TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 23


__ADS_3

Waktupun terus bergulir,


Setelah selesai mandi, Ibel menunggu kedatangan Ayya seraya duduk dibalkon rumahnya ditemani secangkir teh panas yang bisa menghangatkan tubuhnya pagi itu..


Sesekali ia memainkan ponselnya untuk menemukan hiburan-hiburan baru yang ada diaplikasi tiktok,


Perlahan, Senyuman di wajahnya mulai mengembang. Gadis itupun Sedikit melupakan apa yang telah membuat fikirannya gaduh sedari tadi.


“Lucu banget sih..” gumamnya seraya menatap layar ponselnya.


“Kamu ngapain disitu?!” Tegur thomas yang tiba-tiba berdiri tepat dibelakang ibel.


“Gak lagi ngapa-ngapain, kenapa?!” Sahut ibel yang menoleh kearah sang suami.


“Gak papa, mana sarapanku pagi ini? Aku lapar!” Ketus thomas dengan mendongakkan kepalanya.


“Aku belum buatkan apa-apa dimeja makan, kamu mau sarapan apa? Sandwich atau nasi goreng?!” Tanya ibel dengan wajah datarnya.


“Nasi goreng.” Singkatnya dengan ketus.


“Hmm, Yaudah tunggu ya. Aku buatkan dulu nasi gorengnya.” Ucap ibel dengan menghela nafasnya pelan.


“Hmm.” Dehem thomas dengan menganggukkan kepalanya.


“Oiya tolong nanti kalo Ayya dateng bukain pintunya ya, langsung suruh masuk saja dan temui aku jika aku masih berada didapur.” Pesan ibel kepada thomas.


“Ayya mau kesini?! Memangnya dia tau kalo kita sudah menikah?!” Tanya thomas dengan mengerutkan kedua alisnya.


“Baru mau aku kasih tau sekarang, hehe” ringis ibel yang kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur.


Thomaspun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya pagi itu, apalagi ia mendengar teman ibel akan datang kerumahnya membuatnya harus tampil maksimal hari itu. Pria itu tidak mau terlihat jelek sedikitpun dihadapan wanita manapun..


“Harus buru buru mandi ini gue.” Gumam thomas.


“BYURRRR!!!”


Sementara ibel sendiri sedang mempersiapkan bahan bahan untuk membuat nasi goreng,


“Duhh nasinya ternyata tinggal segini, cukup gak yah ini buat thomas?!” Lirihnya ketika mengambil nasi dari megicom.


Iapun kemudian mulai memasak nasi goreng ala dirinya dengan potongan potongan salmon yang menjadi ciri khasnya.


“SRENG SRENG!!!!”


Suara dan juga wangi masakan itupun sontak memenuhi isi dapur tersebut.

__ADS_1


“Eummm, wanginya enak banget. Tapi sayang nasinya cuma sedikit, jadi gue gak bisa minta deh..” gumamnya seraya menghirup aroma masakannya sendiri.


*Tak lama kemudian, Thomaspun turun dari lantai dua rumahnya dengan penampilan segar khas setelah mandi.


“Mana nasi goreng ku? Apakah sudah jadi?!” Tegur thomas yang berbasa-basi.


“Sudah, tinggal dipindahkan kepiring saja.” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Yasudah, cepat. Aku lapar.” Perintahnya yang kemudian saat itu dirinya langsung duduk dikursi makan.


Ibelpun memiringkan senyumannya dan bergegas memindahkan nasi goreng tersebut dari wajan ke piring.


“Nih.” Singkatnya seraya meletakkan piring tersebut kemeja makan.


“Makasih.” Lirih thomas dengan memalingkan wajahnya.


“Hmm, sama-sama. Tapi maaf ya porsinya gak banyak banyak soalnya nasinya habis, aku baru masak lagi.” Ucap ibel yang langsung meninggalkan thomas sendirian.


“Gapapa, aku juga gak makan banyak.” Sahut thomas seraya mengunyah makanan tersebut.


“Sialan! Ada orang ngomong malah ditinggal pergi gitu aja, untung makanannya enak! Kalo gak bisa double marahnya ini gue..” batin thomas yang menatap ibel dari punggungnya.


Ada rasa kesal tersendiri yang muncul dihati ibel ketika perlahan mengetahui sifat asli sang suami, namun kali ini dia lebih memilih diam seolah olah tidak terjadi apapun meski sudah mengetahui semuanya. Hatinya kembali mencelos ketika dirinya harus bertatapan langsung dengan sang suami, sebabnya ia lebih suka untuk tidak bertatapan lama dengan suaminya tersebut dan memilih berdiam diri sendirian.


“Sepertinya jika aku melihat beberapa tanaman yang waktu itu sempat aku sirami mungkin akan lebih seru sambil menunggu kedatangan Ayya juga.” Gumamnya yang melangkahkan kakinya menuju halaman rumahnya.


PIP PIP PIP*


Dengan sigap, Security yang bekerja dirumah Ibelpun bergegas untuk membukakan pintu gerbang dirumahnya tersebut.


“Benar ini rumahnya Alisha ibel, pak?!” Tanya Ayya kepada sang Security.


