TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 103


__ADS_3

Dua hari kemudian, meski ibel merasa sedikit lega karena semua orang disosial medianya mendadak sepi dan tidak lagi menyerbu nya dengan kata-kata kasarnya namun tetap saja ibel menjadi trauma. Ia tetap tidak berani keluar dari rumahnya, ia takut jika dirinya harus bertemu dengan orang yang ia kenali. Tidak hanya itu, ibu muda satu anak itu pun jadi lebih sering mengurung dirinya dikamar bersama sang anak.


TING TONG!!


Suara bell rumah ibel pun berbunyi, tak lama kemudian sang pembantu pun membukakan pintu rumah tersebut.


CEKLEK*


“Saya kira siapa yang datang, silahkan masuk mba Ayya, mba Sarah dan juga mas-masnya..” Ucap Susi yang mempersilahkan semua teman-teman ibel yang mendadak datang kerumahnya tanpa memberitahukan ibel sebelumnya.


“Makasih ya bi..” Sahut Sarah dengan ramahnya.


“Sama-sama mbak..” Ucap susi yang kembali menutup pintu rumah tersebut saat semua teman ibel sudah masuk kedalam rumah.


“Bi, jangan ditutup dulu. Itu thomas masih diluar..” pekik vega kepada susi.


CEKLEK!


“Kenapa saya ditutupin pintu mba?” Tanya thomas yang baru saja membuka pintu rumahnya sendiri.


“Maaf tuan, mba susi kira hanya ada teman-teman non ibel dan tuan thomas saja. Eh ternyata ada tuan thomas juga, tumben jam segini sudah pulang kerumah tuan..” Ujar sang pembantu dengan sopannya.


“Iyah, semua pekerjaan sudah saya bereskan lebih awal. Jadi saya bisa pulang lebih cepat dari biasanya.” Jawab thomas yang saat itu dianggukkan oleh susi.


“Oiya Mba, tolong buatkan minuman untuk semua teman-temanku ini yah.” Pinta thomas kepada sang pembantu.


“Siap tuan!” Jawab susi dengan menganggukkan kepalanya sendiri.


“Ibel ada dikamar nya kan mba?” Tanya thomas kembali.


“E-iya tuan, non ibel ada dikamarnya.” Jawab susi pada thomas.


“Oh, oke.” Singkat thomas.


“Yuk kalian semua kekamar gue aja langsung..” Ajak thomas pada kelima temannya.


“Woanjaiii, langsung diajak kekamar gak tuh Ck” Kelakar revano seketika.


“Lah kan kalian kesini emang mau pada ketemu bini gue kan? Yaudahlah gue ajak kekamar. Gimana sih lo!” Sahut thomas dengan polosnya.


“Udah gak usah diladenin, revano emang suka ceplas ceplos gak jelas!” Cela Sarah yang menengahi.


Mereka pun berbondong-bondong melangkahkan kaki bersamaan menuju kamar ibel yang berada dilantai 2 rumah tersebut.


“Thom lo masuk duluan, lo kan yang punya kamar.” Pinta Ayya kepada thomas.

__ADS_1


“Hmm, Iyah-Iyah!” Dehem thomas yang saat itu langsung membuka pintu kamarnya.


CEKLEK!


“Haiiii bellll. Hehe..” Sapa Ayya dengan raut wajah bahagianya kepada ibel yang saat itu melirik semua orang yang masuk kedalam kamarnya.


“Sayang, mereka semua mau ketemu kamu nih. Gak papa kan?!” Pekik thomas kepada ibel.


“Ada perlu apa? Kenapa ramai sekali datang kesini?” Tanya ibel dengan raut wajah datarnya.


“Bel, lo udah sehat?” Tanya Vega pada ibel.


“Memangnya gue sakit apa? Gue gak merasa sakit apapun deh kayaknya.” Jawab ibel dengan raut wajah datarnya.


Sarah pun mengusap kasar wajahnya dengan satu tangannya. “Eh bukan begitu maksud dia,bel. Eum-lo udah gak apa-apa kan sekarang? Kan yang kita tau semenjak kejadian kemarin, mental lo sampe breakdown..” Cela Sarah seketika.


“Gue.. gue udah gak apa-apa kok.” Sahut ibel dengan nada lirihnya.


“Bel, senyum dong. Cantik lo hilang tau kalo gak senyum..” Celoteh Ayya saat itu juga.


Ibel pun sontak tersenyum tipis, namun ia kembali menundukkan pandangannya. Hingga semua temannya yang berada dikamar itu pun merasa canggung dan bingung harus berbuat apa.


“Ah gue punya ide nih..” ceplos Alex hingga membuat semua temannya pun saling memandangnya secara bersamaan.


