TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 75


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, ibel pun mulai terbiasa menjalani kehidupan sehari-harinya hanya dengan sang anak. Kala itu tepat di hari ulang tahun anaknya yang ke satu tahun, ibel merayakannya bersama mama rina dan juga pembantunya saja.


Satu ruangan didekorasi semenarik mungkin olehnya, meski tidak mengundang siapapun namun moment tersebut akan ibel abadikan didalam potret kameranya.


Kue ulang tahun yang sengaja ia buat sendiri pun tampil begitu menarik untuk dipandang, tak hanya itu rupanya mama rina pun membuatkan sebuah tumpeng nasi kuning untuk sang cucu dihari spesialnya itu.


Anak pertama dari pasangan Alisha ibel dan juga thomas Imanuella Roberto itu nampak begitu lucu dengan menggunakan gaun berwarna pink beserta bando bunga yang berwarna senada hingga membuatnya semakin terlihat menggemaskan.


“Wahhhh cucu grandmaa cantik sekali pakai gaun ini, siapa sih yang belikan?” Celoteh mama rina kepada sang cucu yang duduk manis dikursi khusus untuknya.


“Yang belikan Mommy dongg, siapa lagi hehe..” Sahut ibel dengan tawa kecilnya.


“Nona Alice sayang, kesayangan mbak Susi.. ini kado untuk kamu ya nak, semoga menjadi anak yang berbakti,berguna dan juga bermanfaat dimasa depan. Aamiin” Seru sang pembantu seraya memberikan sebuah bingkisan kado untuk Alice.


“Wahhh terimakasih banyak mba Susi, sampai repot-repot memberikan kado Alice hehe..” Sahut ibel yang menerima bingkisan kado tersebut.


“Yasudah yuk segera dimulai saja acara potong kue dan tiup lilinnya..” Ajak mama rina yang berada disamping sang cucu.


“Yuk.” Angguk ibel yang menyunggingkan senyuman bahagianya.


“Happy birthday To you\~\~”


Para orang tua itu pun menyanyikan lagu ulang tahun untuk Alice yang nampaknya belum mengerti apa arti dari semua itu.


Setelah selesai menyanyikan lagu ulang tahun, ibel pun melanjutkan untuk meniup lilin dan berdoa saat itu juga, air matanya pun menetes ketika doa mulai ia panjatkan, banyak harapan yang terlintas dikepalanya saat dirinya menatap lekat wajah sang anak yang polos itu.


“Nak, Mommy tidak tahu harus bahagia atau sedih dihari ulang tahunmu ini. Maafkan Mommy tidak bisa memberikan kebahagiaan penuh pada hari ini. Sudah berbulan-bulan lamanya daddy mu melupakan kita berdua, hingga saat kamu berulang tahun pun dia tidak hadir disini. Mommy akan terus berdoa supaya kebaikan selalu menyertaimu nak. Dan semoga akan ada masa depan yang lebih indah untuk kita berdua.” Batin ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.


“HUHHHH!!!” Ibel pun mengajarkan sang anak untuk meniup lilin saat itu juga.


“Yeayyyyy!!!!” Para orang tua pun bersorak gembira ketika lilin sudah padam.


“Ini kado dari grandma untuk cucu kesayangan grandma ya, semoga bermanfaat untuk kamu sayang. Jadi anak yang kuat, yang baik, dan yang membanggakan nantinya untuk mamamu. Cup!” Ucap mama rina yang memberikan sebuah bingkisan kado besar untuk sang cucu seraya mengecupnya.


“Wahhhh terimakasih banyak grandma kadonya..” Sahut ibel yang berpura-pura menjadi Alice.

__ADS_1


“Sama-sama sayang..” Singkat mama rina seraya mengelus lembut pipi sang cucu dengan gemas.


“Mbak Susi itu tolong balon yang ada disebelah kiri di benerin dong, aku mau foto Alice biar hasilnya bagus maksimal hehe..” perintah ibel yang saat itu dianggukkan oleh sang pembantu.


CEKREKKK*


Setelah beberapa kali memotret sang anak, ibel pun langsung mengunggah hasil jepretan terbaiknya ke akun sosial media milik sang anak yang ia buat sejak beberapa hari yang lalu.


“Ihh gemoy banget sih anak Mommy, lucukkk.” Gumamnya saat menatap layar ponselnya.


“Coba mama lihat foto-fotonya,bel.” Pekik mama rina seketika.


“Nih, lucu banget kan mah.” Sahut ibel seraya menunjukkan hasil jepretan foto diponselnya.


“Yaampun, cantik banget cucu grandma. Nanti kirimkan semua foto-fotonya ke WhatsApp mama ya,bel.” Seru mama rina yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


“Okey siap!” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya.


KLIK*


“Aku dan keseruan ulang tahunku yang pertama kalinya, terimakasih Mommy telah membuat hari ini begitu spesial.” Caption dalam foto-foto Alice yang baru saja ibel unggah.


