TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 9


__ADS_3

Setibanya dirumah sakit, Ibelpun langsung ditangani oleh sang dokter.


Mama rinapun menunggu anak kesayangannya itu didepan pintu ruang tunggu,


“Tuhan, aku mohon selamatkan anakku dan juga calon cucuku. Aku belum siap kehilangannya..” gumam mama rina dengan tangan yang ia kepalkan.


Tak lama kemudian, datanglah mama dina dan juga Ayah Jacky yang langsung menghampiri mama rina saat itu..


“Mama rina, gimana keadaan ibel ?!” Tanya mama dina dengan raut wajah paniknya.


“Saya sendiri belum tau gimana keadaan ibel didalam sana, saya harap semuanya akan baik baik saja.. ssshhhh ssshhh\~” Sahutnya seraya mengeluarkan air matanya hingga membasahi pipinya.


Mama dinapun sontak memeluk tubuh besannya itu, “yang sabar yah, sama-sama berdoa untuk ibel dan juga calon cucu kita..” Lirihnya dalam pelukannya.


“Gimana saya bisa sabar, ini semua pasti ulah thomas anak kamu!” Gertak mama rina dengan nada menohok.


“Kamu jangan sembarangan menuduh karena belum ada buktinya, kita tunggu penjelasan keduanya dulu..” Cela ayah Jacky yang tidak terima oleh tuduhan besannya tersebut.


“Siapa yang akan menjelaskan? Thomas saja tidak mau datang disaat istrinya seperti ini.. lalu jika mereka baik baik saja, apa mungkin ibel akan seperti ini?!” Ucap mama rina dengan argumennya.


“Saya sudah menghubungi thomas, sebentar lagi dia akan kesini. Biarkan thomas menjelaskan dulu kenapa ibel bisa seperti ini..” Sergah ayah Jacky saat itu juga.


Mama rinapun hanya tersenyum menyeringai disertai perasaan yang teramat kesal dengan kelakuan menantunya itu.


Tak lama kemudian, sang dokter pun keluar dari ruangan gawat darurat itu membuat ketiga orang tersebutpun sontak bangkit dari tempat duduknya masing masing…


“Dengan keluarga pasien Alisha ibel?” Tanya sang dokter saat itu.


“Iyah,dok. Saya ibunya..” Jawab mama rina dengan sigapnya.


“Baik, mari ikut dengan saya bu..” Ujar sang dokter yang saat itu dianggukkan oleh mama rina.


Setelah sama-sama memasuki ruangan, dokter pun mulai menjelaskan keadaan ibel..


“Mari bu, duduk dulu..” Ucap sang dokter yang mempersilahkan mama rina untuk duduk.


“Baik,dok. Jadi gimana keadaan anak dan calon cucu saya dok?! Apa dia sudah sadar?!” Tanya mama rina yang saat itu mendudukkan dirinya dihadapan sang dokter.


“E-maaf kalo boleh tau, suaminya ada dimana ya bu? Soalnya untuk kondisi pasien saat ini sepertinya sangat membutuhkan support dari sang suami..” Sergah sang dokter dengan nada lembutnya.


“Eum, suaminya kebetulan lagi ada urusan dok. Jadi gak bisa datang kesini..” Sahut mama rina yang harus berbohong.


“Oh begitu, baiklah. Kalo begitu untuk ibu sendiri saya izinkan untuk menemui pasien ya sekarang, namun ibu tidak boleh membuat kondisi pasien merasa tertekan. Yang saya liat kondisi pasien ini hampir saja kehilangan banyak darah karena lukanya itu..”


“Eum, sepertinya pasien ini mencoba bunuh diri bu. Soalnya saya menemukan bekas luka sayatan ditangannya.” Imbuh sang dokter dengan nada cemasnya.


Mama rina pun meneguk salivanya dengan susah payah, dugaan sang dokter memang sama dengan firasatnya namun ia malu untuk mengatakan yang sebenarnya saat itu.

__ADS_1


“A-agh gak mungkin itu dok, anak saya hidup bahagia dengan suaminya.. mana mungkin ia melakukan hal bodoh seperti itu, atau mungkin saja ada yang ingin sengaja melakukannya kepada anak saya dok..” Sahut mama rina dengan raut wajah piasnya.


Dokter pun menganggukkan kepalanya pelan seolah menyetujui ucapan dari mama rina,


“Eh begini buk, karena pasien kehilangan banyak darah. Jadi saya meminta untuk pihak keluarga menyetujui adanya tindakan donor darah untuk ibel. Gimana apa ibu setuju?!” Sergah sang dokter seketika.


