
Didalam kantornya, Thomas bersama dengan marco tengah sibuk mempersiapkan materi yang akan dibawa untuk meeting siang itu.
“Gimana, thom? Apakah sudah siap?” Tanya marco kepada thomas yang masih mempelajari sebuah berkas dihadapannya.
“Tunggu sebentar lagi..” Sahut thomas dengan lirih seraya fokus kepada berkas-berkasnya.
“Okey, kira-kira ada yang susah gak buat dimengerti?!” Tanya marco kembali.
“Eum, sepertinya tidak. Marco, Apakah klien kita hari ini termasuk investor terbesar perusahaan ini?!” Pekik thomas dengan menatap kearah marco.
“Benar sekali thom, klien kita hari ini adalah salah satu investor besar diperusahaan ini. Makanya kita benar-benar harus menguasai meeting hari ini, supaya projek ini berjalan dengan lancar dan semestinya..” Jawab marco dengan lugas namun tegas.
“Baiklah, siapa saja yang akan ikut meeting bersama kita?!” Pekik thomas seraya menganggukkan kepalanya secara pelan.
“Biasanya ada tiga karyawan senior yang biasa ikut meeting, thom.” Sahut marco kepada thomas.
“Siapa saja? Bawa kemari, Karena saya harus pastikan mereka semua perlu sependapat dengan saya..” perintah thomas yang saat itu dianggukkan oleh marco.
“Okeh, bos!” Sergah marco dengan memberikan rasa hormatnya kepada thomas.
Marco pun bergegas pergi meninggalkan thomas didalam ruangan tersebut,
TING\~
Tiba-tiba saja satu notifikasi muncul dilayar ponsel milik thomas, hingga membuat thomas pun sontak meraih ponsel yang berada disamping berkas-berkas yang ada dimejanya tersebut.
“Vega?” Gumam thomas dengan mengerutkan kedua alisnya ketika melihat satu pesan masuk dari Vega, sahabatnya.
From: Vega
To: Me
“Thom, nanti malam datang ke party gue ya. as you know, hari ini adalah hari ulang tahun gue. Dan gue mau lo hadir, gue tunggu kedatangan lo di Vioclub beach cafe di jl.Rengganis.” Pesan Vega pada thomas.
“Hmmm.” Dehem thomas yang langsung meletakkan ponselnya kembali keatas meja.
__ADS_1
*CEKLEK*
“Permisi, pak..” Sapa marco dengan sopannya dengan membawa ketiga karyawan yang ia maksud.
Thomas pun meneguk saliva nya dengan cepat ketika salah satu karyawan tersebut adalah wanita yang kemarin bertemu dengannya saat diruangan ayahnya.
“Pak thomas, mereka ini yang akan ikut meeting bersama kita. Yang ini namanya dito, sebelahnya felly lalu sebelahnya lagi Siska..” Jelas marco kepada thomas.
“Oh, namanya Siska..” Batin thomas yang terus mencuri pandang kepada Siska.
“Pak thomas ini ingin berbicara kepada kalian semua, bahwa untuk meeting siang ini wajib sependapat dengannya. Benar begitu bukan pak?!” Ungkap marco kepada ketiga karyawannya yang lalu beralih menatap thomas.
“Ekhm, e-Iyah benar.” Sahut thomas dengan menganggukkan kepalanya secara menggebu-gebu.
“Tetap sesuai berkas-berkas yang ada kan pak?!” Tanya dito kepada thomas.
“Eum, ada yang sesuai prosedur yang ada dan ada juga yang sesuai kemauan saya. Berhubung klien kita hari ini termasuk investor besar diperusahaan ini maka kita buat projek kali ini lebih dahsyat dari biasanya. Saya yakin, jika tender kali ini menang maka untuk projek projek selanjutnya kita akan lebih gila-gilaan lagi.” Jelas thomas saat itu juga.
“Bapak yakin? Eum, bukan apa.. soalnya pak Jacky selalu bilang kalo projek harus dijalankan sesuai prosedur yang sudah ditentukan oleh perusahaan.” Tanya dito dengan ragu-ragu.
“Untuk semuanya, saya beri tahu pada kalian! Bahwa saya tidak menyukai kritikan, saran, apalagi tolakan! Jadi, kalian semua sebagai karyawan senior disini harus faham soal itu!” Imbuhnya kembali yang langsung dianggukkan oleh ketiga karyawan tersebut.
