TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 48


__ADS_3

Malampun tiba, saat itu thomas sedang meratapi pemandangan jalanan dari atas balkon kamarnya ditemani oleh secangkir kopi.


Sesekali ia mengerjapkan kedua matanya, ia terus melihat jam dilayar ponsel miliknya yang berada dalam genggamannya tersebut.


Rasa hati bimbang menghantui dirinya, ingin sekali rasanya ia datang keacara pesta ulang tahun Vega, teman kecilnya. Namun rasa gengsi menyelimuti hatinya.


“Arghhh! Syit. Gue gak bisa gini terus, gimana pun mereka itu sahabat kecil gue!” Gumam thomas seraya sedikit menggebrak mejanya.


Saat itu ia pun bangkit dari tempat duduknya, lalu ia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya.


“Ada apa? Apa ada masalah pada dirimu?!” Tegur ibel yang saat itu sedang merebahkan dirinya diatas kasur ditemani Alice disampingnya.


“Aku mau keluar sebentar..” Pekik thomas yang saat itu sedang mengganti pakaiannya.


“Mau kemana malam-malam begini?!” Tanya ibel dengan mengerutkan keningnya.


“Aku mau datang ke acara ulang tahun Vega..” Jawab thomas yang tidak menatap kearah sang istri.


“Sendirian?!” Tanya ibel dengan ragu-ragu.


“Iyalah sendiri, mau sama siapa lagi? Sama kamu? Gak mungkin, Alice mau gimana kalo kamu tinggal..” Sahut thomas dengan mengerutkan kedua alisnya.


“Sampai kapan kita akan menyembunyikan identitas Alice? Apa kamu tega dengan anakmu sendiri?! Ini sama saja seperti kita tidak mengakuinya..” Protes ibel kepada thomas.


“Kamu ini bicara apa bel? Kamu tidak ingat ayah pernah bilang apa?! Tunggu sampai waktunya tiba, nanti juga semua orang akan tau kalo Alice itu anak kita! Memangnya kamu siap jika teman-temanmu tahu jika kamu sudah punya anak dariku?!” Gertak thomas saat itu juga.


“Siap tidak siap, aku sudah siap menerima resikonya. Meskipun semua orang akan membenciku sekalipun aku akan terima, karena ini bukan aib. Ini takdir, takdir yang memang harus aku jalani bersamamu..” Jawab ibel dengan raut wajah penuh arti.


“Ck, kamu ini bodoh atau gimana! Suamimu ini baru saja diangkat menjadi seorang CO muda! Jika kamu meminta untuk mengumumkan kehadiran Alice sekarang maka hancurlah aku!!” Ketus thomas dengan raut wajah garangnya.


“Kamu takut jika kariermu hancur? Lalu apakah kamu tidak memikirkan perasaan Alice jika sampai besar ia tetap tidak diakui?” Pekik ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Coba buka matamu lebar-lebar! Lihatlah alice masih sekecil itu, apa salahnya menunggu sampai waktunya tiba! Tidak akan sampai alice besar, kemungkinan 2 tahun lagi kita akan umumkan kehadiran alice didepan publik!” Gertak thomas kembali.


“Baiklah, akan ku ikuti semua kemauanmu itu.” Angguk ibel dengan raut wajah pasrahnya.


“Fokus dulu saja pada penyakit anakmu itu! Gak perlu memikirkan hal hal yang terlalu rumit seperti tadi, faham!” Pekik thomas kepada ibel.


“Iyah.” Singkat ibel dengan raut wajah dinginnya.


“Bagaimana dengan kepastian operasi Alice?!” Tanya ibel saat itu juga.


“Bukannya aku sudah berkata kepadamu bahwa ayah telah menyetujuinya dan meminta agar Alice segera ditindak..” Sahut thomas dengan sekilas melirik kearah sang istri.


“Memangnya kapan kamu memberitahuku, sedangkan aku saja baru menanyakannya sekarang ini.” Ucap ibel dengan mengerutkan kedua alisnya.


“Oiya? Yasudah brarti aku yang salah..” pekik thomas yang saat itu tengah memakai jam tangannya.

