
*Beberapa hari telah berlalu,
Sore itu, thomas sedang menggendong Alice di pekarangan rumahnya seraya sedikit bersendau gurau dengan Security yang bekerja dirumahnya.
“Non Alice cantik sekali mashaallah..” Puji pak Joko kepada anak majikannya tersebut.
“Jelas dong pakkk, anaknya siapa dulu. Daddy nya kan gantenggg, sudah pasti anaknya cantik.” Seru thomas yang semakin percaya diri.
“Betul den, karena buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Apalagi den thomas dan juga non ibel dua-duanya tampan dan juga cantik..” Sahut Pak Joko yang menganggukkan kepalanya saat itu juga.
“Ck, begitulah..” Singkat thomas yang tersenyum penuh dengan bangganya.
“Sudah Lama sepertinya den thomas gak berangkat bekerja lagi? Atau memang lagi cuti lama ini den?!” Tanya Sang Security kepada thomas.
“Saya sudah keluar dari kerjaan saya kemarin pak, karena saya mau pindah kerjaan..” Sahut thomas saat itu juga.
Thomas bisa dikatakan sebagai orang yang humble terhadap siapapun, termasuk dengan pekerja rumahnya sendiri sekalipun. Terkadang hal tersebutlah yang membuat orang merasa syok jika mengetahui sifat thomas yang sesungguhnya.
“Wahhh, semoga di tempat kerjanya yang baru nanti den thomas nyaman yah..” Ucap pak Joko dengan senyuman sopannya.
“Amen pak, sepertinya sudah pasti nyaman. Karena saya akan bekerja diperusahaan keluarga saya sendiri..” Sahut thomas dengan memutarkan bola matanya keatas.
“Oh wahhh, Selamat ya den thomas, bapak ikut senang mendengarnya.” Seru pak Joko dengan menyunggingkan senyumannya.
“Terimakasih pak Joko..” Sahut thomas dengan menganggungkan kepalanya.
CIT*
Sebuah mobil berhenti tepat di pekarangan rumah tersebut, hingga membuat pak Joko pun sontak melangkahkan kakinya untuk menghampiri mobil tersebut.
Sementara thomas hanya melihat dari kejauhan mobil yang masuk kearea pekarangan rumahnya tersebut.
“Maaf, mencari siapa? Dan berkepentingan apa kesini?!” Tanya pak Joko kepada pemilik mobil tersebut.
“Hai, pak. Sore! Saya Ayya teman dekatnya ibel. Apa bapak masih ingat dengan saya? Tempo hari juga saya pernah datang kesini kok..” Sapa Ayya yang baru saja membuka kaca mata hitamnya didalam mobil tersebut.
“Oh iyaaa neng, saya inget. Mari mari, silahkan. Pasti mau bertemu nona ibel ya?!” Ucap pak Joko dengan ramahnya.
“Yes of course! Masa mau bertemu dengan bapak si. Hehe..” Sahut Ayya yang kemudian membuka pintu mobilnya.
“Non ibel nya didalam, langsung masuk saja neng. Itu didepan rumah ada tuan thomas yang sedang menggendong anaknya..” Pesan pak Joko yang saat itu dianggukkan oleh Ayya.
Ayya pun melangkahkan kakinya dan bertemu dengan thomas yang saat itu sedang berdiri seraya menggendong sang anak.
__ADS_1
“Woahhhhhh!!! Ponakannn gue udah lahirr dongg..” Seru Ayya dengan mata yang berbinar-binar ketika melihat Alice dalam gendongan sang ayah.
“Yeee, emang sejak kapan lo jadi Adek gue?” Celoteh thomas seketika.
“Hah? Maksud lo?!” Tanya Ayya dengan raut wajah datarnya.
“Kan tadi lo bilang bahwa anak gue ponakan lo, tapi gue gak merasa punya Ade. Jadi gue nanya sama lo emang semenjak kapan gue punya Ade!! Jelas jelas anak gue gak punya aunty wlek.” Kelakar thomas kepada Ayya.
“Dihhh, gak jelas lo jadi orang! Absurd..” Ketus Ayya dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Haha.. telmi emang lo! Susah diajak bercanda Ck” Tawa thomas seketika.
“Bodo! Mana ibel? Kenapa anaknya sama lo?!” Tanya Ayya kepada thomas.
“Ibel ada didalam, masuk aja. Lo emang bener-bener yaa yya! Anak ibel kan anak gue juga jadi kenapa lo heran kalo anak ini gue yang gendong!” Sahut thomas dengan tatapan yang sulit diartikan kepada Ayya.
“Ck, tumben lo ngakuin itu anak lo. Ups lupaa, mungkin hari ini lo lagi waras ya Hahah..” Sindir Ayya yang saat itu juga bergegas masuk kedalam rumah tersebut untuk mencari keberadaan ibel.
“Gak jelas banget sih! Apa sih maksud ucapannya itu, sok tau banget sama kehidupan orang!” Gerutu thomas dengan mulut yang berkomat kamit seraya melihat kepergian Ayya.
