TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 14


__ADS_3

“Eum, wangi..” pujinya kepada masakannya sendiri.


*Setelah semua masakannya matang, Thomaspun bergegas menata seluruh masakannya diatas meja makan.


“Arghhh, beres!!” Ucapnya seraya menepuk kedua tangannya.


Kemudian, Iapun bergegas melangkahkan kakinya menuju kekamar tidurnya untuk kembali melihat sang istri.


“Udah bangun belum ya.” Batinnya dengan langkah menindik-nindik saat membuka pintu kamarnya.


“Tidur apa pingsan sih, kok belum juga bangun udah selama ini..” gerutunya ketika melihat sang istri yang masih pulas tertidur dengan posisi yang sama.


“Hmm, Yaudah deh. Mending gue mandi aja biar seger.” Imbuhnya kembali.


Iapun membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,


“BYUR!!!”


Iapun menyalakan shower didalam kamar mandinya, percikan air tersebut membersihkan tubuhnya sekaligus menenangkan fikirannya kembali.


Gemuruh percikan air itu pun terdengar di telinga ibel yang saat itu perlahan membuka matanya.


Iapun menggosok-gosokkan matanya dengan kedua tangannya saat itu..


“Siapa yang nyalain air sih..” lirihnya dengan menyipitkan kedua matanya.


Tubuhnya mulai bangkit dari tempat tidurnya, iapun melangkahkan kakinya dengan sempoyongan khas bangun tidur menuju kesumber suara air yang menyala tersebut.


CEKLEK*


“Arghhhhhh!!!” Teriak keduanya secara bersamaan saat itu juga.


“Ibelll! Kamu ngapain teriak sih. Yaampun aku kira siapa..” Seru thomas yang sedang bertelanjang dada didalam kamar mandi tersebut.


“Sorry sorry aku kaget, lagian kamu juga ngapain ikutan teriak coba??” Sahut ibel yang memalingkan wajahnya.


“Ya aku juga terkejut karena kamu teriak, akhirnya aku ikutan teriak.” Ungkap thomas saat itu juga.


“Terus kamu ngapain gerogi kaya gitu? Kaya baru pertama kali liat aku telanjang saja.. sini masuk! Ikut mandi bersamaku..” imbuhnya kembali saat menatap ibel yang salah tingkah di pintu kamar mandi tersebut.


“Gak mau! Ih apa sih kamu thom!” Tolak ibel dengan raut wajah takutnya.


“Udah ayo mandi biar seger!” Sergah thomas yang saat itu menarik tangan ibel agar masuk kedalam kamar mandi bersamanya.


Thomaspun menutup pintu kamar mandinya, lalu membalikkan badannya kearah ibel yang masih kikuk berdiri didalam kamar mandi tersebut.


“Mau di bukain bajunya?!” Tanya thomas dengan mendongakkan wajahnya.


“Enggak! Awas thomas aku mau keluar..!” Tolak ibel dengan ketus dan mendorong tubuh thomas dihadapannya.


“Yasudah keluarin aja sayang.” Bisik thomas di telinga ibel seraya membelai tubuh ibel dari atas hingga bawah.


Ibelpun meneguk salivanya dengan susah payah, ia seakan tak bisa berkutik saat thomas menggodanya seperti itu..


“Stop thom—-“ Ucapannya pun harus terhenti ketika thomas dengan sigapnya ******* bibir manis ibel tersebut.


“Cup!!”


Jari jemarinya pun mulai turun


Ibelpun perlahan mulai hanyut dalam permainan panas yang diberikan oleh sang suami.


“Arghhh!!” Desahnya saat itu.


*Setelah keduanya selesai mandi bersama, kini thomas dan juga ibel pun tengah memakai pakaiannya masing masing didalam kamarnya..

__ADS_1


“Ayo sayang, kita makan bersama..” ajak thomas kepada ibel.


“Makan apa? Dimana?!” Tanya ibel seketika.


“Gak usah jauh jauh sayang, kita makan dirumah saja. Siappppp?!” Sahut thomas dengan menyunggingkan senyumannya.


“Kenapa nih orang, tiba-tiba baik gini. Dia lupa ya udah buat gue nangis sesenggukan hari ini, bener-bener psikopat!” Batin ibel dengan melirik thomas dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Udah ayok, kita ke meja makan..” Ajak thomas yang tidak sadar dirinya telah ditatap ibel.


