TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 47


__ADS_3

*Waktu pun terus bergulir, kini ketiga karyawan tersebut tengah bersiap-siap untuk pergi keruangan meeting siang hari itu.


“Fell, lo segera hubungi pak marco ya kalo kita sudah siap diruang meeting.” Perintah dito yang saat itu dianggukkan oleh felly.


“Siap!” Angguk felly dengan tegas.


Felly pun menghubungi marco sebagai ajudan pribadi thomas yang selalu menemani thomas kemanapun thomas pergi.


“Baik, pak. Terimakasih sebelumnya.” Ucap felly yang kemudian menutup sambungan telfonnya tersebut.


KLIK!


Felly pun meletakkan kembali telefon kantornya tersebut.


“Udah fell?!” Tanya dito kepada felly.


“Udah beres, yuk..” Sahut felly seraya mengajak dito dan juga Siska pergi keruangan meeting.


“Yuk.” Sergah dito dan juga Siska bersamaan.


“Eh lo jangan lupa sis, bawa berkas cadangannya.” Pesan dito kepada Siska.


“Beres semua To!” Sahut Siska yang mengacungkan jempolnya saat itu juga.


“Kerja bagus!” Pekik dito dengan menyunggingkan senyumannya kepada kedua temannya.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju ruangan meeting yang tak jauh dari meja kerjanya masing-masing.


CEKLEK*


Mereka bertiga pun mendudukkan dirinya masing-masing dikursi yang tersedia, hingga tak lama kemudian thomas pun datang bersama dengan marco dan juga klien nya.


Ketiga karyawan tersebut pun sontak berdiri untuk memberikan rasa hormatnya kepada atasannya tersebut.


“Silahkan duduk tuan..” Ucap marco yang mempersilahkan sang klien dengan sopannya.

__ADS_1


“Terimakasih..” angguk sang klien dengan menyunggingkan senyumannya.


“Baik, tanpa mengurangi rasa hormat. Saya mulai meeting kita siang ini..” Pekik thomas tanpa basa-basi.


“Ekhm, pak john. Pasti sebelumnya sudah tau kita akan bahas projek apa hari ini, disini saya akan menjelaskan secara detail projek yang akan kami rilis bersama dengan bapak\~\~” Ungkap thomas yang saat itu menjelaskan secara rinci materi meetingnya.


“Menarik, pak thomas. Tapi saya perlu tau, sisi keuntungan dan juga kerugiannya. Supaya bisa saya pertimbangkan lagi ide bapak ini..” Sahut pak jhon, selaku klien pertama yang berhadapan dengan thomas.


“Okey, boleh pak. Jadi adapun kerugian jika kita melakukan projek ini mungkin akan mengeluarkan dana yang tidak sedikit jumlahnya, namun jika kita memenangkannya maka kita juga akan mendapatkan suntikan dana besar-besaran dari seluruh perusahaan besar diindonesia ini..” Jelas thomas dengan seriusnya.


“Eum, pak mohon izin bicara. Dan jika projek ini berhasil maka kedua belah pihak perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang sama besarnya, nama kedua perusahaan juga akan dikenal banyak orang nantinya.” Cela Siska saat itu hingga thomas pun menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Pak jhon pun menganggukkan kepalanya secara pelan, “Kamu memang baru didunia perbisnisan ini, namun otakmu tak bisa diragukan lagi pak thomas. Saya menyetujui hasil meeting kita hari ini, saya akan mengeluarkan dana untuk projek kita kali ini. Dan semoga saja bisa berjalan sesuai rencana kita..” Ungkap pak jhon dengan lugas namun terlihat tegas.


Thomas pun terbelalak mendengarnya, ia tak menyangka jika rencananya ini disetujui dengan cepat oleh klien pertamanya.


“Apakah pak jhon serius dengan ucapannya ini?!” Tanya thomas kepada pak jhon.


“Apakah kamu meragukan saya, pak thom?!” Sahut pak jhon kembali hingga thomas pun sontak tertawa kecil saat itu juga.


“Hehe, kalo begitu saya ucapkan terimakasih banyak pak jhon sudah menyetujui projek kita hari ini. Sehat selalu pak, senang bisa bertemu dengan bapak hari ini..” Pekik thomas dengan menerbitkan senyuman manisnya.


“Baik, saya tunggu dengan segera pak jhon yang terhormat.” Angguk thomas dengan sopannya.


