TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 65


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 00:30 malam hari, diruangan rawat inapnya tersebut. Ibel masih ditemani oleh ketiga temannya yang setia menjaganya dan anaknya.


Ketika ketiga temannya sudah tertidur dengan pulas diarea ruangan tersebut, ibel justru tidak bisa tidur malam itu.


Gadis itu menatap lekat wajah sang anak yang baru beberapa jam yang lalu bisa tenang dan akhirnya tertidur.


“Jika daddymu terus seperti ini, apakah Mommy akan kuat bertahan diposisi ini nak?! Untung saja masih ada teman-teman Mommy yang setia dan perduli terhadap Mommy, jika tidak. Mungkin Mommy sudah gila saat ini nak..” batin ibel dengan pandangan kosongnya.


“Kemana sebenarnya kamu thom, aku fikir kamu telah berubah ternyata ucapan manismu hanya untuk membuatku tenang saja.” Gumam ibel yang tak terasa meneteskan airmatanya saat itu juga.


*Hingga waktu pun terus berlalu, langit yang tadinya gelap berubah menjadi terang kembali seperti hari-hari biasanya..


“Jam berapa ini bel?!” Tanya Ayya yang baru saja terbangun dari tidurnya.


“Jam setengah enam pagi yya, kenapa?!” Sahut ibel yang sedang menyusui sang anak di pangkuannya.


“Wah gilaaa, ini gue beneran tidur disini ya? Padahal sebenernya gue takut banget kalo disuruh tidur di rs, gara-gara si thomas setan tuh! Eh Bay the way belom kesini juga dia bel?!” Seru Ayya yang mulai berkomat-kamit.


Ibel pun hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


“Emang dasar setan laki lo bel sumpah! Gue jadi geregetan banget deh sama manusia satu itu, kalo dia kesini, gue cekek boleh gak sih bel?! Hihhh!!!” Celoteh Ayya dengan raut wajah kesalnya.


“Ada apa sih Yaampun Ayya pagi-pagi kenapa udah berisik aja sih..” Lirih Sarah yang terbangun gara-gara suara Ayya yang begitu menggebu-gebu itu.


“Si thomas belom kesini coba sar! Kan kurang ajar banget manusia satu itu, bikin gue gemes pengen gue cekek abis itu gue lempar ke jurang!!” Pekik Ayya dengan pandangan khayalannya.


“Emang ini udah jam berapa yya?” Tanya Sarah yang mendudukkan dirinya ditepi sofa tempatnya tidur.


“Udah pagi ini Sarah, bangunin tuh cowo lo. Kasihan mana tidur di karpet doang gitu..” Sahut Ayya kepada Sarah.


“Biarin deh, nanti juga dia bangun sendiri kok. Ini serius thomas belom balik kesini bel/yya?!” Tanya Sarah kepada ibel dan juga Ayya.

__ADS_1


“Iya, belum sar..” Sahut ibel dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.


“Kemana anak itu? Kenapa sampai sekarang dia belum juga kesini, apa nomor hpnya sudah kembali aktif?!” Tanya Sarah kembali.


“Gue gak tau sar, gue malas untuk menghubunginya kembali..” Sahut ibel dengan raut wajah pasrahnya.


“Sini bel biar gue aja yang Telfon thomas! Gue udah gak bisa tahan lagi sama kelakuannya itu, bisa-bisanya dia malah gak pulang karena manfaatin adanya gue dan Sarah disini! Otaknya dimana coba?! Anaknya lagi dirumah sakit gini bukannya support istri terus malah gak jelas gini, gue rasa fix dia ini pasti lagi selingkuh!!!” Gerutu Ayya hingga dirinya mendapat tatapan yang sulit diartikan dari kedua sahabatnya tersebut.


“Ayya…” Lirih Sarah yang sontak memberikan kode kepada Ayya agar ia tidak lagi berbicara seperti itu.


“Apa?” Sahut Ayya dengan mendongakkan kepalanya kearah Sarah.


“Hmm, dasar bego.” Dehem Sarah dengan menepuk kepalanya sendiri.


Sementara ibel sendiri hanya bisa terdiam dan merenungi ucapan Ayya tersebut, raganya seakan hilang entah kemana, tubuhnya menjadi lemas dan tak bergairah lagi. Ia menatap kedua mata anaknya yang saat itu sedang ia susui, airmatanya seketika jatuh ke pipi sang anak.


“Tuh kan! Lo liat tuh ibel, mulut lo emang gak bisa dikontrol yya! Udah tau keadaan ibel sedang seperti ini segala ngomong kalo thomas lagi selingkuh pula!pasti langsung jadi fikiran tuh karena ucapan lo tadi..” bisik Sarah yang saat itu telah menghampiri Ayya.


