
Hari demi hari terlewati, kini sepasang suami istri itu pun beraktivitas normal seperti sedia kala. Ibel menjalani aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga sekaligus produktif dalam usaha bakery nya. Sementara thomas sendiri bekerja kekantor setiap harinya, meski banyak karyawan yang sudah tidak respect dengannya. Namun thomas mengabaikan hal tersebut, seolah tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya. Pria itu pun selalu santai dalam berkegiatan.
“Pak thomas, saya ingin melaporkan bahwa ada penurunan pemasukan diperusahaan kita. Apakah bapak tidak ingin mencari partner perusahaan baru lagi untuk membantu pemasukan kita yang sedang tidak stabil ini?” Ucap marco kepada thomas.
“Tidak dulu, marco. Entah kenapa aku masih malas untuk mencari klien klien baru lagi. Kalo bisa kamu cari solusi yang lain agar omzet kita tidak turun dan stabil seperti biasanya.” Sahut thomas yang nampak bermalas-malasan dimeja kerjanya.
“Pak jika bapak terus bermalas-malasan seperti ini, bisa-bisa perusahaan bapak ini bangkrut karena terlalu banyak waktu pasif nya.” Pekik marco hingga membuat thomas pun hanya terdiam saat itu juga.
“Hoammsss!” Thomas pun mengoam.
Sementara marco yang nampak kesal dengan tingkah thomas itu pun langsung pergi meninggalkan thomas diruangannya.
“Entah bagaimana kehidupanku ini, rasanya aku tidak punya semangat hidup lagi.” Gumam thomas dengan raut wajah yang nampak tak terkondisikan.
Semenjak kasus perselingkuhannya terbongkar, thomas benar-benar putus dengan Siska. Ia bahkan tidak perduli dengan kehidupan Siska setelah dipecat oleh ayahnya tempo hari.
“Arghhh, lebih baik aku pulang saja lah! Disini pun aku bingung harus apa, banyak kerjaan menumpuk tapi aku tak berselera mengerjakan ini semua. Jadi percuma saja aku ada disini, mending aku bermain bersama Alice dirumah.” Gerutu thomas seraya menghentakkan semua berkas yang menumpuk dihadapannya.
Thomas pun sontak bangkit dari kursi kerjanya, ia mempersiapkan diri untuk bergegas pulang kerumahnya. Namun, saat sudah berada dilobi kantornya. Marco pun menghentikan langkah thomas tersebut.
“Pak thomas, kau mau kemana?” Tegur marco kepada thomas.
Thomas pun menoleh kearah sumber suara tersebut, “Ah kebetulan sekali ketemu kau disini,marco. Aku mau pulang. Aku rindu sekali dengan anakku, jadi tolong kau bereskan semua pekerjaanku hari ini yah. Tenang, akan ada bonus 2X lipat untukmu dibulan ini.” Pekik thomas seraya menepuk pundak marco.
“Tapi pak—“ Ucapan marco pun terhenti ketika thomas memotongnya.
“Sshhhh, sudah kerjakan saja apa mauku. Aku tau kau ajudan pribadi ku yang paling setia dan paling baik hatinya. Okey?! Aku pulang dulu ya marco dahhh!” Potong thomas yang melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam mobilnya yang sudah terparkir dilobi tersebut.
“Astaga, thomas.. thomas!!!” Lirih marco dengan menggelengkan kepalanya seraya menghela nafasnya pelan.
Thomas pun melajukan kendaraannya meninggalkan area gedung perkantorannya.
Bvrommmmmm\~\~
“Sepertinya aku harus mampir ke minimarket dulu untuk membeli es krim kesukaan Alice. Pasti dia happy jika aku belikan es krim.” Batin thomas seraya menyetir kendaraannya.
Tak lama dari itu, thomas pun menyempatkan dirinya untuk mampir kesebuah minimarket untuk membelikan es krim putrinya.
CIT*
Thomas pun bergegas turun dari mobilnya untuk membelikan es krim kesukaan sang anak.
__ADS_1
*Beberapa menit kemudian,
“Arghhhh akhirnya. Anak sama ibunya pasti happy melihat belanjaan yang aku bawa ini.” Gumam thomas yang sudah membawa dua plastik besar di kedua tangannya.
Pria itu yang awalnya hanya ingin membelikan putrinya es krim, ternyata sesampainya di minimarket tersebut ia malah memborong semua cemilan kesukaan ibel dan juga Alice.
Brughhhh!
Setelah masuk kedalam mobilnya, ia pun melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya.
Bvrommmmmm\~\~
Setelah beberapa kilometer perjalanan, akhirnya thomas pun tiba di rumahnya.
CIT*
Thomas pun bergegas turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya.
