
Sore Harinya*
“Thom, ayo.. mamamu sudah mengirim pesan kepadaku, kita disuruh cepat kesana soalnya waktunya sudah mepet. Takut ketinggalan pesawat” Ajak ibel kepada sang suami yang masih santai memainkan ponselnya diatas kasur kamarnya.
“Sebentar lagi, nanggung.” Sahut thomas yang masih fokus menatap layar ponselnya.
“Emangnya kamu lagi ngapain sih? Sampe kayaknya keliatan sibuk gitu didepan hp..” Tanya ibel dengan raut wajah mencurigai.
“Aku bilang sebentar ya sebentar, aku masih nanggung liat film ini. Kalo kamu gak sabar Yaudah kamu berangkat duluan saja sana kerumah mama.” Bentak thomas kepada ibel saat itu juga.
Ibel pun menghela nafasnya secara kasar, ia hanya bisa berdecih kesal saat itu.
Gadis itu memilih untuk pergi keluar kamar meninggalkan thomas, ia melangkahkan kakinya menuju sofa ruang tamunya.
Brughhhh!!!
Ia pun menjatuhkan tubuhnya diatas sofa tersebut, “Hmmmm, seumur umur gue gak pernah dibentak sama Mama gue, Dan Ternyata begini rasanya dibentak, sama suami sendiri pula..” Gumamnya seraya menundukkan kepalanya dengan pasrah.
BRAK!!!!
Suara pintu yang ditutup terdengar begitu kencang, ibel pun menoleh ke sumber suara tersebut yang ternyata berasal dari thomas yang saat itu keluar dari kamarnya.
“AYO!!!” Ajaknya dengan raut wajah menyeramkannya.
“Kamu kenapa sih?!” Tanya ibel dengan menaikkan satu alisnya.
“Kamu yang kenapa anj*ng!! Dibilang sebentar lagi malah marah keluar kamar, dasar gak sabaran banget jadi orang!!!” Omel thomas kepada ibel dengan nada kasarnya.
“Astaga, aku keluar kamar karena ingin menunggumu disini. Lagian kamu itu gak bisa ngatur waktu banget sih, nonton filmnya nanti lagi kan bisa.. ada yang lebih penting. Kalo mama mu ketinggalan pesawat gimana coba?!” Ungkap ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Bacot!!! Udah ayo berangkat!” Gertak thomas yang lebih dulu melangkahkan kakinya meninggalkan ibel yang masih tercengang dibuatnya.
“Gak nyangka gue harus seumur hidup tinggal bersama orang yang kasar seperti itu..” batin ibel yang bangkit dari tempat duduknya lalu melangkahkan kakinya menyusul thomas yang sudah lebih dulu keluar rumah.
Brughhhh!
Keduanya pun memasuki mobil yang sudah terparkir didepan lobi rumahnya, dengan raut wajah dinginnya thomas hanya menghadap lurus kedepan seraya menyalakan mesin mobilnya saat itu juga.
Bvrommmmmm\~\~
Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumahnya tersebut, hingga ibel pun menghela nafasnya secara pelan seraya berpegang ke gagang pintu mobil tersebut dan satu tangannya lagi memegangi perutnya yang besar itu.
__ADS_1
“Bisa gak bawa mobilnya pelan? Aku lagi hamil besar loh..” Ucap ibel yang sekilas melirik kearah thomas.
Thomas pun tidak menjawab perkataan ibel sama sekali, ia terus fokus menghadap kedepan dengan raut wajah dinginnya.
Suasana tegang terlihat di wajah ibel yang sangat ketakutan berada dimobil tersebut bersama sang suami yang terus mengebut dijalan raya itu.
“Kalo pengen mati jangan ajak ajak dong!” Omel ibel yang sudah mulai tersulut emosinya.
*Beberapa menit kemudian, merekapun tiba didepan lobi rumah orang tuanya.
CIT*
Thomas memberhentikan mobilnya tepat dibelakang mobil milik sang ayah, lalu ia pun segera membuka seatbelt nya dan turun dari mobilnya tersebut.
Brughhh!!
Ibel pun hanya bisa menggelengkan kepalanya saat itu juga, lalu ia pun ikut turun dari mobil tersebut dan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah tersebut.
“Kalian berdua ini kenapa baru datang sih! Mama kan sudah mengirim pesan kepadamu ibel, waktunya sudah mepet! Kalo begini ceritanya mama bisa ketinggalan pesawat tau gak! Jadi orang kok gak bisa ngatur waktu sekali kalian itu..” Omel mama dina kepada anak dan juga mantunya.
“Maaf ya mah, tadi aku mules terus mas thomas nungguin aku deh jadinya saat aku beberapa menit di dalam kamar mandi..” Ucap ibel yang terpaksa menutupi kebohongan suaminya.
