
Sesampainya dirumah, ibel pun langsung menggendong sang anak menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya yang berada dilantai dua tersebut.
“Huhhh, akhirnya dek. Kita pulang kerumah jugaa, Mommy gak betah lama-lama dirumah sakit, tapi demi kamu. Mommy rela berhari-hari di rumah sakit seperti kemarin.” Gumam ibel seraya menaiki tangga rumahnya.
Sementara thomas sendiri masih berdiri diarea lobi rumahnya seraya membawakan satu tas jinjing milik sang istri,
“Pak Joko tolong barang-barang yang ada dimobil turunkan semuanya dan bawa masuk kerumah ya. Saya capek kalo harus angkat-angkat barang.” Perintah thomas kepada pak Joko yang dengan sigapnya menganggukkan kepalanya saat itu juga.
“Nggeh, pak. Biar semuanya saya saja yang bawakan masuk.” Sahut pak Joko dengan sopannya.
“Mohon maaf pak, itu tasnya nona ibel mau sekalian biar saya saja yang bawakan atau gimana?!” Imbuh pak Joko yang melihat thomas kesusahan membawa tas jinjing milik sang istri.
“Gak usah kalo yang ini biar saya saja yang bawa,pak.” Tolak thomas seketika.
“Baiklah pak, kalo begitu saya izin mau turunin barang-barang sekarang ya.” Pamit sang Security yang saat itu juga dianggukkan oleh thomas.
“Iyah.” Singkat thomas yang kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya untuk menyusul istri dan anaknya yang sudah lebih dulu masuk kedalam rumahnya tersebut.
Saat dirinya melewati sofa yang berada di tengah rumahnya, ia pun sontak memikirkan sesuatu dikepalanya.
“Mending gue duduk aja dulu disini deh.” Gumam thomas yang mendudukkan dirinya disofa tersebut.
Pria itu lantas melirik tas jinjing yang ia bawa tersebut,
“Hpnya ibel ada didalam tas ini gak yah? Kapan lagi gue ngontrol hpnya, bahkan sejak Alice lahir gue gak pernah menyentuh hpnya lagi.” Batin thomas yang terus menatap kearah tas yang ia pegang.
Tanpa berfikir panjang lagi, thomas pun akhirnya merabah tas jinjing milik sang istri tersebut,
“Arghhh, ini dia hpnya.” Batin thomas dengan senyuman menyeringainya.
Tanpa basa-basi lagi, thomas pun sontak membuka ponsel milik sang istri yang kata sandinya tidak pernah diganti tersebut.
“Ck, ternyata kata sandinya masih yang lama.” Decih thomas seketika.
Setelah membuka ponsel tersebut, pria itu pun langsung membuka semua aplikasi yang ibel miliki didalam ponselnya.
__ADS_1
“Gue mulai dari buka ig nya aja dulu deh.” Batin thomas dengan menatap layar ponsel tersebut.
Jari thomas itu pun mengontrol satu persatu dm yang masuk ke aplikasi Instagram milik sang istri,
“Anjing! Dm yang masuk sampai ribuan, mana yang ngechat kebanyakan cowo lagi! ***** memang ibel!!” Gerutu thomas dengan raut wajah kesalnya.
Pria itu terus membuka pesan yang masuk pada aplikasi tersebut.
“Emang dasar *****!! Banyak sekali pria yang mengirimkannya pesan! Memangnya mereka tidak tahu bahwa ibel itu sudah menikah!” Gerutu thomas kembali dengan hati yang mulai memanas.
“Ekhem.” Dehem mbak Susi hingga membuat thomas pun sontak terkaget.
“Astaga! Kamu ini, mengagetkan saya saja! Ada apa? Ngapain kamu kesini?!” Tanya thomas dengan tatapan tajamnya.
“E maaf tuan, saya kesini karena disuruh non ibel. Nona bilang kalo dia menunggu tas nya sekarang juga, tas nona ada sama tuan kan?!” Sahut mba Susi dengan sopannya.
“Iyah tasnya memang sama saya, Yasudah biar saya sendiri yang akan mengantarkannya keatas.” Jawab thomas dengan ketus lalu mengembalikan ponsel milik sang istri kedalam tasnya dan bangkit meninggalkan mba Susi yang masih berdiri dan mematung saat itu juga.
“Tuan thomas kenapa yak? Kok jadi jutek gitu sama saya, mana mukanya serem banget lagi. Emangnya saya punya salah apa ya sama tuan..” gerutu Susi dengan menggarukkan kepalanya yang tak gatal itu.
Braghhhhh!
Thomas sengaja membuka pintu kamarnya dengan sekali dobrakannya yang begitu kencang hingga membuat istri dan anaknya pun sontak tercengang.
“Astaga,thomas! Apa-apaan sih kamu, Alice sampai kaget seperti ini, baru saja dia mau tidur..” Ucap ibel dengan menekan dadanya menggenakan satu tangannya.
Tanpa menjawab sedikit pun thomas justru melangkahkan kakinya lebih dekat kearah istrinya tersebut.
