TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 31


__ADS_3

Tak lama kemudian, suara tangisan bayi pun terdengar begitu lirih didalam ruangan tindakan tersebut.


“Eh lu denger gak itu?!” Ucap Revano yang mendekatkan telinga nya ke pintu ruangan tindakan tersebut.


“Iyah-Iyah gue denger sedikit, udah lahirrr anak thomasss yaa?!” Sergah Alex dengan menganggukkan kepalanya saat itu juga.


“Mana kok gue gak denger apa-apa sih..” Timpal Vega yang saat itu ikut mendekatkan telinga nya ke pintu ruangan tersebut.


“Emang lirih banget suara tangisannya, tapi gue denger anjir..” Pekik revano kepada kedua temannya.


“Sudah terdengar suara tangisan bayi kah?!” Tanya ayah Jacky kepada ketiga teman thomas saat itu.


“Sudah om, meski suaranya terdengar begitu lirih.” Sahut Alex yang menganggukkan kepalanya.


“Puji Tuhan cucuku sudah lahir..” Lirih mama rina yang mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


*Tak selang lama dari itu, thomas pun keluar dari ruangan tersebut.


“Thom, gimana? Apa anakmu sudah lahir?Bagaimana keadaannya?!” Tanya Ayah jacky ketika thomas baru saja keluar dari ruangan tersebut.


“Bagaimana juga dengan ibel, thom?!” Timpal mama rina yang sekilas melirik kearah ayah jacky dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Keadaan ibel dan juga bayinya baik-baik saja. Tapi tetap saja kami tidak boleh pulang begitu saja karena bayi kami masih harus melakukan pemeriksaan yang intensif..” Jawab thomas saat itu juga.


“Semoga saja diagnosa dokter tempo lalu salah, ayah berharap cucu ayah bisa sehat dan normal seperti anak anak yang lainnya.” Pekik Ayah jacky yang dianggukkan thomas saat itu juga.


“Apakah mama bisa melihat keadaan ibel dan juga bayinya sekarang, thom?!” Sergah mama rina kepada thomas.


“Kita tunggu ibel dipindahkan keruangan pribadi nya dulu ya mah, didalam sedang mempersiapkan kepindahan ibel.” Sahut thomas saat itu juga.


“Hmm, baiklah. Mama sudah tidak sabar ingin melihat kondisi ibel dan juga cucu mama sekarang.” Pekik mama rina dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Tunggu saja dulu ya mah.” Pinta thomas yang saat itu dianggukkan oleh mama rina.


“Thom, anak lu cewe apa cowo?!” Tanya Revano kepada thomas.


“Anak gue cewe bro..” Sahut thomas dengan santainya.


“Wuihhh, selamat yaaa brother!! Gue gak nyangka sekarang lo udah resmi menyandang status sebagai papa mudaaa!” Sorak Alex yang disetujui oleh kedua temannya.


“Gilaaa, selamat thom!! God bless you! Gue yakin banget nih, pasti anak lo mukanya mirip banget sama lo..” Timpal Revano saat itu juga.


“Thom, selamat ya! Selamat karena telah menyandang gelar baru di tahun ini, Ck” Ucap vega dengan menepuk pundak thomas.

__ADS_1


“Ck, thanks yah!” Decih thomas dengan menganggukkan kepalanya saat itu juga.


“Keluarga atas nama pasien Alisha ibel?!” Panggil salah satu perawat yang berdiri diambang pintu ruangan tindakan.


“Yaaa, saya suss!!” Sahut thomas dengan mengangkat satu tangannya keatas.


“Pak, ibu Alisha ibel sudah dipindahkan ke kamar mawar e10 vvip yaa. Dan ini ada berkas yang harus diisi lagi pak, nanti jika sudah selesai diisi harap langsung diberikan kepada saya lagi atau perawat penjaga yang lainnya.” Ucap sang perawat kepada thomas.


“Baik, saya mengerti. Terimakasih sebelumnya sus” angguk thomas saat itu juga seraya meraih berkas berkas yang diberikan oleh perawat tersebut.


“Mama silahkan jika ingin menemani ibel dulu, ibel sudah dipindahkan ke kamar mawar e10 vvip.” Pekik thomas yang sontak menatap mama mertuanya.


“Oh, begitu. Baiklah, kalo gitu mama akan kesana sekarang..” Sahut mama rina yang langsung bergegas melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana anaknya berada.


Sementara Ayah Jacky dan juga ketiga teman thomas memilih untuk menemani thomas terlebih dulu ditempat tersebut.


CEKLEKKK*


“Bellll..” Panggil mama rina yang baru saja masuk kekamar ruang inap dimana ibel berada.


“Ma-mahhhh..” Lirih ibel dengan raut wajah piasnya.


“Nak, sayangg. Gimana keadaan mu sekarang? Everything’s Okey?! Mama sangat khawatir dengan keadaan mu nak, tapi ternyata kamu hebat! Kamu kuat sayang, kamu berhasil melahirkan anak pertamamu dengan normal dan secepat itu.” Tanya mama rina yang saat itu tangannya membelai lembut wajah sang putri yang terlihat masih lemah setelah melahirkan.


“Anakmu sungguh cantik nak, boleh mama menggendongnya?!” Puji mama rina ketika melihat bayi berkulit merah yang terbaring dengan tenang disamping ibel.


“Boleh kok mah, silahkan saja kalo mama mau gendong. Ini kan cucu mama juga, tapi jika ingin menggendongnya harus extra hati-hati ya mah..” Pesan ibel kepada mama rina.