“Kenapa jadi gue yang salah sar? Gue kan bicara sesuai fikiran gue sendiri, belum tentu bener. Harusnya ibel gak usah mikirin, iya kan?!” Ucap Ayya dengan wajah polosnya.


*Hingga beberapa menit kemudian, suara gagang pintu terbuka pun membuat ketiganya langsung menoleh kearah pintu secara bersamaan.


CEKLEK*


Pria yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang, hingga membuat kedua teman ibel itu pun sontak menatap wajah pria tersebut dengan tatapan tajamnya.


Berbeda dengan teman-temannya, ibel justru enggan menatap pria tersebut.


“Darimana aja lo thom? Baru kesini?” Tanya Ayya dengan raut wajah ketusnya kepada thomas.


“Ssttt!” Senggol Sarah kepada Ayya.

__ADS_1


“Gue gak kemana-mana, gue tidur dirumah semalam. Gak bisa tidur nyenyak kalo disini jadi gue tidur dirumah, mumpung ada kalian juga yang bergantian jagain ibel dan Alice. Iya kan?!” Sahut thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Banyak ngeles lo! Si paling memanfaatkan keadaan!” Gerutu Ayya dengan melengoskan wajahnya sendiri.


“Apaan sih? Kenapa jadi lo yang nyebelin gitu. Kalo lo gak ikhlas udah nemenin ibel disini, bilang!! Gak usah mancing emosi gue pagi-pagi gini!” Gertak thomas yang menaikkan rahangnya saat itu.


“Tuh kan! Gue bilang apa yya. Lo diem aja kenapa sih..” bisik Sarah disamping Ayya.


“Gue gak takut, mau dia marah pun tetep gue bakal lawan sar!” Ucap Ayya dengan tatapan tajamnya kearah thomas.


“Lo gak usah sok paling mengerikan disini,thom! Batas orang sabar itu masing-masing. Lo fikir selama ini gue gak tau kelakuan bejad lo dibelakang ibel?! Mau gue bongkar semuanya disini?! Hah?!” Pekik Ayya dengan tatapan tajamnya kepada thomas.


“Satu lagi, sepertinya lo harus tau yang lebih ikhlas dan perduli kepada ibel dan anaknya itu kita-kita ini, bukan lo! Kalo lo sih, gue rasa cuma bisa nyakitin ibel dong. Ckck” imbuh Ayya dengan tawa kecilnya.


Tangan thomas pun terlihat sudah ia kepalkan, pria itu langsung ingin menampar wajah Ayya saat itu juga namun ibel langsung menghadangnya seraya menggendong anaknya.


“Anjjj—-“ pekik thomas dengan tangan yang hampir mendarat di wajah Ayya.


“Stop!!!! Sudah!! Apa-apaan kalian ini, anak saya sedang sakit, tolong jangan beri dia contoh yang tidak baik seperti ini! Lagipula kalian kan tahu ini dirumah sakit, kenapa malah ribut seperti itu sih..” Cela ibel yang mulai bersuara.


“Tampar aja gue gak papa kok, asalkan lo jangan pernah tampar wajah ibel lagi! Terlalu banyak kekerasan yang sudah lo berikan kepada ibel! Gue sayang sama dia, gue gak rela lo terus-terusan nyakitin perasaannnya!!” Seru Ayya yang mendekatkan dirinya kepada thomas yang saat itu ada ibel diantara mereka berdua.


“Lo gak usah sok ikut campur urusan rumah tangga gue deh, gue paling gak suka diginiin! Tau apa lo tentang gue?! Pulang sana lo!”Sahut thomas dengan ketusnya.


“Gak usah lo usir gue pasti pulang dengan sendirinya!” Ketus Ayya yang langsung bergegas mengambil tas dan barang-barangnya lalu pergi dari ruangan tersebut dengan raut wajah kesalnya.


“Ayya….” Panggil ibel yang terlihat sedih melihat kepergian sang sahabat saat itu juga


“Biarin aja dia pergi! Gak usah ditangisin!” Pekik thomas kepada sang istri.


Ibel pun sontak kembali keranjang rawat sang anak, tanpa menatap wajah sang suami yang saat itu ada dihadapannya.

__ADS_1


Sementara Sarah sendiri masih terdiam, ia memilih untuk segera membangunkan Vega saat itu juga.


“Yaampun, kebo banget sih! Banyak suara, tetep aja nyaman tidurnya..” Batin Sarah sebelum membangunkan sang kekasih.


__ADS_2