
Disisi lain*
“Lo kenapa thom? Wajah lo kaya lagi bete/cemas gitu deh?” Tegur revano pada thomas.
“Lo nungguin ibel datang ya,thom?” Timpal Vega seketika.
“Apaan sih lo pada..” lirih thomas dengan melengoskan wajahnya.
“Gue serius nanya nih Yaelah, lo lagi nungguin ibel dateng?” Tanya Vega kembali kepada thomas.
“Enggak! Lagi pula ngapain sih lo segala nanya kaya gitu, emangnya kalo pun dia datang kenapa? Atau jangan-jangan selama ini lo suka ya sama bini gue?” Tuduh thomas seketika.
“Astagfirullah, untung lo sahabat gue thom. Coba bukan, udah pasti gue maki-maki lo udah main nuduh gue gitu aja! Gue tuh cuma mau kasih info aja ke lo, kalo ibel gak bisa nemenin lo malam ini disini..” pekik Vega seraya mengelus dadanya sendiri.
“Kenapa emangnya? Lo tau darimana kalo ibel gak kesini?” Tanya thomas menggebu-gebu.
“Nah bener kan doi lagi nungguin istrinya makanya mukanya bete banget.” Ledek revano seketika.
“Kalo udah sayang mah udah thom, jangan gengsi gengsi lagi. Akuin aja kenapa! Toh itu istri lo sendiri bukan selingkuhan lo. hahaha.” Timpal Alex hingga membuat thomas pun merasa tersindir oleh ucapannya tersebut.
“Diem lo pada! Gue nanya ke Vega kenapa malah lo berdua yang bacot..” ketus thomas hingga membuat kedua temannya pun sontak diam dan menahan tawanya masing-masing.
“Jadi gini thom, sebelum gue dan mereka ini datang kesini gue sempet komunikasi dulu sama istri lo. Gue cuma mau nanya gimana keadaan lo dan gue juga bilang kalo gue mau jenguk lo malam ini sama yang lainnya. Eh ternyata istri lo malah baru aja pulang kerumah katanya, Nah terus, barusan dia sempet Telfon gue lagi katanya anaknya baru aja tidur, dia mau langsung on the way kesini tapi gak tega ninggalin anaknya takut rewel. Alhasil gue suruh aja dia gak usah kesini, biar gue dan anak anak yang lain aja yang bakal temenin lo malam ini disini. Gimana? Baik kan gue?” Ungkap Vega hingga membuat thomas sontak menoyor kepalanya.
PLAKK!!!
“Awww! Anjir kenapa malah mukul sih lo..” Ringis Vega seketika.
“Gue udah nungguin dia dari tadi bangsat! Lo malah seenaknya nyuruh dia gak usah kesini, E-bukannya apa. Yakali kalo gue mau minta tolong suapin makan atau kekamar mandi gue minta tolong kalian, najis banget lah!” Omel thomas kepada Vega.
“Tau lo ga, thomas kan pengen dimanja itu sama istrinya ckck” Ledek revano dengan tawa kecilnya.
“Butuh ibel juga lo thom ternyata Hahah..” timpal Alex hingga membuat thomas pun kikuk.
“Arghhhh! Udahlah..” Lirih thomas seraya melengoskan wajahnya.
__ADS_1
“Yaudah sih, kalo soal itu mah lo bisa aja minta tolong ke kita-kita. Iya gak?!” Cela Vega kepada thomas seraya melirik kedua temannya
“Lagipula, memangnya lo gak kasian ya sama anak lo? Doi kan masih kecil anjir, mana bisa dia lepas dari ibunya lama-lama.” Imbuh Vega
“Iya-iya udah! Terserah lo pada aja!” Jawab thomas dengan raut wajah kesalnya.
“Emang lo mau makan,thom? Sini gue suapin!” Tanya revano kepada thomas.
“Enggak! Apaan sih lo, najis gue disuapin sama lo pada! Gue bisa makan sendiri..” tolak thomas dengan ketus.
Ketiga temannya pun sontak menahan tawanya satu sama lain. Sementara thomas sendiri nampak diam dengan raut wajah datarnya.
“Ck.”
Beberapa menit berlalu, thomas kembali teringat pada seseorang yang hampir saja ia lupakan.
“Astaga, keadaan Siska bagaimana ya? Kenapa dia tidak menghubungi gue sama sekali?” Batin thomas seketika.
Pria itu sontak meraih ponselnya yang berada didekatnya, lalu ia pun bergegas mengirimkan sebuah pesan pada kekasih simpanannya tersebut.
