TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 85


__ADS_3

Waktu pun terus berputar, saat itu ibel sudah berada didalam rumahnya. Wanita itu sangat merindukan putri kecilnya meski baru berpisah dalam beberapa jam saja. Ia pun terus menimang sang anak dengan penuh kasih sayang.


Ibel begitu berSyukur hari itu ia bisa menitipkan sang anak kepada pembantunya. Hingga ia pun bisa dengan sigap menemukan fakta yang mengejutkan.


Wanita itu tak menyangka jika suaminya akan bermain api dibelakangnya. Seraya menimang sang putri, pikirannya pun kembali mengingat kala dirinya bertemu dengan wanita simpanan sang suami.


“Kenapa bisa wanita itu mengaku bahwa hubungannya dengan thomas sudah hampir setahun ini, berarti selama ini aku sudah sangat lama diduakan oleh suamiku sendiri.” Batin ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.


Matanya pun beralih menatap wajah sang anak dengan tatapan penuh arti,


“Sabar ya sayang, kita berdua pasti akan menemukan titik terangnya.” Lirih ibel dengan menyunggingkan senyuman tipisnya kepada sang anak.


TRING!!


Tiba-tiba ponselnya pun berbunyi, ibel pun langsung melangkahkan kakinya untuk merogoh ponsel miliknya yang masih berada didalam tas yang berada diatas nakas.


“Vega?” Lirih ibel sebelum mengangkat sambungan telfon nya.


“Halo, bel?” Sapa Vega diseberang sana.


“Halo, ga? Ada apa ya?” Tanya ibel dalam sambungan telfonnya.


“Bel, gimana kondisi thomas? Sorry banget nih gue dan yang lainnya baru pada tau sekarang. Lo ada dimana sekarang ya bel? Rencananya sih malam ini kita mau pada kerumah sakit untuk menjenguk thomas.” Pekik Vega tanpa basa-basi.


“Eum, gue baru aja pulang dari rumah sakit nih ga. Mumpung ada mertua gue disana, jadi gue bisa pulang sebentar untuk melihat anak gue.” Jawab ibel kepada Vega.


“Oh jadi lo ada dirumah ya bel, Eum Yaudah deh kalo gitu. Nanti gue dan anak-anak mau langsung kerumah sakit aja.” Ucap Vega seketika.

__ADS_1


“Iyah ga. Nanti gue kabarin deh ya kalo gue ke rumah sakit lagi, rencananya kalo anak gue udah tidur gue bakal langsung kerumah sakit sih ini.” Sahut ibel kepada Vega.


“Okesiap bel!” Singkat Vega yang saat itu memutuskan sambungan telfonnya secara sepihak.


PIP*


Setelah selesai berbincang, ibel pun kembali meletakkan ponselnya diatas nakas lemarinya.


“Sayang, Bobo yuk. Mommy kelonin dulu ya sambil minum susunya..” Celoteh ibel kepada sang anak.


“Mmmmmmaaa mmmmmaaa” celoteh Alice hingga membuat ibel pun sontak membulatkan matanya lebar-lebar karena terkejut mendengar suara sang anak untuk yang pertama kalinya.


“Hah? Apa dek? Mommy gak salah denger kan kalo kamu baru aja berceloteh mmmammmaa tadi?” Seru ibel dengan mulut yang menganga lebar.


“Mmmmmaaa mmmmaaa mmmaaa\~” Celoteh Alice kembali hingga ibel pun sontak bersorak gembira saat itu juga.


Setelah bersorak ria, ibel pun langsung meletakkan tubuh sang anak diatas kasur. Dan tak lama dari itu pun akhirnya ibel berhasil membuat sang anak tidur.


“Huhhh, akhirnya sayang tidur juga kamu nak. Meskipun hari ini Mommy mendapat banyak kesedihan, namun ternyata Tuhan berikan kebahagiaan yang terselip diantara banyaknya kesedihan yang Mommy dapatkan.” Batin ibel seraya tersenyum manis dihadapan sang anak.


