
Mereka berduapun hari itu berkeliling kota menikmati setiap sudut kota tersebut.
“Kamu mau es krim gak, bel?!” Tanya thomas yang fokus menyetir kendaraannya saat itu.
“Mauu..” Sahut ibel dengan antusiasnya.
“Yasudah, sekarang kita ke kedai es krim terenak dikota ini yah..” Ucap thomas dengan sekilas melirik kearah ibel yang duduk disamping kemudinya.
“Iyah..” singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya.
*Beberapa menit kemudian, merekapun memberhentikan kendaraannya tepat didepan gerai ice cream pilihannya.
Cittttt.
“Ayo turun, pelan pelan..” Ucap thomas yang sudah turun terlebih dulu dan membukakan pintu mobil ibel.
“Iyah,makasih..” Sahut ibel yang kemudian turun dari mobilnya dibantu oleh thomas.
Mereka berduapun melangkahkan kakinya bergandengan masuk kedalam gerai ice cream tersebut.
“Mba, pesen ice cream yang reguler dua yah.” Ucap thomas kepada sang kasir.
“Baik, ice cream reguler dua. Totalnya 32ribu, mau dibayar cash atau debit, pak?!” Tanya sang kasir saat itu juga.
“Cash saja, ini..” Sahut thomas yang kemudian memberikan satu lembar uang kepada kasir tersebut.
“Baik, uangnya 50rb ya pak.. ini kembaliannya beserta nomor antriannya, mohon ditunggu ice cream ya pak. Terimakasih.” Ucap sang kasir dengan begitu ramahnya.
“Hmm.” Angguk thomas dengan berdehem saat itu.
Thomaspun kemudian merangkul tubuh istrinya itu untuk duduk dibangku yang kosong..
“Yukk..” Ajak thomas yang saat itu mentitah tubuh istrinya untuk mencari tempat duduk yang kosong.
“Duduk disini aja, kosong.” Ucapnya kembali seraya menarik kursi untuk ibel.
“Makasih,thom.” Sahut ibel dengan lirih.
“Nanti malam kita kedokter kandungan ya sayang.” Ucap thomas kepada ibel.
“Memangnya kamu sudah daftar?!” Tanya ibel dengan menaikkan satu alisnya.
“Soal itu mah gampang, biar nanti ayah yang Telfon pihak rumah sakit langsung.” Sahut thomas dengan santainya.
“Hmm, baiklah. Aku nurut saja.” Lirih ibel dengan menganggukkan kepalanya.
“Foto dulu yuk, thom. Aku udah lama gak upload instastory foto bareng kamu..” Ajak ibel kepada thomas.
“Argh aku gak mau ah bel..” tolak thomas seketika.
Ibelpun mengerutkan keningnya, “kenapa? Tumben?” Tanya ibel kembali
“Bukan apa-apasi cuma malu aja, lagi gak pede foto. Akunya lagi jelek sayang..” Sahut thomas dengan menggarukkan kepalanya.
“Lagi gak pede atau lagi ada yang dijaga perasaannya?!” Sindir ibel menohok.
“Kamu ini ngomong apasi bel, kumat!” Ucap thomas yang wajahnya mulai berubah.
“Haha bercanda kok aku thom, Yaudah aku mau foto sendiri aja.” Sahut ibel dengan tawa kecilnya.
Saat kejadian itu, perasaan ibel sudah mulai terbuka dan mengetahui sifat thomas yang sesungguhnya. Meskipun saat ini keduanya telah berbaikan, namun dilubuk hati ibel yang paling dalam masih tersimpan kekesalan yang teramat dalam.
Gadis itu mencoba bersabar untuk saat ini seperti apa yang telah mama rina katakan kepadanya.
*Cekrekkk *Cekrekkkk*
Beberapa potretan akhirnya memenuhi galeri ponsel ibel saat itu,
__ADS_1
“Hmm, bingung mau upload yang mana.” Gerutunya saat memilih fotonya sendiri.
“Thom, cantolan yang ini atau yang ini?!” Tanya ibel yang meminta pendapat kepada thomas.
“Dua-duanya cantik.” Sahut thomas saat itu juga.
“Tuh kan jadi bimbang mau upload yang mana..” gumam ibel kembali dengan memanyunkan bibirnya.
