
PIP PIP!!
Suara klakson mobil pun terdengar didepan gerbang rumah ibel, dan dengan sigapnya pak Joko sebagai Security rumah tersebut pun langsung membukakan gerbang tersebut.
“Maaf, mau cari siapa ya?” Tanya pak Joko seketika.
Seseorang pun sontak membuka kaca mobilnya, “Haiii pakkk! Ini saya lohh, masa tiap kesini ditanya terus, hafalin dong pak mobil saya ini. Hmm” Sapanya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Oalah, Non Ayya To ternyata. Hehe silahkan non masuk, maaf namanya juga orang tua susah untuk mengingat mobil orang.” Sahut pak Joko dengan mempersilahkan mobil berwarna kuning itu masuk kearea pekarangan rumah mewah tersebut.
“Oke pak, saya izin masuk ya pak.” Pamit Ayya kepada sang Security.
“Siap!” Singkat pak Joko dengan memberikan hormatnya.
CIT*
Ayya pun memarkirkan mobilnya tepat didepan lobi rumah tersebut.
Brughhh!
Gadis itu lalu turun dari mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya ke pintu rumah tersebut.
TOK TOK TOK!
Setelah beberapa detik menunggu, pintu pun akhirnya terbuka dan memperlihatkan mba Susi yang tengah menggendong Alice saat itu.
“Eh Non Ayya, mari masuk non..” Sapa Susi dengan wajah ramahnya.
“Lohhh, alice kok sudah digendong mba Susi saja. Ibelnya kemana mba? Ada dirumah kan?!” Tanya Ayya seketika.
“Ada non, nyonya ibel nya sedang mandi makanya alice sama saya hehe..” Sahut sang pembantu dengan tertawa kecil.
“Oh, gitu. Yaudah Ayya tunggu ibel disini aja deh.” Ucap Ayya yang mendudukkan dirinya disofa ruang tamu rumah tersebut.
“Non Ayya mau minum apa biar mba Susi buatkan?!” Tanya sang pembantu kepada Ayya.
“Gak perlu repot-repot mba, Ayya kesini cuma mau ambil pesanan kue orang-orang kok. Hehe” tolak Ayya dengan sopannya.
“Oalah, kue yang kemarin non ibel buat itu yah? Ternyata yang pesan nona Ayya..” Pekik Susi kepada Ayya.
“Eum, bukan Ayya sih yang pesan mba. Tapi temen-temen kampus Ayya dan juga tetangga Ayya..” Jawab Ayya dengan memutarkan bola matanya keatas.
__ADS_1
“Oh begitu yah, Wahh hebat sekali non Ayya promosinya sampe yang pesan banyak sekali..” Puji Susi saat itu juga.
“bukan karena saya yang pinter promosi mba, tapi karena kue buatan ibel yang memang rasanya lain dari pada yang lain, alias enak sekali.” Sahut Ayya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Memang enak sih non, saya juga sempat diberi satu toples sama non ibel untuk dicicipi. Dan waktu saya makan, rasanya memang sangat enak. Kuenya tidak terlalu manis, pas dimulut. Hehe” Ucap Susi yang menyetujui pendapat Ayya tersebut.
“Nah bener kan! Bay the way alice nya boleh aku pinjem dulu gak mba? Aku juga pengen gendong tau..” Pekik ayya kepada sang pembantu.
“Boleh non, silahkan.. tapi hati-hati ya non.” Sahut Susi dengan ramahnya.
Ayya pun bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menghampiri Susi yang berdiri seraya menggendong alice saat itu.
“Cini cini cayang, ayok sama aunty ayya dulu yok.” Celoteh ayya seraya mengambil alice dari gendongan Susi.
Tak lama kemudian, ibel pun turun dari tangga rumahnya.
“Loh, Ada Ayya?! Kapan nyampe sini nya yya? Kenapa gue gak tau..” tegur ibel yang baru saja datang menghampiri Ayya yang berada disofa ruang tamunya.
“Hoamsss! Kayaknya kalo pun ada maling masuk kerumah ini lo juga gak akan tau bel!” Celoteh Ayya seketika.
“Hmm, sembarangan lo yya. Cctv dirumah gue banyak kali..” Dehem ibel yang menghela nafasnya secara pelan.
“Mana cookies pesanan gue? Udah jadi semua kan?!” Tanya Ayya tanpa basa-basi.
“Hmm, terserah lo aja deh bel. Yang penting jangan sampe turunin kualitas rasanya ya! Takut yang beli pada protes ckck” Ujar Ayya seketika.
