
CIT*
*Setibanya ditempat tujuan, thomas pun memberhentikan kendaraannya tepat diarea parkir cafe santoroni, salah satu cafe yang menjadi tempat favorit bertemunya thomas dan juga Siska.
Braghhh!
Thomas pun turun dari mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam cafe tersebut.
“Arghhh, itu pasti Siska..” Gumam thomas yang saat itu melihat keberadaan Siska yang tengah duduk sendirian menunggunya.
“Ekhem!” Dehem thomas seraya mengulurkan sebuah bunga mawar hidup kepada Siska.
Siska pun sontak menoleh kearah sumber suara tersebut.
Dengan senyuman bahagianya, Siska pun langsung meraih bunga tersebut.
“Makasihhh, kamu sosweet sekali.” Lirih Siska yang saat itu menerbitkan senyumannya hingga deretan giginya pun terlihat dengan jelas.
“Kamu suka? Sorry ya hanya bawa satu tangkai saja, satu tangkai bunga itu sama seperti satu hatiku yang hanya kuberikan untukmu saja.” Pekik thomas hingga wajah siska berubah menjadi merah merona bak kepiting rebus.
“Ck, paling jago gombal kamu itu! Pasti ada maunya..” Sahut siska dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Thomas pun sontak mendudukkan dirinya dihadapan siska, lalu ia pun mengeluarkan satu kertas voucher dari dompetnya.
“Nih.” Singkat thomas yang saat itu memberikan kertas voucher tersebut kepada Siska.
Dengan tatapan menggodanya, Siska pun meraih kertas voucher tersebut dari tangan thomas.
“Hmm, sudah kuduga. Pasti voucher hotel lagi.” Lirih Siska dengan menghembuskan nafasnya secara pelan namun dengan tersenyum penuh arti.
“Bagaimana? Apa kamu siap bertarung denganku?!” Tanya thomas dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Siapa takutttt, bahkan jika kamu minta sekarang pun akan aku sanggupi!” Goda Siska kepada thomas.
Bukan kali pertamanya mereka melakukan hubungan intim, mereka sering melakukan hal tersebut diluar jam kerjanya.
Siska yang berbadan montok itu pun selalu membuat thomas merasakan nafsu jika didekatnya, hasrat ingin bercinta dengan Siska selalu timbul dilubuk hatinya.
“Jangan sekarang, aku masih ada urusan lain setelah ini. Jadi aku tidak bisa berlama-lama bertemu denganmu. Tapi jangan khawatir, besok malam kita akan habiskan waktu bersama sampai pagi buta. Are you ready?!” Pekik thomas dengan tatapan menyeringainya.
“Memangnya ada urusan penting lain selain bersamaku? Ayolah, sayang. Aku masih merindukanmu..” Sahut Siska dengan memanyunkan bibirnya.
“Tapi kali ini benar-benar urgent sayang, aku harus menyelesaikannya dulu. Lagipula kita kan bertemu setiap hari, masa kamu masih merasa kangen sih” Ucap thomas seraya mengelus lembut tangan Siska.
“aku maunya bersamamu terus selama 24jam..” Rayu Siska dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Begitu ya? Apa perlu aku tinggal dirumahmu?!” Sahut thomas yang juga menggoda Siska
“Kenapa kamu tidak menikahiku saja, aku ingin kita hidup bersama selamanya. Aku sudah terlanjur mencintaimu, thomas!” Pekik Siska hingga membuat thomas pun sontak tersedak saat itu juga.
__ADS_1
“Uhukkk!!”
“Kamu kenapa sayang?” Tanya Siska dengan raut wajah paniknya.
“G-gak papa sayang, sepertinya tadi mulutku habis kemasukan lalat.” Dalih thomas seketika.
“Cafe semahal ini masaiya ada lalatnya sih..” Lirih Siska dengan menggarukkan kepalanya yang tak gatal itu.
“Sayang, aku lapar. Bagaimana jika kamu pesankan aku makanan dulu..” Cela thomas yang sengaja mengalihkan pembicaraannya.
“Ahiya sayang, aku sampai lupa memesankan kamu makan. Sebentar ya biar aku panggil pelayannya dulu.” Sergah Siska yang saat itu tangannya pun melambai kesalah satu pelayan cafe tersebut.
“Mbak!!” Panggilnya.
“Iyah, kak. Ada yang bisa saya bantu?!” Tanya salah satu pelayan yang telah menghampiri Siska dan juga thomas.
“Mbak, saya mau pesan spagetti aglio 1, spagetti bolognize nya 1, lalu cappucino frape nya dua ya.” Pekik Siska yang saat itu dicatat oleh pelayan cafe tersebut.
“Baik, apa ada tambahan lainnya kak?!” Tanya sang pelayan kembali.
“Eum, sementara itu saja dulu ya mbak.” Sahut Siska yang saat itu dianggukkan oleh sang pelayan.
“Baik, kalo begitu mohon ditunggu dulu ya kak.” Pekik yang Pelayan yang sontak meninggalkan keduanya saat itu juga.
