TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 17


__ADS_3

*Keesokan Harinya,


Hari itu thomas dan juga ibel berencana untuk pergi menonton bioskop di salah satu mall terdekat dari rumahnya, bersama dengan vega dan juga Sarah kekasihnya.


Namun hari itu thomas berangkat bekerja lebih dulu dengan pakaian rapihnya serta semangat yang menggebu-gebu.


Pria itu terus berkaca dihadapan kaca besar yang ada didalam kamarnya,


“Sayang, sarapannya udah jadi tuh..” Tegur ibel yang baru saja masuk kedalam kamarnya.


Thomaspun sontak terkejut saat itu juga, “astaga ibel, bikin kaget saja!” Ucapnya seraya memegangi dadanya sendiri.


“Kamu daritadi kayaknya didepan kaca mulu deh, ngapain sih?!” Tanya ibel dengan tatapan mencurigai.


“Eum, gak ngapa ngapain kok. Gimana penampilan aku hari ini sayang?!” ucap thomas dengan menaikkan kedua alisnya.


“Tampan, seperti biasanya.” Sahut ibel dengan wajah datarnya.


“Hari ini hari pertama masuk kerja, jadi aku harus tampil sempurna sayang..” Ungkap thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Hmm, Iyah i know that. Udah sempurna kok suami akuu!” Puji ibel dengan menghembuskan nafasnya dengan pelan.


“Seriusss?” Tanya thomas dengan raut wajah tersanjungnya.


“Iyah..” angguk ibel dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


“Iyalah, suami siapa duluu dong?!” Sergah thomas dengan menaikturunkan kedua alisnya.


“Gak tau suami siapa, Ck” ledek ibel saat itu juga.


“Oh gak mau ngakuinnn nihhh? Yaudah lah suruh cewek lain aja yang mau ngakuin aku suaminya..” Ancam thomas dengan raut wajah yang meledek ibel kembali.


“Iya-iya thomas, suami nya ibel yang paling tersayang..” Sergah ibel dengan bergelayut manja kepada sang suami.


“Cup!!”


“Gitu donggg! Hehe..” Ringis thomas seraya mengecup kening sang istri.


“Yaudah yuk, sarapan dulu..” Ajak thomas yang dianggukkan oleh ibel.


Keduanya pun melangkahkan kakinya menuju meja makan yang berada dilantai satu rumahnya tersebut.


“Pagi ini menu sarapannya simple aja yah, sandwich ala Alisha ibel.. hehe” Ucap ibel dengan menerbitkan senyuman manisnya pagi itu.


“Apapun yang kamu buat selalu menjadi spesial untuk aku sayang..” Puji thomas kepada ibel.


“Gombal banget, Ck” Lirih ibel dengan raut wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus.


“Udah buruan dimakan sandwichnya terus lekas berangkat kerja, nanti telat loh! Pulangnya jangan mampir mampir ya, inget kan? Kita mau nonton bioskop nanti malam?!” Pesan ibel kepada thomas.


“Inget kok sayang, nanti sore aku kabarin ya kalo aku udah waktunya pulang..” Ucap thomas dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


“Iyah..” Angguk ibel saat itu juga.


Setelah selesai sarapan bersama, thomaspun bergegas untuk berangkat kerja dan berpamitan lebih dulu kepada sang istri.


“Aku berangkat ya sayang, kamu jaga rumah ya. Jangan kemana mana. Tunggu sampai aku pulang!” Pamit thomas kepada sang istri.


“Iyah, kamu hati-hati dijalan ya thom! Sempatkan waktu untuk memberiku kabar ya, semangat hari pertama kerjanya. Semoga lancar!!” Pesan ibel dengan tatapan penuh arti.


“Siap laksanakan ibu bos!!” Sergah thomas dengan memberikan hormatnya kepada sang istri.

__ADS_1


“Yaudah, Bye! Muachhh..” ucap thomas seraya mengecup bibir sang istri.


“Bye..” singkat ibel seraya melambaikan tangannya kepada thomas yang sudah melangkahkan kakinya masuk kedalam mobilnya.


Bvroommmmmm\~\~


Mobil yang dikendarai thomaspun melaju dengan kecepatan sedangnya meninggalkan halaman rumahnya tersebut.


Ibelpun membalikkan badannya untuk masuk kembali kedalam rumah dan mengunci pintu rumahnya tersebut.


“Dede jangan rewel yaa di perut Mommy, daddy udah berangkat kerja.. jadi Dede cuma berdua sama Mommy dirumah.” Celoteh ibel seraya mengelus lembut perutnya sendiri.


*Disisi lain|


Thomaspun melajukan kendaraannya secepat mungkin karena ingin cepat sampai ditempat kerjanya.


“Gak sabar ketemu saffira..” Gumamnya yang fokus menyetir kendaraannya.


*Hingga setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, akhirnya Thomaspun sampai di lokasi tempat kerjanya. Iapun memarkirkan mobilnya dilobi cafe tersebut.


CIT*


Dengan memakai kacamata hitamnya, iapun turun dari mobilnya dengan aura yang begitu menawan.


Membuat semua teman kerja perempuannya pun sontak menatapnya dengan kagum, tak heran banyak pula yang berbisik bisik satu sama lain karena melihat ketampanannya hari itu.


Membuat pria yang sebenarnya sudah memiliki istri itupun sontak berbangga hati saat itu juga.


“Pagi, fir..” Sapa thomas kepada saffira yang sedang mempersiapkan diri untuk breafing pagi hari itu.


“Eh, hai thom. Baru dateng ya?!” Sahut Saffira yang baru saja menoleh kearah thomas.


