TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 21


__ADS_3

Setelah dokter memvonis penyakit bayi yang ada didalam kandungannya, Ibelpun merasakan syok yang teramat dalam.


Kesedihan menyelimuti hari harinya, cobaan demi cobaan datang silih berganti. membuatnya sangat merasa frustrasi…


Jiwanya yang telah hancur karena harus meninggalkan masa mudanya, ternyata itu bukanlah akhir dari kehancurannya.


Menurutnya, semenjak perkenalannya dengan thomas banyak sekali kesialan yang dialaminya. Entah harus menyalahkan siapa, namun takdir lah yang telah mempertemukan keduanya dalam ikatan pernikahan. Bak jatuh ditimpa tangga, seperti itulah kiasan yang pas yang saat ini ibel rasakan.


Meski Fikirannya terus dihantui rasa takut karena beberapa resiko yang akan dialami sang buah hati persis dengan apa yang dokter telah sampaikan saat itu, namun ibel tidak mau mengeluh soal hal tersebut kepada sang suami..


Gadis itu hanya ingin memendamnya sendirian, meski hati dan fikirannya selalu bergelut sangat tidak karuan.


“Bell… sayang, kamu dimana? Ini mamah nak..” Panggil mama rina yang saat itu sengaja mengunjungi sang anak.


“Permisi ya nak, mama izin langsung masuk kamar kamu..” Seru mama rina dari luar kamar ibel seraya membuka gagang pintu kamar tersebut dengan begitu pelan.


“Ibel…” Lirih mama rina saat melihat ibel sedang terbaring dengan lamunan dan pandangan kosongnya.


Saat itu kondisi ibel benar benar seperti orang yang sudah kehilangan arah, gadis itu lebih banyak diam daripada bersuara seperti biasanya.


Wajahnya nampak terlihat pias dan juga pucat, sejak beberapa hari yang lalu semenjak dokter memvonis sang anak, dirinya bahkan sampai mogok makan dengan alasan tidak mempunyai nafsu makan lagi.


*Mama rinapun sangat faham dengan apa yang saat ini anaknya rasakan, iapun sontak memeluk sang anak dengan menitihkan air matanya..


“Nak, ibel sayang. Anak mama yang paling mama sayangi, dengarkan mama sekarang ya nak.” Lirih mama rina yang memeluk tubuh sang anak yang masih dalam pandangan kosongnya.


“Kamu anak yang kuat sayang, itulah alasan tuhan mengapa ia memberimu banyak sekali cobaan hidup seperti ini..” Imbuh mama rina seraya mengelus lembut rambut sang anak.


“Tapi kenapa harus ibel mah?!” Tanya ibel dengan nada lirihnya serta tatapan yang kosong.


“Karena kamu manusia pilihan tuhan, tuhan tau kamu bisa melewati semua ini. Bersabarlah sayang, mama akan selalu disisimu dalam kondisi apapun. Mama janji itu, kamu gak akan sendirian melewati ini semua,nak.” Ucap mama rina dengan nada lembutnya.


“Sekarang ibel sudah hancur berkeping keping mah, gak ada yang bisa ibel banggakan lagi, ibel sudah kehilangan semua kebahagiaan ibel.”


“sudah kehilangan masa depan, menikah dengan pria yang ternyata berkelakuan buruk dan sekarang ditambah calon anak ibel juga tidak normal seperti anak anak yang lainnya.. lalu apalagi nanti mah?! Apa Tuhan begitu membenciku? Sampai nasibku harus seburuk ini.” Ungkap ibel dengan raut wajah datarnya.


“Hussttt! Sayang.. mama mohon jangan berbicara seperti itu. Mama gak sanggup liat kamu seperti ini,nak.” Sergah mama rina seraya menggelengkan kepalanya.


“Sshhhh\~ Shhhhh\~” keduanya pun menangis dalam dekapan yang sama.


*Waktupun terus bergulir, kini ibel lebih merasa tenang saat bersama dengan sang mama.


“Ayo sayang, makan dulu.. ini mama sudah buatkan makanan kesukaan kamu loh, mama suapin ya..” Ucap mama rina seraya membawakan satu piring berisikan nasi goreng seafood kesukaan sang anak.


“Eumm, sebenernya gak pengen makan si mah..” sahut ibel dengan menggigit bibir bawahnya.


“Yakinnn?!” Goda mama rina dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


“Tapi karena itu, nasi goreng seafood buatan mama yaudah deh.. aku mauuu” lirih ibel dengan malu-malu.


“Nah gitu dong sayang..” sergah mama rina yang sontak tersenyum kepada sang anak.


“Makan yang banyak ya sayang.. supaya cucu mama didalam sini kenyangg.” Ucap mama rina seraya menyuapi sang anak serta mengelus lembut perut ibel saat itu.


Ibelpun menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang, “makasih ya mah, ibel sayang banget sama mamah..” Sahut ibel.


“Mama juga sayangggg banget sama kamu, mulai sekarang janji yah. Gak usah sedih lagi! Karena kamu gak akan melewati ini semua sendiri. Ada mama yang selalu setia bersamamu..” ungkap mama rina dengan lugas namun juga dengan tutur kata yang lembut.


“Iyah, mah.” Angguk ibel seraya mengunyah makanannya.


“Yaudah sini aa— lagi.” Seru mama rina yang mengambil sesuap nasi untuk sang anak.