__ADS_1


“Lalu apakah kamu sudah memberitahu dokter, bahwa kita telah menyetujui tindakan operasi Alice ini?!” Tanya ibel kembali.


“Ya belum lah, gampang saja. Nanti aku akan suruh marco untuk kerumah sakit mengurus semua persyaratan Alice untuk dioperasi..” Sahut thomas kepada ibel.


“Marco? Siapa dia?” Tanya ibel dengan penasaran.


“Marco itu ajudan pribadiku saat ini, jadi sekarang aku tidak usah bersusah payah melakukan apapun sendirian karena sekarang aku sudah mempunyai tangan kiri. Nanti akan aku kenalkan dirimu dengannya..” Jawab thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Oh, begitu ya? Enak sekali sekarang hidupmu rupanya..” Lirih ibel saat itu juga.


“Memang seharusnya sedari dulu hidupku enak seperti ini! Karena aku anak tunggal kaya raya, gimana? Apa kamu merasa beruntung menikah dengan laki-laki tampan dan juga tajir sepertiku?!” Seru thomas dengan rasa percaya dirinya.


“Ck, entahlah aku harus jawab apa..” Sahut ibel dengan sedikit tersenyum menyeringai.


“Arghhh! Yasudahlah, percuma juga aku bicara denganmu. Dihatimu itu gak ada cinta untukku, yang ada hanya kebencian saja!” Sergah thomas yang saat itu bergegas melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.


“Aku pergi sekarang!” Ketus thomas seraya menutup pintu kamarnya dengan kencang.


BRAK!!


Ibel pun menghembuskan nafasnya secara kasar seraya mengelus pelan dadanya sendiri.


“Petaka apa yang kudapatkan hingga aku harus menikah dengan pria seperti itu..” Gumam ibel dengan menggelengkan kepalanya sendiri.


Sementara thomas berjalan keluar rumah dengan langkah santainya,


“Eh pak thomas, Mau kemana nih pak malam-malam seperti ini?” Tegur mbak Susi yang berpapasan dengan majikannya tersebut.


“Inggih pak, siap. Hati-hati” angguk mbak Susi dengan sopannya.


“Rumah dikunci saja! Saya punya kunci cadangan jadi tidak perlu menunggu sampai saya pulang..” Pesan thomas kembali yang saat itu dianggukkan oleh pembantunya.


Brughhh!


Thomas pun masuk kedalam mobilnya, ia sontak menyalakan mesin mobilnya saat itu juga.


Bvrooommmmm\~\~


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan area perkarangan rumahnya tersebut menuju ketempat dimana acara ulang tahun Vega diadakan.


“Thomas is back my friends..” Gumam thomas saat mengendarai kendaraannya.


*Setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, kini mobilnya berhenti tepat diarea parkir cafe tempat tujuannya.


CIT*


Suasana di tempat tersebut nampak begitu ramai para muda mudi yang diundang oleh Vega malam itu, thomas pun bergegas membuka seatbelt nya lalu turun dari mobilnya dengan memakai kaca hitamnya.

__ADS_1


Thomas pun kembali menjadi pusat perhatian sebagian orang yang berada diluar cafe tersebut.


“Woiii anjenggggg!! Thomasss kan looo woi?!! Kemana ajaaaa anjrit lo?!“ Tegur Calvin teman kuliah thomas dulu.


Thomas pun sontak melepas kacamatanya, ia menatap Calvin dari atas hingga bawah dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Hai bro! Whats wrong?! Lo beneran thomas kan?” Imbuh Calvin kembali hingga thomas pun langsung menganggukkan kepalanya dengan pelan.


“Yes, Its Me thomas! Thomas Imanuella Roberto!!” Sahut thomas sedikit senyuman menyeringainya.


“Lo apa kabar? Kenapa tiba-tiba menghilang gitu aja dan berhenti kuliah? Gak mungkin dong kalo alasannya adalah karena lo gak punya biaya untuk ngelanjutin kuliah lo ckck” Ledek Calvin yang saat itu tertawa kecil bersama teman-temannya.


