TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 88


__ADS_3

Waktu pun terus berputar, hari demi hari pun berlalu. Sejak kecelakaan yang menimpa thomas, pria itu sampai hari ini belum bisa beraktivitas kembali untuk bekerja seperti biasanya.


Thomas pun terpaksa berdiam diri dirumah menikmati hari-harinya dengan sang istri dan juga anaknya. Pria itu sekaligus ingin terus mengalihkan suasana hati sang istri agar tidak mencurigai perselingkuhannya dengan cara bersikap baik kepada keluarga kecilnya tersebut.


Namun sayangnya, perubahan sikap thomas yang menjadi baik pun malah justru membuat ibel semakin curiga. Wanita itu tetap cerdik dengan memantau terus isi ponsel thomas yang sudah ia sadap.


“Mmmm mmiiiii\~” Celoteh alice yang saat itu berada dipangkuan thomas.


“Lohh, kamu sudah bisa bicaraaa yaaa?” Pekik thomas yang membulatkan matanya lebar-lebar.


“Bel, Alice sudah bisa bicara belll?” Imbuhnya kembali seraya melirik ibel yang tengah berbenah kamarnya.


“Hmm, baru tau yah..” Lirih ibel seraya tetap fokus mengelap meja tv yang ada dikamarnya tersebut.


“Yeayyyyy! Daddy harus ceritakan hal ini kepada opa dan oma mu, karena mereka pasti akan senang mendengar hal ini..” Sorak thomas dengan gembiranya.


Ibel yang melihatnya pun sontak menggelengkan kepalanya sendiri.


“Sayang, coba kamu panggil nama daddy dong jangan cuma Mommy aja..” Celoteh thomas kepada sang anak dengan satu tangan memegang ponselnya untuk menghubungi orang tuanya.


TUTTT\~


TUT\~\~


“Mana nih opa sama oma ya dek, kenapa mereka lama sekali mengangkat telfonnya..” gerutu thomas kembali.


Tak lama dari itu pun, telfonnya terhubung kepada orang tuanya yang berada dirumahnya sendiri.


“Halo, ada apa thom?” Sapa ayah jacky diseberang sana.


“Halo opaaa! Ada kabar gembira nih dari cucunya!!” Sahut thomas dengan nada yang sulit diartikan.


“Kabar gembira apa memangnya?” Tanya ayah Jacky dengan nada datar.


“Alice udah bisa bicara loh opaaaaa!!” Seru thomas hingga membuat ayah Jacky pun sontak menyunggingkan senyumannya dibalik ponselnya.


“Apaaa? Kamu serius thom? Alice sudah bisa bicara? Wahhhh puji Tuhan, opa sangat senang mendengarnya Alice!!! Terimakasih Tuhan, begitu banyak kebaikan yang kau beri kepada keluarga kita ini..” Sahut ayah Jacky diseberang sana.


“Iyah yah, reward nya mana nih buat alice..” pinta thomas kepada ayah Jacky.


“Okey, Alice sedang butuh apa? Nanti opa transfer uang saja ya untuk reward Alice karena sudah bisa berceloteh.” Sahut ayah Jacky hingga membuat thomas pun tersenyum lebar.


“Nah gitu dong opaaaa! Terimakasih banyak yaa.” Pekik thomas pada sambungan telfonnya.


“Sama-sama, sudah beritahu oma belum? Kebetulan opa sedang tidak bersama oma karena sedang diluar rumah ini.” Sahut ayah Jacky dengan suara khasnya.

__ADS_1


“Belum, kalo gitu habis ini Alice akan kabarin oma. Supaya dapat dua reward sekaligus hehe..” Ucap thomas dengan tawa kecilnya.


“Ya terserah saja, kalo begitu telfonnya sudah dulu ya. Ayah mau melanjutkan aktivitas ayah dulu.” Pamit ayah Jacky yang saat itu dianggukkan oleh thomas.


“Okehhh.” Singkat thomas seraya memutuskan sambungan telfonnya tersebut.


PIP*


“Bel, hari ini kita ajak Alice ke Baby shop yukk!” Ajak thomas seketika.


“Hah?” Lirih ibel dengan menaikkan kedua alisnya.


“Hari ini kita pergi ke Baby shop, kan sudah lama juga kita tidak pergi bersama. Aku akan bawa Alice kesana untuk membeli semuaaa barang atau pakaian untuk Alice.” Ulang thomas kepada sang istri.


“Habis kecelakaan apa setan yang ada dalam tubuhnya hilang yah, kenapa dia makin hari makin berubah jadi bapakable! Arghh pasti ada yang gak beres nih..” Batin ibel dengan lamunannya.


“Bel, Kenapa malah diam saja sih! Mau atau tidak?” Tegur thomas kembali melihat belum ada respon sedikit pun dari sang istri.


“Eum, aku manut saja..” Jawab ibel seraya menganggukkan kepalanya secara pelan.


“Nah, gitu dong. Yasudah kamu mandi sana, lalu siap-siap!” Pekik thomas yang dianggukkan ibel kembali.


*Waktu pun terus berputar, Setelah 1 jam menunggu sang istri yang masih memoles wajahnya didepan kaca rias. Thomas pun asyik bersendau gurau dengan sang putri. Hal itu menjadi pemandangan yang sangat langka untuk ibel, ia pun diam-diam memotret keduanya seraya tersenyum tipis.


CEKREK*


“Alice, tanya Mommy gih.. Mommy udah selesai belum dandannya? Alice sama daddy kan sudah siap dari tadi, cape nungguinnya tau…” Celoteh thomas seraya menggendong sang anak.


“Sudah kok sudah, yukkk berangkat sekarang..” Jawab ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Beneran udah selesai?” Tanya thomas kepada sang istri.