“Baru saja aku berfikir untuk memisahkan mu dengan thomas ketika anakmu nanti lahir nak, tapi ternyata takdir sudah lebih dulu menentukan jalanmu.. mama gak mungkin memisahkan mu dengan suamimu dalam kondisi yang seperti ini. Anakmu pasti akan lebih membutuhkan sosok kedua orang tuanya yang lengkap.” Batin mama rina seraya menatap devi dengan tatapan penuh arti.


“Mah, thomas belum pulang juga yah? Padahal seharusnya dia sudah pulang dari jam tiga sore tadi..” tanya ibel dengan raut wajah polosnya.


Mama rinapun menggelengkan kepalanya pelan, “sepertinya belum sayang, mama gak melihat keberadaannya dirumah ini. Mungkin saja dia lembur, tapi Memangnya dia gak ngabarin kamu jika mau lembur bekerja hari ini?!” Ucap mama rina dengan raut wajah herannya.


Ibelpun sontak melirik layar ponselnya, gadis itupun sontak memanyunkan bibirnya seraya menggelengkan kepalanya pelan..


“ponsel ibel gak ada pesan masuk satupun.” Lirihnya seketika.


“Coba saja kamu yang kirim pesan duluan kepada suamimu, siapa tau dia sibuk sampai lupa memberi kabar kepadamu..” usul mama rina kepada sang anak.


Ibelpun sontak mengetikkan suatu pesan kepada sang suami.


From: Me


To: Thomasuamiw


“Sayang, kamu kenapa jam segini belum pulang? Untung saja hari ini ada mama dirumah, jadi aku punya teman dirumah. Kenapa kamu gak mau kasih tau aku kalo mau lembur kerja hari ini?!” Isi dari pesan text yang dikirimkan kepada sang suami.


Tak menunggu waktu yang lama, satu notifikasi pun muncul dilayar ponsel ibel. Membuat Ibelpun sontak membuka pesan text yang masuk saat itu.


From: Thomasuamiw


To: Me


“Oh iya aku hampir saja lupa ngabarin kamu,sayang. Maaf banget yah aku baru bisa kasih kabar sekarang.. aku hari ini terpaksa harus lembur double shift karena salah satu karyawan disini mendadak bolos”


Saat membaca pesan text yang dikirim oleh thomas, Ibelpun menghela nafasnya dengan pelan.


“Hmmmm.” Dengus ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


**

__ADS_1


*Sementara Disisi lain|


Thomas tengah asyik bersendau gurau bersama saffira, wanita yang diduga menjadi partner kerja spesial thomas.


Hubungan keduanya pun semakin dekat, tak jarang mereka sering terlihat berduaan dalam banyak kesempatan.


Thomas juga sering mengantar jemput saffira saat berangkat dan pulang bekerja.


Hingga Thomaspun sering rela lembur demi untuk menemani saffira yang kedapatan shift malam ditempatnya bekerja.


“Thom, lo gak pulang?!” Tanya farel dengan menaikkan kedua alisnya.


“Enggak, gue minta lembur..” sahut thomas seraya menggelengkan kepalanya.


“Pasti karena fira dapet shift malam, ya kan?! Dasar lo kadal putih!” Ceplos farel saat itu juga.


“Ya gimana, masa gue tega ngebiarin fira pulang sendiri tengah malem..” sahut thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Wuihhhhh! Bukan maennn memang abang thomas ini, usahanya dapetin saffira Ck” ledek farel yang menatap thomas lalu beralih melirik kearah saffira yang sudah senyum senyum sendiri.


“Namanya juga usahaaa, soal hasil mahh belakangan. Ya gak fir?!” Goda thomas seketika.


“Udah mendingan nikah ajadeh lo berdua langsung! Sat set gitu loh Ck” kelakar farel kembali.


Thomaspun meneguk salivanya dengan pelan, “Eum, bisa. Kalo fira nya mau ayok aja gue mah.” Ucap thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Ciyeeee! Gassss firrr gasss.. kapan lagi diajakin nikah sama babang tamvan kaya raya pula. Ya gak thommm?!” Ledek farel kepada keduanya.


“Sssttt, udah! Kerja kerja.. kalo bos tau karyawannya cuma pada ngobrol gini pasti nanti kita kena marah.” Cela saffira yang wajahnya sudah memerah bak kepiting rebus.


“Amannn soal itu mah.” Ucap thomas dengan santainya.


“Iya fir, bos gak mungkin marah. Soalnya ada thomas, karena thomas adalah anak dari rekan bisnisnya bos kita Ck” ungkap farel saat itu juga.


“Hah? Ini serius??” Sahut fira dengan mulut yang menganga.


“Dihhh, emangnya lo baru tau?! Calon istri tapi kudet info gimana sih lo fir!” Ucap farel dengan senyuman menyeringai.


“Gue gak pernah kepo urusan orang, gue gak pernah tanya soal pribadinya thomas juga. Jadi mana gue ngerti,Hmm” sahut saffira saat itu juga.


Thomaspun mengacungkan jempolnya seraya tersenyum manis kepada saffira.


“Udah udah! Ayo balik kerja lagi..” Sergah thomas pada keduanya.


“Semangat kerjanya cantikku, nanti pulangnya kita berdua mampir makan bareng dulu ya baru aku Anter kamu pulang..” Bisik thomas kepada saffira hingga membuat gadis itu nambak tersenyum berseri-seri.


“Iyah. Semangat juga kamu!” Sahut saffira dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


***


__ADS_2