
*Keesokan Harinya*
Dikediaman rumah Alisha ibel dan juga thomas Imanuella Roberto\~
“Thom, Hari ini jamberapa mbak Susi datang kerumah?!” Tanya ibel kepada suaminya yang tengah bersiap-siap berangkat kekantor pagi itu.
“Sepertinya dia akan datang siang hari ini, tapi aku tidak tahu tepat jam berapa dia akan datang kesini.” Sahut thomas yang masih merapikan kemejanya.
“Mau kupakai kan tidak dasimu?” Tanya ibel kepada sang suami.
“Tidak perlu, aku bisa sendiri. Kamu urusi saja Alice itu sepertinya dia buang air besar..” Tolak thomas seketika.
Ibel pun sontak mengendus hidungnya dengan pelan, “Wahhh, Adek pup ya? Kok bisa sih Mommy gak sadar..” Celotehnya kepada sang anak.
“Kok kamu tau kalo Alice pup? Tanya ibel kepada sang suami.
“Tau lah, aku sudah mencium aroma tidak enak ini sejak tadi..” Ungkap thomas dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Hmm, oh iya. Soal operasi Alice bagaimana?!” Dehem ibel seraya menanyakan sesuatu kepada sang suami.
“Bicara kan nanti saja sepulang aku kerja, biar aku beritahukan hal ini dulu dengan ayah..” Ujar thomas yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Apapun itu semoga yang terbaik untuk Alice, ingat pesan dokter, jangan memberikan keputusan terlalu lama ya..” Sahut ibel dengan seriusnya.
“Iyah, aku pun tahu itu! Yasudah aku berangkat dulu, perjalanan macet jika aku berangkat terlalu mepet.” Pamit thomas seketika.
“Sarapannya?” Singkat ibel dengan memutarkan bola matanya keatas.
“Eum, nasi atau sandwich?!” Tanya thomas kepada sang istri.
“Sandwich and milk.” Sahut ibel dengan raut wajah datarnya.
“Yasudah biar aku makan dulu..” Pekik thomas yang saat itu melangkahkan kakinya keluar kamarnya.
Sementara ibel pun mengganti popok sang anak lebih dulu sebelum akhirnya mereka berdua menemui thomas yang sedang sarapan di meja makannya.
“Sayang Mommy, ganti popok dulu ya nak yaa..” Celoteh ibel kepada sang anak.
Setelah beberapa menit kemudian, setelah sudah mengganti popok sang anak, ibel pun sontak menggendong Alice dan membawanya keluar kamarnya menghampiri thomas yang masih meneguk segelas susunya.
“Sudah selesai sarapannya?” Tanya ibel saat menghampiri sang suami.
“Sudah, aku pamit sekarang yah. Cupp!” Sahut thomas yang sontak berdiri lalu mengecup kening sang istri.
“Hati-hati ya daddy..” Celoteh ibel yang memperagakan tangan Alice untuk melambaikan tangannya kepada thomas.
“Cupp! Daddy berangkat dulu ya nak..” Thomas pun beralih mencium pipi sang anak saat itu juga.
Lalu kemudian ia pun bergegas melangkahkan kakinya keluar rumah menuju mobilnya yang sudah terparkir di pekarangan rumahnya.
Brughhhhh!!
Thomas pun segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukan kendaraannya meninggalkan pekarangan rumahnya tersebut.
PIP*
__ADS_1
Tak lupa ia pun membunyikan klakson mobilnya ketika melewati Security rumahnya.
“Berangkat dulu pak Joko..” Sapa thomas kepada sang Security.
“Monggo pak, hati-hati dijalan..” Sahut pak Joko dengan memberikan rasa hormat dan sopannya.
Bvrooommmmmm\~\~
“Udah keliatan ganteng belom gue ya, Ck” Gumamnya seraya menatap kaca mobilnya.
TRING\~\~
Ponselnya pun berbunyi, membuat thomas pun seketika merogoh ponselnya yang berada dalam saku celananya.
“Siapa sih, pagi-pagi udah nelfonin!” Gumamnya.
“Alex? Ngapain lagi tuh bocah..” Imbuhnya ketika melihat panggilan masuk yang ada dilayar ponselnya.
Thomas pun menerima panggilan masuk tersebut.
“Halooo..” Sapa thomas dalam sambungan telfonnya.
“Haloo, thom. Lo apa kabar? Lo udah lupa sama gue dan yang lainnya?!” Tanya Alex diseberang sana.
“Ck, yang lupa itu kalian semua! Bukan gue..” Ketus thomas seketika.
“Yaelah, thom. Lo kaya anak kemaren sore aja sih! Gak usah baper gitu lah, yang berlalu Yaudah.. lagian kita udah berteman lama, cuma gara-gara dinasehatin dikit aja lo jadi kayak gini..” Ungkap Alex kepada thomas.
“Lo bertiga harus inget, gue paling gak suka menerima nasihat orang lain! Ini hidup gue, suka-suka gue lah mau berbuat apa.. faham!” Gertak thomas dalam sambungan telfonnya tersebut.
“Entahlah, kecuali lo bertiga minta maaf sama gue..” Lirih thomas dengan menaikkan kedua bahunya.
“Ya Tuhan Yesus..” Gumam Alex saat itu juga.
PIP*
Thomas pun sontak memutuskan sambungan telfonnya secara sepihak.
