TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 90


__ADS_3

Dua hari kemudian,


Dipagi hari yang cerah, thomas kembali menjalani aktivitasnya dengan bekerja seperti biasanya.


“Bel, aku berangkat kerja dulu yah.” Pamit thomas kepada sang istri.


“Iyah, hati-hati yah. kalo anggota tubuhmu masih ada yang merasa sakit bilang. Jangan paksakan untuk bekerja. Okey?!” Pesan ibel seraya mencium tangan sang suami dilobi depan rumahnya.


“Iyah. Muahhh!!” Singkat thomas seraya mencium bibir sang istri.


“Ayo marco! Kita jalan sekarang.” Pekik thomas yang membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya memasuki mobil.


“Eit, tunggu sebentar!” Cela ibel yang saat itu menghentikan langkah sang suami.


Thomas pun mengeryitkan keningnya, lalu ia menoleh kearah sang istri.


“Ada apa?” Tanya thomas dengan menaikkan satu alisnya keatas.


“Kamu melupakan sesuatu.” Pekik ibel dengan raut wajah datarnya.


“Apa lagi?” Tanya thomas kembali.


“Kamu sudah menciumku, lalu kenapa kamu tidak mencium anakmu?” Ucap ibel dengan memanyunkan bibirnya.


“Astagaaa, Iyah aku lupa untuk berpamitan kepada tuan putri ku.” Lirih thomas dengan menepuk jidatnya sendiri.


Thomas pun kembali melangkahkan kakinya menghampiri sang anak yang terduduk diatas strollernya.


“Sayang, daddy sampe lupa gak pamitan sama kamu. Hari ini daddy sudah masuk kantor, nak. Doakan daddy ya semoga semuanya bisa daddy handle seperti sedia kala, kamu yang baik dirumah sama Mommy ya! Tunggu daddy pulang nanti sore, kita akan bermain lagi seperti hari-hari biasanya. I love you my little girl, daddy berangkat kerja dulu ya nak. Muach!” Pesan thomas seraya mencium pipi sang anak dengan gemasnya.


Setelah mencium sang anak, thomas pun sekilas melirik sang istri dengan mata genitnya. Lalu kemudian ia pun bergegas untuk masuk kedalam mobilnya.


“Ayo marco!” Ajak thomas kembali yang saat itu dianggukkan oleh marco.


“Bu, saya pamit berangkat dulu ya.” Pamit marco seraya menundukkan kepalanya dihadapan ibel.

__ADS_1


“Iyah, marco! Hati-hati bawa mobilnya yah..” Sahut ibel dengan senyuman tipisnya.


Setelah berpamitan, marco pun bergegas masuk kedalam mobilnya. Lalu ia pun langsung menggunakan seat belt dan menyalakan mesin mobil tersebut.


Bvroommmmm\~


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedangnya, meninggalkan area perkarangan rumah mewah tersebut.


“Hmm, gue lagi dapet joki apa ya ini. Semenjak kecelakaan itu, thomas benar-benar sudah berubah. Dia memperlakukan aku dan juga Alice selayaknya orang yang dia cintai, terlepas dia sudah melakukan kesalahan yang fatal sekali pun aku akan memaafkannya jika dia benar-benar berubah seperti ini.” Batin ibel dengan tersenyum penuh arti.


“Non ibel, awas jangan senyum-senyum sendiri gitu. Nanti dikira orang gak waras loh ckck. Untung saja yang liat cuma pak Joko.” Tegur sang Security hingga membuat ibel pun sontak tersipu malu.


“Hmm, bapak bisa aja.” Dehem ibel dengan menghela nafasnya secara pelan.


Ibel pun membalikkan tubuhnya seraya mendorong stroller sang anak untuk masuk kedalam rumahnya.


TING\~


TING\~


Ibel pun bergeliat ketika ponsel yang ada disaku kemejanya bergetar berulang kali.


Ibel membulatkan matanya lebar-lebar ketika membaca pesan yang masuk pada layar ponselnya tersebut.


“HAH?!”


“Yaampun puji tuhannnn! Banyak sekali permintaan orderanku di aplikasi pasar online ini.” Gumam ibel ketika melihat banyaknya permintaan orderan yang masuk pada aplikasi online miliknya.


“Ada apa non? Kenapa berhenti di tengah jalan begitu?” Tegur Susi yang melihat ibel menghentikan langkahnya di tengah pintu masuk utama rumahnya.


