TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 71


__ADS_3

*Keesokan harinya, saat ibel tengah bercanda tawa menghabiskan waktunya bersama sang buah hati. Tiba-tiba saja thomas pulang dengan membawa baju-baju kotornya saja.


Raut wajah kebencian ibel pun tak bisa ditutupi lagi, wanita itu sangat muak dengan tingkah laku sang suami yang semakin hari semakin jauh darinya dan juga anaknya.


Suasana berubah mencekam ketika ibel mulai menatap sang suami dengan tajam seperti hilang kesadarannya.


“Untuk apa kamu pulang?!” Tanya ibel menohok.


Thomas pun justru bersikap acuh ketika sang istri bertanya, ia memilih mengabaikannya begitu saja dan melangkahkan kakinya untuk meletakkan semua baju-baju kotornya di keranjang yang telah tersedia.


“Kamu fikir aku ini budakmu? Aku tak sudi mencuci semua baju-bajumu! Suruh saja wanita selingkuhanmu yang mencucikan semua baju-bajumu itu!!” Ketus ibel kembali hingga thomas pun mulai mengangkat rahangnya.


“BANGSAT!!!” Teriak thomas seketika


“Braghhhhh!”


Thomas pun melemparkan semua barang yang berada didekatnya, lalu ia pun menghampiri sang istri yang berada diatas kasur bersama dengan sang putri yang tergeletak.


“Istri gak tau diri!! Gak tau diuntung!! Suami cape-cape pulang kerja malah dituduh yang aneh-aneh! Kalo gak sudi cuci bajuku Yasudah aku bisa dengan mudah membawa semua baju dan barangku keluar dari rumah ini sekalian!! Biar kau tau rasa jika tidak ada aku maka siapa yang akan membiayai kebutuhan hidup kalian berdua lagi!!” Bentak thomas dengan tangan yang menuding.


“Kerja yah? Kerja apa rupanya hingga pulang pagi terus seperti ini?! Kerja yang memuaskan hasrat maksudmu mungkin ya?” Sindir ibel yang menohok.


Thomas pun sontak menampar wajah ibel dengan keras, lalu ia pun menjambak rambut sang istri dengan sekuat tenaga hingga tubuhnya pun ikut terseret jatuh kelantai.

__ADS_1


“Sudah berani mulut mu berkata seperti itu denganku! Apa kau sudah ingin menjemput ajalmu sekarang wanita tak berguna!! Sekali lagi kamu lancang berkata seperti itu, aku tak akan segan untuk membakar tubuhmu!” Ancam thomas dengan raut wajah yang begitu mengerikan.


“Aku tidak takut jika harus mati ditanganmu sekalipun! Aku sudah sangat muak dengan kelakuanmu!! Aku fikir kamu lelaki yang baik, ternyata semakin hari kelakuanmu semakin biadab!! Kamu bukan hanya menghancurkan masa depanku, tapi kini kamu juga yang telah merusak mentalku!!” Sahut ibel yang telah berlinang air mata.


“Kenapa malah menyalahkanku? Bukan kah kamu juga menikmati masa-masa itu?! Seandainya kamu dulu menolaknya sudah pasti hal itu tidak akan pernah terjadi! Jadi stop terus menyalahkanku seolah aku ini pengrusak masa depanmu! Dasar wanita murahan!!” Caci thomas dengan tatapan menyeringainya.


“Jika aku mau, sudah dari dulu aku akan menyalahkanmu! Gara-gara kamu, reputasi ku dikampus juga hancur!!” Imbuhnya


“Aku benar-benar tidak habis fikir dengan fikiran konyol mu itu, bisa-bisanya kamu malah berbalik menyalahkanku seperti itu. Aku rasa memang kamu itu punya kelainan jiwa! Aku sungguh menyesal memilih seorang ayah untuk anakku!!” Ucap ibel seraya menggelengkan kepalanya sendiri.


“Apa kamu bilang? Menyesal? Jadi kalo sudah menyesal kamu mau apa?! Cerai? Hah? Ayo katakan! Jika mau bercerai sekarang, akan aku proses sekarang juga!!” Ketus thomas dengan mengangkat wajah ibel penuh dengan cengkeraman kuatnya.


“Aku rasa kamu yang berambisi untuk bercerai denganku, apa karena dugaan ku benar? Ada wanita lain yang saat ini kamu cintai selain aku? Katakan yang sejujurnya! Karena hal itulah kamu sering pulang pagi dan tidak memperdulikan aku dan Alice lagi.” Pekik ibel dengan raut wajah yang nampak berantakan.


Lagi-lagi tubuh ibel pun terkena bogeman keras dari tangan sang suami, ibel pun hanya bisa menangis kesakitan. Tubuhnya kini penuh luka dan babak belur tak karuan. Saat itu, Thomas bak orang yang kesurupan. sedikitpun ia tidak merasa kasihan terhadap istrinya tersebut.