“Gak usah diupload! Nanti Followers mu yang lakilaki pada liat kecantikanmu terus pada godain kamu, aku gak mau! Kamu itu milikku sekarang jadi turuti saja kemauanku..” Gertak thomas hingga membuat Ibelpun ternganga oleh ucapan thomas tersebut.
“Hah?!” Respon ibel dengan mulut yang menganga.
“Kamu gak denger apa yang aku ucapin barusan? Mulai sekarang gak usah tebar pesona dengan upload foto foto cantik kamu, aku gak mau banyak pria diakun sosialmu yang goda kamu.” Ungkap thomas kembali dengan raut wajah seriusnya.
“Tapi kan thom—“ sahut ibel yang langsung dipotong oleh thomas.
“Gak ada tapi tapian, kalo kamu menolak perintahku artinya kamu tidak patuh pada suamimu sendiri. Dan itu sudah pasti dosa.” Potong thomas dengan tegas.
“Cihhh! Bawa-bawa dosa segala, terus kelakuan lo selingkuh sama banyak cewe tuh apa brengsek!” Batin ibel dengan tatapan yang sulit diartikan
“Kenapa menatap aku seperti itu? Kamu gak terima?!” Tanya thomas dengan menaikkan satu alisnya.
Ibelpun berpura-pura tersenyum dengan manisnya, “Iyah, aku turuti semua kemauanmu. Kalopun kamu gak suka aku upload foto lagi Yaudah oke aku patuh:” Sahut ibel dengan lugasnya.
“Bagus, istri yang baik!” Lirih thomas seraya mengacak lembut rambut sang istri.
“Antrean nomor 605 silahkan ambil pesanannya.” Seru salah satu pelayan digerai ice cream tersebut.
“Sebentar ya, aku ambil ice creamnya dulu.” Sergah thomas yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Iyah.” Singkat ibel.
*Beberapa menit kemudian, Thomaspun sudah kembali dengan membawa pesanan ice creamnya.
“Nih untuk kamu..” Ujar thomas seraya memberikan satu cup ice cream untuk sang istri.
“Habis ini kamu pengen kemana lagi? Atau lagi ngidam apa biar aku turuti kemauanmu..” Tanya thomas pada ibel
“Eum, kayaknya aku pengen shilin deh.” Sahut ibel dengan memutarkan bola matanya.
“Yasudah habis ini kita beli shilin ya.” Ucap thomas dengan menyunggingkan senyumannya.
“Tapi aku gak mau turun dari mobil, aku maunya dibeliin sama kamu aja. Gimana?!” Sahut ibel dengan mengerutkan keningnya.
“Yasudah gak papa, nanti kamu tunggu dimobil saja. Biar aku yang turun untuk membelikanmu shilin.” Ujar thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Bener, gak papa?!” Tanya ibel, memastikan.
“Ya bener lah sayang, gak papa nanti aku saja yang turun untuk beli shilinnya. Yang penting nanti pas anakku lahir tidak encesan Ck” Sahut thomas dengan tawa kecilnya.
“Ck, apaansih kamu thom.” Lirih ibel dengan menyunggingkan senyumannya.
“Yaudah dihabisin dulu tuh ice creamnya sayang..” perintah thomas yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Siapppp.” Singkat ibel yang langsung melahap ice creamnya tersebut.
*waktupun terus bergulir, kini keduanya sudah berada didalam mobilnya.
“Kamu tunggu disini dulu ya, biar aku masuk belikan pesananmu dulu.” Ucap thomas yang saat itu memarkirkan mobilnya tepat dilobi mall.
“Iyah.” Angguk ibel saat itu juga.
Thomaspun turun dari mobilnya lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam mall tersebut hanya untuk membeli makanan yang ibel inginkan.
Sesampainya digerai makanan tersebut, dengan tidak sengaja iapun bertemu dengan wanita yang pernah berkencan dengannya.
“Thomas?!” Tegur perempuan tersebut hingga membuat Thomaspun sontak menoleh kearah sumber suara tersebut.
__ADS_1
“Loh, felisha. Kamu disini?!” Tanya thomas dengan menerbitkan senyumannya.
“Iyah, aku lagi pengen shilin. Kamu sendiri?” Sahut felisha saat itu juga.
“Eum, aku juga ini tiba-tiba pengen makan shilin. Bisa samaan banget gini ya, jangan jangan jodoh kita sha hehe..” Ujar thomas hingga membuat felisha pun menjadi salah tingkah dengan ucapannya tersebut.
