TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 50


__ADS_3

Setibanya dirumah thomas, Alex beserta kedua temannya pun bergegas menurunkan thomas dari mobilnya dengan memopoh pelan tubuh thomas saat itu juga.


“Pelan-pelan vann!” Ucap Alex kepada revano.


“Aman, ini gue udah pelan banget mopoh thomas. Mana badannya berat banget, gue rasa kebanyakan dosa ini anak.” Celoteh revano saat itu juga.


“Ssst, untung anaknya lagi gak sadarkan diri. Coba sadar, habis hidup lo gue rasa!” Gertak Sarah kepada revano.


“Ya gue tau, makanya gue ngomong sekarang karena anaknya lagi gak sadar Ck” Celoteh revano saat itu juga.


“Sar, pencet bel rumahnya sar!” Perintah Alex yang saat itu dianggukkan oleh Sarah.


TING TONG\~


*Beberapa menit kemudian, pintu pun terbuka.


CEKLEK


“Loh, Yaallah! Tuan thomas? Kenapa ini mas/om eh mbak?!” Seru mbak Susi yang panik melihat majikannya dipopoh oleh teman-temannya.


“Gak papa bi, thomas cuma kecapean kerja aja. Jadi dia agak drop. Hehe, boleh kita bawa masuk tuan thomasnya bi?!” Sahut Vega kepada sang pembantu.


“Boleh-boleh den, mari-mari masuk. Biar saya buatkan air putih hangat dulu untuk tuan..” sergah mbak Susi yang langsung bergegas menuju dapurnya.


“Pembantu thomas yang baru ya? Lumayan juga..” Celoteh revano yang saat itu langsung mendapat toyoran keras dari Sarah.


“Kalo lagi mabok siapa aja lo bilang ‘lumayan juga’! Dasar kadal lo!” Ketus Sarah seketika.


“Eh, gue langsung keatas aja gimana? Mau bangunin ibel, jangan sampe kalian semua tiba-tiba masuk antar thomas kesana. Takut anaknya bangun kasian..” Usul Sarah yang disetujui oleh ketiga temannya.


“Iyah, boleh sayang.” Angguk Vega seketika.


“Yaudah gih sar.” Timpal Alex kepada Sarah.


Sarah pun melangkahkan kakinya menaiki tangga rumah tersebut menuju kekamar ibel.


TOK TOK TOK\~


“Bel..” Panggil Sarah dari luar pintu kamar ibel.


“Ibelll…” imbuhnya kembali seraya mengetuk pelan kamar temannya tersebut.


Beberapa menit kemudian, ibel dengan langkah tergopoh-gopoh khas bangun tidur pun membukakan pintu kamarnya tersebut.

__ADS_1


CEKLEKKK*


“Loh, Sarah? Ngapain tengah malem kesini?” Sapa ibel seraya mengucek kedua matanya saat itu juga.


“Apa gue lagi ngimpi ketemu Sarah ya.” Gerutunya kembali pada diri sendiri.


“Bel, lo gak lagi ngigau ataupun mimpi! Ini gue Sarah beneran bel!!” Tegur Sarah seraya memegang kedua bahu ibel saat itu juga.


Dengan menyipitkan kedua matanya, ibel pun perlahan sadar bahwa ada sosok Sarah dihadapannya.


“Lo beneran Sarah? Ada apa sar? Kok lo bisa masuk kerumah gue.. memangnya pintu rumah gue gak dikunci ya?!” Sergah ibel yang membulatkan matanya lebar-lebar.


“Ssttt udah gak usah berisik nanti anak lo bangun, ayo ikut gue!” Cela Sarah yang langsung menarik tangan ibel menuju tiang tangga melihat suaminya yang berada tepat dibawah nya bersama dengan teman-temannya.


“Loh, thomas? Kenapa dia sar? Ayo turun kebawah..” tanya ibel yang sontak bergegas menarik tangan Sarah, namun Sarah segera mencegahnya.


“Tunggu dulu bel!” Cegah Sarah seketika.


“Kenapa sar?!” Tanya ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Lo jangan negatif thingking dulu ke thomas ya bel, dia kebanyakan minum diacara ulang tahunnya Vega. Padahal anak anak yang lainnya udah coba cegah dia biar gak minum banyak tapi ya lo tau sendiri thomas gimana bel, dia seperti orang yang ingin balas dendam karena lama tak minum-minuman keras lagi.” Pekik Sarah saat itu juga.


“Eum, jadi thomas mabok lagi?” Tanya ibel kembali.


“Ayo! tolong angkat thomas masuk kedalam kamar. Biarkan aku yang mengurusnya, kalian kalo mau langsung pulang gak papa kok. Terimakasih banyak ya sudah menghantarkan thomas pulang kerumah..” Pinta ibel kepada Alex dan juga yang lainnya.


“Sama-sama bel, bel tapi lo gak marah kan sama kita-kita?!” Sahut Alex kepada ibel.


“Enggak kok, kenapa harus marah? Gue justru berterimakasih kepada kalian semua udah bantu thomas pulang kerumah. Karena diposisi thomas yang sedang seperti ini dia pasti lupa jalan pulang, atau mungkin bersama wanita lain.” Ungkap ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.


