
Hari demi hari telah berlalu, sejak kejadian itu thomas seringkali tidak pulang kerumahnya. Ibel pun melewati hari-harinya dengan mengurus buah hatinya seorang diri.
Mama muda itu seringkali kebingungan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, karena thomas tidak memberikan nafkahnya sepenuhnya. Thomas hanya memberikan uang untuk keperluan Alice dan juga biaya untuk membayar para art nya, sisanya ibel harus memikirkan seorang diri bagaimana caranya mendapat uang tambahan lagi.
Hal itu sengaja dilakukan oleh thomas karena setengah penghasilannya ia gunakan sendiri untuk berfoya-foya dan juga ia berikan kepada Siska yang sudah lama menjadi wanita simpanannya.
Kala itu, Diwaktu sore hari. ibel tiba-tiba kedatangan tamu dirumahnya..
“Makasih ya bi, aku langsung kekamar ibel saja ya.” Pekik seorang wanita muda kepada Susi, pembantu rumah tangga dirumah tersebut.
“Ya silahkan non..” angguk mbak Susi dengan sopannya.
Wanita muda itu pun melangkahkan kakinya menaiki tangga rumah tersebut menuju kamar ibel yang berada dilantai dua.
*CEKLEK*
“Ibellll!!!!” Sapanya dengan raut wajah gembiranya.
“Arghhh, ayyaaaa!!! Akhirnyaaa kesini juga, gue udah berharap banget supaya lo kesini..” Sahut ibel yang langsung berlari memeluk sang sahabat.
“Sorry ya gue baru bisa main sekarang, dari kemarin gue sibuk bikin tugas skripsian! Doain gue yaa bel, semoga gue bisa lulus tahun ini dengan predikat mahasiswa terbaik.” Tutur Ayya kepada ibel.
“Amin!!! Pokoknya gue doain yang terbaik buat lo my bestie!! Hehe..” Sahut ibel dengan menyunggingkan senyuman manisnya.
__ADS_1
“Makasihhh bestotttkuuu ckck” kelakar Ayya hingga membuat keduanya pun tertawa ringan secara bersamaan.
“Andai gue masih kuliah, pasti saat ini gue juga sedang disibukkan oleh tugas skripsi seperti lo yya, tapi apalah daya, saat ini gue udah punya anak. Kuliah gue berantakan. Kaya berasa gak punya masa depan cerah lagi gue yya Hmm.” Ucap ibel dengan pandangan khayalannya.
“Udah gak usah punya fikiran kaya gitu lagi, jalan orang kan masing-masing. Yang udah terjadi biarlah berlalu, nyesel boleh tapi yang paling penting adalah bagaimana caranya menata masa depan lo supaya lebih cerah lagi meski tanpa menjadi seorang sarjana sekalipun. Iya kan?! Ayo! Semangattt!!” Seru Ayya seraya menghibur sang sahabat.
“Gak tau deh yya, logika aja yang lulusan sarjana aja banyak yang kesusahan nyari kerjaan apalagi gue yang cuma lulusan Sekolah Menengah Keatas coba. Gue cuma berdoa supaya takdir baik selalu memihak pada gue.” Sahut ibel dengan memanyunkan bibirnya.
“Gak usah khawatir bel, rejeki sudah diatur sama Tuhan. Banyak kok yang hanya lulusan SMA tapi nasibnya bagus-bagus. Jadi lo jangan insecure lagi yah.” Pekik Ayya seraya menepuk pundak ibel dengan lembut.
“Bisa gak sih, lo nyariin gue kerjaan yya?” Tanya ibel seketika.
“Apaan? Gak salah denger gue?! Lo kan udah jadi istri nya sultan! Ngapain lo minta cariin kerja sama gue?!” Sahut Ayya dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Sini duduk dulu disini sambil nemenin alice, gue mau ceritain sesuatu sama lo..” pinta ibel yang saat itu menghampiri sang anak yang berada diatas kasur kamarnya.
“Gimana, gimana?! Lo mau cerita apa sama gue? Udah lama lo gak cerita apapun sama gue..” Tanya Ayya kepada ibel.