“Eh eh eh gimana kalo kita pergi liburan, udah lama juga kan kita gak pernah hang out bareng. Iya gak sih?!” Sergah Alex dengan menaikturunkan kedua alisnya.


“Aihhhh tumbennn ide lo cemerlang lex! Gue setuju, siapa tau dengan cara itu ibel bisa happy.. iya kan?!” Timpal Ayya yang sangat gembira saat itu juga.


“Ah itu mah lo seneng, karna hobi lo banget itu jalan-jalan!” Cela Vega dengan menepuk pundak Ayya.


“Eh tapi ada benernya juga kok sayang idenya Alex itu, siapa tau emang bener yang dibilang Ayya. Dengan pergi berlibur, ibel bisa kembali tersenyum seperti sedia kala dan sedikit mengobati rasa trauma nya untuk bertemu orang-orang.” Timpal Sarah saat itu juga.


“Gue sih ngikut aja sih..” lirih revano dengan menganggukkan kepalanya.


“Gimana lo thom? Setuju gak sama ide gue?” Tanya Alex kepada thomas.


“Hmm, gue mah terserah kalian aja. Gue ikutin apapun kemauan kalian biar bini gue bisa sembuh dari rasa trauma nya.” Jawab thomas dengan santai.


“Tumben banget omongan lo ada sedikit perduli nya sama ibel ckck” sindir Ayya seketika.


“Gak usah mancing deh lo yya..” ketus thomas dengan lirih.


“Udah udah gak usah berisik, jadi fix nih yah kita liburan..” Cela Sarah yang saat itu dianggukkan oleh semua temannya.


“Bel, gimana? Lo mau kan pergi liburan sama kita-kita?” Tanya Ayya kepada ibel.

__ADS_1


“Gue?” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Iyah..” singkat Ayya dengan menganggukkan kepalanya.


“Enggak ah, gue gak mau kemana-mana. Gue mau dirumah aja sama anak gue.. hal ini yang bisa membuat gue tenang saat ini.” Tolak ibel saat itu juga.


“Yahhh kok gak mau sih bel! Mau dong bel, mau happy happy nih kita..” celoteh revano dengan raut wajah sedihnya.


“Apaan sih lo! Bukan gitu cara ngerayu nya bego.” Ketus Ayya dengan melirik sinis kearah revano.


“Thom, kata gue mah lo sih yang bisa nge bujuk ibel supaya mau pergi jalan bareng kita-kita..” pinta Alex kepada thomas.


“Nah, bener tuh..” timpal Vega yang menganggukkan kepalanya.


“Hmm, gue lagi..” Dehem thomas dengan menghembuskan nafasnya secara kasar.


“Dihhh, orang lu yang suaminya! Masa iya harus gue sih yang nge bujuk gila!” Ketus Alex kepada thomas.


“Gue gak mau, jangan paksa gue. Siapapun yang nge bujuk gue, jawaban gue akan tetep sama kok.” Pekik ibel hingga membuat semua temannya pun terdiam seketika.


Thomas pun mendekatkan dirinya kesamping ibel, ia lalu memegang kedua pundak sang istri dengan kelembutannya. Pemandangan yang jarang sekali terlihat itu membuat semua temannya pun merasa salah tingkah saat itu juga.


“Sayang dengerin aku ya, kalo kamu gak mencoba untuk keluar dari zona ini. Kamu gak akan bisa sembuh in trauma kamu, aku faham kok kamu takut kan keluar? Kamu takut bertemu orang-orang? Itu kan yang kamu rasakan?” Ucap thomas dengan nada lembutnya.


Ibel pun menatap wajah thomas dengan seriusnya, wanita itu merasa tenang ketika mendengar suara thomas yang begitu meluluhkan hatinya tersebut.


“Gak papa, ada aku disini yang akan selalu menjaga kamu. Aku pastikan tidak akan ada orang yang menghujatmu lagi, lihatlah teman-teman kita.. mereka ada disini untukmu. Jadi apalagi yang kau cemaskan lagi? Aku minta sama kamu, mau yah? Kita hang out bareng, aku yakin Alice juga pasti akan senang diajak liburan..” imbuh thomas kembali.


“Gimana bel?” Tanya Sarah seketika.


Ibel pun menatap thomas lalu beralih menatap teman-temannya satu persatu.


“Baiklah, aku mau..” lirih ibel hingga membuat semua temannya pun bersorak ria.


“Yeayyyy!!!! Akhirnya..” Sorak revano seketika.


“The power of rayuannnn maniezz paksu nih bos ckck” Ledek Alex saat itu juga.


Thomas pun tersenyum kepada teman-temannya.


“Oke, lalu kemana kita akan pergi gaisss?” Tanya Ayya pada semua temannya.


“Pantai!” Singkat Alex saat itu juga.


**

__ADS_1


__ADS_2