“Indeed, karena gak mungkin hal itu terjadi sama gue. Menurut gue, kuliah hanya buang-buang waktu aja! Dan gak cuma itu, menurut gue kuliah hanya untuk pemuda yang membutuhkan masa depan cerah seperti lo!! Dan untuk gue sendiri, masa depan gue udah secerah harapan bangsa sejak dini Ck, dan gue udah gak butuh kuliah lagi!” Ketus thomas dengan sombongnya lalu langsung bergegas melangkahkan kakinya meninggalkan Calvin dan juga teman temannya.


“Cihh! Anjing sialannn! Sombong banget anak itu, anak mami papi aja belagu!” Decih Calvin dengan raut wajah kesalnya.


“Udah yuk, masuk aja!” Sergah Justin yang mentitah tubuh Calvin untuk masuk kedalam cafe tersebut.


Sementara thomas melangkahkan kakinya masuk kedalam area cafe tersebut dan mencari keberadaan Vega dan juga kedua temannya.


“Dimana mereka ini? Cih! Kalo bukan karena kebaikan hati gue, malas gue datang kesini. Apalagi harus bertemu teman-teman lama gue yang seperti dakjal itu..” Gumam thomas dengan mata yang melirik sekitarnya.


“DORR!!!!!”


“Sarah?! Anjir lo bikin gue kaget aja!” Sapa thomas yang kaget dan sontak menoleh kearah sumber suara tersebut.


“Akhirnya ketua geng kita datang juga dongg, pasti lo lagi nyariin Vega dan lainnya ya? Ayo ikut gue, mereka pasti seneng liat lo datang kesini.” Seru Sarah dengan menyunggingkan senyumannya.


“Hmm, terpaksa.” Lirih thomas dengan raut wajah dinginnya.


“Heleh! Bay the way kenapa lo sendirian? Mana ibel? Kenapa gak lo ajak kesini, parah banget lo! Pasti lo pengen dikira single lagi ya disini..” Tanya Sarah saat itu juga.


“Enak aja lo kalo ngomong! Lo tau kan kalo gue punya anak bayi, gak mungkin kalo gue ajak dia kesini malam-malam! Anak gue gimana nanti..” Bisik thomas kepada Sarah.


“Hmm, padahal kan lo bisa aja sama pembantu lo dulu. Ribet lo!” Dehem Sarah dengan mengerjapkan kedua matanya.


“Gak bisa! Enak aja, kalo tiba-tiba anak gue dibawa kabur sama pembantu gue gimana? Emang lo mau tanggung jawab!” Omel thomas kepada Sarah.


“Anak? Anak siapa thom?!” Sergah Justin yang tiba-tiba saja ada dibelakang thomas dan juga Sarah.


“Lo apaan sih Justin! Tiba-tiba nongol disini, mana dengerin orang ngobrol lagi gak sopan banget! Mana bos lo? Si Calvin itu..” Omel Sarah yang saat itu melengos kearah Justin.


“Gue disuruh ambil minuman ini untuk dia, dan kebetulan aja gue ketemu lo berdua disini. Bay the way tadi gue denger lo berdua lagi bahas tentang anak, anak siapa? Lo udah punya anak thom?!” Sahut Justin dengan tatapan mencurigai.


“Asal nuduh aja lo jadi orang! Jangan sampe mulut lo itu jadi fitnah ya jatohnya! Yang dimaksud anak sama thomas barusan itu anak buahnya dia! Lo gak tau kan kalo thomas sekarang udah jadi CEO besar di salah satu perusahaan besar dijakarta ini! Dia punya banyak anak buah sekarang, jadi kalo lo berani macam-macam, habis riwayat hidup lo!” Ancam Sarah dengan seriusnya hingga membuat Justin pun sontak menganga mendengarnya.


“Serius lo sar? Gila keren banget lo thom!!” Tanya Justin kepada Sarah yang lalu beralih menatap thomas dengan tatapan bangganya.

__ADS_1


“Yaiyalah! Temen gue gitu loh! Udah sana!!” Sahut Sarah yang saat itu mendorong tubuh Justin agar menjauh darinya dan juga thomas.


“Galak banget emang lo jadi cewe sar!” Gerutu Justin yang kemudian pergi menjauh dari keduanya.


__ADS_2