TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 83


__ADS_3

Setelah beberapa puluh menit ibel mencoba menenangkan hatinya, ia pun akhirnya mengajak marco untuk menemui suaminya.


“Baiklah, marco. Karena aku sudah terlanjur berada dirumah sakit ini, maka aku akan menemui suamiku sekarang. Ayo” lirih ibel yang mencoba tegar.


“Ibu yakin akan menemuinya?” Tanya marco kepada ibel.


“Iyah..” singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya pelan.


Marco yang berdiri tepat dibelakang kursi taman yang ibel duduki itu pun langsung mempersilahkan ibel untuk melangkahkan kakinya menuju ruangan dimana thomas berada.


“Baiklah, mari bu..”


Ibel pun bangkit dari tempat duduknya seraya mengusap kasar air mata yang telah membasahi wajahnya dengan kedua tangannya lalu ia pun langsung melangkahkan kakinya dengan menghembuskan nafasnya secara pelan.


“Gak papa bel, lo wanita kuat! Jangan tunjukkan kelemahan lo sedikitpun didepan semua orang.” Batinnya.


*Beberapa menit berlalu, ibel pun menghentikan langkahnya tepat diarea tunggu keluarga pasien yang sedang dioperasi. Tak lama dari itu pun seorang perawat memanggil keluarga atas nama thomas Imanuella Roberto.


Ibel pun sontak melirik kearah marco, dan marco pun langsung menganggukkan kepalanya agar ibel segera menemui perawat tersebut.


“Saya keluarganya sus..” Ucap ibel kepada perawat yang berdiri didepan ruang operasi tersebut.


“Maaf, ibu siapanya ya?” Tanya sang perawat kepada ibel.


“Saya istrinya, bagaimana keadaannya saat ini?” Jawab ibel dengan raut wajah datarnya.


“Loh, bukankah? Ah yasudahlah. Kalo begitu mari ikut saya bu..” pekik sang perawat dengan raut wajah bingungnya.


Ibel pun melangkahkan kakinya mengikuti sang perawat didepannya,


“Silahkan bu, itu pak thomasnya.” Ucap sang perawat seraya menunjuk seseorang yang terbaring lemah dengan perban yang ada pada kepalanya.

__ADS_1


Ibel pun langsung menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan, wanita itu perlahan melangkahkan kakinya mendekati sang suami.


“Bel..” panggil thomas dengan nada lirihnya.


Ibel pun sontak terenyuh ketika mendengar suara suaminya tersebut, belum lagi melihat kondisi sang suami yang terbaring lemah begitu membuatnya merasa iba. Namun, ibel pun tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia sudah terlanjur kecewa kepada sang suami yang telah banyak menyakitinya itu.


Masih dengan tatapan kosongnya, ibel pun berdiri seperti patung dihadapan thomas. membuat thomas pun kebingungan melihat tingkah istrinya tersebut.


“Apa dia merasa iba melihat kondisi gue sekarang? Atau jangan-jangan dia tau kalo gue kecelakaan bersama dengan wanita simpanan gue? Terkadang ibel ini susah untuk ditebak. Tapi Arghh, yasudahlah. Gue gak mau ambil pusing!” Batin thomas saat itu juga.


“Bagaimana rasanya?” Tanya ibel dengan pertanyaan ambigu nya.


“M-maksudmu?” Sahut thomas yang langsung salah tingkah.


“Iyah, bagaimana rasanya setelah mengalami kecelakaan ini? Apakah rasanya sakit? Atau apa gitu?” Tanya ibel kembali.


“Kamu ini semakin hari kenapa semakin gak jelas seperti itu sih bel, aku baru saja sadar pasca operasi tadi. Kenapa pertanyaan yang kamu lontarkan keaku sangat tidak berfaedah seperti itu, masa orang kecelakaan ditanya rasanya seperti apa! Ya jelas gak enak lah, sakit. Ini kan musibah bukan keinginan diri sendiri!” Omel thomas seketika.


Thomas pun menelan saliva nya dengan susah, saat itu dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya masih lemas dan tidak berdaya. Ucapan menohok ibel tersebut ternyata mampu membuat thomas seketika tersadar bahwa sang istri sudah mengetahui perselingkuhannya selama ini.