“Haha bisa aja kamu ini thom, WhatsApp mu seperti nya udah lama ceklis. Ganti nomer ya?” Tanya felisha kepada thomas.
“Ahh, enggak kok. Hanya saja aku jarang pegang ponsel sekarang, Eum, aku terlalu fokus pada pekerjaanku hehe..” Sahut thomas dengan memutarkan bola matanya keatas.
“Wahhh, kalo boleh tau kamu kerja apa sekarang? Memangnya sudah lulus kuliah ya?!” Seru felisha dengan mengerutkan keningnya.
“Eum, aku belum lulus kuliah sih. Cuma aku sudah bekerja di projek orang hehe, ya biasalah mereka membutuhkan seseorang yang ahli IT sepertiku diperusahaannya. Ya aku jelas mau dong, masa aku nolak rejeki hehe ya gak?!” Sangkal thomas yang saat itu berbohong.
“Wawww!! Kamu keren banget sih thom, aku jadi makin salut sama kamu setelah lama gak ketemu. Ternyata kamu makin sukses, padahal kamu sudah kaya tapi kamu semangat cari uang ya. Best man banget deh.” Puji felisha dengan raut wajah bahagianya.
“Hehe, ya beginilah aku. Yang kaya Itukan orang tua ku bukan aku, jadi ya aku tetap akan bekerja keras supaya seperti mereka juga.” Ucap thomas yang semakin berbohong.
“Mas maju tuh! Jangan ngobrol aja!” Tegur seseorang yang mengantri dibelakangnya.
Thomaspun baru menyadari bahwa saatnya dirinya untuk memesan makanan tersebut didepan kasir,
“Ahhhiya, sorry sorry yah.” Sergah thomas yang langsung maju kedepan kasir.
“Saya pesan shilin nya satu, rasanya seawed aja.” Ujar thomas pada sang kasir.
“Baik, totalnya jadi 67ribu. Mau bayar via debit atau cash pak??” Tanya sang kasir.
“Cash saja, ini” sahut thomas yang mengulurkan selembar uang kepada sang kasir.
“Baik pak, mohon ditunggu untuk pesanannya ya. Ini kembaliannya.” Ucap sang kasir dengan ramahnya.
“Kembaliannya ambil saja mba, saya gak biasa pegang uang receh. Hehe” sahut thomas agar mendapatkan perhatian dari felisha dibelakangnya.
“Baik pak, terimakasih banyak.” Ucap sang kasir yang tersenyum.
*Beberapa menit kemudian, saat dirinya sudah dipanggil untuk mengambil pesanannya. Ia pun bergegas untuk kembali menuju mobilnya.
“Sha, aku duluan ya. Kalo kita bertemu lagi di lain waktu artinya kita jodoh.” Pamit thomas seraya mengedipkan matanya saat itu.
Felisha pun hanya menyunggingkan senyumannya saat itu.
“Nah itu dia thomas!” Gumam ibel didalam mobil yang melihat thomas telah melangkahkan kakinya menghampiri dirinya.
“Taraaaaa!!! Ini shilin untuk calon anakku tersayang..” Seru thomas yang baru saja masuk kedalam mobil.
“Wah terimakasih sayangku..!!” Sahut ibel dengan mata yang berbinar-binar.
“Yaudah yuk pulang, aku cape pengen rebahan.” Ajak ibel kepada thomas.
“Siap tuan putri mari kita pulang.” Sergah thomas yang saat itu menyalakan mesin mobilnya.
Bvrommmmmmmm\~\~
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedangnya menuju pulang kerumahnya.
*Hingga beberapa kilometer perjalanan telah dilalui, kini merekapun sampai dirumahnya tersebut. Thomas pun turun terlebih dulu dari mobilnya untuk membukakan pintu mobil ibel.
Ceklekkkk.
“Silahkan turun tuan putri..” Ucapnya dengan raut wajah bahagianya.
“Makasih, tapi kamu berlebihan banget hari ini thomas.” Sahut ibel dengan tawa kecilnya.
“Gak ada yang berlebihan untuk orang yang disayang..” Ujar thomas yang saat itu mentitah tubuh ibel memasuki rumahnya tersebut.
“Gombal banget!” Decih ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
__ADS_1