TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 39


__ADS_3

Setibanya dikantor, thomas turun dari mobilnya dengan menggunakan kaca mata hitamnya seraya merapikan kembali jass berwarna hitam yang sangat pas dibadannya yang jenjang.


Seluruh karyawan dikantor tersebut merasa asing dengan kedatangan pria muda berpenampilan formal itu.


Thomas pun melangkahkan kakinya dengan gaya yang seolah olah dingin agar bisa memikat semua wanita yang memandangnya saat itu.


“Maaf, bapak siapa yah? Mau bertemu dengan siapa?!” Tanya petugas security yang berada di lobi kantor tersebut kepada thomas yang ingin masuk kedalam kantor.


Dengan sekali meneguk saliva nya, thomas pun menjawab pertanyaan sang Security dengan tatapan tajamnya.


“Saya anak tunggal dari JACKY ROBERTO” Sahut thomas dengan membisikkan Security tersebut hingga sang Security pun sontak menganga saat itu juga.


“Ekhm, maaf pak maaf saya tidak tahu. kalo begitu silahkan masuk pak.” Dehem sang security yang saat itu sontak menundukkan pandangannya.


“Eum, berhubung saya belum tau ruangan ayah saya dimana. Bisakah kamu mengantarku kesana?!” Angguk thomas yang saat itu meminta sang security untuk menghantarkannya keruangan ayah Jacky.


“Baiklah, mari pak. Biar saya antar.” Sergah security tersebut dengan menggebu-gebu.


Seketika thomas pun menjadi pusat perhatian para karyawan kantor tersebut, menjadikan thomas pun semakin merasa berbangga hati saat itu juga.


“Wehhh, siapa ituuu?” Tanya dito, salah satu karyawan dikantor tersebut.


“Mana gue tau, tapi tampan banget anjirrr!!” Sahut felly, rekan kerja dito.


“Yah si anying! Kalo liat cowo tampan ijo mata lo!” Ketus dito seraya meraup wajah felly saat itu juga.


“Ihhh dito!! Make up guee ancurrrr!!! Arghhh nyebelin lo..” Keluh felly dengan raut wajah kesalnya.


“Berisik lo berdua, mendingan cari tahu deh siapa cowo tampan itu. Mangsa gue tuh!” Cela Siska, perempuan yang selalu mencari perhatian para sugar daddy.


“Dasar lo! Ada manusia bening dikit yang dateng kekantor ini langsung lo sikat!” Celoteh dito dengan raut wajah ketusnya.


“Hmmm.” Dehem felly saat itu juga.


“Padahal gue juga tampan, tapi gak pernah dilirik sama lo berdua..” Lirih dito dengan memutarkan bola matanya keatas.


“Cihhh!!!” Decih keduanya dengan memalingkan wajahnya saat itu juga.


Sementara thomas sendiri tetap mengikuti arahan Sang Security yang berjalan didepannya.

__ADS_1


“Pak, ini ruangan pak Jacky..” Pekik Sang Security yang berhenti di salah satu ruangan yang terlihat begitu megahnya.


“Hm, Okeh. Terimakasih” Dehem thomas yang saat itu dianggukkan oleh sang security dengan sopannya.


“Baik kalo begitu saya permisi ya pak..” Pamit Security tersebut.


Thomas pun membuka pintu ruangan tersebut dengan pelan,


CEKLEKK*


“Yahhh..” Sapa thomas kepada ayah Jacky seraya membuka kaca mata hitamnya saat itu juga.


“Sudah datang rupanya kamu, thom.” Sahut ayah Jacky yang menatap sang anak.


“Seperti yang ayah inginkan, aku akan selalu tepat waktu..” Pekik thomas dengan menaikkan satu alisnya keatas.


“Baguslah kalo begitu, awal mula yang baik.” Angguk ayah Jacky dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Jadi gimana yah?!” Tanya thomas dengan menaikkan satu alisnya keatas.


Ayah Jacky pun sontak menatap jam dinding diruangannya tersebut,


Thomas pun sontak menganggukkan kepalanya pelan seraya tersenyum menyeringai saat itu juga.


“Dikantor ini banyak wanita cantik, membuatku bingung harus khilaf dengan wanita yang mana. Ck” Batinnya dengan senyuman menyeringainya kembali.


*Hingga waktu pun terus bergulir, delapan belas menit telah berlalu. Ayah Jacky pun bergegas bangkit dari tempat duduk kerjanya lalu melangkahkan kakinya menghampiri thomas yang masih duduk disofa ruangan itu seraya memainkan ponselnya.


“Ayo sekarang ikut ayah!” Ajak ayah Jacky dengan pandangan tetap lurus kedepan.


“Okey..” Singkat thomas dengan menggebu-gebu.