Thomaspun mentitah tubuh ibel keluar kamar menuju meja makan dirumahnya tersebut, sementara ibel sendiri pasrah mengikuti thomas dengan wajah datarnya.


“Nah, ayo duduk. Silahkan menikmati hidangan ini semua..” Seru thomas seraya menarik kursi makan untuk sang istrik.


Ibelpun sontak mematung sejenak melihat banyaknya makanan diatas meja makan tersebut.


“Kapan kamu beli semua makanan ini?!” Tanya ibel dengan melirik kearah thomas dengan wajah datarnya.


“Enak aja beli! Aku masak sendiri tau..” Sahut thomas dengan memanyunkan bibirnya.


“Hah? Masak sendiri? Memangnya kamu bisa masak ya? Aku baru tahu anak manja dari keluarga kaya raya seperti kamu ternyata bisa masak juga..” Cetus ibel dengan mulut yang menganga.


“Yee sembarangan kamu, gini gini aku pintar masak. Udah ayok cobain dulu masakan aku ini.” Sergah thomas saat itu juga.


“Hmm, baiklah. Mari kita coba! Tapi jika rasanya tidak enak aku tidak akan memakannya..” Ucap ibel dengan menghembuskan nafasnya pelan.


“Brarti kamu tidak bisa menghargai suamimu sendiri kalo seperti itu.. tapi aku yakin si kalo rasanya bakalan enak dan bikin kamu nambah 3kali lipat!” Sahut thomas dengan mengerjapkan matanya.


“Eum, biar aku yang ambilkan nasi untukmu!” Imbuhnya kembali seraya mengambil piring dan menaruh nasi untuk diberikan kepada sang istri.


“Nih.” Thomaspun memberikan sebuah piring yang berisikan nasi kepada ibel.


Ibelpun menerima piring tersebut, “makasih..” singkatnya seraya tersenyum tipis.


“Selamat makan.” Ucap thomas kepada ibel.


Saat pertama kali menyuapkan makanan tersebut kemulutnya, Ibelpun terdiam sejenak.


“Kenapa?!” Tanya thomas dengan menaikkan kedua alisnya.


“Rasanya gak enak ya?!” Imbuhnya kembali.


“Eum, ini enak banget!!!! Aku sukakkk..” Puji ibel seraya mengunyah makanan tersebut dengan mata berbinar-binar.


“Serius, kamu gak bohong kan?!” Tanya thomas dengan dengan begitu antusiasnya.


“Serius, thom. Ini enak banget!! Tumben kamu masak sesuai seleraku, pedas!!! Padahal setauku kamu gak suka makanan pedas kan..” Seru ibel dengan raut wajah bahagianya.


“E-aku memang lagi pengen makan pedas aja kok hari ini hehe.. bosen makan yang gitu gitu aja.” Sahut thomas yang harus berbohong.


Pria itu merasa gengsi jika harus mengatakan makanan yang ia masak itu sebenarnya spesial untuk sang istri.


“Oh, gitu yah.” Angguk ibel yang saat itu melanjutkan mengunyah makanan tersebut.


Keduanya pun melanjutkan makan bersamanya kali itu, meskipun thomas harus merasakan sakit perut karena tidak bisa memakan makanan pedas namun ia tahan agar sang istri tidak merasa risih dibuatnya.


“Kalo emang gak kuat jangan dipaksain makan, biar saja nanti makanan ini aku habiskan sendirian. Daripada nanti bolak balik wc.” Sindir ibel saat melihat raut wajah thomas yang sudah berubah merah merona karena merasa kepedasan.


“Enggak, aku kuat kok. Ini mah pedesnya belum seberapa menurutku juga. Kan aku yang masak ini semua hehe otomatis aku tau dong ini gak sepedas itu..” Elak thomas yang wajahnya berpura-pura kuat.


“Oh, gitu yah. Baiklah. Asalkan jangan pup dicelana aja loh yah.” Angguk ibel menohok.


“Dih, ya enggaklah sayang!” Lirih thomas seraya menggelengkan kepalanya.


TRING\~

__ADS_1


Ponsel Thomaspun tiba-tiba berbunyi, membuat Thomaspun sontak merogoh ponselnya yang berada didalam saku celananya.


Ibelpun hanya mengerjapkan kedua matanya seraya mengalihkan pandangannya saat thomas kembali menerima panggilan, gadis itu teringat kejadian yang membuatnya sakit hati saat mengetahui isi chat beserta panggilan masuk pada saat itu.