“Ck, gak penting!” Gumamnya seraya melemparkan ponselnya ke bangku samping kemudinya.
Ia pun kembali fokus menyetir saat itu juga menuju kantornya.
Hingga setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, akhirnya thomas pun tiba dilobi kantornya tersebut.
Para karyawan yang sudah mengetahui jabatannya pun menundukkan pandangannya terhadap CO muda tersebut, namun ada juga yang malah cari-cari perhatian kepadanya..
“Selamat pagi pak thomas..” Sapa Security kantor tersebut kepada thomas.
“Pagi” Singkat thomas seraya menganggukkan kepalanya.
“Pagi pak thomas, tampan sekali sih Yaampun pak..” Tegur salah satu karyawan kantor tersebut yang berpapasan dengan thomas.
Thomas pun semakin diambang rasa bangganya kepada dirinya sendiri, ia merasa dirinya sudah jauh naik level saat ini.
“Pak…..” Panggil seseorang yang berlarian dibelakang thomas.
__ADS_1
Thomas pun menoleh kearah sumber suara tersebut, ia mengerutkan kedua keningnya saat itu juga.
“Ada apa ya?!” Tanya thomas kepada wanita muda yang tengah mengatur nafasnya dihadapan thomas tersebut.
“Maaf, pak. Sebelumnya, pak Jacky berpesan kepada saya jika pak thomas sudah berangkat disuruh langsung ke ruangannya terlebih dulu.” Ungkap felly dengan nafas yang tidak beraturan.
“Loh, memangnya ayah ada dikantor ini? Eum, sorry maksud saya pak Jacky disini?!” Tanya thomas dengan menaikkan kedua alisnya.
“Pak Jacky sudah ada diruangannya pak, beliau sudah berangkat sejak pukul 6 pagi tadi..” Sahut felly dengan sopannya.
“Wow, luar biasa rajin sekali pak Jacky yaaa. Oke baiklah, terimakasih infonya yah felly. Saya akan keruangan pak Jacky sekarang juga..” Celoteh thomas yang kemudian meninggalkan felly yang masih berdiri saat itu.
Thomas pun bergegas melangkahkan kakinya menuju ruangan sang ayah.
“Ayah niat banget kerja kayaknya, seharusnya seorang CO itu gak perlu seperti ini. Masa jam 6 sudah dikantor.. ayah-ayah!” Gumam thomas dengan menggelengkan kepalanya.
CEKLEK*
“Pagi yah..” Sapa thomas kepada ayah Jacky.
“Pagi, thom. Baru sampai sini kamu?!” Sahut ayah Jacky seraya bertanya kepada thomas.
“Eum, Iyah..” Singkat thomas dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.
“Ayah belum bisa meninggalkan kantor ini begitu saja, jadi ayah akan kontrol setiap hari kesini..” Ungkap ayah jacky tanpa basa-basi.
“Hmm, begitu ya? Apa karena ayah belum percaya sepenuhnya kepadaku?!” Tanya thomas dengan nada lirihnya.
“Bukan seperti itu, ayah sudah berikan perusahaan ini kepadamu artinya ayah sudah percaya kepadamu. Tapi kan kamu baru pertama kali bekerja disini, jadi ayah fikir kamu masih butuh bimbingan ayah..” Pekik ayah Jacky dengan menatap sang anak penuh arti.
“Hmm, baiklah yah. Thomas mengerti sekarang, thomas akan ikuti semua kemauan ayah..” Angguk thomas seraya menghembuskan nafasnya secara pelan.
“Eum, yah. Ada yang ingin aku sampaikan ke ayah..” Lirih thomas kemudian.
“Apa?” Tanya ayah Jacky dengan mendongakkan kepalanya.
“Alice semalam habis kontrol kerumah sakit, dan dokter bilang bahwa kondisinya saat ini termasuk bahaya jika tidak ditangani penyakitnya. Dokter menawarkan agar Alice secepatnya dioperasi untuk dipasangkan selang ditubuhnya supaya otaknya bisa berkembang yah..” Ungkap thomas dengan seriusnya.
“Lalu, bagaimana keputusan kamu dan ibel?” Tanya ayah Jacky seketika.
“Kami belum memutuskan apapun yah, bagaimana ayah? Apakah setuju jika Alice operasi pemasangan selang ditubuhnya?!” Sahut thomas kepada ayah Jacky
“Pemasangan selang? Apa resikonya untuk Alice??” Tanya ayah Jacky kembali.
“Ya namanya barang asing masuk kedalam tubuh pasti ada resikonya yah, tapi kata dokter lebih banyak manfaatnya untuk Alice daripada resikonya.” Jelas thomas saat itu juga.
“Kasihan Alice, bayi sekecil itu sudah merasakan sakitnya operasi..” Lirih ayah Jacky dengan pandangan kosongnya.
“Dokter menyarankan supaya tidak mengambil keputusan terlalu lama yah, supaya otaknya Alice bisa berkembang meskipun tidak sesempurna anak yang lainnya..” Pekik thomas kembali.
“Kalo begitu, Yasudah ayah setuju saja apapun tindakan yang membuat Alice lebih baik lagi..” Sahut ayah Jacky seketika.
“Ayah yakin?” Tanya thomas dengan tatapan yang sulit diartikan.
Ayah Jacky pun dengan mantab nya menganggukkan kepalanya tanpa berfikir panjang lagi..
__ADS_1