Setelah sang klien pergi meninggalkan ruang meeting tersebut, thomas dan juga para bawahannya masih berunding diruangan tersebut.


“Felly, kamu bendahara perusakan ini bukan?!” Tanya thomas kepada felly.


“Iyah, pak benar.” Angguk felly dengan sopannya.


“Okey, saya minta nanti kamu terus chek pemasukan yang ada. Dan saya juga minta kamu untuk terus mengontrol pengeluaran rekening bank ini, harus dipastikan setiap berkas laporan ke saya harus ada mutasi rekening korannya. Kamu faham?!” Pinta thomas dengan tegas.


“Baik, pak. Saya faham.” Angguk felly dengan mulut yang menganga.


“Kamu, dito. Kamu adalah sekretaris andalan diperusahaan ini, saat ini saya minta kamu terus mempelajari projek besar ini. Jangan sampai klien kecewa atas apa yang telah kita rencanakan, tugasmu adalah terus meyakinkan klien agar projek ini bisa terjadi secara nyata tanpa dibatalkan secara sepihak. Jika ini sampai terjadi saya pastikan kalian akan kena punishment dari saya!” Ungkap thomas dengan tegas kepada dito.

__ADS_1


“Baik, pak thomas. Saya akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan ini.” Janji dito saat itu juga.


“Saya tidak butuh ucapan semata, saya butuh aksi kalian. Tunjukkan bahwa kalian tulus dan setia kepada pekerjaan kalian masing-masing diperusahaan ini!” Cela thomas dengan tatapan seriusnya hingga dito pun menelan salivanya dengan susah payah dan langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


“Dan untuk kamu Siska, saya tau kamu adalah asisten kedua pengganti dito. Tugasmu adalah membantu semestinya dito agar bisa memperlancar semua ini! Faham!” Tegas thomas yang beralih menatap Siska meskipun dalam hatinya ia merasakan desiran kagum kepada wanita cantik bertubuh sexy tersebut.


“Baik, pak thomas. Saya akan laksanakan perintah bapak dengan baik.” Sahut Siska dengan lembutnya.


“Okey, baiklah jika kalian semua faham dengan apa yang saya sampaikan. Jangan khawatir karena jika projek kita ini berjalan dengan lancar maka gaji kalian akan saya naikkan dua kali lipat dari biasanya, selain itu akan ada bonus 10juta per masing-masing orang.” Pekik thomas yang saat itu membuat ketiganya sontak terbelalak mendengar ucapan thomas tersebut.


“Wawww! Nilai mata uang yang fantastis! Bapak serius pak?!” Seru felly dengan raut wajah bahagianya.


“Bukan main felll!! Selama bertahun-tahun akhirnya kita mendapatkan gaji diluar nalar kitaaa!!” Timpal dito dengan mata yang berkaca-kaca.


“Saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya.” Sahut thomas dengan raut wajah dinginnya.


“Ayo marco!” Ajak thomas yang saat itu meninggalkan ruangan meeting tersebut bersama marco.


“Eum, pak. Maaf..” Sergah Siska yang saat itu mengejar thomas yang sudah berjalan keluar ruangan.


Thomas pun membalikkan badannya dan berlagak dingin karena ada marco disampingnya.


“Ada apa?!“ tanya thomas kepada Siska.


“Pak, maaf. Apa saya boleh meminta nomer bapak? E-bukan untuk apa-apa pak, tujuannya hanya untuk bertanya jika sewaktu-waktu saya dan dito punya kendala dalam projek ini..” Pinta Siska saat itu juga.


“Kan kamu bisa Telfon saya Siska? Kamu sudah lupa bahwa saya adalah tangan kiri pak thomas?!” Cela marco dengan tegas.


“Ahiya hehe, saya lupa pak. Baiklah kalo begitu, maaf ya pak.” Sahut Siska yang tersenyum dengan canggung seraya menggarukkan tangannya kekepalanya.


“Hm, ayo pak thomas!” Dehem marco yang kembali mentitah tubuh thomas untuk kembali melanjutkan langkahnya.


“Syit!!! Gagal gara-gara si tubuh besar itu!!” Decih Siska dengan tangan yang ia kepalkan dengan kesal.


Sementara thomas sendiri masih bergumam dalam hatinya,

__ADS_1


“Harusnya gue kasih aja nomer gue ke Siska, ada ikan yang sangat segar. Mana pernah kucing menolaknya Ck” Batinnya dengan senyuman menyeringainya.


**


__ADS_2