“Awwww! Kepalaku sakit sekali Tuhan..” Keluh thomas seraya memegangi kepalanya yang tertutup dengan perban.


Ibel pun mengerjapkan kedua matanya seraya menghela nafasnya secara pelan,


“Dia lagi drama sakit kepala karena gak mau nanggepin ucapan gue atau memang beneran sakit kepalanya ya.” Batin ibel seketika.


“Arghhhhh! Tolong, suster!! Kepala saya rasanya mau pecahhhh..” Teriak thomas hingga beberapa perawat pun akhirnya berlarian kearahnya.


“Ada apa ini?” Tanya salah satu perawat kepadanya.


“Tolong sus kepala saya sakit sekali..” Seru thomas seraya terus memegangi kepalanya sendiri.

__ADS_1


“Maaf bu, kenapa bisa pak thomas mengalami keluhan seperti ini? Padahal ia baru saja sadar dari operasi kecilnya beberapa menit yang lalu. Dan biasanya tidak ada pasien yang mengeluh secepat ini setelah operasi..” tanya salah satu perawat kepada ibel.


Bukannya panik, ibel malah bertingkah santai saat itu juga.


“Suster saja bingung apalagi saya, coba saja periksa dulu. Apa benar kepalanya sedang sakit? Atau sedang mencari perhatian para susternya aja hehe..” celoteh ibel dengan tawa kecilnya.


Para perawat pun sontak melemparkan pandangannya satu sama lain.


“Berchandyaaa sus! Serius amat sih. Yasudah lebih baik saat ini cepat berikan suami saya obat atau apapun itu agar kepalanya tidak merasa sakit lagi.” Pekik ibel yang saat itu membuat para perawat pun menganggukkan kepalanya masing-masing.


Satu perawat pun berlari untuk segera menemui dokter dan menginformasikan tentang keadaan thomas saat itu, dan yang lainnya pun sibuk mempersiapkan alat alat medis.


Ibel pun menatap wajah thomas dengan tatapan yang sulit diartikan, sementara thomas sendiri saat itu sengaja memegang tangan ibel dengan sekuat tenaganya.


“Kayaknya thomas gak drama sakit kepala deh, megang tangan gue aja sampe kenceng banget kaya gini.” Batin ibel yang melihat kedua tangannya digenggam erat oleh sang suami.


Sementara diluar ruangan, marco masih berdiri dengan tenang menunggu kabar dari ibel yang sudah masuk menemui thomas terlebih dulu.


“Marco!!” Teriak ayah Jacky yang baru saja datang bersama dengan sang istri.


“Siap pak!” Jawab marco dengan memberikan hormatnya kepada keduanya.


“Dimana thomas saat ini? Bagaimana keadaannya sekarang?” Tanya mama dina yang wajahnya sangat panik.


“Pak thomas saat ini tengah melakukan tindakan operasi kecil pada kepalanya, dan baru saja ibu ibel dipanggil masuk kedalam sana. Kemungkinan ibu ibel akan menjadi orang pertama yang tau keadaan pak thomas pasca operasi tadi.” Pekik marco dengan sopannya.


“Kamu ini saya tugaskan untuk selalu mengawal thomas kemana pun dia pergi,marco! Lantas kenapa bisa thomas sampai kecelakaan seperti ini dan kamu malah baik-baik saja seperti ini?!” Omel ayah Jacky kepada marco.


“Maaf sebelumnya pak, sebenarnya sudah beberapa bulan ini pak thomas menolak saya selalu mengikutinya. Beliau bahkan memberi saya jarak. Beliau memerintahkan saya untuk menjadi ajudannya ketika di dalam kantornya saja, selebihnya saya tidak diperbolehkan ikut bersamanya kembali.” Ungkap marco dengan wajah polosnya.


“Ada apa ini? Apa benar yang kamu ucapkan kepada saya itu benar? Kenapa thomas seperti itu? Apa yang sedang dia sembunyikan kepada kita semua.. dan apa ini ada hubungannya juga dengan dirinya yang tidak pernah ada dirumahnya sendiri?!” Gerutu ayah Jacky dengan kedua tangan yang terlipat Disisi kanan dan kirinya.

__ADS_1


__ADS_2