“Ingat ya thomas, disini kamu harus benar-benar menunjukkan kualitasmu menjadi seorang CO muda. Jangan sampai kelakuanmu justru malah membuat wibawa ayah jadi turun! Faham?!” Pesan ayah Jacky dengan raut wajah dinginnya kepada sang anak.


“Hmm, iyah thomas faham.” Dengus thomas seraya menganggukkan kepalanya pelan.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju tengah-tengah ruangan dimana disana seluruh karyawannya berkumpul.


“Eh eh eh pak Jacky datang!!” Sergah dito kepada seluruh karyawannya.

__ADS_1


Seluruh karyawan kantor tersebut pun bergegas untuk merapikan duduknya dikursi kerjanya masing-masing seraya menundukkan pandangannya.


“Pagi semuanya, saya ingin mengumumkan sesuatu. Jadi saya minta kalian semua berdiri dari tempat duduknya masing-masing.” Seru ayah Jacky kepada seluruh karyawan kantornya.


Para karyawan pun bergegas untuk bangkit lalu berdiri dari tempatnya masing masing dengan raut wajah yang berbeda-beda.


“Yak! Okey, langsung saja saya beritahukan kepada kalian semua bahwa hari ini akan ada CO baru diperusahaan saya. Seperti yang kalian duga-duga CO baru kalian adalah orang yang berdiri tepat disebelah saya ini..” Ungkap papa jacky kepada seluruh karyawan.


“Ayo perkenalkan dirimu sekarang.” Lirih ayah jacky kembali seraya menepuk pundak sang anak dengan tatapan yang tetap fokus kedepan.


“Eum, baiklah yah.” Angguk thomas dengan lirih.


“Okey, sebelumnya hai semuanya, salam sehat sejahtera untuk kita semua yang hadir dikantor pada hari ini. Perkenalkan, nama saya adalah Thomas Imanuella Roberto, senang rasanya bisa hadir dikantor ini bersama dengan kalian semua. Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik mulai hari ini..” Ucap thomas hingga seluruh karyawan nya pun terkejut mendengarnya.


“CO baru yang akan memegang kantor ini adalah anak kandung saya sendiri, jadi saya rasa cukup jelas sudah perkenalannya pagi hari ini. Karena saya tidak menerima kritikan dari kalian semua. Terimakasih.” Jelas ayah Jacky saat itu juga.


“Wawww!!! Luar biasaaa.. benar-benar diluar dugaan, sudah tampan, punya jabatan pula! Sungguh sebuah mangsa yang sangat empuk bagiku. Aku harus segera mendapatkan hatinya!” Gumam Siska dengan tatapan menyeringai nya.


“Ekhem! Gue tau lo lagi mikirin apa sis, Ck! Target selanjutnya bukan?!” Tegur felly yang berdiri tak jauh dari Siska.


“Sssstttt, diem aja deh lo. Urusan orang dewasa ini haha..” Sergah Siska seraya mengerjapkan kedua matanya.


“Bangke lo emang! Hati-hati aja deh yaa, sebelum lo mulai aksi lo, cari tahu dulu latar belakangnya! Jangan sampe lo buat malu diri lo sendiri karena udah jadi pelakor di rumah tangga orang! Faham kan?!” Pesan felly kepada Siska.


“Tidak perlu cari latar belakangnya lagi! Lo dengar sendiri bukan? Dia adalah anak tunggal dari Jacky Roberto, Its mean. Dia bukan sembarangan orang, gue harus bisa dapatkan hatinya! Gue gak perduli dia sudah punya kekasih hati sekalipun..” Sahut Siska dengan santainya.


“Hmm, okay. Whatever you Said i always support you! But sometimes hahaha..” Lirih felly yang kemudian menertawakan Siska saat itu juga.


“Cih!” Decih Siska dengan raut wajah yang sulit diartikan.


*Waktu pun terus bergulir, kini thomas dan juga ayah Jacky sudah kembali berada didalam ruangannya.


“Mulai hari ini kamu bisa gunakan ruangan ini sebagai ruangan kerjamu! Ayah akan pergi mengurus perusahaan ayah yang lainnya. Dan ingat pesan ayah selalu, jangan pernah memalukan ayah dengan kelakuanmu!” Pesan ayah Jacky kepada sang anak.


“Baik yah, thomas mengerti. Sekali lagi thomas ucapkan terimakasih banyak kepada ayah..” Angguk thomas dengan sopannya kepada ayah Jacky.


“Ya, sama-sama. Oiya, ayah sudah transfer uang ke rekeningmu untuk hadiah karena hari ini kamu mempunyai pekerjaan baru. Uang itu juga sekaligus untuk jajan Alice.” Sahut ayah Jacky yang menatap thomas.


Thomas pun sontak terbelalak dengan senangnya, “Puji Tuhan, semoga ayah panjang umur dan sehat selalu. Terimakasih sekali lagi yah.” Seru thomas dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


“Hmm.” Dengus ayah Jacky saat itu juga.


__ADS_2