“Saya setuju apapun itu untuk kebaikan anak saya dok, lakukan dengan segera.” Sahut mama rina dengan lantangnya.


“Baiklah bu, kalo begitu ibu nanti tolong isi From yang perawat akan kasih ya.. sekarang ibu boleh menemui anak ibu.” perintah sang dokter yang saat itu langsung dianggukkan oleh mama rina.


Wanita paruh baya itupun langsung melangkahkan kakinya menemui sang anak yang masih terbaring dengan lemah..


“Nak, kamu sudah sadar sayang..” Lirih mama rina dengan mengelus lembut rambut sang anak.


“Mah.. ibel sayang mamaa.” Ucap ibel dengan menitihkan air matanya.


“Mama juga sayang sama ibel, katakan sama mama dengan sejujurnya. Apa yang membuat ibel sampai melakukan ini semua?!” Sahut mama rina dengan mendekatkan wajahnya.


“Thomas mah.. thomas sshhhh\~\~” Jawab ibel yang kembali mengingat kelakuan sang suami.


“Thomas apa kan kamu sayang?! Bilang sama mama, apa yang sudah pria brengsek itu lakukan kepada kamu?!” Tanya mama rina dengan lugas namun tegas.


“Thomas sudah bermain dibelakangku mah, ternyata selama ini dia sering bermain wanita.. aku lihat sendiri chat nya dengan wanita itu, dia sering jalan berdua dan meninggalkanku dirumah sendirian tanpa aku ketahui.”


“Dan lebih parahnya lagi, saat semua bukti sudah didepan mata kita berdua. Thomas tetap saja mengelak, dia tidak mau disalahkan, dia bahkan tidak mau meminta maaf padaku mah, dia malah meninggalkanku dirumah sendirian sssh\~” Ungkap ibel kepada mama rina hingga membuat mama rinapun sangat geram mendengarkan cerita dari ibel tersebut.


“Mama sudah punya feeling jika thomas bukanlah pria yang baik untuk kamu, awalnya mama ragu untuk menikahkanmu dengan dia. Tapi mama juga memikirkan anak yang ada di perut kamu ini haruslah hidup bersama dengan kedua orang tuanya..” Sahut mama rina dengan menatap ibel penuh arti.


“Sshhh\~ maafkan ibel mah, ibel menyesal telah berbuat seperti ini hingga akhirnya ibel merusak masadepan ibel sendiri demi lakilaki yang bahkan sebrengsek itu.” Ujar ibel seraya menangis.


“Sudah sudah, tak perlu lagi kamu menyesali apa yang telah terjadi. Saat ini fikirkan dulu nyawa yang ada di perut kamu itu, masalah thomas anggap saja dia tidak pernah ada didunia ini meskipun kamu bersanding dengannya.. mama akan merencanakan bagaimana kehidupanmu setelah ini..” Sahut mama rina dengan mengerjapkan kedua matanya.


“Mah, please. Ibel butuh mama. Ibel mau tinggal bersama mama saja” Rengek ibel saat itu juga.


“Gak bisa dong sayang, kamu kan sudah menjadi istri orang. Seburuk apapun kelakuan suami kamu, kamu tetap harus ada dirumahmu sendiri. Daripada rumahmu nantinya akan jadi markas tempat thomas berselingkuh dengan perempuan perempuan ****** lainnya, apa kamu rela?!” Ujar mama rina dengan mengelus lembut rambut anaknya.


“T-tapi mah, thomas jahat. thomas gak sayang sama ibel, sakit hati ibel mah kalo harus diduakan dengan orang lain seperti ini..” Lirih ibel dengan menundukkan kepalanya.


“Mama tau perasaanmu saat ini sayang, tapi kamu yang sabar dulu yaa.. kamu harus kuat demi anak kamu ini, mama janji akan memikirkan solusinya secepat mungkin.” Sahut mama rina pada anaknya.


“Mama juga gak rela jika anak mama di seperti inikan, mama ingin kamu melanjutkan kuliahmu lagi dan meraih cita-citamu lagi.. tugasmu adalah sabar dulu sampai anak ini lahir, nanti mama akan meminta ketegasan pada keluarga thomas.” Imbuhnya kembali.


“Maksud mama? Apakah aku bisa melanjutkan cita-citaku kembali dengan keadaanku yang seperti ini?! Aku malu mah.. aku malu jika teman temanku tau bahwa aku hamil.” Tanya ibel dengan raut wajah cemasnya.


“Kamu tenang saja, kamu tidak akan merasa malu ataupun terbebani. Karena mama akan memutar otak untuk masa depanmu yang akan datang.” Sahut mama rina dengan tersenyum menyeringai.


