TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 92


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, sikap thomas yang selalu manis kepada sang istri benar-benar bisa membuat ibel terhipnotis begitu saja. Saking terlenanya, Wanita itu sampai lupa pada isi ponsel thomas yang sudah ia sadap beberapa minggu yang lalu.


Hari itu, tepat dimana waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. Ibel yang kala itu sedang tersenyum manis melihat jerih payahnya selama berjualan kue secara online kini telah membuahkan hasil.


“Puji Tuhan, aku gak nyangka sekarang isi saldo rekeningku hampir mencapai nilai ratusan juta hanya dengan berjualan kue diaplikasi online. Kalo seperti ini terus, aku benar-benar percaya diri karena aku wanita yang bisa mandiri dan menghasilkan uang sendiri.” Gumam ibel seraya menatap layar ponselnya dengan senyuman manisnya.


Sang anak yang kini berusia dua tahun itu pun semakin pintar dalam tumbuh kembangnya, ibel begitu bersyukur banyak keberuntungan diwaktu ini untuk dirinya.


“Sayang, anak Mommy. Sepertinya mulai hari ini Mommy akan mencari seorang fisioterapys untuk kamu deh nak. Supaya kamu semakin dan semakin pintar. Kamu mau kan sayang? Jika Mommy datangkan seseorang untuk menemani mu setiap harinya..” Celoteh ibel kepada sang Putri.


Alice pun nampak menganggukkan kepalanya dengan raut wajah menggemaskannya.


“Hahahah, good job anak Mommy!! Oke deh kalo kamu setuju. Sekarang juga Mommy carikan therapys yang mau datang kerumah yah nak.” Tawa ibel saat itu juga.


Sambil menemani sang putri yang sedang bermain di karpet kamarnya, ibel pun mencari klinik therapy tumbuh kembang anak yang terpercaya diakun sosial medianya.


“Nah, kayaknya ini bagus deh. Coba deh liat dulu review sama komenannya. Kira-kira pelayanannya bagus gak yah.” Gumam ibel seraya fokus menatap layar ponselnya.


“Oke, perfect! Sepertinya klinik ini bagus. Aku tinggal dm terus minta salah satu therapys nya untuk datang kerumah setiap hari.” Imbuhnya.


Setelah selesai memainkan ponselnya, ibel pun kembali meletakkan ponsel miliknya disampingnya. Lalu ia pun sedikit bersendau gurau bersama sang anak.


“Wowww hebatnya anak Mommy bisa memainkan puzzle sendiri, arghhh coba kalo daddy lihat! Pasti kamu langsung diberi hadiah deh nak.” Puji ibel seraya bertepuk tangan saat melihat Alice bisa bermain puzzle dengan sendirinya.


“Eum, ngomong-ngomong soal daddy. Sudah lama Mommy gak pernah melihat isi pesan ponselnya lagi. Meskipun Mommy percaya sih kalo daddy sudah tidak akan macam-macam lagi sama kita. Melihat sikap daddy yang jauh berbeda dari yang sudah sudah.” Celoteh ibel dengan menaikkan kedua matanya keatas.


“Eum, tapi kayaknya gak ada salahnya deh kalo Mommy ngecek lagi. Iya kan nak?!” Imbuhnya kembali.


Ibel pun langsung bangkit dari duduknya, ia melangkahkan kakinya untuk mengambil leptopnya yang berada diatas nakas lemarinya.


“Hmm, untung thomas cuek gak pernah mau tau isi leptop ku ini apa.” Gumam ibel yang saat itu membawa leptopnya ke atas karpet tempat anaknya bermain.

__ADS_1


Ibel pun kembali mendudukkan dirinya di karpet bersama sang putri yang sedang fokus bermain sendiri. Lalu ia pun memangku leptopnya dan bergegas untuk membuka leptopnya miliknya tersebut.


“Oke, semoga gak ada hal yang aneh-aneh lagi deh.” Lirih ibel dengan perasaan yang sulit diartikan.


KLIK!


Setelah berhasil membuka pesan sadap an sang suami, ibel pun sontak membulatkan matanya lebar-lebar. Seakan tak percaya dengan apa yang ia baca dilayar leptopnya, ia pun beberapa kali mengerjapkan kedua matanya.


“APA INI?” Lirih ibel dengan menelan salivanya susah payah.


“Gue gak lagi mimpi di siang bolong kan? Ini pesan masuk dulu atau sekarang sih? Tapi disini muncul paling atas dan waktunya juga menunjukkan yang sekarang.” Imbuhnya seraya menepuk pipinya sendiri.