CEKLEK!
“Loh, tuan..” Ucap Susi yang merasa heran dengan kepulangan thomas mengingat waktu baru menunjukkan pukul sepuluh pagi.
“Ssttt, Alice dimana mba?” Sahut thomas dengan menutup bibirnya dengan satu jarinya.
Thomas pun mempercepat langkahnya menaiki tangga rumahnya menuju kamarnya seraya menenteng 2 kantong plastik belanjaannya.
CEKLEK
“Taraaaaaa!!! Daddy pulangggggg…” Seru thomas saat masuk kedalam kamarnya.
“Loh, kenapa kamu sudah pulang?” Tanya ibel dengan mengeryitkan keningnya.
“Aku ingin bermain dengan Alice hari ini, jadi aku memutuskan untuk pulang cepat hehe. Ini, terimalah. Untuk kalian berdua” Jawab thomas seraya menyodorkan dua kantong plastik yang ia bawa.
“Astaga, mana boleh seperti itu. Berasa kantor milik sendiri saja!” Ketus ibel seraya menerima dua kantong plastik pemberian sang suami.
“Memang aku pemilik kantornya, sudah lupa ya? Hm.” Ucap thomas yang saat itu melepaskan pakaian kerjanya dan menggendong putri kecilnya yang sedang bermain bersama ibunya.
“Iya sih, tapi seharusnya jangan seperti itu. Jangan mentang-mentang kantor milikmu, jadi semaumu sendiri ingin melakukan apapun.” Protes ibel seraya membuka isi kantong plastik tersebut.
“Iyah-Iyah lain kali gak seperti ini, lagi pula kan baru kali ini aku bolos kerja begini. Aku rindu dengan anakku, mau bagaimana lagi.” Jawab thomas hingga ibel pun terdiam.
__ADS_1
“Hmmm.” Dehem ibel dengan menghela nafasnya secara pelan.
“Kenapa kamu belikan aku dan juga Alice makanan sebanyak ini?” Tanya ibel kepada sang suami.
“Kenapa memangnya? Kamu tidak suka?” Sahut thomas dengan menaikkan satu alisnya keatas.
“Sebenarnya aku ingin marah jika melihatmu boros seperti ini, tapi berhubung yang kamu beli ini makanan kesukaanku dan juga Alice. Aku tidak jadi marah.” Jawab ibel dengan raut wajah datarnya.
“Dasar kau ini!” Lirih thomas seketika.
*Waktu pun terus berputar, mereka pun menikmati kebersamaannya didalam kamar nya tersebut.
“Ekhem, apa kamu tidak berniat menawari ku makan? Aku lapar..” Pekik thomas kepada ibel yang asyik menonton drama Korea seraya mengunyah cemilannya.
“Nih..” singkat ibel seraya menyodorkan cemilan yang ia pegang.
“Tidak, bukan itu yang aku maksud.” Elak thomas seketika.
“Lalu apa? Kamu ingin makan berat?” Tanya ibel kepada sang suami.
“Iyah, aku lapar.” Angguk thomas saat itu juga.
“Baiklah, biar aku ambilkan makanan yang sudah mba Susi masak dibawah.” Ucap ibel yang bangkit dari duduknya.
“Eitsss!” Sergah thomas seraya memegang tangan sang istri.
“Apalagi?” Tanya ibel dengan wajah juteknya.
“Aku ingin kau yang memasakkannya untukku, aku tidak mau makan masakan orang lain.” Ungkap thomas yang menatap wajah sang istri penuh harapan.
“Kenapa kamu ini? Sudah seperti orang mau mati saja, bertingkah aneh dan tak seperti biasanya.” Celoteh ibel seketika.
“Kenapa bicara seperti itu, memangnya kamu senang ya jika aku mati duluan?” Ucap thomas dengan raut wajah datarnya.
“Tergantung, jika kau berubah jadi orang yang lebih baik maka aku akan sedih ditinggal kau mati. Tapi kalau kau masih jadi orang yang suka menyakitiku, maka sudah pasti aku akan berpesta saat kematianmu tiba Hahah..” Jawab ibel yang saat itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan thomas.
“Hmm, dasar.” Dehem thomas seraya menghela nafasnya secara kasar.
“Aku sendiri juga tidak tahu, kenapa hari ini rasanya aku ingin didekat anak dan istriku. Arghhh, yasudahlah. Biarlah sesekali aku menghabiskan waktuku bersama mereka, toh selama ini aku tidak pernah ada waktu untuk mereka berdua.” Gerutu thomas dengan tatapan kosongnya.
Thomas pun kembali bersendau gurau dengan sang putri, sementara ibel menuruti kemauan sang suami yang ingin dimasakkan makanan olehnya.
__ADS_1
**