“Siappp Ayya, gue jamin rasanya gak akan pernah berubah meskipun nantinya bahan pada naik sekalipun haha..” Sahut ibel dengan tawa kecilnya.
“Okey, Yaudah gih ambilin. Gue gak lama-lama soalnya mau langsung pergi kekampus sekarang..” pekik Ayya kepada ibel
“Okeh, bentar ya biar gue ambil-ambilin..” angguk ibel yang langsung melangkahkan kakinya untuk mengambil kue-kue yang sudah dipesan tersebut.
*Waktu pun terus berlalu, setelah membawa banyaknya pesanan cookies untuk teman-teman kampus dan juga tetangga-tetangganya. Ayya pun langsung berpamitan kepada ibel untuk pergi kekampus saat itu juga.
“Makasih ya bel, gue berangkat dulu ya.” Seru Ayya yang sudah berada didalam mobilnya.
“Sama-sama, Ayya makasih banyak juga ya! Hati-hati dijalan yya..” Sahut ibel dengan satu tangan menggendong sang anak dan satu tangan yang melambaikan tangannya kearah Ayya.
“Siap!!” Singkat Ayya seraya mengacungkan jempolnya lalu kemudian melajukan kendaraannya meninggalkan area pekarangan rumah tersebut:
Disaat mobil Ayya baru saja keluar dari gerbang rumahnya, mobil lain justru masuk kedalam area pekarangan rumah tersebut hingga membuat ibel yang masih berdiri seraya menggendong sang anak pun melihatnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1
Mobil mewah berwarna hitam itu pun berhenti tepat dimana ibel berdiri.
Pria bertubuh kekar yang memakai baju serba hitam pun turun untuk membukakan pintu tengah mobil tersebut.
“Silahkan nyonya..” Ucapnya.
“Terimakasih..” Sahut wanita paruh baya itu.
“Mamah..” Sapa ibel kepada wanita paruh baya dengan gaya sosialita nya.
“Mobil siapa kah tadi yang baru saja keluar dari rumah ini? Sepertinya itu bukan mobil milik thomas?” Tanya mama mertua ibel dengan tatapan mencurigai.
“Oh, itu memang bukan mobil thomas mah. Itu tadi Ayya sahabat aku..” Jawab ibel dengan menyunggingkan senyumannya.
“Sahabatmu? Mau apa dia datang kesini?” Tanya mama dina kembali.
“Eum, tadi dia hanya mengambil pesanan cookies nya saja.” Jawab ibel dengan polos.
“Pesanan cookies? Apa maksudnya? Siapa yang jual cookies?!” Tanya mama dina yang mulai penasaran.
“A-aku mah, aku yang berjualan cookies.” Jawab ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Untuk apa kamu berjualan? Memangnya jatah yang thomas berikan padamu itu masih kurang? Jika kamu seperti ini yang ada kamu malah merendahkan martabat suamimu sendiri! Sejak kapan kamu berjualan seperti ini? Apakah thomas tau hal ini?” Cerca sang mertua kepada ibel.
“Ibel rasa, mama hanya perlu tanyakan semua itu kepada anak mama sendiri. Ibel seperti ini karena anak mama, tapi ibel tidak akan menceritakan yang sebenarnya. Suatu saat mama akan tau sendiri bagaimana anak mama memperlakukan istri dan anaknya.” Jawab ibel menohok.
“Apa maksudmu ibel? Memangnya thomas melakukan apa?” Tanya mama dina dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Eum, ayok mah masuk dulu kedalam. Tidak enak jika harus mengobrol didepan rumah seperti ini hehe..” Cela ibel yang sengaja mengalihkan pembicaraannya.
Mama dina pun akhirnya menuruti nya dan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah tersebut.
“Mba Susi, tolong buatkan minum untuk mama yah.” Perintah ibel yang saat itu dianggukkan oleh sang pembantu.
“Mama kesini Karena ingin bertemu dengan Alice, mama merindukannya..” Ucap Mama dina yang matanya menatap bayi yang digendong oleh ibel.
Ibel pun tersenyum tipis,
“Mama boleh gendong Alice?” Tanya mama dina kepada ibel.
“Boleh mah, silahkan..” jawab ibel seraya memberikan Alice kepada sang mertua.
__ADS_1
“Wahh cucu omaaa hari ini cantik sekali, oma merindukanmu sayang.. cup!!” Celoteh mama dina uang telah menggendong sang cucu seraya mengecupnya berkali-kali.