“Oh iya benar, ini rumah ibu ibel. Maaf kalo boleh tau nona siapanya yah?!” Sahut sang Security dengan ramahnya.


“Ibu ibel?! Sejak kapan ibel dipanggil ibu-ibu Ck” batin Ayya saat itu juga.


“E saya temen deketnya ibel pak, saya kesini juga disuruh ibel..” Ucap Ayya dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Oh, kalo begitu silahkan masuk non. Mobilnya diparkirkan dibelakang mobil putih itu saja yah.” Sahut sang Security dengan mengarahkan parkiran untuk mobil Ayya saat itu.


“Oh Okey, baik pak. Terimakasih banyak sebelumnya ya pak.” Angguk Ayya yang saat itu kembali melajukan mobilnya untuk parkir didalam rumah tersebut.


Brughhhh!


Ayya pun turun dari mobilnya tersebut seraya memandang rumah yang begitu megah itu.

__ADS_1


“Gila, ibel punya rumah baru segede ini kenapa gak cerita sama gue..” gumam Ayya saat itu juga.


“Ayyaaaaaa!!!!” Teriak ibel yang melihat Ayya sedang berjalan seraya memandangi rumahnya tersebut.


Ayya pun sontak menoleh kearah sumber suara tersebut, lalu ia berlarian menghampiri ibel dengan mata yang berkaca-kaca.


“Ibelllllll!!!!! Gue kangen banget sama lo bel, kenapa sih lo mesti ngilang gini..” Ucap Ayya yang saat itu langsung memeluk tubuh ibel dengan raut wajah bahagianya.


“Ayya, aduh jangan kenceng kenceng meluk ya. Gue susah nafas tau.” Keluh ibel kepada Ayya.


“Ahiya, sorry sorry bel. Gue lupa kalo lo punya penyakit asma.” Ucap Ayya yang sontak melepaskan pelukannya tersebut.


“Bukan karena itu Ayya..” Sahut ibel dengan menyunggingkan senyuman manisnya.


“Maksud lo? Gue gak faham deh bel..” Ucap Ayya dengan raut wajah bingungnya.


Ibelpun sontak membuka jaket hoodie nya dan memperlihatkan perut besarnya yang tertutup oleh jaket hoodie ya tersebut.


Mata Ayya pun terbelalak saat itu juga, “ibelllllll, lo-lo hamilllll? Sejak kapan? Kenapa lo gak pernah ceritain ini sama gue? Dan apa karena ini lo sampe pindah rumah, keluar kuliah dan juga menghilang dari dunia maya?!!! Jelasinnnnnn bellll..” Seru Ayya yang terlihat syok.


“Ayo masuk dulu kerumah gue, nanti gue jelasin semuanya..” Cela ibel yang mentitah tubuh Ayya untuk masuk kerumahnya.


“Loh, Ayya udah dateng?!” Sapa thomas yang melihat Ayya masuk kedalam rumahnya.


“Loh, thomas? Jadi? Yaampun kenapa kepala gue tiba-tiba pusing gini sih..” Ucap Ayya yang kembali syok melihat ada thomas dirumah tersebut.


“Duduk dulu Ayya, sini duduk disini. Biar gue jelasin sama lo semuanya.” Cela ibel yang mendudukkan Ayya disofa ruang tamunya.


Sementara thomas sendiri melihat keduanya dengan tatapan yang bingung.


“Udah sana dulu..” usir ibel kepada thomas.


“Kenapa malah ngusir..” sahut thomas dengan wajah polosnya.


“Berikan aku waktu untuk mengobrol dengan Ayya lebih dulu, bisa kan?! Hanya sebentar saja..” mohon ibel kepada sang suami.


“Hmm, baiklah.” Angguk thomas dengan pasrahnya meninggalkan keduanya saat itu juga.


“Udah ganteng ganteng gini malah diusir..” gumam thomas dengan memiringkan senyumannya.


Sementara ibel menatap wajah sang sahabat dengan tatapan yang penuh arti, iapun sontak mengerjapkan kedua matanya seraya menghela nafasnya dengan pelan.


Dengan satu tarikan nafasnya, iapun mulai menjelaskan secara detail kepada sang sahabat.


“Jadi sebenernya kehamilan gue ini sedari gue belum memutuskan untuk berhenti kuliah yya, setelah usia kehamilan gue sekitar enam bulan gue baru berani menceritakan ini semua sama mama gue. Dan disitu lah awal mula dari semuanya..” Ungkap ibel dengan menatap Ayya

__ADS_1


“Maafin gue ya kalo gue ga cerita dari awal sama lo, gue malu sama aib gue sendiri. Dan yahhh inilah alasan kenapa gue berubah..” imbuhnya dengan raut wajah piasnya.


“Apaaa??? Jadi waktu lo masih jalan bareng gue pas kuliah itu lo udah hamil bel? Dan gue sebodoh itu sampe gak mencurigai lo sedikitpun. Ini gue yang bodoh atau lo yang pinter menyembunyikan fakta ya bel?!” Respons Ayya dengan membulatkan matanya lebar lebar.


__ADS_2