
Disisi lain,
Thomas malah asik kencan bersama wanita lain, ia sama sekali tak memikirkan perasaan ibel yang tengah hamil.
Hati dan fikirannya sudah hitam tertutup oleh setan, pria itu sungguh tega mempermainkan hati perempuan yang sudah ia rusak masadepannya itu.
“Habis nonton kita lanjut makan yaa..” Ucap thomas dengan nada manisnya kepada Sandra.
“Iyah.” Angguk Sandra saat itu juga.
Thomas memang lelaki yang sangat doyan perempuan, baginya menggonta-ganti perempuan itu sudah makanannya sehari hari. Namun hal itu belum diketahui oleh ibel sendiri..
Selama ini, yang ibel sendiri tau. Thomas adalah pria yang sangat mencintainya, tak mungkin jika thomas berbuat macam macam dibelakangnya. Ibel percaya thomas adalah sosok pria yang baik bagi dirinya.
Tringgg\~
Ponselnya pun tiba-tiba berbunyi, Thomaspun langsung mengerutkan keningnya dan melihat layar ponselnya tersebut.
“Em, sebentar ya aku angkat Telfon dulu.” Ucap thomas pada Sandra yang saat itu dianggukkan olehnya.
“Halo.. kenapa?!” Sapa thomas didalam sambungan telfonnya.
“Halo bro! Posisi dimane?!” Sahut Alex diseberang sana.
“Gue lagi nonton, ganggu aja lo!” Omel thomas kepada Alex.
“Oh sorry gue gak tau, lo nonton sama siapa? Ibel?!” Tanya Alex
“Bukanlah, gue lagi nonton sama Sandra.” Sahut thomas dengan santainya.
“Woaaaaah gercep amat lo langsung nonton sama Sandra Ck” Seru Alex
“Ck Yaiyalah, thomas gitu loh. Bay the way lo dimana sekarang?!” Sahut thomas saat itu juga.
“Gue di cafe biasa nih sama anak anak yang lain, lo mau nyusulin kesini gak nanti?!” Tanya Alex seketika.
“Iyaudah, habis nonton gue sama Sandra kesitu Okey!” Sahut thomas.
“Okey bro! Ditunggu..” Singkat Alex dengan tawa kecilnya.
Pipp.
Thomaspun memutuskan sambungan telfonnya tersebut secara sepihak, lalu iapun kembali menyimpan ponselnya di pouch yang ia bawa ditangannya saat itu.
Pov: Teman temannya pun mengetahui betapa bejadnya thomas, tapi tak ada satupun temannya yang mau menasehatinya..
Saat ini semua temannya belum ada yang tahu jika thomas telah menghamili ibel dan bahkan sudah menikahinya.
Sifat thomas yang sangat tempramental itu menjadikan semua teman temannya tak ada yang berani mengusiknya meskipun dalam hal kebenaran sekalipun.
Terlebih, thomaslah yang selalu menjadi bos dan mentraktir semua teman temannya. Hal itu yang menjadikan semua temannya tunduk kepadanya.
*Setelah selesai berbincang dengan Alex diponselnya, Thomaspun kembali mendekatkan dirinya kepada Sandra.
“Udah telfonannya?!” Tanya Sandra kepada thomas.
__ADS_1
“Udah, kok.” Angguk thomas dengan tersenyum manis.
“Pacar kamu ya yang nelfon?!” Sindir Sandra saat itu juga.
“Mana ada, aku kan gak punya pacar.” Sahut thomas dengan tatapan yang meyakinkan.
Sandra pun menghembuskan nafasnya lega mendengar ucapan thomas tersebut.
“Kenapa senyum senyum gitu..” Sergah thomas pada Sandra.
“Gak papa kok.” Sahut Sandra yang salah tingkah.
“Dimakan tuh popcorn nya jangan cuma didiemin nanti dia sedih loh..” Ucap thomas hingga membuat Sandra pun menyunggingkan senyumannya.
“Iyah.” Singkat Sandra.
“Habis ini kita mau kemana lagi?!” Tanya Sandra seraya mengunyah popcorn dan pandangan yang fokus menonton layar bioskop.
“Habis ini kita makan dicafe yah, ada temen temen aku juga disana. Kamu mau kan?!” Sahut thomas
“Iyah, terserah kamu aja.” Angguk Sandra saat itu juga.
*Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menonton bioskop, kini keduanya melangkahkan kakinya bersamaan keluar dari gedung bioskop tersebut.
“Silahkan masuk tuan putri yang cantik..” Ucap thomas yang saat itu membukakan pintu mobilnya untuk Sandra.
“So sweet, terimakasih thomas!” Sahut Sandra dengan raut wajah bahagianya.
“Sama-sama.” Singkat thomas yang kemudian menutup kembali pintu mobil tersebut lalu iapun juga bergegas untuk memasuki mobilnya.
Thomaspun menyalakan mesin mobilnya,
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedangnya menuju lokasi tujuan.