“Sayang? Keadaanmu bagaimana? Are u Okey,right?! Kenapa tidak memberiku kabar samasekali, kamu dimana sekarang?” Isi pesan thomas yang ia kirim kepada Siska.
“Syit!!!! Sebenarnya ada apa sih ini, gak ibel gak Siska kenapa keduanya sama-sama acuh kepadaku! Memangnya apa salahku kepada mereka berdua, cih.” Batin thomas dengan raut wajah kesalnya.
“Kenapa lo thom?” Tegur Alex kepada thomas.
“Apansi lo, kepo aja! Nanya gue terus..” Jawab thomas dengan ketus.
“Paling juga kesel karena bini nya gak ngasih kabar dia ckck” Ledek revano seketika.
“Sok tau lo bego! Gue mah gak perduli ibel mau ngasih kabar gue atau gak, mau sejauh dan secuek apa dia sama gue. Tetep aja dia masih bini gue!” Ucap thomas dengan raut wajah dinginnya.
“Ahiya bener juga sih haha..” Tawa revano dan juga kedua temannya yang lain.
“Udah lo pada jangan berisik, gue mau istirahat sekarang! Ngantuk, awas aja kalo ada yang bacot lagi. Gue bakalan panggilin Security buat ngusir!” Ancam thomas kepada ketiga temannya.
__ADS_1
“Terserah lo aja udah thom, gue mah mau mabar aja deh.” Lirih Vega yang tetap fokus pada layar ponselnya.
“Kalo gue mau buka aplikasi tinder, cari hiburan malam haha.” Timpal Alex dengan melebarkan senyumannya hingga deretan giginya pun terlihat dengan rapih.
“Gue ngapain yak?!” Tanya revano dengan raut wajah polosnya.
“Terserah lo, mau salto juga gak masalah van. Paling juga lo langsung dibanting tuh sama thomas ckck” Jawab Alex dengan tawa kecilnya.
“Halah.” Dengus revano seraya menghembuskan nafasnya secara kasar.
🍁🍁
*Keesokan Harinya,
*Dikediaman rumah ibel*
“Non, udah rapih aja? Pasti mau kerumah sakit lagi ya?” Tegur Susi kepada ibel.
“Iya nih mbak, ibel kan semalam gak nemenin thomas. Jadi pagi ini, ibel harus cepat-cepat kesana.” Jawab ibel dengan lugas.
“Baiklah non, kalo begitu biar Alice bersama mbak Susi lagi saja gak papa.” Usul Susi seketika.
“Mbak Susi gak keberatan kan jika aku menitipkan Alice lagi?” Tanya ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Non ibel ini kenapa bertanya seperti itu, Yaampun non! Mbak Susi malah seneng loh bisa berduaan terus sama si neng geulis. Dia itu sudah seperti cucu mbak Susi sendiri..” Ucap Susi dengan menyunggingkan senyumannya.
“Syukurlah kalo begitu mbak, ibel lega jadinya. Oiya mbak, tau gak sih kalo Alice semalam sudah bisa berceloteh. Anak itu tiba-tiba saja berceloteh mmmamamam, seperti itu mbak” Sahut ibel yang juga menceritakan perkembangan sang anak kepada pembantunya tersebut.
“Iyah non, mbak Susi baru saja mau bilang. Si neng geulis teh sekarang sudah makin pintar, kemarin waktu mbak Susi ajakin dia ngobrol ternyata dia juga respon dan mulai mengikuti celotehan mbak Susi non! Hehe..” Seru Susi dengan menganggukkan kepalanya.
“Tuhan Yesus memang baik ya mbak, aku sangat bersyukur dengan perkembangan Alice yang semakin pintar.” Sahut ibel yang saat itu dianggukkan oleh sang pembantu kembali.
“Ah baiklah mbak, ngobrolnya dilanjut nanti lagi saja yah. Ibel titip Alice yang masih tidur dikamar ya mbak, nanti seperti biasa tolong mandikan dan juga berikan dia makan dan juga susu.” Pamit ibel kepada susi.
“Siap non! Hati-hati dijalan ya non. Semoga tuan thomas cepat sehat dan bisa segera pulang kerumah.” Pekik sang pembantu seketika.
__ADS_1
“Amin.” Singkat ibel.
“Yasudah kalo gitu ibel berangkat sekarang ya mbak, dadah..” pamit ibel kembali seraya melambaikan tangannya kepada sang pembantu.