TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 36


__ADS_3

*Malampun Tiba*


“Bel, keluar yuk nongkrong bawa Alice. Suntuk juga anak lo kalo gak dibawa jalan-jalan Ck” Ajak Ayya kepada ibel.


“Eum, gue sih mau.. udah terlalu lama juga gue cuma didalam rumah ini aja, tapi—“ Sahut ibel yang sontak menghentikan ucapannya.


“Tapi apa bel?” Tanya Ayya dengan menaikkan kedua bahunya.


“Lo tau kan thomas gimana, tapi sebentar. Biar gue izin ke dia dulu, semoga aja dibolehin.” Pekik ibel kepada Ayya.


“Pasti dibolehin lah bel, lagian kan perginya sama gue. Aman!” Sahut Ayya yang nampak sudah percaya diri.


Ibel pun melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya untuk menemui sang suami yang tengah fokus menonton bola di televisi.


“Sayang..” Panggil ibel dengan suara khasnya.


Meski mendengar suara panggilan tersebut thomas sengaja tak menyahut, pria itu malah hanya melirik ibel seraya mendongakkan kepalanya saat itu.


“Thom, aku izin keluar rumah yaa sama Alice dan juga Ayya. Boleh kan?! Cuma nongkrong dicafe depan komplek aja kok. Gak akan bertemu dengan teman-teman ayah maupun orang yang kita kenal pasti.” Izin ibel kepada sang suami.


Thomas pun sontak menatap ibel dengan tatapan tajamnya, “Enggak! Kamu itu punya otak gak sih!Aku gak mengizinkanmu pergi keluar rumah apalagi ini sudah malam, angin malam itu sangat tidak baik untuk Alice!” Jawab thomas dengan nada tingginya.


“Kan Alice hanya didalam mobil jadi aku rasa dia gak akan kena angin malam. Lagipula mumpung ada temannya keluar, semenjak menikah denganmu aku bahkan tak pernah lagi menghirup udara luar rumah. Karena Kamu pun juga gak pernah sekalipun mengajakku keluar, iya kan?!” Ungkap ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Jadi maksudmu setelah kamu menikah denganku, kamu gak bahagia cuma karena gak pernah keluar rumah gitu?! Aku melarangmu karena demi kebaikanmu juga bodoh!!!” Gertak thomas yang matanya sudah terbelalak dengan lebar.


“BRUGHHHH!!”


Thomas pun melemparkan bantal sofa yang ada didekatnya kearah wajah ibel saat itu juga.


“Awwwww!” Ringis ibel yang menahan sakitnya seraya menundukkan kepalanya saat itu juga.


“Sampe kamu menangis darah pun aku tetap tidak akan mengizinkanmu untuk keluar rumah bersama Alice! Camkan itu..” Ancam thomas yang bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan ibel yang masih berdiri mematung dibelakangnya.


Ibel pun memasang raut wajah piasnya, ia sontak menghela nafasnya secara kasar lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya dimana ada Ayya dan juga anaknya disana.

__ADS_1


“Hmmm.” Dehem nya seraya menghela nafasnya secara kasar.


CEKLEK*


“Gimana-gimana bel?? Dibolehin kan sama thomas?!” Tanya Ayya dengan menggebu-gebu.


Ibel pun menggelengkan kepalanya dengan pelan, “Thomas tidak mengizinkanku keluar,yya!” Lirih ibel dengan memanyunkan bibirnya.


“Yahhhhhh, thomas apaan sih! Gemes banget gue sama dia! Kan keluarnya juga sama gue, kenapa tetep gak diizinin keluar sih kesel banget!!” Gerutu Ayya yang merasa kesal dengan thomas.


“Dia bilang, angin malam gak baik untuk Alice. Yaudahlah yya, lain kali saja kita hangout keluarnya yaa..” Ucap ibel dengan raut wajah pasrahnya.


“Lo kenapa sih nurut aja diginiin bel! Coba sesekali tolak atau lawan kemauan aneh suami lo itu deh, Okey lah kalo malam ini alasannya gak ngebolehin lo keluar karena angin malam gak baik untuk Alice, tapi? Bukannya setiap lo izin keluar rumah cuma untuk ke indomarket pun tetap gak dibolehin ya sama suami absurd lo itu!” Sahut Ayya dengan raut wajah kesalnya.


“Sumpah ya bel, lama-kelamaan hubungan rumah tangga lo itu beneran toxic deh kalo kaya gini caranya. Udah sukanya ngelarang-ngelarang, pemarah, suka main tangan, suka selingkuh pula. Beuhhh! Kalo gue jadi lo sih udah ogah gue jadi bininyaa..” Imbuh Ayya dengan memalingkan wajahnya dari hadapan ibel.