Setelah berhasil menidurkan sang anak, ibel pun bangkit dari kasurnya. Ia sedikit bersender ditepi kasur seraya memainkan ponselnya.


Wanita itu berniat untuk menghubungi Vega dan yang lainnya untuk menanyakan keberadaan mereka saat itu, namun ketika dirinya baru saja ingin memencet tombol Telfon pada Vega rupanya malah vega yang lebih dulu menelfonnya. Hingga tak usah menunggu waktu yang lama lagi, ibel pun segera mengangkat panggilan masuk tersebut.


“Yap, halo veg? Gue baru aja mau nelfon lo.” Ucap ibel dalam sambungan telfonnya.


“Bel, gue dan yang lainnya udah ada dirumah sakit nih. Dan orang tua thomas baru aja pulang kerumah karena mereka ada urusan mendadak.” Pekik Vega diseberang sana.

__ADS_1


“Oh gitu, e-oke deh kalo gitu g-gue segera meluncur kerumah sakit ga. Soalnya anak gue baru aja tidur nih, sebenernya gak tega juga sih gue kalo harus bermalam dirumah sakit dan meninggalkan anak gue sendiri dirumah.” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Enggak/enggak bel, lo gak usah kesini. Kasian anak lo kalo harus ditinggal semalaman, mendingan lo dirumah aja. Biar gue dan temen-temen yang lain yang akan menemani thomas malam ini.” Elak Vega kepada ibel.


“Hah? Lo serius ga? Memangnya thomas gak papa kalo gue gak kesana?” Tanya ibel yang sempat ragu.


“Arghhh, gak papa soal thomas gak perlu lo khawatirin lagi. Dia pasti ngerti kok kenapa kita semua nyuruh untuk lo gak usah kesini. Udah pokoknya lo manut aja deh apa yang gue bilang. Oke?!” Seru Vega kepada ibel.


“Eum, Yaudah deh ga. Makasih banyak ya ga lo dan yang lainnya udah pengertian banget. Selain itu lo semua juga selalu ada untuk gue maupun thomas. Pokoknya big thanks!” Sahut ibel yang tersenyum dibalik suaranya.


“Sama-sama, Yaudah bel gue tutup dulu telfonnya ya. Lo kalo ada apa-apa kabarin aja, biar nanti gue suruh Sarah yang datang kerumah lo.” Pesan Vega kepada ibel.


“Gak usah ga, terlalu merepotkan orang juga gak bagus. Hehe. Sebelumnya tolong sampaikan salam gue ke thomas ya, bilang ke dia maaf gue gak bisa menemaninya malam ini. Oiya bilang juga ke dia gak usah overthingking, yang penting dia sembuh dulu. Ups!” Elak ibel seraya menyindir thomas.


“Oke siapppp bell!” Singkat Vega yang langsung memutuskan sambungan telfonnya.


PIP*


Setelah selesai berbincang dalam telepon, ibel pun melempar ponselnya kesembarang arah dikasurnya. Wanita itu lantas menjatuhkan tubuhnya tepat disamping sang anak.


“Hmmm, syukurlah jika vega dan yang lainnya mau menemani daddymu dirumah sakit,nak. Jadi malam ini kita tidak akan berpisah. Kamu tetap akan tidur bersama Mommy seperti hari-hari biasanya..” gumam ibel yang sekilas melirik ke wajah sang anak.


Tak lama dari itu, ibel pun perlahan memejamkan kedua matanya. Ia mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya serta mencari ketenangan dalam tidurnya. Wanita itu berharap agar semua hal negatif yang mengelilingi hidupnya bisa terlupakan begitu saja saat nanti dirinya bangun dari tidurnya.


“Please mata, hati, fikiran dan juga jiwa raga ini. Kalian harus kompak, beristirahatlah dengan tenang dan lupakan kejadian yang menyakitkan.” Batin ibel dengan kedua mata yang sudah tertutup.


***

__ADS_1


__ADS_2