
Sementara Disisi lain*
Thomas nampak asyik bersendau gurau bersama dengan Siska diruang kerjanya. Hubungan yang awalnya mereka rahasiakan itu perlahan mulai diketahui oleh banyak karyawan lainnya.
Pria itu nampak terlena dengan hubungan terlarangnya itu, ia pun sampai lupa dengan anak dan juga istrinya.
CEKLEK*
“E-maaf tuan.” Ucap marco dengan gagap ketika melihat thomas sedang bermesraan dengan Siska yang saat itu duduk diatas meja kerjanya.
Thomas pun menelan saliva nya dengan cepat, hanya marco lah yang sudah mengetahui bahwa thomas sudah memiliki anak dan istri.
Begitu pula dengan marco yang nampak terkejut melihat thomas memiliki hubungan gelap dengan Siska, karyawan yang notabene nya memang suka dengan para gadun kaya raya.
“Kenapa mereka berdua nampak mesra sekali, seperti sepasang kekasih yang sedang menjalin kasih.” Batin marco dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Eum, marco jangan kau salah sangka dulu. Aku dan Siska hanya sekedar mengobrol soal pekerjaan kita saja, tidak lebih.” Sangkal thomas dengan cepat.
“Iyah,pak.” Singkat marco dengan menganggukkan kepalanya.
“Langsung saja, mau apa kau datang kemari?!” Tanya thomas dengan mendongakkan kepalanya.
“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pak jacky ingin bertemu dengan anda sekarang juga, beliau bilang anda susah dihubungi maka dari itu saya disuruh kesini untuk memanggil anda.” Pekik marco dengan lugas.
“Apakah ayah ada dikantor ini?!” Tanya thomas dengan membulatkan matanya secara lebar.
“Iyah, pak Jacky baru saja datang kekantor ini. Saat ini Beliau sedang menunggu anda diruangannya.” Pekik marco kepada thomas.
“Mampus gue! Untung yang datang kesini marco bukan ayah sendiri, kalo ayah lihat gue sedang bermesraan dengan Siska. Mungkin nasib gue sudah tidak tertolong lagi.” Batin thomas dengan sejenak menghela nafasnya secara pelan.
“Eum, baiklah aku akan segera kesana. Terimakasih marco.” Sahut thomas yang saat itu dianggukkan oleh sang ajudan.
__ADS_1
“Kalo begitu, saya permisi.” Pamit marco yang keluar dari ruangan thomas tersebut.
“Apa yang saya lihat tadi benar-benar diluar dugaan saya, kenapa saya baru mengetahui perselingkuhan mereka berdua. Sungguh kasian nasib ibel dan anaknya jika ia tau kelakuan suaminya dikantor.” Batin marco seraya menggelengkan kepalanya.
Sementara thomas sendiri saat itu langsung meminta Siska untuk kembali ke ruang kerjanya dan bersikap layaknya atasan dan juga karyawan seperti yang lainnya.
“Kenapa harus seperti ini terus sih sayang? Kapan kamu akan berterus terang kepada ayahmu soal hubungan kita ini?!” Protes Siska kepada thomas.
“Sabar ya sayang, saat ini belum waktunya. Aku masih harus banyak mengejar pencapaianku selama disini, jadi kamu harus memahaminya.” Pekik thomas yang mengelus lembut pipi sang kekasih.
“Pencapaian apalagi yang kamu maksud? Bukan kah sejauh ini kamu sudah berhasil menunjukkan kesuksesanmu kepada ayahmu? Lantas apakah ayahmu masih belum memperbolehkanmu untuk berpacaran? Ck, rasanya aneh sekali.” Sangkal Siska dengan memanyunkan bibirnya.
“E-bukan seperti itu, a-aku hanya belum percaya diri saja untuk mengatakan jika aku sudah mempunyai pacar. Eum-tapi kamu tenang saja. Secepatnya aku pasti akan mengumumkan hubungan kita ini.” Pekik thomas dengan gagap.
“Kamu serius kan sayang? Kamu janji kan akan menikahiku secepatnya? Aku sudah lelah bersandiwara seperti ini terus. Aku juga lelah jika harus bekerja setiap hari seperti ini, aku berjanji setelah kita menikah nanti, akan kupuaskan hasrat mu setiap detik hehe..” Sahut Siska yang bergelendot manja kepada thomas.
“Ekhem, sepertinya kamu harus cepat pergi ke meja kerjamu. Karena aku tidak mau membuat ayah berlama-lama menungguku.” Ucap thomas yang sengaja mengalihkan pembicaraan sang kekasih.
“Hmm, baiklah.” Dehem Siska dengan menghembuskan nafasnya secara kasar.