“Kalian dengar apa yang saya sampaikan tadi?!” Gertak thomas kembali hingga ketiga nya sontak menyahut dengan gagap.
“Baik, pak. Baik..” Sahut ketiganya secara bersamaan.
“Bagus kalo begitu kita mulai obrolan gila kita sekarang, jadi saya mau nanti kalian—“ Thomas pun mulai menjelaskan beberapa ide gagasannya untuk meeting siang itu.
“Baik, pak kami mengerti..” Angguk felly saat itu juga.
“Bagus, kalo kalian mengerti. Yasudah kalian boleh kembali ke meja kerja kalian masing-masing. Sampai bertemu diruang meeting nanti siang..” Pekik thomas kepada ketiganya.
“Ide yang sangat berani..” Lirih marco kepada thomas.
“Jangan kau bocorkan hal ini kepada ayahku marco! Aku tidak mau planning gila ku ini sampai terdengar ke telinga ayahku. Biarkan saja ini berjalan sesuai rencanaku, lalu jika tender kita menang. Aku janji gaji kalian berempat akan ku naikkan bulan ini 2kali lipat..” ancam thomas kepada marco.
__ADS_1
“Tenang saja, semuanya akan aman ditanganku.” Sahut marco dengan menganggukkan kepalanya secara pelan.
“Bagus!” Lirih thomas yang tersenyum menyeringai.
Sementara ketiga karyawan yang sudah keluar dari ruangan thomas tersebut, saling berdialog satu sama lain.
“Jujur, gue takut banget kalo sampe rencana pak thomas ini gagal. Bisa-bisa kita semua kena amukan pak Jacky karena udah lancang mengubah aturannya.” Ungkap dito kepada kedua temannya.
“Ya mau gimana lagi dito, lo kan tau sendiri tadi pak thomas bilang apa! Dia gak suka dikritik apalagi nerima penolakan. Hmm. Daripada karier kita berakhir disini ya lebih baik kita ikuti saja kemauan dia kan..” Sahut felly dengan menghela nafasnya secara pelan.
“Kalian ngeributin apa sih?! Let it flow, santai. Lagipula yang ngatur dan ngubah aturan ini juga kan anak kandung pak Jacky sendiri. Tinggal ikuti saja kemauannya, siapa tau dengan adanya aturan baru ini gaji kita semua juga naik. Karena yang gue lihat, pak thomas ini sosok yang royal..” Cela Siska yang tersenyum menyeringai.
“Ahiya, bener juga yang dibilang Siska. Tapi dia termasuk bos yang kolot gak sih gais? Masa masih muda gak mau nerima kritikan orang, ya gue tau dia bos tapi kan dia newbie banget disini, paling gak kan kita sebagai karyawan lama lebih tau gimana perusahaan ini berkembang.” Pekik felly saat itu juga.
“Pikiran gue juga sama fell, bos baru kita ini antara kolot sama royal. Jadi Yaudah lah kita ikuti saja cara mainnya..” Sahut dito kepada felly.
“Menurut kalian, gue bisa gak dapetin pak thomas?!” Cela Siska yang berjalan dengan pandangan kosongnya.
Kedua temannya pun saling melemparkan pandangannya satu sama lain,
“Halu apalagi nih bocah fell..” Gerutu dito kepada felly.
“Biasalah too, bau-bau uang mengalir yang di hidup oleh Siska..” Sahut felly dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Selain uang, dia juga tampan dan muda. Lo semua tau kan, gue biasa dapetin lakilaki berumur semua. Nah kali ini gue bakalan coba dapetin pak thomas..” Ungkap Siska dengan rasa percaya dirinya.
“Jangan gila lo Siska! Gue gak yakin pak thomas belum punya pacar, secara dia tampan dan mapan..” Ketus dito saat itu juga.
“Yang udah beristri aja bisa gue dapetin To, apalagi cuma pacar?! Haha yang bener aja lo..” Celoteh Siska yang saat itu tertawa kecil.
“Cih, dasar si paling punya ambisi buat dapetin sesuatu yang diinginkan..” Decih dito dengan memalingkan wajahnya saat itu juga.
“Pelan pelan mbak Siska, ckck” Ledek felly hingga membuat ketiganya pun tertawa kecil secara bersamaan.
“Gue yakin banget bisa ambil hati thomas, dari tatapannya ke gue aja udah beda. Gue bakalan buat dia klepek klepek dengan pesona kecantikan dan juga kemolekan tubuh gue ini.” Batin Siska dengan raut wajah menyeringainya.
__ADS_1