Ibel pun mengerutkan kedua alisnya dengan tatapan herannya,
“Mau apa kamu ini,thom?! Ada apa ini?! Kenapa kamu nampak menakutkan seperti itu?!” Pekik ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Brugh!!
Thomas pun melemparkan tas milik sang istri tepat diwajahnya,
__ADS_1
“Awww!! Sakit!! Kasar sekali kamu ini,thom! Bagaimana tadi jika tas ini jatuh mengenai wajah Alice, kesurupan apa lagi coba kamu ini!” Ringis ibel yang kesakitan.
“Kamu yang kesurupan wanita gatal! Bisa-bisanya semua dm yang ada diakun sosial media mu isinya hanya dari laki-laki yang kegatalan juga denganmu! Dimana harga dirimu itu, kamu itu sudah punya anak! Bukan lagi gadis! Jadi tidak usah sok laku lagi! Kalo mereka semua tau yang sebenarnya mana mungkin mereka mau sama perempuan yang bahkan hamil diluar nikah sepertimu ckck” Hina thomas seketika.
“Apa maksudmu? Kenapa kamu bicara seperti itu? Mulutmu sangatlah liar! Aku memang hamil diluar nikah, tapi itu karena ulahmu juga! Kamu yang sudah merusak harga diriku! Dan untuk semua dm yang masuk pada sosial mediaku, itu bukan kemauanku. Dan aku pun tidak pernah merespon atau membalasnya. Jadi kamu fikir itu salahku? Iyah?! Mereka yang kegatalan tapi aku yang disalahkan Iyah?! Begitu? Lalu apa kabar denganmu yang selalu menyimpan rapat ponselmu? Memangnya kamu fikir aku bodoh?! Aku tau diponselmu itu bahkan banyak wanita selingkuhanmu, tapi aku diam!” Ungkap ibel dengan mata yang berkaca-kaca.
PLAKKKK!!!
Satu tamparan keras mendarat dipipi chubby yang dimiliki oleh ibel, tak bisa menahan nya lagi, ibel pun sontak menangis saat itu juga, namun thomas justru tidak memperdulikan hal tersebut.
“Aku sibuk dengan pekerjaaanku! Mencari uang untuk menafkahi mu dan juga anak mu! Seenaknya kamu malah membalikkan pembicaraan ku! Memangnya punya bukti apa kamu dengan apa yang telah kamu ucapkan tadi?! Kalo tidak punya bukti apapun tidak usah sok menuduhku selingkuh! Badjingan!!” Ketus thomas dengan rahang yang mengeras.
“Baiklah kalo itu maumu, aku akan cari buktinya. Karena aku sangat yakin feeling ku benar bahwa kamu mempunyai wanita simpanan!” Ancam ibel seraya menangis tersendu-sendu.
Thomas pun mendekatkan wajahnya kearah sang istri dengan tatapan kebenciannya,
“Lalu jika kamu sudah punya buktinya, kamu mau apa Hah? Bercerai denganku? Gak perlu menunggu punya bukti, sekarang pun jika kamu mau bercerai aku akan segera menyetujuinya, tapi ingat tidak ada dana sedikitpun yang akan aku keluarkan untuk Alice! Jadi Fikirkan itu baik-baik wanita bodoh! Ck” Lirih thomas yang juga mengancam sang istri.
“Menyesal aku telah menikahi wanita murahan sepertimu, sudah punya anak malah mendapatkan dm dari pria lain. Sudah salah malah menuduh orang lain pula! Dasar setres ckck” gerutu thomas kepada sang istri.
“Sepertinya kebalikan, aku yang begitu menyesal ada diposisi sekarang ini bersamamu. Jika waktu bisa diputar maka aku pasti memilih bersama pria lain dari pada harus menghabiskan seumur hidupku bersama dengan pria yang mempunyai penyakit kejiwaan sepertimu! Spikopat!!!” Pekik ibel dengan yang sangat muak dengan semua hinaan yang suami kepadanya.
Thomas pun membulatkan matanya lebar-lebar, pria itu semakin panas mendengar ucapan sang istri. Ia pun sontak mencekik leher ibel dengan kedua tangannya.
“Arghhhh hkkkshk\~\~\~” Suara rintihan ibel ketika thomas mencekik lehernya.
“Biar mati sekalian! Wanita murahan sepertimu memang harus diberi pelajaran seperti ini! Sekali lagi kamu berani mengucapkan hal seperti tadi maka kamu akan lebih melihat kegilaan ku!” Pekik thomas dengan menekan kedua tangannya di leher sang istri.
“Oekkk\~ Oek\~\~\~” Suara tangisan Alice pun akhirnya membuat thomas melepaskan cekikannya tersebut.
PRANGGGG!!
Thomas pun melangkahkan kakinya dan membanting vas bunga kesayangan ibel yang berada diatas nakas lemarinya.
Ibel memeluk tubuh sang anak dengan sangat erat, gadis itu menangis dengan tersendu-sendu seraya menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan suaminya kepadanya saat itu juga.
__ADS_1
“Muak!” Teriak thomas yang pergi dari kamarnya tersebut.