“Belll!!!!” Panggil Ayya didalam rumah tersebut.
“Oitttt, gue disiniii…” Sahut ibel yang berada didapur.
“Yaa seperti yang lo lihattt..” Sahut ibel yang masih fokus pada masakannya.
“Berarti gue dateng tepat waktu yaa kesini, Ck! Kebetulan gue juga belom makan nih bel hehe..” Ucap Ayya dengan menaikturunkan alisnya sendiri.
“Iyah, nanti makan bareng-bareng aja kita yah. Bay the way lo mau ngapain kesini? Kenapa gak Telfon gue dulu?!” Sahut ibel yang sekilas melirik kearah Ayya.
“Gueee bawainnnnn ini nihhh buat ponakan gue! Abisnya Gue gak sabar pengen ngeliat Alice, makanya gue kesini..” Pekik Ayya seraya menyodorkan paperbag besar yang berisikan perlengkapan bayi sebagai hadiah kelahiran Alice.
“Yaampun, makasih yaa aunty Ayya udah repot-repot belikan Alice hadiah seperti itu..” Sahut ibel dengan senyum yang mengembang jelas dipipinya.
“Sama-sama donggg, bel ambil gih bayi lo. Gue pengen gendong diaaa, tapi lagi sama bapaknya males gue jadinya..” Ucap Ayya kepada ibel.
“Kenapa males? Tinggal ambil aja sana.. gue lagi ribet masak, nanti kalo udah selesai baru gue ambil Alice nya.” Sahut ibel saat itu juga.
“Hmm, Yaudah deh. Gue ambil ya Alice nya bel..” Pekik Ayya yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Mau kemana lo?!” Tanya thomas yang tiba-tiba datang menghampiri keduanya.
“Lah, gue baru aja mau nemuin lo didepan. Gue mau gendong Alice, sini ah..” Sergah Ayya yang langsung mengambil tubuh Alice dari gendongan thomas.
__ADS_1
“Pelan-pelan ya anjir, awas lo anak gue kenapa-kenapa!” Ancam thomas saat itu juga.
“Berisik banget sih lo, gue udah biasa momong anak bayik, jadi tenang ajaaa. Amannn!” Pekik Ayya dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Benarkah? Kalo begitu sekalian aja lo daftar jadi Baby sitter nya sekalian..” Usul thomas kepada Ayya.
“Enak ajaaa lo, berani bayar gue berapa emangnya lo mau mempekerjakan gue disini?!” Protes Ayya saat itu juga.
“Berapapun lo minta gue bakal bayar lo! Gak tau ajasih gue sekarang jadi CO,Ck” Ungkap thomas dengan raut wajah sombongnya.
“Apa? Halu lu ketinggian thomas! Haha liat bel, suami lo itu” Tawa Ayya seketika seraya sekilas melirik kearah ibel disampingnya.
“Hmm, kali ini dia gak lagi halu yya. Mulai lusa dia akan pegang perusahaan milik keluarganya sendiri..” Sergah ibel dengan menepuk pundak ayya secara pelan.
“Serius lo bel?!” Tanya ayya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Iyah, serius ayyaaa.” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya pelan.
“Yeee! Gak percayaan sih lo jadi orang! Ngapain juga gue halu, gue anak tunggal kaya raya. Orang tua gue punya banyak perusahaan cuyy! Haha..” Seru thomas dengan senyuman miringnya.
“Hmm. Sombong deh..” Lirih ayya dengan menghela nafasnya secara pelan.
“Udah, udah. Yuk makan.. nih masakannya udah mateng semuaaaa” Cela ibel kepada keduanya.
“Yeayyy!!! Asikkk. Aunty boleh ikutan makannn kan ini aliceeee hehe..” Sorak ayya yang menatap wajah Alice dengan gemasnya.
“Boleh, asalkan habis makan. Lo cuci piring ya!” Celoteh thomas kepada ayya.
“Ihhh Alice, daddy nya kenapa jahat sekali sama aunty.. aunty jadi malas deh huhu.” Celoteh ayya kepada bayi yang digendongnya.
“Bentar ya yya, gue cuci tangan dulu baru gue ambil Alice nya.” Pamit ibel kepada ayya.
“Gak papa bel, ayo lo ikutan makan juga. Biar Alice gue taro di stroller nya aja! Jadi kita bisa makan sama-sama..” Usul ayya saat itu juga.
“Eum, Yaudah deh boleh. Yuk..” angguk ibel dengan senyuman tipisnya.
Ketiga nya pun menikmati masakan ibel disore hari menjelang malam itu dengan sedikit bersendau gurau bersama.
“Lo bawain apa itu yya?!” Tanya thomas yang menunjuk paperbag besar yang berada diatas sofa yang tak jauh dari pandangannya.
“Apa sih! Tau aja kalo gue bawain sesuatu..” ketus ayya seraya mengunyah makanannya.
“Dihh!” Decih thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1