“Ayah nelfon sayang..” Ucap thomas yang menunjukkan layar ponselnya kepada ibel.


Ibelpun menaikkan kedua alisnya, “ya udah angkat.” Singkatnya saat itu juga yang dianggukkan oleh thomas.


“Halo yah? Ada apa?!“ Tanya thomas dalam sambungan telfonnya.


“Halo, thom. Ini teman ayah ada yang mau buka cafe dan dia belum punya headkitcheen nya disana. Kamu mau gak bekerja dicafe teman ayah ini? Daripada gak ngapa-ngapain juga kamu..” Ungkap ayah Jacky tanpa basa-basi.


“Tapi kan aku gak sejago itu dibidang masak yah?! Apalagi masakan untuk standart cafe yang mereka mau..” Sahut thomas yang diperhatikan oleh ibel dihadapannya.


“Kamu tenang saja, dicafe itu masakannya hanya makanan ringan saja thom. Seperti banana coklat keju, kentang goreng, friedrice, dll.. mudah sekali bukan untuk kamu yang pintar memasak?!” Seru ayah Jacky diseberang sana.


“Hmm, Yasudah terserah ayah saja.” Angguk thomas dengan pasrah.


“Kamu izin dulu ke ibel, gimanapun kamu sudah punya istri sekarang.. jadi jika ingin melakukan apapun harus mendapat doa darinya supaya lancar. Faham?!” Usul ayah Jacky kepada thomas.


“Hmm, baiklah yah.” Singkat thomas dengan menghembuskan nafasnya.


“Yasudah kalo gitu ayah tutup dulu telfonnya yah.” Pamit sang ayah saat itu juga.


“Iyah.” Singkat thomas.


PIP*


Thomaspun menghela nafasnya dengan pelan, lalu meletakkan ponselnya dimeja makan tersebut.


“Ada apa?!” Tanya ibel dengan menaikkan kedua alisnya.


“Ayah menawari ku pekerjaan..” Sahut thomas dengan singkat.


“Pekerjaan apa? Dimana?!” Tanya ibel kembali, penasaran.


“Jadi, teman ayah itu ada yang buka cafe baru.. nah disana belum ada headkitchenya. Ayah merekomendasikan aku supaya bisa jadi headkitchen disana, menurutmu bagaimana?!” Ungkap thomas yang meminta pendapat sang istri.


“Ya bagus dong sayang. Terima saja! Lagipula masakanmu memang enak kok.. rejeki jangan ditolak tau.” Sahut ibel dengan menyunggingkan senyumannya.


“Kamu gak papa dalam keadaan hamil besar gini aku tinggal kerja?!” Tanya thomas dengan menaikkan satu alisnya.


“Ya gak papa lah thom, lagipula kalo kamu gak bekerja terus yang mau nafkahin aku dan calon anak kita siapa? Ya meskipun ada ayah cuma kan tetap saja ini tanggung jawabmu bukan ayah.” Ungkap ibel dengan raut wajah seriusnya.


“Eum, baiklah kalo begitu aku terima saja tawarin ini yah sayang..” Sahut thomas dengan menganggukkan kepalanya.


“Iyah.” Singkat ibel dengan menerbitkan senyuman manisnya.


“Oiya, kapan jadwal aku kontrol lagi thom?” Tanya ibel kepada thomas.


“Eum, sekitar satu minggu lagi nanti kita kontrol lagi ya, tepat pada saat usia kandunganmu delapan bulan.” Usul thomas yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


“Oke, baiklah.” Angguk ibel saat itu juga.


“Bagaimana jika setelah makan ini, kita nonton movie bersama diruang tv. Mau gak?!” Usul thomas kepada sang istri.


“Boleh, memangnya kamu punya rekomendasi film apa?!” Tanya ibel dengan menganggukkan kepalanya.


“Rahasia, yuk kalo sudah selesai makannya kita beralih keruang tv..” Sahut thomas dengan mengedipkan satu matanya.


“Dihhh, ngeri banget deh kedipannya.” Lirih ibel dengan tatapan menyeringai.


“Ayo! Aku udah kelar makan nih, mau bareng keruang tv nya atau aku duluan nih yang kesana?!” Ajak thomas pada ibel.


“Bareng, aku cuci tangan dulu Okey.” Sahut ibel yang langsung bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


“Siappp!” Sergah thomas dengan mengacungkan jempolnya.


**


__ADS_2