Ibelpun menganggukkan kepalanya pelan,

__ADS_1


“Oiya, didepan sana sudah ada mertuamu. Jika mereka masuk kesini dan menemuimu tolong ceritakan yang sejujurnya kepada mereka atas kelakuan anak kesayangan mereka itu, ya sayang?!” Usul mama rina yang dianggukkan oleh ibel saat itu juga.


“Jangan takut sama mereka, meskipun jabatan mereka lebih tinggi daripada kita. Tapi kita punya Tuhan yang akan membantu kita.. percayalah.” Imbuh mama rina dengan tatapan penuh arti.


“Terimakasih banyak mah, sudah mau disamping ibel selalu meskipun ibel sudah membuat mama kecewa..” Lirih ibel dengan air mata yang sudah membasahi seluruh pipinya.


“Sudah berapa kali mama bilang sama kamu nak, kamu itu anak mama, jadi meskipun kamu berbuat salah yang fatal sekalipun seperti ini mama akan terus disampingmu mensupportmu.. jadi sekali lagi jangan pernah kamu ragukan rasa sayang mama kekamu ya ibel! Karena kasih sayang ibu itu sepanjang masa..” Ungkap mama rina dengan tersenyum penuh makna.


Ibelpun menganggukkan kepalanya, “Iyah,mah. Terimakasih.. ibel sangat bersyukur memiliki ibu yang hebat seperti mama, ibu yang tangguh dalam hal apapun, dan ibu yang selalu siaga untuk anaknya. Ibel sayang sekali sama mama. I love you!” Sahut ibel yang sontak memeluk tubuh mama rina saat itu.


“I love you too little princess mama.” Sahut mama rina dalam pelukannya itu.


Ceklekkkk


Tiga orang pun masuk kedalam ruangan tersebut dan melihat pelukan hangat antara ibu dan anak itu.


“Bel, gimana keadaanmu?!” Tanya ayah Jacky kepada ibel.


“Sudah lebih baik yah.” Sahut ibel dengan menyunggingkan senyuman tipisnya.


“Kamu itu kenapa bel sampe melakukan hal seperti ini?!” Tanya mama dina dengan raut wajah mencurigai.


Mama dina memang tidak sepenuhnya menyukai ibel, justru ayah Jacky lah yang dekat dengan ibel.


Ibelpun menghembuskan nafasnya pelan seraya mengerjapkan kedua matanya saat itu.


“Mama tanyakan saja kepada anak mama sendiri, sudah berbuat apa dia sampai aku harus bertingkah bodoh sepeti ini?!” Sahut ibel menohok.


“Kamu kenapa lagi thomas?! Ada apa dengan kalian berdua?!” Tanya ayah Jacky seketika.


“Aku gak tau yah, ibel aja gak jelas. Gak ada apaapa kok malah kaya gitu. Aneh!” Sahut thomas hingga membuat Ibelpun sontak melengos atas jawaban thomas tersebut.


“Cih,Playing victim!” Dengus ibel dengan memalingkan wajahnya sendiri.


“Apansi! Emang bener kan aku gak ngapa ngapain. Aneh banget lagian banyak drama segala!” Sahut thomas kembali dengan nada sinisnya.


“Kamu selingkuh disaat aku hamil anakmu! Masih kamu playing victim dengan tidak mau mengakui kesalahanmu sendiri. Benar benar hebat, baru ku temukan lakilaki sepertimu thomas! Sungguh menyesal aku menikah denganmu..” Seru ibel dengan mata yang ia bulatkan lebar lebar.


“Eh anjing! Ada buktinya kah kalo aku selingkuh?! Main nuduh nuduh orang aja lo tai!!!” Ketus thomas hingga membuat mama rinapun langsung pasang badan dihadapan thomas.


“Berani beraninya kamu berbicara kasar seperti itu dengan istrimu sendiri thomas?!” Gertak mama rina yang tangannya sudah ia lipatkan diatas dadanya.


“Sudah sudah, jangan ribut disini. Ini rumah sakit! Kalo mau ribut nanti saja dirumah! Lebih baik kamu pulang duluan saja thomas! Biar nanti ibel pulang bersama kita..” Cela ayah Jacky seketika.


“Tidak! Lebih baik kalian pulang duluan saja. Biarkan ibel aku yang antarkan pulang. Lagipula ibel harus transfusi darah terlebih dulu sebelum pulang, dia kehabisan banyak darah.” Tolak mama rina saat itu juga.


***

__ADS_1


__ADS_2