“Iya nih, soalnya dijalan macet banget. Tapi aku belum telat kan ini?!” Tanya thomas yang berbasa-basi.


“Hmm, syukurlah. Aku kira hari pertama kerjaku akan terlambat. Huhh” Lirih thomas seraya melepaskan kacamata hitamnya.


“Engga, tenang tenang.. pak doni juga belum sampe sini kok.” Ujar saffira dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


*Tak lama kemudian, sang pemilik resto tersebut pun datang untuk membriefing karyawan-karyawannya..


Hari itu adalah hari dimana cafe itu dibuka, para karyawan pun berdiri dengan barisannya masing masing untuk ikut serta melihat grand opening yang disambut langsung oleh sang pemilik cafe tersebut yang juga dihadiri oleh para rekan rekan bisnisnya.


“Dengan ini resmi saya bukaaa!!!” Seru pak doni seraya menggunting pita grand opening nya tersebut.


PROK PROK PROK*


Semua orang yang ada disana pun bertepuk tangan penuh dengan kebahagiaan saat itu juga.


“Selamat ya don! Keren kamu..” Puji salah satu rekan bisnisnya saat itu.


“Terimakasih banyak pak Sardi!” Sahut pak doni seraya berjabat tangan.


“Don! Selamat ya.. atas cafe barunya” Ucap ayah Jacky seraya memeluk pak doni


“saya juga nitip thomas disini.” Imbuh ayah Jacky yang berbisik di telinga pak doni saat itu.


“Siappp pak Jacky!! Aman..” Sahut pak doni dengan tawa kecilnya seraya mengacungkan jempolnya.


“Oiya, terimakasih juga atas bingkisannya kemarin yang sudah dititipkan untuk saya..” Ucap ayah Jacky kembali dengan menepuk pundak pak doni pelan.


“Syukurlah kalo bingkisannya sudah diberikan oleh thomas, takutnya anak itu kelupaan.” Sahut pak doni dengan tersenyum.

__ADS_1


“Sudah mendarat ditangan saya dengan aman kok tenang saja pak doni..” Sergah ayah Jacky dengan tawa kecilnya.


Sementara thomas sendiri masih saja sibuk cari perhatian kepada saffira, apapun yang ia kerjakan dicafe tersebut terasa begitu menyenangkan karena adanya saffira, wanita cantik yang kini memikat hatinya. Tak perduli sudah ada ibel yang saat ini menjadi istrinya.


Pria itu merasa dirinya seperti bujangan kembali saat berada di circle orang orang barunya.


Tak perduli dengan statusnya saat ini, yang terpenting baginya bisa menutupi keburukannya itu didepan sang istri nantinya.


“Curi curi pandanggg mulu, lo suka ya sama saffira?!” Tegur farel kepada thomas.


“Enggak, apaan sih.” Sahut thomas dengan tersenyum setipis tissue.


“Yah elahhhh, udah kebacaaa kali thom/thom..” Ledek farel seraya menepuk pundak thomas dengan pelan.


*Waktupun terus bergulir, dan saat itu jam dinding menunjukkan pukul 16:00wib sore.


Waktunya untuk thomas pulang dan berganti shift dengan temannya,


“Fir, kamu besok shift pagi apa sore?!” Tanya thomas kepada saffira.


“Kayaknya besok aku shift sore deh thom. Kenapa?!” Sahut saffira dengan menaikkan kedua alisnya.


“Gak papa sih, barangkali kita pas shift barengan bisa lah ya berangkatnya bareng nanti aku jemput hehe..” Ucap thomas dengan tersenyum manis.


“Ck, boleh..” singkat saffira dengan tersipu malu.


“Beneran mau?! Kalo gitu aku boleh minta nomermu gak?!” Sergah thomas yang saat itu dianggukkan oleh saffira.


“Thanks ya fir!! Kalo gitu nanti aku hubungin kamu. Aku pamit pulang duluan ya, Bye fir!” Pamit thomas yang saat itu sudah mendapatkan nomer ponsel saffira.


“Bye thom.” Singkat saffira dengan menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis.


“Ciyeee kayaknya ada yang cinlok disini nih!” Ledek farel kepada saffira.


“Apaan sih rel.” Lirih saffira dengan memiringkan senyumnya.


**


Thomaspun telah mengendarai mobilnya pulang kerumahnya,


“Yesss!!!! Dapetin nomer saffira..” soraknya dengan gembira dalam perjalanan pulangnya menuju kerumah.


*Hingga beberapa menit kemudian, thomaspun memarkirkan mobilnya tepat dilobi rumahnya.


CIT*


“Sayanggggg..” panggil thomas didepan pintu rumahnya.


Tak lama kemudian, seseorang pun membukakan pintu rumah tersebut.


CEKLEK*


“Suami aku udah pulangg..” Seru ibel seraya mencium tangan sang suami.


“Udah dong, kamu udah mandi belum?!” Sahut thomas seraya mengacak rambut sang istri.


“Udah lah, emangnya kamu gak liat istrimu ini udah cantik gini..” Ucap ibel dengan memanyunkan bibirnya.


“Haha emangnya kamu cantik ya?!” Ledek thomas saat itu juga.


“Ih thomas!!!! Tidur diluar malam ini kamu..” Gertak ibel dengan melipatkan kedua tangannya didadanya.

__ADS_1


“Bercanda aku sayang, Yaudah aku mau mandi dulu ya.. kamu jangan lupa hubungin Vega suruh kesini sekarang juga ya.” Perintah thomas yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


“Okesiap sayang!!!” Sergah ibel dengan menerbitkan senyuman manisnya.


__ADS_2