“Sayang, aku bangga deh sama kamu.” Ucap Siska kepada thomas.
“Bangga kenapa sayang?” Tanya thomas dengan raut wajah datarnya.
“Bisa saja kamu ini, padahal ini semua juga berkat kamu dan yang lainnya. Karena Tanpa kalian, semua ini tidak akan berjalan selancar ini. Right?!” Ujar thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Haha..” Tawa kecil Siska saat itu juga.
“Sayang, aku gak nyangka kita bakalan sedekat ini. Aku kira aku hanya bisa bermimpi saja ingin jadi pasanganmu, ternyata semua ini nyata.” Ujar Siska yang menatap thomas penuh arti.
“Semua yang ada didunia ini tidak ada yang mustahil!” Sahut thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
TING\~
Sebuah notifikasi pun muncul dilayar ponsel milik thomas, hingga membuat thomas pun seketika langsung melihat notifikasi pesan tersebut.
“Thomas! Pergi kemana kamu ini? Apa kamu lupa jika Anakmu sedang dioperasi!! Ayah harap sepenting apapun urusanmu diluar tetap prioritaskan keluarga kecilmu dulu. Apa yang ayah contohkan kepadamu selama ini masih kurang?!” Pesan yang dikirimkan oleh ayah Jacky untuk thomas.
“Hmm.” Dehem thomas seraya menghela nafasnya secara pelan.
“Ada apa sayang?” Tanya Siska yang melihat perubahan wajah thomas saat itu.
“Eum, Enggak apa-apa kok sayang.” Sahut thomas seraya menggelengkan kepalanya secara pelan.
*Hingga waktu pun terus bergulir, keduanya pun telah menghabiskan makanan yang sudah diantarkan oleh pelayan beberapa puluh menit yang lalu.
__ADS_1
“Sayang, Aku tinggal gak papa kan?” Pamit thomas kepada Siska.
“Sekarang banget ya?!” Sahut Siska dengan memanyunkan bibirnya.
“Iyah, aku sudah ditunggu seseorang. Dan Ini uang untuk bayar semua makanan ini. Tolong nanti kamu bayarkan ya.” Sergah thomas yang saat itu memberikan segepok uang kepada Siska.
Mata Siska pun sontak terbelalak ketika melihat segepok uang yang thomas berikan kepadanya.
“Sayang, ini gak salah..” Ucap Siska yang sontak memegang uang tersebut.
“Kenapa? Apa uangnya kurang?” Tanya thomas dengan mengerutkan kedua alisnya.
“Tidak sayang, ini justru terlalu banyak..” Sahut Siska kepada thomas.
“Tidak masalah, sisanya bisa untuk kamu pergi ke salon dan juga shopping..” pekik thomas hingga Siska pun sontak mengecup pipinya saat itu juga.
“CUP!!”
“Besok akan aku beri full Service! Love you,sayang.” Bisik Siska dengan tatapan menggodanya.
Thomas pun tersenyum tipis saat itu juga, “Kutunggu, love you too sayang! Yasudah kalo begitu aku tinggal sekarang yah.” Pamit thomas yang kemudian bangkit dari kursinya dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Siska dicafe tersebut.
“Ck, gue gak nyangka bakalan semudah ini dapetin hati CEO muda dikantor gue sendiri. Kalo begini caranya, tanpa kerja pun gue bisa foya-foya setiap hari.” Gumam Siska yang nampak gembira mendapatkan segepok uang dari thomas.
Sementara thomas sendiri, melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang menuju kembali kerumah sakit.
Bvroommmm\~\~
“Masih ada sisa waktu satu jam setengah lagi.” Gumam thomas sehabis melirik jam tangan yang ia kenakan saat menyetir mobilnya.
TRING\~\~
Suara panggilan masuk pun terdengar begitu nyaring dari ponsel miliknya, hingga membuat thomas pun sontak menerima panggilan masuk tersebut.
“Hmm.” Dehem nya dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Iyah, halo?!” Sapa thomas dalam sambungan telfonnya.
“Halo, thom? Lo dimana? Gue dan yang lainnya sudah sedari tadi dirumah sakit menemani ibel dan juga ayah Jacky.” Sahut revano yang berada dirumah sakit.
“Tunggu saja, gue dalam perjalanan kerumah sakit. Sekitar 10 menit lagi gue sampe disana.” Pekik thomas saat itu juga.
“Oh, Yasudah kalo begitu. Lo hati-hati dijalan yah, gak usah terburu-buru, alice juga belum keluar kok dari ruang operasi..” Sahut revano diseberang sana.
“Hmm, baiklah.” Dehem thomas saat itu juga.
“Yasudah kalo begitu, gue tutup dulu telfonnya ya!” Pamit revano yang saat itu disetujui oleh thomas.
PIP*
__ADS_1
“Huhhh! pasti mereka semua menunggu kehadiran gue.” Gumam thomas yang kembali fokus mengendarai mobilnya.