Didalam perjalanannya menuju kecafe, thomas menyetir dengan satu tangan. Dan satu tangannya lagi ia gunakan untuk memegang lembut tangan Sandra disampingnya.
Pria itu bahkan lupa ada ibel yang saat ini sendirian menunggunya dirumah barunya.
Cittttt.
Mobil pun berhenti tepat diarea lobi cafe tersebut,
Dengan bergegas Thomaspun turun terlebih dulu membukakan pintu untuk Sandra.
“Yuk.” Ajak thomas yang saat itu menggandeng tangan Sandra masuk kecafe tersebut.
“Woahhhhhh!!! Suhu kita datang juga akhirnya!!” Sorak revano dengan bertepuk tangan.
“Ekhem, upgrade terossss pokoknya ya thom!” Sindir Vega saat itu juga.
“Hahaha, diem lo semua. Mendingan sekarang buruan pesenin gue sama Sandra makan. Jangan lupa minumannya juga!” Sergah thomas yang saat itu dianggukkan oleh ketiga temannya.
“Sana lo aja van yang pesenin, gue lagi nanggung nih ngegame!” Perintah Alex kepada revano.
“Mending lo aja deh ga, daritadi gue udah bolak balik kasir anjir” timpal revano yang malah menyuruh Vega.
__ADS_1
“Kenapa jadi gue sih van!” Omel Vega kepada revano.
“Lo bertiga sebenernya mau pesenin gue atau gak sih! Kalo pada gak mau juga gak papa tapi jangan harap gue bayarin semua pesenan kalian itu!” Gertak thomas hingga ketiga temannya pun sontak berebut satu sama lain untuk memesankan makanan dan minuman untuk thomas dan juga Sandra.
“Biar gue aja!” Sahut Alex yang langsung meninggalkan ponselnya.
“Udah gue bilang, gue aja!” Cela revano
“Udah lo berdua diem! Biar giliran gue kali ini yang pesenin thomas makanan!” Sergah Vega hingga kedua temannya akhirnya terduduk kembali pada tempatnya masing masing.
“Ck, temen temenmu lucu lucu yah.” Lirih sandra dengan tawa kecilnya seraya menutupi mulutnya.
“Ya begitulah mereka, haha” sahut thomas dengan tersenyum menyeringai.
*Waktupun terus bergulir, thomas mengantarkan sandra untuk pulang kerumahnya.
“Makasih ya untuk hari ini, jangan kapok kalo aku ajak keluar lagi.” Ucap thomas pada sandra sebelum turun dari mobilnya.
“Kapok sih engga, malah kayaknya aku ketagihan nih pergi sama kamu ups Ck” Sahut sandra yang sudah terbawa perasaan oleh thomas.
“Kamu hati-hati pulangnya ya, jangan lupa kabarin aku kalo udah sampe rumah..” Pesan sandra yang saat itu sudah turun dari mobil dan melambaikan tangannya kearah thomas.
Thomaspun mengacungkan jempolnya seraya tersenyum, “Byee sandra!” Singkat thomas yang saat itu juga melajukan kendaraannya.
Bvroommmmm\~\~
Mobilnya pun melaju dengan kecepatan sedang menuju pulang kerumahnya.
“Asik juga cewe itu Ck” gumamnya saat menyetir mobilnya.
*Setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, akhirnya Thomaspun sampai dirumah barunya.
Pria itupun bergegas turun dari mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumahnya.
“Bellll…” Panggil thomas saat sudah memasuki rumahnya tersebut.
“Bel kamu dimana? Aku udah pulang nihhh, coba liat aku bawakan apa untuk kamu..” Imbuhnya kembali dengan menenteng coklat kesukaan ibel yang sengaja sudah ia siapkan untuk ibel agar bisa menutupi kelakuan bejatnya.
“Kenapaaa sih kok teriak teriak thom?!” Lirih ibel yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Aku udah pulang nih loh, kamu gak mau nyambut aku??” Sergah thomas saat itu juga.
“Eum, iya-iya sayang sini sini peluk..” Sahut ibel yang menghampiri thomas.
“Nih aku bawain coklat kesukaan kamu..” Ucap thomas seraya memberikan coklat yang ia bawa kepada ibel.
“Woahhhhhh!!! Makasih banyak sayangku..” Sorak ibel dengan mata yang berbinar-binar ketika melihat coklat kesukaannya.
“Sama-sama, cium dulu dong.” Seru thomas dengan mendekatkan pipinya kepada ibel.
“Cuppp!!” Ibel pun mengecup pipi thomas dengan perasaan bahagianya.
“Jatah ya sayang malam ini, kan udah aku belikan coklat.” Rayu thomas dengan mengelus lembut punggung ibel.
“Ih thomas!!!” Teriak ibel dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
“Ayo ah! Kan kita sudah sah.. lalu apalagi?!“ sergah thomas yang saat itu juga membopong tubuh ibel masuk kedalam kamarnya.
“Thomassss!!!!” Teriak ibel