*CEKLEKK*
Thomas pun menyentuh sebuah gagang pintu lalu ia pun membuka pintu tersebut dan kemudian melangkahkan kakinya masuk menemui sang ayah yang tengah duduk seraya menopang wajahnya dengan kedua tangannya saat itu.
“Ekhem, apa kah ayah mencariku?!” Dehem thomas dengan sedikit menundukkan kepalanya dihadapan sang ayah
“Menurutmu bagaimana?” Sahut ayah Jacky seraya menaikkan satu alisnya keatas.
“Sial, apa jangan-jangan ayah sudah mengetahui semuanya..” batin thomas seketika.
“Ayah hanya ingin bertanya kepadamu,thomas.” Imbuh ayah jacky seketika.
__ADS_1
“S-silahkan, memangnya ayah mau tanya soal apa?!” Tanya thomas dengan gugup.
“Sudah beberapa kali ayah dan mama datang kerumahmu, tapi kami tidak pernah bertemu denganmu sekalipun. Ini memang kebetulan atau kah karena kamu yang tidak pernah pulang kerumah?!” Ungkap ayah Jacky kepada sang anak.
“O-ohh itu, Ya-Eum, ibel pun sudah memberitahuku soal itu yah, Ahaha ayah ini ada-ada saja. Mana mungkin aku tidak pernah pulang kerumah, lantas aku mau kemana jika tidak pulang kerumah sendiri yah.” Jawab thomas dengan terbata-bata.
“Ayah tekankan kepadamu sekali lagi ya thomas, jika ayah mencium bau-bau ketidakberesan yang kamu lakukan lagi, ayah tidak akan segan-segan mencabut semua fasilitas mu termasuk pekerjaanmu saat ini pun akan ayah tarik kembali.” Ancam ayah Jacky kepada thomas.
“Sudah cukup selama ini kamu hanya bisa membuat masalah saja! Ayah sudah semakin tua, jika kamu terus berkelakuan buruk bisa-bisa ayah mati berdiri ditangan anaknya sendiri. Jadi, ayah harap kamu mengerti maksud ayah, karena kamu sudah dewasa bahkan sudah menjadi seorang ayah.” Imbuh ayah Jacky kembali.
“Mengapa aku terus dinasehati seperti itu, bagi thomas orang yang pantas mendapatkan nasihat hanya anak kecil. Bukan thomas yang saat ini sudah menjadi bapak-bapak.” Gerutu thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Bicara apa kamu thomas?” Tanya ayah Jacky seraya menaikkan satu alisnya keatas.
“Tidak, aku hanya sedang bersyair saja.” Jawab thomas dengan menundukkan wajahnya.
“Oiya, bagaimana keadaan Alice sekarang? Apakah dia makin pintar seusai bertambahnya usianya kemarin? Jika boleh jujur, sebenarnya ayah dan mama selalu ingin berada didekat Alice. Tapi itu semua tidak mungkin..” tanya ayah Jacky kepada thomas.
Thomas pun sontak tercengang, pria itu baru saja menyadari bahwa putri nya sudah berulang tahun tempo lalu. Ia bahkan sampai lupa tidak memberikan ucapan sedikitpun kepada sang putri.
“Aku baru ingat ulang tahun Alice. Aku bahkan sampai lupa tidak memberikan ucapan maupun kado untuknya.” Batin thomas dengan tatapan kosongnya.
“Kenapa kamu malah bengong seperti itu,thomas?!” Tegur sang ayah seketika.
“Oh, Eum-tidak yah. Aku hanya sedikit pusing, jika ayah dan mama ingin selalu berada didekat Alice, maka solusinya adalah membawa Alice kerumah kalian. Its so simple right?!” Usul thomas kepada ayah Jacky.
“Kalo ingin memberikan usul, setidaknya yang pintar sedikit. Bukankah kamu tau bahkan sampai saat ini pun banyak orang yang masih belum tau tentang pernikahan kalian berdua, lantas jika ayah membawa Alice kerumah dan banyak yang melihatnya dan bertanya siapakah Alice/kenapa wajahnya mirip sekali dengan thomas dan lain sebagainya, harus jawab apa ayah nantinya?!” Pekik ayah Jacky menohok.
“Hmm, memang serba salah hidup ku ini dimata ayah.” Gerutu thomas seketika.
“Yasudahlah percuma saja ayah bicara kepadamu, kamu boleh kembali ke ruang kerjamu sekarang juga!” Pekik ayah Jacky kepada thomas.
__ADS_1
“Baiklah, kalo begitu. Thomas pamit keluar dulu yah.” Pamit thomas seketika.
“Ya.” Singkat ayah Jacky seraya menganggukkan kepalanya secara pelan.