“Gue gak bisa berbuat apa-apa yya selain pasrah, gue mikirin Alice. Lo tau kan Alice butuh banyak biaya untuk berobat. Saat ini gue hanya bisa bergantung padanya saja. Karena gak mungkin gue mau menyusahkan mama gue lagi kalo gue pisah sama thomas..” Ungkap ibel dengan raut wajah piasnya.


Seraya berfikir Ayya pun sontak mengeluarkan ide nya yang ada didalam fikirannya tersebut.


“Apa? Jangan aneh-aneh ya Ayya karena gue gak mungkin ngelakuin hal yang beresiko untuk masa depan anak gue nanti.” Tanya ibel dengan mengerutkan kedua alisnya.


“Dih, apaan sih lo bel. Jadi dramatis banget sekarang hidup lo ah! Gue punya saran bagus buat lo bel, kalo lo mau ya lakuin tapi kalo gak ya udah let it flow aja. Kan cuma saran. Iya kan?!” Sahut Ayya kepada ibel.


“Hmm, Yaudah apa saran lo?!” Tanya ibel kembali.


“Gimana kalo lo kerja aja bel, gue banyak kok Channel kalo lo mau. Biar lo gak ketergantungan sama thomas lagi..” Usul Ayya seketika.


“Gila lo ya! terus anak gue sama siapa kalo gue kerja yya?? Lo tau kan anak gue anak yang mahal, butuh extra kasih sayang khusus dari orang tuanya.” Jawab ibel saat itu juga.


“Kan lo bisa sewa Baby sitter dan sebagainya bel..” Usul Ayya dengan argumennya.


“Gak! Anak gue gak akan gue titipkan ke Baby sitter manapun tanpa pengecualian apapun!” Tolak ibel dengan tegas.


“Kalo gitu titipkan saja ke mama lo bel, gimana?!” Pekik Ayya dengan menaikkan kedua bahunya.

__ADS_1


“Terus mama gue kerjanya gimana Ayya, lo kan tau sendiri mama gue itu wanita karir banget. Mana mau dia tiba-tiba disuruh nganggur dirumah buat momong anak gue doang.” Sahut ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.


“Iyah juga sih, Serba susah juga ya bel jadi lo! Ikut pusing gue jadinya..” Lirih Ayya dengan menggarukkan kepalanya yang tak gatal itu.


“Yaudahlah yya, gak usah dibuat pusing. Gue bakalan ikutin alur yang Tuhan berikan sama gue ini, gue yakin suatu saat pasti akan ada jalannya untuk gue bisa meraih kemenangan dalam hidup gue sendiri.” Ucapnya dengan pandangan lurus kedepan.


“Wuihhhhhh final chapter nih yang lo maksud, Ck” Seru Ayya dengan menaikturunkan kedua alisnya.


“Thats right!! Pinter deh aunty Ayya haha..” Sahut ibel dengan tawa ringannya.


“Coba deh liat momy Alice tuh, setelah menikah ucapannya bener-bener dramatis dan optimis poulllll!! Daebakkkk..” Celoteh Ayya yang saat itu menatap wajah Alice dengan gemasnya.


“Hahaha, iyaaa dong. Artinya pernikahan ini sudah membawa gue untuk selalu berfikir yang matang. Right?!” Ujar ibel dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


“Iyah deh iyahh, si paling berfikir sampe matang pokoknya!” Sindir Ayya kepada ibel hingga membuat mereka berdua pun sontak tertawa bersamaan saat itu juga.


“Yaudah deh, gue balik aja kali yak?! Lagipula lo kan gak dibolehin main keluar hmm.” Usul ayya dengan memutarkan bola matanya keatas.


“Lo serius mau balik?!” Tanya ibel dengan memanyunkan bibirnya.


“Kenapa lo? Cemberut gitu? Lo sedih ya,gue mau balik haha..” Pekik ayya yang sontak menertawakan temannya saat itu juga.


“Iyah, gue seneng banget kedatangan lo kesini yya. Kalo lo balik, gue kesepian lagi deh jadinya.” Angguk ibel dengan raut wajah piasnya.


“Gak usah sedih, besok kan gue bisa main lagi kesini. Lagian gue juga gemes pengennya deket deket Alice terus, ya sayang yaa?!” Ucap ayya seraya mengelus lembut pipi Alice .


“Janji ya aunty ayyaaa, sering sering main kesini ya.” Celoteh ibel kepada ayya.


“Janji! Jangan khawatir ya, gue bakalan sering kesini kok meskipun jaraknya lumayan makan waktu banget dari rumah hmmm.” Ucap Ayya dengan tersenyum penuh arti kepada ibel.


“Yeayyyy!!! Makasih yyaaaa..” sorak ibel dengan raut wajah bahagianya.


“Yaudah, aunty ayya pulang dulu ya Alice sayang. Muachhhhh!!!” Pamit ayya seraya menciumi pipi Alice saat itu juga.


“Hati-hati aunty ayya sayang..” Sahut ibel yang saat itu dianggukkan oleh ayya.

__ADS_1


__ADS_2