“Iyah, sayang.” Angguk mama rina yang saat itu mengambil sang bayi dengan perlahan dan segera menimangnya dengan raut wajah bahagianya.


*Tak lama kemudian, seorang dokter pun datang bersama dengan satu perawat yang menemaninya.


“Permisi, ibu ibel yah?!” Sapa sang dokter dengan ramahnya.


“Eum, Iyah dok betul.” Sahut ibel dengan menganggukkan kepalanya.


“Boleh saya lihat kondisi bayinya buk?!” Izin sang dokter seketika.


“Oh, boleh dok boleh. Silahkan, maaf ini bayinya sedang saya gendong dok.” Sergah mama rina yang mendekatkan bayi yang ia gendong kepada sang dokter.


“Gak papa bu, digendong saja. Saya hanya ingin melihat kondisinya saja.” Sahut sang dokter dengan memegang kepala bayi tersebut dengan sopannya.


“Ini kemarin terdiagnosa hedrocifalus ya bu anaknya?! Kalo saya lihat dari ukuran kepala anaknya sih masih normal saja yah, tidak sebesar pasien hedrocifalus pada umumnya.” Ungkap sang dokter kepada ibel.

__ADS_1


“Berarti masih ada kemungkinan dan harapan jika cucu saya ini normal kan dok?!” Tanya mama rina kepada sang dokter.


“Untuk mengetahui lebih lanjutnya, kita akan melakukan pemeriksaan lebih detail ya ibu. Kalo dilihat dari hasil usg kemarin kan memang terlihat adanya cairan berlebih di kepalanya. Dan lagi ini ada catatan bahwa si Dede lahir dengan detak jantung yang lemah, besar kemungkinan bisa jadi ada kelainan jantung juga.” Jelas sang dokter.


“Apakah jika benar bayi saya seperti itu, dia akan bisa sembuh normal seperti anak anak yang lainnya dok?!” Tanya ibel dengan raut wajah yang nampak sedih yang tak bisa ia tutupi lagi.


“Bisa bu, inshaallah. Biasanya akan dilakukan operasi pemasangan selang ditubuh anak ibuk. Ibu banyak berdoa saja kepada Tuhan, karena sebaik baiknya obat itu adalah mukjizat dari Tuhan. Saya ini hanya perantara saja, selebihnya tuhann yang mengatur semuanya. Benar begitu bukan?!” Jelas sang dokter dengan lembutnya.


“Benar itu dok, yang penting kita terus memohon saja kepada Tuhan kan dok?! Siapa tahu Tuhan hilangkan penyakit ditubuh dede bayi ini..” Sahut mama rina yang menyetujui ucapan sang dokter tersebut.


“Iyah ibu, benar sekali. Yasudah kalo begitu nanti ditunggu pemeriksaan selanjutnya ya bu ya, nanti akan ada arahan dari suster yang datang kesini.” Ucap sang dokter dengan menyunggingkan senyumannya.


“Baik, dok. Terimakasih banyak ya..” Sahut mama rina saat itu juga.


Setelah dokter meninggalkan ruangan tersebut, thomas beserta ayah dan juga teman temannya pun masuk kedalam ruang rawat inap tersebut.


“Tantee, boleh liat Dede bayinya gak?” Tanya Revano yang saat itu mendekatkan dirinya kepada mama rina yang sedang menggendong cucunya tersebut.


“Boleh, nih lihat saja.” Sahut mama rina dengan memperlihatkan sang bayi kepada revano.


“Astagaaaa! Beneran wajahnya mirip banget thomas dongg weh! Coba sini kalian lihat! Ini benar benar poto copy annya thomas banget gak sih..” Celoteh revano dengan membulatkan matanya lebar ketika melihat wajah anak thomas.


Kedua temannya pun ikut mendekat dan melihat wajah bayi yang baru lahir tersebut. Mereka pun mengakui bahwa wajah bayi itu memang sangatlah mirip dengan thomas.


“Ya namanya juga anak gue, ya pasti mirip gue lah! Kecuali itu anak lo pada baru lo harus heran kalo misalkan mirip gue nantinya!” Ceplos thomas saat itu juga.


“Dih, jangan sampe gue mah! Amit amit jangan sampe mirip lo thom! Bener dah..” Sahut revano hingga membuat thomas pun menatapnya dengan datar.


“Kenapa lo segala ngucap amit-amit? Emangnya gue se menjijikkan itu?!” Tanya thomas dengan sinisnya.


“Haha, enggaklah thom! Gue mah bercanda kali. Serius amat lo jadi orang..” Ringis revano dengan memperlihatkan seluruh giginya saat itu.


“Bay the way, lo udah punya nama belom buat anak lo thom?!” Tanya Vega kepada thomas.


Semua orang yang ada diruangan tersebut pun turut memperhatikan thomas,


“Eum, sudah.” Angguk thomas saat itu juga.


“Siapa namanya?!” Tanya Alex dengan penasaran.


“Namanya adalah Alice Graciella Roberto.” Jawab thomas hingga saat itu ibel pun sontak menerbitkan senyuman tipisnya.


“Wuihhhhh, cakepppp bener namanya!!” Sorak revano.

__ADS_1


“Ayah setuju, Sebuah nama yang indah untuk cucu ayah yang cantik itu..” Timpal ayah Jacky yang saat itu menganggukkan kepalanya.


__ADS_2