“Iyah.” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya.


“Yasudah kalo begitu, yuk berangkat sekarang..” Ajak thomas yang saat itu langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya seraya menggendong sang putri.


Ibel pun melangkahkan kakinya mengikuti sang suami didepannya seraya membawa tas diapers milik sang putri.


“Ee sayangnyaaa mbak susiii udah cantik banget, mau kemana ini neng geulisss?” Tegur sang pembantu saat melihat Alice tengah digendong oleh thomas.


“Mau jalan-jalan dong mba susss, hehe..” Jawab thomas dengan tawa kecilnya.


“Iyah mba, aku tinggal dulu sebentar gak papa kan? Tiba-tiba daddynya Alice ngajakin keluar tuh.” Timpal ibel kepada sang pembantu.


“Wahhh senangnya, mbak Susi gak papa kok non. Yang penting non ibel dan juga neng geulis happy.” Seru sang pembantu dengan dengan mengacungkan jempolnya secara diam-diam.

__ADS_1


Ibel yang peka dengan acungan jempol sang pembantu itu pun langsung tersipu malu saat itu juga.


“Eum Yasudah mba, kami berangkat dulu ya.” Pamit ibel yang saat itu dianggukkan Susi.


CEKLEK*


Betapa terkejutnya ibel dan juga thomas ketika melihat seorang pria sudah berdiri didepan pintunya yang saat itu juga sama terkejutnya.


“T-thomas..” lirih pria tersebut dengan terbata-bata.


“Lo?! Lo ngapain kesini? Tau rumah gue darimana lo? Hah!” Tanya thomas dengan tangan menuding.


Pria itu pun langsung salah tingkah saat dihadapan thomas, ia sangat faham dengan sikap thomas yang sangat tempramental.


“Kenapa gue mesti takut? Harusnya gue tambah percaya diri kesini, karena apa yang sudah gue katakan kemarin itu bukan hoax. Mereka memang sudah sm menikah bahkan punya anak.” Batin pria tersebut.


Pria itu pun melangkahkan satu kakinya mendekati thomas yang berdiri seraya menggendong Alice,


“Gue kesini cuma mau nagih janji istri lo aja ck” bisik nya tepat ditelinga thomas.


“Janji? Janji apa yang lo maksud?” Tanya thomas dengan nada kencangnya.


“Weitssss, santai aja dulu mas bro! Coba aja tanya ke istri lo ini, punya janji apa dia sama gue..” Ucap pria tersebut dengan raut wajah yang menyebalkan.


“Ada apa ini? Punya janji apa kamu sama Calvin, bel?” Tanya thomas yang seketika menatap wajah sang istri.


Ibel pun akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya dihadapan sang suami, hal itu pun lantas membuat thomas langsung naik pitam.


“Badjingan lo! Lo pengen meras istri gue? Jangan harap lo bisa dapatkan uang itu! Sepeserpun gue gak akan biarkan uang gue maupun istri gue jatoh ke tangan lo!” Gertak thomas kepada Calvin.


Thomas pun langsung memberikan Alice kepada ibel, lalu ia pun melangkahkan kakinya mendekati tubuh Calvin dengan tatapan penuh kebenciannya.


“Mau apa lo,thom? Sekarang gue bahkan punya buktinya kalo lo dan ibel hamil diluar nikah dan sekarang bahkan sudah menjadi keluarga yang sangat harmonis seperti ini Ck! Lantas kenapa kemarin lo gak terima dengan apa yang sudah gue ucapkan kepada anak-anak kampus, pada kenyataannya statment tersebut true bukan hoax seperti apa yang lo bilang Hahah.” Ledek Calvin dengan tawa menyeringainya.


“Terus kalo lo sudah punya buktinya, lo mau apa? Silahkan kalo lo mau sebarin berita-berita tentang kehidupan gue dan juga istri gue, tapi jangan pernah menyesal jika hari itu juga lo bakalan hilang dari dunia ini! Gue pastikan lo dan keluarga lo akan sama hilangnya..” ancam thomas dengan nada lirihnya.


“Gak usah sok deh lo, buktinya ngeluarin uang 50 juta aja lo gak mau. Jadi mana bisa lo bertindak sejauh itu, emangnya lo punya kuasa apa?!” Ledek Calvin kembali.


“Ahaha Calvin-Calvin, jaman sekarang itu yang penting punya kuasa. Dan lo gak punya itu, yang punya kuasa disini adalah gue. Gue bisa ngapain aja. Dan soal uang, buat gue 50juta itu bagaikan uang receh. Kalo gue kasih ke lo, sama aja gue ngasih ke pemuda yang mengemis seperti lo. Pemuda yang ingin punya uang tapi dengan cara memeras orang lain Hahah.. Oiya, hal ini bisa aja gue bawa ke ranah hukum. Lo kan anak kuliahan nih, pasti tau kan ada pasal untuk orang yang sudah memeras orang lain?!” Ancam thomas kembali hingga membuat Calvin pun tak bisa berkutik apapun.


“Sialan lo!” Decih Kevin yang nampak kesal dan pergi begitu saja meninggalkan thomas dan juga ibel.


“Syukurlah ada thomas, kalo gak ada dia. Gue bingung harus cari uang kemana, tabungan gue belum sampe 50 juta. Hmm, ada gunanya juga daddy nya Alice” batin ibel dengan bernafas secara lega.


“Sudah yuk, berangkat sekarang! Lagi pula, kenapa sih kamu gak cerita soal Calvin.” Ajak thomas dengan mulut yang berkomat-kamit.

__ADS_1


“Maaf.” Singkat ibel dengan memanyunkan bibirnya seraya mengikuti langkah sang suami didepannya.


**


__ADS_2