
Beberapa minggu kemudian,
Saat itu usia kandungan ibel sudah memasuki bulan ke sembilan, perutnya pun semakin membesar hingga baju bajunya pun tidak bisa menutupi kehamilannya lagi..
Badannya pun mulai terasa pegal-pegal, hal yang tak pernah ia alami sebelumnya. Membuatnya sering mengeluh kepada sang suami, namun keluhan ibel tersebut justru membuat thomas merasa risih.
Sesekali ia ingin bercerita kepada mama rina, namun gadis itu tak ingin membuat orang yang ia sayangi merasa khawatir atas dirinya.
Hal yang bisa ia lakukan saat ini adalah merenungi nasibnya sendiri, terkadang ia hanya bisa melamun dan sesekali meneteskan air matanya didalam kamarnya..
Meskipun ia mempunyai seorang suami, namun ibel samasekali tidak merasakan sosok tersebut didalam kehidupannya.
Terlebih saat ini thomas jarang sekali dirumah karena harus bekerja, terkadang muncul keinginan agar sehari saja dimanja oleh sang suami. Namun hal itu tidak akan pernah terjadi..
“Bel, sementara untuk satu bulan ini kamu jangan keluar rumah dulu ya. Takutnya ada yang melihat kondisimu sekarang ini..” Perintah ayah Jacky yang saat itu sedang makan bersama dengan anak dan juga menantunya tersebut.
“Iyah,yah.” Angguk ibel saat itu juga.
“Kapan jadwal kontrol usg kalian lagi?!” Tanya ayah Jacky kepada anak dan menantunya.
“Eum, lusa yah..” Sahut ibel yang dianggukkan oleh thomas disampingnya.
“Yasudah lusa kalian kontrol diantar oleh supir ayah saja, dan ambil jadwal yang paling terakhir saja.” Usul ayah Jacky kepada keduanya.
“Baik, yah..” Sahut keduanya secara bersamaan.
“Eum, yah? Aku boleh minta uang gak yah? Gajiku kan belum turun karena aku baru saja mulai bekerja, sementara aku dan ibel memiliki beberapa kebutuhan yang harus dibeli..” Ujar thomas sesudah meminum air setelah makanannya habis.
“Ya, boleh. Kamu mau minta berapa? Katakan saja?!” Sahut ayah Jacky seraya menganggukkan kepalanya.
“Kalo boleh thomas minta tiga juta saja dulu yah, untuk membeli kebutuhan rumah tangga yang sudah pada habis, sekalian ongkos buat besok kontrol usg..” Ujar thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Ya, ayah akan transfer sekarang..” Sahut ayah Jacky dengan santainya.
Beberapa menit kemudian, sebuah notifikasi pun muncul dilayar ponsel thomas.
“Saldo sebesar 5.000.000 rupiah telah ditambahkan ke nomor rekening 5xxxxxxx—-“
“Kok lebih yah?!” Tanya thomas kepada ayah Jacky.
“Gapapa.. pakai saja. Kalo kurang nanti ayah tambahkan lagi.” Sahut ayah Jacky saat itu juga hingga membuat Thomaspun tersenyum bahagia.
“Makasih yah.” Ucap thomas yang dianggukkan oleh ayah Jacky.
“Yaudah, ayah mau pergi dulu ya. Kalian gak papa kan kalo ayah tinggal duluan?!” Pamit ayah Jacky kepada keduanya.
“Ayah mau pergi kemana? Langsung pulang kah atau ketemu temen dulu?!” Tanya thomas seketika.
“Ayah mau ketemu temen dulu, udah ada janjian dicafe ambasaddor sana.” Ucap ayah Jacky yang bangkit dari tempat duduknya.
“Yaudah, kalo gitu hati-hati ya yah. Salamin buat mama yah nanti..” Sahut thomas seraya mencium tangan sang ayah yang disusul oleh ibel saat itu juga.
*Setelah ayah Jacky pergi meninggalkan keduanya, Thomaspun berencana untuk mengajak ibel pulang saat itu juga.
__ADS_1
“Ayo, kamu mau langsung aku anterin pulang atau mau ikut aku belanja bulanan?!” Tanya thomas kepada ibel.
“Sebenernya sih pengen ikut, cuma aku inget pesan ayah gak ngebolehin aku keluar dulu sebulan ini..” Sahut ibel dengan memanyunkan bibirnya.
“Ya terus gimana? Mungkin kalo kamu pake masker dan pakai jaket hoodie yang sangat tebal gak ada orang yang akan mengenalimu bel..” Usul thomas dengan menaikkan satu alisnya.
“Hmm, gak deh. Aku tunggu dirumah saja ya, kamu belanja sendirian gak papa kan? Biar nanti aku kirimkan note barang apaapa saja yang perlu dibeli..” Ucap ibel dengan senyuman tipisnya.
“Beneran nih kamu gak ikut belanja? Emangnya kamu berani malem malem dirumah sendirian?!” Tanya thomas kembali.
“Iyah, gak papa kok. Aku berani dirumah sendirian, yuk anterin aku pulang dulu..” Ajak ibel yang dianggukkan oleh thomas.
“Yaudah deh, yuk.” Singkat thomas yang kemudian melangkahkan kakinya beriringan dengan sang istri menuju mobilnya.