“ANJING!!! BRENGSEKKK! SIALANNN KAU THOMAS! Kukira kau sudah berubah, ternyata kau tetap badjingan dengan cara yang membuatku hampir saja terlena atas perlakuannya! Gak bisa dibiarkan, kali ini aku benar-benar murka! Aku akan datang kekantormu sekarang juga untuk melihat langsung kelakuan busukmuu dengan wanita murahan itu!” Teriak ibel dengan raut wajah yang nampak tersulut emosi ketika melihat isi pesan mesum sang suami bersama wanita lain.


Tanpa berfikir panjang, ibel pun sontak mengangkat sang putri keatas kasur miliknya. Lalu ia pun bergegas untuk memakai baju serta memoles wajahnya senyentrix mungkin.


“Sekarang saatnya, tunjukkan kalo lo wanita cantik, berkelas,mandiri dan juga berani! Jangan mau terlihat cupu, karena ini bukan lo yang sebenarnya! Lo ibel, ibel yang selalu berpenampilan menarik yang selalu mendapat sanjungan semua orang!” Ucap ibel didepan kaca riasnya dengan tatapan tajamnya.


“Biar semua orang tau, seperti apa istri dan anak seorang thomas Imanuella Roberto yang sebenarnya! Diriku tidak mempunyai kekurangan apapun, jangan insecure! Yang harusnya insecure adalah perempuan selingkuhan thomas itu. Dan untuk thomas, kau salah telah mempermainkanku seperti ini. Kita lihat, sebenarnya siapa yang terlihat dibodohi selama ini. Aku atau kamu?!” Ungkap ibel dengan tatapan tajamnya.


Ibel pun sontak menggendong sang anak untuk keluar dari kamarnya dan menuruni tangga rumahnya.


Sang pembantu yang melihat majikannya itu tampil berbeda pun sontak mengerjapkan kedua matanya.


“Non ibellll?! Ini serius non ibel? Mashaallah cantik sekali Non mau kemana? apakah non ibel punya acara bersama neng geulis? Tapi tuan thomas kan pulangnya masih 3 jam an lagi non, non ibel mau pergi sama siapa?” Tegur Susi kepada ibel.


“Ada acara mendadak mbak, penting sekali. Ibel pamit keluar dulu ya. Ibel sudah pesan taksi online kok.” Jawab ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Waduh, hati-hati ya non ibel..” Ucap Susi dengan raut wajah bingungnya.


“Non ibel mau kemana ya kira-kira? Kenapa nampak terburu-buru seperti itu? Tapi yang bikin heran lagi kenapa penampilannya begitu memukau seperti artis-artis ditelevisi itu.” Gumam Susi seraya menggarukkan kepalanya yang tak gatal tersebut.

__ADS_1


“Pak, suruh masuk saja mobilnya. Itu taksi online yang saya pesan.” Teriak ibel kepada pak Joko yang terlihat sedang berbicara kepada salah satu mobil yang berhenti tepat didepan gerbang rumahnya.


Pak Joko pun menoleh kearah sumber suara tersebut.


“Ahiya non, baiklah. Kirain siapa yang mesan taksi online ini..” Angguk pak Joko saat itu juga.


CIT*


“Mari bu, atas nama bu Alisha ibel ya?” Pekik sang Driver yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


Brughhh!


Tanpa basa-basi ibel pun langsung masuk kedalam mobil tersebut.


“Sesuai tujuan kan bu?” Tanya sang Driver sebelum melajukan kemudinya.


“Sangat sesuai pak. Bisa kan kalo kita sampai disana dalam waktu yang cepat?” Jawab ibel hingga membuat sang Driver pun menyetujui permintaan ibel tersebut.


“Baik bu, inshaallah bisa. Berdoa saja supaya jalanan sedang kosong.” Pekik sang Driver yang saat itu mulai menyalakan mesin mobilnya.


Bvroommmm\~\~


“PIP!”


“Yak, hati-hati ya.” Seru pak Joko seraya melambaikan tangannya kepada sang Driver yang saat itu melajukan kendaraannya meninggalkan area perkarangan rumah tersebut.


*didalam perjalanan, ibel pun teringat kepada marco. Saat itu juga ia mengirim pesan kepada marco agar membantu rencananya.


“Marco please, jangan sampai rencanaku ini gagal.” Batin ibel setelah mengirim pesan kepada marco.


***

__ADS_1


__ADS_2