“Hmm, Yasudah ayo lekas berangkat sekarang saja!” Ajak mama dina yang dianggukkan oleh keduanya.
“Ini ada mobil mah, kenapa minta Anter aku segala?!” Tanya thomas yang melihat mobil sang ayah yang terparkir didepan mobilnya sendiri.
“Iyah memang ada mobil, cuma siapa yang mau bawa thom?! Mama aja gak bisa nyetir mobil, sementara Ayahmu pergi bersama sopir pribadinya, kalo ayahmu pergi menyetir sendiri, baru mama bisa diantar sopir tadi. Hmm.” Sahut mama dina saat itu juga.
“Yaudah ayo buruan naik mobilku, keburu telat!” Sergah thomas yang dianggukkan oleh mama dan juga istrinya.
Brughhhh!
Setelah ketiganya masuk kedalam mobil, Thomas pun menggunakan seat belt nya lalu kemudian menyalakan mesin mobilnya.
Bvrommmmmm\~\~
Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke bandara yang ada dikota tersebut.
“Thomas, pelan dong. Mama takut kalo ngebut gini!” Tegur mama dina kepada anaknya.
“Kalo aku bawa mobil pelan, mama bakalan ketinggalan pesawat. Mah. Coba lihat ini sudah jamberapa, lebih baik mama pegangan saja dan berdoa supaya kita sampai dengan cepat!” Ucap thomas kepada mama dina dengan tatapan yang tetap fokus kedepan.
__ADS_1
“Astaga, thomas! Kalo mama jantungan gimana..” gumam mama dina seraya memegangi dadanya sendiri.
Sementara thomas tidak lagi memperdulikan celotehan mamanya, ia terus melajukan kendaraaannya dengan kecepatan tinggi saat itu juga.
*Hingga beberapa menit kemudian, setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan. Akhirnya merekapun tiba di bandara kota tersebut.
CIT*
Ketiganya turun dari mobil tersebut, mama dina pun langsung berpamitan kepada anak dan mantunya saat itu.
“Udah yah, makasih udah anterin mama. Mama tinggal dulu untuk beberapa minggu kedepan yah.. kalo ada apa-apa jangan lupa kabarin mama.” Pamit mama dina kepada keduanya.
“Iyah, mah. Mama hati-hati dijalan yah, kalo udah sampe disana jangan lupa kabarin kita.. salam untuk nenek dan juga sodara sodara disana mah.” Sahut ibel yang saat itu mencium tangan mama dina.
“Iyah, kamu juga jaga diri baik baik ya bel. Ingat tinggal menghitung hari saja kamu akan melahirkan, jangan lupa saran-saran yang mama dan papa sampaikan kemarin harus kamu lakukan supaya kamu bisa melahirkan secara normal.” Pesan mama dina yang dianggukkan oleh ibel.
“Ibel minta maaf ya mah kalo ibel punya salah, doain ibel supaya ibel bisa melahirkan dengan mudah.” Ucap ibel dengan menyunggingkan senyumannya.
“Pasti, mama doakan selalu.” Sahut mama dina yang juga menyunggingkan senyumannya.
“Makasih, mah.” Singkat ibel dengan raut wajah yang tersenyum penuh arti.
“Dan untuk kamu thomas, harus diingat kamu ini sudah jadi kepala rumah tangga. Tinggal menghitung hari saja kamu akan menjadi seorang ayah, mama harap kamu bisa merubah sikapmu yang kekanak kanakan dan tempramental itu.” Pesan mama dina kepada thomas.
“Iyah, mah. Hati-hati ya mah. Sampaikan salamku kepada semua keluargaku disana..” angguk thomas saat itu juga.
“Iyah, Yaudah mama masuk dulu yaa. Kalian jangan lupa sering sering tengokin ayah dirumah yah..” pamit mama dina yang saat itu melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan juga menantunya tersebut.
“Bye,mahhh.” Teriak ibel seraya melambaikan tangannya kepada mama mertuanya.
“Iyah.. dadah” sahut mama dina dari jauh yang juga melambaikan tangannya.
“Udah ayok pulang!” Ajak thomas kepada ibel untuk segera pulang kerumahnya.
“Iyah.” Singkat ibel dengan memiringkan senyumannya lalu kembali masuk kedalam mobilnya.
Brughhhh!
“Mau mampir kemana mumpung lagi diluar? Barangkali ada yang mau dibeli dulu?!” Tanya thomas kepada ibel dengan tatapan yang tetap lurus kedepan.
“Enggak deh, kalo pengen beli jajan nanti aku gampang gofood aja.” Sahut ibel dengan raut wajah datarnya.
__ADS_1
“Yaudah kalo gitu, pulang aja langsung.” Ujar thomas yang saat itu sontak menyalakan mesin mobilnya.
Bvrommmmmmm\~\~