“Ahhh enggak papa mbak, ini ibel lagi kaget banget. Tiba-tiba orderan masuk banyak sekali, puji Tuhan! Ibel bahagia sekali mbak..” Sahut ibel yang sekilas melirik kearah sang pembantu.


“Mashaallah, alhamdulilah dong non. Artinya, rejeki non ibel lagi bagus tuh.” Puji Susi seketika.


“Iyah mbak, sepertinya ini sedikit hadiah dari Tuhan atas kesabaran dan penderitaan ku selama ini.” Pekik ibel yang melanjutkan mendorong stroller sang anak hingga sampai di dekat sang pembantu.

__ADS_1


“Nah kan, mbak Susi bilang juga apa. Kalo non ibel sabar pasti ada saja jalannya yang membuat non ibel happy. Apalagi sekarang, mbak Susi lihat sepertinya tuan thomas juga sudah perlahan berubah, dia gak pernah keluar rumah lagi dan bahkan sering menghabiskan waktunya dengan Alice.” Sahut Susi dengan senyuman penuh arti.


“Semoga saja ya mbak, perubahan sikapnya itu bisa bertahan lama atau bahkan selamanya. Karena jujur, ibel masih was-was jika dia hanya bertopeng saja.” Lirih ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Non ibel banyak berdoa dan berfikir yang positif saja, inshaallah pasti tuan thomas tidak akan mengecewakan non ibel lagi.” Pesan Susi kepada ibel.


“Iyah, mbak.” Singkat ibel dengan tersenyum manis.


“Ini si eneng geulis udah mandi belum yah? Mbak Susi boleh gendong gak yah? Rasanya kangen sekali sama kamu nak..” Celoteh Susi yang beralih menatap Alice.


“Udah dong mbak, orang Alice udah cantik gini kok masa masih ditanya udah mandi apa belum hehe..” Sahut ibel yang berpura-pura menjadi Alice.


“Woiyaaaaa, memang cantikkkk ini kesayangan mbak Susi..” puji sang pembantu dengan raut wajah gemasnya.


“Kebetulan aku memang mau menitipkan Alice sama mbak Susi nih, karena aku mau membuat kue-kue pesanan orang.” Pekik ibel kepada sang pembantu


“Siapp atuh non, dengan senang hati mbak Susi mah kalo disuruh jagain Alice gemoy ini hehe..” Sahut Susi hingga membuat gelar tawa bersama.


“Memang paling bisa mbak Susi ini..” lirih ibel seraya menggelengkan kepalanya sendiri.


Setelah menitipkan Alice kepada sang pembantu, ibel pun melangkahkan kakinya menuju dapur. Wanita itu langsung membuat banyak adonan kue yang sudah menjadi pesanan orang lewat aplikasi online nya.


“Demi nama Tuhan Yesus, buatlah setiap makanan yang aku buat ini enak di setiap lidah orang yang memakannya. Amin!” Batin ibel dengan menutup kedua matanya.


*Waktu pun terus berputar, ibel pun tinggal menunggu kue-kue kering buatannya matang didalam oven.


“Sambil nunggu proses pemanggangan selesai lebih baik gue cek dulu aja deh isi pesan Wa nya thomas. Kali aja ada yang mencurigakan ya kan.” Gumam ibel yang saat itu langsung membuka ponselnya.


Ibel pun memainkan ponsel miliknya untuk membuka pesan sadapan sang suami. Namun, ia sama sekali tidak menemukan kejanggalan didalamnya. Pesan yang masuk pun tak jauh dari soal pekerjaannya, hingga membuat ibel pun kembali menerbitkan senyuman manisnya saat itu.


“Kannn bener kannn! Kayaknya suami gue emang udah berubah deh. Buktinya nih gue udah sadap isi ponselnya, dan gue gak menemukan apapun didalamnya. Kalo begitu, mulai sekarang gue gak boleh bersikap dingin lagi sama dia. Gue harus menjadi istri yang baik buat dia, seperti yang saat ini dia lakukan padaku dan juga anakku.” Gerutu ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


TING!


Suara oven pun terdengar, ibel pun langsung bergegas untuk membuka oven tersebut dan mengambil kue-kue yang ada didalamnya.

__ADS_1


“Huhhhh, syukurlah. Tidak ada yang gagal! Semuanya terlihat perfectoo!!!” Lirih ibel dengan menghela nafasnya secara kasar.


**


__ADS_2