Tak lama kemudian, suara bel rumah pun berbunyi. Ibel langsung meminta sang pembantu untuk segera membukakan pintu rumahnya tersebut.


“Siapa,bel?!” Tanya mama rina kepada ibel.


“Gak tau mah, lagi pula gak ada satupun orang yang tahu akan acara hari ini.” Sahut ibel dengan wajah datarnya.


“Mba Susi, tolong bukakan saja pintunya ya.” Imbuh ibel kepada sang pembantu.


“Baik,non.” Sahut sang pembantu yang dengan sigapnya langsung melangkahkan kakinya untuk membuka pintu rumah tersebut.


CEKLEK*


“Wah, tuan/nyonya. Silahkan masuk..” Sapa Susi kepada sepasang suami istri yang berdiri tepat dihadapannya.

__ADS_1


“Hm, dimana ibel dan cucuku bi?!” Tanya mama dina tanpa basa-basi.


“Eum, nona ibel dan Dede Alice ada diruang tengah nyonya. Mereka sedang merayakan hari ulang tahun dede Alice yang pertama.” Jawab sang pembantu dengan sopan.


Mereka berdua pun langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut menuju ke area ruang tengah untuk mencari keberadaan ibel dan juga Alice.


“Loh, ada mama rina juga rupanya disini..” Sapa mama dina saat melihat mama rina ada disana.


Mama rina pun sontak tersenyum kearahnya, keduanya saling bercipika cipiki saat itu.


“Wah ini siapa ya? Kok gemes banget? Pasti cucu oma yaaa ini, oma kesini karena opa mu bilang hari ini hari ulang tahun mu sayang, makanya kami berdua kesini untuk memberikan kado yang spesial.” Celoteh mama dina yang saat itu berada tepat dihadapan sang cucu.


“Bel, thomas kemana? Kenapa lagi-lagi ayah tidak melihatnya dirumah?” Tanya ayah Jacky kepada ibel.


“Ibel tidak tahu yah.” Jawab ibel dengan raut wajah polosnya.


“Kenapa kamu tidak tahu? Kamu ini kan istrinya. Harusnya kamu tau kemana thomas pergi! Lagipula Ayah ini merasa, Setiap kali ayah datang kerumah ini, ayah tidak pernah bertemu dengan thomas. Ini hanya kebetulan atau bagaimana? Ayah curiga thomas memang tidak pernah pulang kerumah ini lagi.” Pekik ayah Jacky yang mulai mencurigai gelagat anaknya sendiri.


“Ayah ini bicara apa! Jika thomas tidak pulang kerumah ini lagi, maka mau pulang kemana rupanya anak itu? Jangan suka berprasangka buruk terhadap anak sendiri. Siapa tahu memang kebetulan saja thomas sedang sibuk dengan pekerjaannya diluar sana disaat kita datang kesini.” Cela mama dina kepada sang suami.


“Ekhem, maaf. Memangnya kalian berdua tidak tahu ya jika thomas su—“ Dehem mama rina yang langsung dibungkam oleh ibel saat itu juga


“Ada apa? Thomas kenapa?” Tanya mama dina dengan menaikkan satu alisnya keatas.


“Eum, tidak apa-apa mah. Maksud mama aku tadi thomas sudah makin sibuk dengan pekerjaannya, apalagi sekarang thomas seringkali memenangkan tendernya. Sudah pasti super sibuk. Begitu kan mah tadi? Hehe” Sahut ibel yang sengaja menyenggol mama rina yang ada disampingnya.


“Heheh iyaah benar sekali apa yang dikatakan ibel barusan, jadi ya maklum saja jika kalian tidak bertemu thomas saat sedang berkunjung kesini.” Ringis mama rina dengan terpaksa.


“Hmm, kalo itu sudah tidak perlu dijelaskan lagi juga kita berdua tau.” Dehem mama dina dengan memutarkan bola matanya keatas.


“Awas saja jika ayah mencium ketidakberesan pada thomas! Ayah akan memberikan hukuman yang sangat mengerikan!” Ancam ayah Jacky seketika.


“Ayah ini apa-apan sih! Kenapa malah mengancam putranya sendiri, mama yakin thomas sudah berubah. Dia tidak akan berbuat yang macam-macam lagi.” Bela mama dina seketika.


“Meskipun thomas anak ayah sekalipun, jika dia salah ya tetap akan ayah hukum.” Pekik ayah Jacky dengan lugas.

__ADS_1


“Hmm.” Dehem mama dina yang nampak kesal.


“Ck, sepertinya jika mereka tahu kejadian yang sebenarnya pun mereka sudah pasti akan memihak ke anak kandungnya itu dari pada aku.” Batin ibel dengan tersenyum menyeringai.


__ADS_2