“Dasar istri tidak berguna! Hanya bisa menyusahkan saja!! Suami mencari nafkah malah dituduh berselingkuh! Sudah berapa kali kukatakan, jika kau tak punya bukti sedikitpun tidak usah kau asal bicara seperti itu, mulai hari ini juga akan ku cabut semua nafkahku kepadamu! Aku tidak akan memberimu uang sepeserpun dalam hal apapun, Meskipun itu untuk keperluan anak mu yang penyakitan itu sekalipun! Supaya kau tahu rasa!” Ancam thomas dengan ketus.


Ada rasa khawatir tersendiri didalam hati ibel, wanita itu khawatir jika dirinya tidak bisa memenuhi kebutuhan Alice jika tidak dibantu oleh thomas. Namun, dirinya merasa muak jika terus diancam dan direndahkan oleh suaminya tersebut.


Ibel pun hanya bisa menangis tanpa bisa menyahut ucapan sang suami sedikitpun, wanita itu memandangi anaknya yang tergeletak diatas kasur dengan tenang.


“Ck, aku pun sudah tau kamu tidak akan bisa hidup tanpa ku! Bagaimana kau hidup bersama anak yang bahkan membutuhkan biaya yang banyak untuk berobat itu, sekali lagi fikirkan ucapanku, Aku bisa saja menarik ucapanku itu asalkan kau diam. Tak perlu banyak bicara lagi! Apalagi jika kau sampe mengadu yang macam-macam kepada ayahku!” Pekik thomas dengan tatapan menyeringainya.

__ADS_1


“Lebih baik kau pergi sekarang, aku sedang tidak ingin berbicara denganmu lagi. Terserah kamu saja ingin bertindak apa, aku sudah sangat muak denganmu, bertindaklah semaumu dan sepuasmu saja! Nikmatilah kebahagiaanmu diluar sana, jangan kembali kerumah ini kecuali kau merindukan anakmu!” Sahut ibel tanpa menatap thomas sedikitpun.


“Ck, tanpa kau mengusirku, sudah pasti aku akan pergi. Siapa juga yang betah dirumah yang penghuninya seperti iblis haha” Ejek thomas.


Thomas pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan sang istri dalam keadaan yang sangat menyedihkan,


“Istri sialan!!” Gerutu thomas dengan langkah cepatnya menuju mobilnya yang berada diteras rumahnya.


Sang pembantu yang sekilas mengintip kepergian thomas pun akhirnya melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kekamar sang majikan untuk melihat kondisinya setelah pertengkaran hebat yang terdengar hingga kupingnya saat itu.


CEKLEKK*


“Yaallah nonnn, astagfirullahadzimm apa yang telah tuan lakukan kepada non ibel? Tubuh dan wajah non ibel semuanya luka-luka non, ayo mbak Susi bantu untuk keatas kasur..” Seru sang pembantu yang terkejut melihat kondisi ibel yang nampak tak karuan.


“Ssshhh\~ nonnn, mba susi gak habis fikir. Ternyata tuan thomas begitu kejam memperlakukan non ibel seperti ini, mba Susi fikir selama ini tuan thomas itu baik. Non apakah sebaiknya saya antar non ibel untuk periksa saja? Mba Susi takut jika luka lebam nya tidak diobati nanti malah bisa terinveksi.” Tangis sang pembantu yang pecah setelah membantu ibel naik keatas kasur.


“Mbak Susi tidak perlu mencemaskan aku, aku tidak apa-apa mba, aku sudah terbiasa seperti ini. Ibel cuma mau minta tolong sementara urus Alice terlebih dulu ya mbak, sepertinya tangan dan tubuh ibel belum sanggup untuk menimang dan mengurusnya.” Sahut ibel dengan senyuman tipis dipipinya.


“Baik non, biarkan Alice bersama mbak Susi. Non ibel yang sabar yah, jika non ibel butuh teman bercerita, jangan sungkan sungkan untuk bercerita kepada saya. Non ibel sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri, mbak Susi sangat sayang dengan non ibel..” Pesan sang pembantu yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


“Iyah, mbak. Terimakasih banyak ya. Jika tidak ada mbak Susi dirumah ini, mungkin ibel akan sangat kesepian, terimakasih telah menemani ibel dan juga Alice. Meskipun baru setahun, ibel pun sudah sangat menyayangi mbak Susi seperti ibu ibel sendiri.” Sahut ibel dengan airmata yang kembali menetes dipipinya.


“Sudah non ibel jangan menangis lagi, nanti cantiknya hilang. Kasihan Alice dari tadi hanya diam melihat wajah ibunya yang berubah seperti ini. Non ibel wanita dan ibu yang kuat, inshaallah akan ada kemenangan setelah ini.” Pekik sang pembantu kembali yang saat itu dianggukkan oleh ibel.

__ADS_1


__ADS_2