“Yya, jadi thomas udah lama jarang pulang kerumah. Dan thomas seringkali memberi jatah uang bulanan yang sangat sedikit dari biasanya, itupun hanya cukup untuk kebutuhan Alice dan juga membayar para art saja. Sedangkan biaya yang lain-lainnya gue yang harus mikir sendiri gimana caranya untuk menutupnya.” Ungkap ibel saat itu juga.
“Whattt??? Gilaaa ya manusia satu itu, tambah jadi aja kelakuannya bel! Gue heran sama lo, kenapa lo masih bertahan juga sih sampe sekarang. Gue yang denger aja muak banget loh bel! Jadi lo gimana sekarang? Dapat uang dari mana lo untuk menutup semua kebutuhan lo itu?!” Tanya Ayya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Gue jualan online yya, tapi secara diam-diam. Soalnya kalo thomas tau dia bisa marah, gue gak diperbolehkan mainan sosial media dalam bentuk aplikasi apapun yya. Termasuk jualan online pun pasti dia gak akan memperbolehkannya..” Jawab ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.
__ADS_1
“Lo emang batu ya bel! Udah berapa kali sih gue ngomong, suami lo itu cuma jadi beban aja buat lo. Dia bikin lo sengsara, sementara dia sendiri menari diatas penderitaan lo! Come on girls, Wake up!! Emangnya lo gak capek gini terus?” Omel Ayya kepada ibel.
“Gue capek yya, bisa dibilang gue sekarang ada dititik mundur salah maju pun salah.. gue sendiri gak tau gue harus berbuat apa sekarang yya.” Ungkap ibel dengan mata yang berkaca-kaca.
“Mama lo tau soal ini?!” Tanya Ayya dengan menaikkan satu alisnya keatas.
Ibel pun sontak menggelengkan kepalanya dengan pelan saat itu juga,
“Coba deh sesekali lo cerita ke mama lo soal hal ini, gue yakin mama lo bisa bijak untuk memberikan lo saran untuk kehidupan lo kedepannya. Kalo lo cerita ke gue, lo pasti tau jawaban dari gue apa. you know lah gue pasti bakalan terus nyuruh lo cerai sama manusia setengah hewan itu!“ Usul Ayya kepada ibel.
“Gue gak mau mama gue jadi pikiran karena hal ini yya, yang dia tau gue hidup dengan tenang disini. Mungkin kalo mama gue tau yang sebenarnya gimana, dia juga pasti akan nyuruh gue pisah sama thomas.” Pekik ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Indeed, karena pernikahan lo ini udah gak sehat bel. Dilanjutin juga percuma, lo akan terus menderita seperti ini. Ayolah bel! Jangan buang waktu muda lo sia-sia seperti ini! Lo masih muda bel, meskipun lo harus jadi janda saat ini pun gue yakin kok. Banyak pria yang mau nerima lo apa adanya, apalagi lo cantik bel..” Sahut Ayya dengan menatap ibel penuh arti.
“Percuma gue cantik yya, sekarang keadaannya sudah berubah. Memangnya ada ya laki-laki yang mau sama perempuan yang udah punya anak seperti gue ini?!” Lirih ibel dengan wajah pasrahnya.
“Ibel yang gue kenal, bukan ibel yang suka insecure pada dirinya sendiri. Please, kehidupan lo masih panjang bel, lo harus punya keputusan! Jangan seperti ini terus, lagi pula percuma pertahankan thomas, toh dia juga gak ada gunanya jadi ayah untuk Alice, iya kan?!” Tutur Ayya dengan menatap lekat wajah sahabatnya tersebut.
“Iyah yya, omongan lo memang benar.” Sahut ibel dengan pandangan kosongnya.
“Terus kalo omongan gue bener, lo mau bertindak gimana sekarang?” Tanya Ayya kembali.
“Yang akan gue lakuin sekarang adalah memperkaya diri sendiri sampai gue bisa berdiri sendiri setelah itu gue akan tinggalkan thomas.” Sahut ibel dengan yakin.
__ADS_1
“Bagus! Apa rencana lo selanjutnya? Jangan sungkan untuk meminta bantuan gue sekecil apapun, karena pasti gue akan bantu lo dengan senang hati, bel. Gue sayang banget sama lo, gue pengen lo hidup bahagia bersama Alice..” Ungkap Ayya dengan wajah yang berseri-seri.
“Rencana gue adalah\~\~\~”