Bvrooommmmm\~
Thomaspun melajukan kendaraannya menuju rumahnya untuk mengantar sang istri pulang lebih dulu kerumah.
“Lusa jadwal kontrol kita ya?” Tanya thomas didalam perjalanannya.
“Iyah, kamu usahakan dapat shift pagi yah. Supaya sore hari udah dirumah..” Sahut ibel kepada thomas.
“Ya, semoga aja bisa yah.” Ucap thomas yang tetap fokus menghadap kedepan.
“Terus kalo kamu shift sore, yang antar aku kontrol siapa?” Tanya ibel dengan raut wajah piasnya.
“Hmm, Iyah ibel. Akan aku usahakan supaya dapat shift pagi biar bisa mengantar kamu kontrol nanti!” Sergah thomas saat itu juga.
CIT*
Beberapa puluh menit kemudian, Thomaspun memberhentikan mobilnya tepat didepan lobi rumahnya.
“Kunci rumah ada dikamu kan bel?” Tanya thomas kepada ibel sebelum akhirnya sang istri turun dari mobilnya.
“Iyah.” Singkat ibel seraya menganggukkan kepalanya.
“Yaudah kalo gitu aku langsung pergi belanja sekarang aja yah.. takut kemalaman soalnya” pamit thomas yang kembali dianggukkan oleh ibel.
“Hati-hati yah..” Ucap ibel seraya turun dari mobilnya tersebut.
“Iyah, kamu jangan lupa kunci langsung pintunya yah supaya aman. Dan Tunggu aku pulang!” Pesan thomas kepada sang istri.
“He’em.” Dehem ibel seraya mengerjapkan kedua matanya.
“Bye!” Seru thomas yang melambaikan tangannya kepada ibel dan langsung melajukan mobilnya kembali meninggalkan istrinya dirumah itu.
Ibelpun segera masuk kedalam rumahnya dan tidak lupa untuk mengunci rumahnya agar aman seperti yang telah diucapkan thomas tadi.
Gadis itupun bergegas melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya,
“Huftttt.. pegel banget badannya. Rebahan aja deh mendingan.” Gumam ibel seraya meregangkan otot-otot ditubuhnya.
Brughhhhh!
__ADS_1
Iapun menjatuhkan tubuhnya diatas kasurnya dengan posisi miring kearah kanan seraya memegangi perutnya yang sudah besar tersebut.
Pandangannya pun kosong sekejap, gadis itu benar benar merasakan kesepian malam hari itu..
Fikirannya terus terbayang dan teringat masa masa indah sebelum ia mengenal thomas dan akhirnya mengasingkan diri seperti sekarang ini..
Bak ditelan bumi, ibel bahkan tidak berani untuk membuka sosial medianya meski hanya sekejap.
Belum ada yang bisa mengetahui keberadaan ibel saat ini, sehingga Ibelpun masih merasa aman.
Gadis yang biasanya sangat riang gembira itu tiba-tiba saja sekarang merasa menjadi gadis yang introvert, ia banyak merasa insecure atas keadaannya yang sekarang..
Terlebih saat ini, thomas sering sekali membuatnya insecure dengan membanding-bandingkannya dengan wanita lain..
Fikirannya begitu rancau, namun ia harus tetap bertahan hidup demi janin yang ada di dalam kandungannya sekarang.
“Sayang, terimakasih ya kamu selalu buat mommy kuat bertahan hingga sekarang. mommy janji akan akan selalu menjadi kuat untukmu nak..” Gumamnya seraya mengelus lembut perutnya sendiri dan tak terasa airmatanya pun telah membasahi pipinya saat itu.
TING\~
Sebuah notifikasi pun muncul dilayar ponselnya, hingga membuat Ibelpun sontak melirik kearah layar ponselnya yang saat itu masih dalam genggaman tangannya.
*Thomasuamiw mengirimkan anda sebuah foto*
Ibelpun sontak membuka pesan foto yang telah dikirimkan oleh sang suami tersebut,
“Hmm.” Dengusnya ketika melihat satu buah foto pap thomas yang sedang berbelanja tersebut.
Iapun kembali meletakkan ponselnya dikasur miliknya, lalu Ibelpun perlahan memejamkan matanya sekejap untuk menenangkan hati dan fikirannya..
**
Sementara Disisi lain|
Thomas sedang asyik berbelanja bersama dengan perempuan lain,
“Kamu belanja sebanyak ini untuk apasi? Udah kaya berkeluarga aja deh kamu Ck” ledek iffa, wanita yang saat itu menemani thomas berbelanja.
“Enggak, ini aku cuma disuruh aja sama mamah untuk belanja kebutuhan bulanan. Hmm, kalo bukan mamah yang menyuruh pun aku malas sebenarnya. Hehe” elak thomas kepada iffa.
“Anak baik memang!” Ucap iffa seraya mengacungkan jempolnya.
“Yasudah, kamu lanjutkan kalo mau beli apa ambil aja biar aku yang bayarin hehe..” sergah thomas seketika.
“Wahhh, kamu serius mau bayarin aku belanja juga?!” Seru iffa dengan mata yang berbinar-binar.
“Iyah, ambil saja apapun yang kamu butuhkan.” Angguk thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Makasihhhhh thomas! Yeayyyy!” Sorak iffa seketika.
“Sama-sama cantik..”
***
__ADS_1