sudah merasakan sakit seperti itu, ayahnya kemana neng? Sibuk kerja ya pasti?” Pekik wanita itu kembali kepada ibel.


“Iyah, bu.” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.


“Pasien atas nama bayi alice..” Panggil seorang suster yang meminta agar Alice segera masuk kedalam ruang Poli periksa tersebut.


“Permisi ya bu, saya masuk dulu.” Pamit ibel dengan sopan.


“Iyah, neng. Semoga lekas sembuh dedeknya ya.” Sahut wanita paruh baya itu dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Amin.” Singkat ibel dengan tersenyum tipis.


Lalu ia pun melangkahkan kakinya masuk ke ruang periksa tersebut seraya menggendong sang anak.


“Pagi dok..” Sapa ibel dengan sopannya kepada sang dokter.


“Pagi bu, bagaimana kabarnya dengan Alice?” Sahut sang dokter yang begitu ramahnya.

__ADS_1


“Sejauh ini baik-baik saja dok, tapi kan kita gak tahu didalam tubuhnya bagaimana ya dok hehe..” Jawab ibel dengan tertawa kecil.


“Betul, baik kalo begitu mari biar saya periksa dulu adeknya moms..” pinta sang dokter kepada ibel.


Ibel pun langsung meletakkan sang anak diatas kasur periksa, lalu dokter pun memeriksanya saat itu juga.


“Makin cantik Alice yaaa nak, mashaallah. Dokter periksa dulu ya sayang..” Celoteh sang dokter kepada Alice.


Beberapa menit kemudian\~


“Alhamdulilah, sudah selesai ya nak.” Ucap sang dokter yang saat itu juga ibel pun langsung menggendong Alice kembali.


“Bagaimana perkembangan Alice,dok?” Tanya ibel kepada sang dokter.


“Alhamdulilah, semuanya masih aman moms. Selagi tidak ada keluhan pada Alice inshaallah Alice sehat ya moms, tetapi jangan lupa untuk selalu membawanya ke dokter anak agar dokter bisa tau apa saja perkembangan Alice yang sudah terhambat. Ya moms??” Pekik sang dokter yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


“Puji Tuhan, syukurlah.” Lirih ibel yang tersenyum seraya memandang wajah sang anak dalam gendongannya.


*Berjalannya waktu, ibel pun dengan susah payah menggendong Alice seraya membawa tas diapers di satu tangannya dan berjalan kearah keluar rumah sakit tersebut.


“Sebentar ya sayang, Mommy pesan Grab dulu..” Celoteh ibel kepada sang anak.


Disaat dirinya sedang menunggu taksi online yang sudah ia pesan beberapa menit yang lalu, tiba-tiba pandangannya pun beralih menatap seseorang yang sedang berjalan tak jauh dari posisinya saat itu.


Indra adalah mantan kekasihnya dulu, tak bisa dipungkiri hati ibel pun sebenarnya masih mencintai sosok pria berhati lemah lembut tersebut.


Kala itu ibel yang menggenakan masker dan juga topi pun merapatkan kembali masker dan juga topinya agar dirinya tak bisa dikenali oleh indra.


“Yaampun, kenapa harus ketemu sama dia disaat gue kayak gini.” Batin ibel dengan perlahan merubah posisi berdirinya kearah kiri untuk membelakangi indra yang akan berjalan disebelah kanannya.


Sosok pria yang ia yakini sebagai mantan kekasihnya itu pun akhirnya melewatinya begitu saja tanpa sedikitpun mencurigainya.


“Huhhh, akhirnya lewat juga. Kalo sampe dia tau gue ini ibel mantan kekasihnya yang sekarang sedang menggendong anak dengan style yang gak banget ini, bisa-bisa gue pingsan sekarang juga. Kan gak lucu ahhh.” Gerutu ibel dengan menghela nafasnya secara kasar


Tak lama kemudian, sebuah mobil yang diduga taksi online nya pun berhenti tepat dihadapannya.


“Dengan Mbak ibel?!” Tanya sang sopir seraya membuka kaca mobilnya.


“Iyah, benar pak.” Angguk ibel yang saat itu juga masuk kedalam taksi online tersebut.


Braghhh!


“Sudah mbak?” Tanya sang sopir kepada ibel.

__ADS_1


“Sudah, pak. Jalan sekarang saja ya!” Pinta ibel kepada sang sopir taksi online tersebut.


“Baik.” Singkat sang sopir yang langsung melajukan kendaraannya tersebut.


Bvroommmm\~\~


*Setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, akhirnya ibel pun sampai dikediaman rumahnya sendiri.


CIT!


“Makasih ya pak, ini uangnya. Kembaliannya ambil saja ya.” Pekik ibel kepada sang sopir


“Makasih mbak ibel, semoga rejekinya lancar terus.” Sahut sang sopir setelah menerima uang dari ibel.


Braghh!!


Setelah turun dari taksinya, ibel pun langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam area rumahnya yang mewah itu.


“Eh nona ibel dan juga dek Alice, sudah pulang kontrolnya non?!” Tegur pak Joko ketika membukakan pintu gerbang untuk ibel dan juga anaknya.


“Sudah pak Joko, hehe..” Sahut ibel dengan tersenyum tipis


Ketika sedang melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya, ia pun malah salah fokus kepada mobil yang diduga milik thomas terparkir tepat diarea lobi rumahnya tersebut.


“Loh, manusia itu pulang kerumah rupanya. Baru ingat mungkin ya jika dia punya rumah disini ckc” batin ibel dengan senyuman miringnya.


CEKLEK*


“Pasti dia sedang berada dikamar, arghhh malas sekali aku jika bertemu dengannya. Menatap wajahnya saja aku sudah tidak mau. Lebih baik aku ke dapur saja sekarang, menemani mbak Susi disana..” gerutu ibel yang melangkahkan kakinya menuju dapur rumahnya.


“Mbak Susi…” panggil ibel kepada sang pembantu yang tengah fokus berbenah didapur.


“Astaga! Non ibel rupanya, bikin mba Susi kaget saja. Ada apa non?!” Ucap sang pembantu yang terkejut melihat kehadiran ibel yang secara tiba-tiba tersebut.


“Hehe, maaf ya mbak udah buat kaget.” Ringis ibel seketika.


“Gak papa non, non ibel sudah selesai ya kontrolnya? Bagaimana hasil pemeriksaan kontrol alice tadi pagi menurut dokternya non?Alice baik-baik saja bukan?!” Tanya sang pembantu dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Aman mbak, alice baik-baik saja kok. Bay the way, apa benar thomas sedang ada dirumah ini? Aku lihat mobilnya sudah terparkir didepan lobi rumah..” Sahut ibel saat itu juga.


“Benar non, sudah dari sekitar dua jam yang lalu tuan pulang kerumah.” Angguk sang pembantu saat itu juga.


“Mau apa dia pulang? Apa masih ingat punya rumah disini? Ck” celoteh ibel dengan raut wajah bencinya.

__ADS_1


“Hmm.” Dehem sang pembantu dengan tersenyum kearah sang majikan.


__ADS_2