“Itu semua Gak akan mungkin terjadi bel, Meskipun gak ada lo, Dia tetep aman sama kita! Karena kita semua ada dipihak lo sekarang, kita semua ingin thomas berubah menjadi kepala rumah tangga yang baik buat lo dan juga Alice. Ya meskipun dulu kita semua brengsek, tapi kita semua iba ngeliat lo diperlakuin gak enak sama thomas.” Bela Alex seketika.


“Kenapa bisa lo bicara seperti itu? Dan Darimana lo tau thomas bersikap buruk ke gue? Kalian semua kan temen dekat thomas bukan teman dekat gue. Kenapa kalian malah merasa iba dan memilih dipihak gue?!” Tanya ibel yang menatap satu persatu teman-teman thomas.


“Gak, bukan dipihak lo juga sih maksud gue. Ya intinya kita semua pengen thomas berubah. Kalo dulu sih kita-kita masih dukung thomas bergonta-ganti pasangan soalnya dia kan masih bujang, nah kalo sekarang beda lagi ceritanya bel. Gak mungkin kan kita dukung thomas bergonta-ganti pasangan melihat status thomas yang sudah mempunyai istri dan juga anak?” Jawab alex kembali dengan perasaan yang sulit diartikan.


“Bener bel, gue juga sering bilangin ke mereka semua supaya terus merangkul thomas biar dia mau berubah dan lebih bertanggung jawab sama keluarga kecilnya.” Timpal Sarah dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.


“Bel, intinya lo jangan khawatir ya kalo thomas pergi sama kita. Semuanya pasti aman seperti harapan dan doa lo sebagai seorang istri.” Imbuh Vega kepada ibel.


Ibel pun sontak mengembangkan senyuman harunya saat itu juga kepada teman-teman thomas tersebut.


“Makasih ya, gue kira udah gak ada lagi orang yang bakalan dipihak gue meskipun dalam hal kecil sekalipun.” Sahut ibel yang menahan airmatanya dalam kedua bola matanya.

__ADS_1


“Sssttt, udah belum nih drama nya? Berat nih gue pegangin tubuh thomas! Mau ditaro mana ini yaampunnn..” Cela revano hingga membuat semuanya pun sontak menatapnya secara bersamaan.


“Ahiya lupa, haha. Ayok yok taro dikamarnya ajalah, masa taro disini. Yang ada bangun-bangun ibel yang disalahin..” Sahut Alex yang meringis bak kuda.


“Anak lo gak papa bel kalo kita-kita pada masuk kamar lo?” Tanya Sarah kepada ibel.


“Amannn, Alice kalo udah tidur gak akan terganggu suara apapun lagi kok. Sahut ibel dengan menyunggingkan senyumannya.


“Ah Yaudah yok ah gas! Berat anying gue!!” Sergah revano yang sontak melangkahkan kakinya seraya membawa tubuh thomas dibantu dengan kedua temannya juga.


“Ck, revano dalam keadaan sadar maupun gak sadar tetep aja selalu bikin suasana cair.” Gerutu Sarah yang berjalan bersama ibel.


“Kalo gak ada revano gak rame kan tapi?!” Sahut ibel dengan sekilas melirik kearah Sarah.


“Emang iya sih, berasa kek hambar gitu loh bel haha” Ucap Sarah dengan tawa kecilnya.


“Bukain pintunya Woi.” Pinta Vega kepada kedua temannya.


“Anjing gimana caranya, gue aja pegangin kedua kaki thomas ini!” Ketus Alex saat itu juga.


“Lo dorong pake pantat lo lex! Ribet amat sih lo ah!” Perintah revano kepada alex.


“Hmm.” Dengus alex yang saat itu mendorong pintu dengan pantatnya sendiri.


CEKLEK*


Braghhhhh!!!


Tubuh thomas pun akhirnya dijatuhkan diatas kasur kamarnya oleh ketiga temannya tersebut.


“Arghhhhh, akhirnyaaa…” Gumam Vega dengan menghela nafasnya secara pelan.


“Encok gue gotong thomas..” Keluh revano saat itu juga.


“Emang dasar lo aja yang gapernah kerja berat van! Makanya lo jangan cuma jadi benalu di keluarga lo, kali-kali cobain kerja ngapain kek, biar ada tenaganya dikit lo jadi orang! Loyo..” Omel alex seketika.


“Anyinggg ngapain gue kerja, duit gue udah banyak. Ya meskipun gak sebanyak thomas sih, cuma ya bisalah buat ngempanin anak istri gue 5turunan..” Ucap revano dengan percaya diri.


“Hmm.” Dengus Vega saat itu juga.


“Kalian mau nginep disini?” Tanya ibel yang baru saja masuk kekamar bersama dengan Sarah.


“Enggak bel, kita semua pulang langsung. Soalnya masih ada yang harus diurus..” Jawab Vega saat itu juga.

__ADS_1


“Oh, Yaudah. Kalian hati-hati ya. Sekali lagi makasih banyak.” Angguk ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


__ADS_2