TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 99


__ADS_3

Setibanya dirumah, ibel pun berterimakasih kepada mama rina karena telah menghantarkannya pulang kerumah meski ibel harus menutup kuping di sepanjang perjalanannya karena mama rina yang terus berkomat-kamit.


“Makasih ya mamah, love youuu!!” Seru ibel seraya melambaikan tangannya kepada mama rina yang masih terlihat dingin dibangku kemudinya.


“Hmm, untung anak sendiri. Kalo bukan ibel, udah pasti gue telen idup-idup tu bocah!” Gerutu mama rina seraya menghela nafasnya secara kasar.


PIP!


Mama rina pun menyahutnya dengan mengklakson mobilnya dan mengemudikannya kembali untuk pulang kerumahnya.


“Hmm, hari ini sungguh luar biasa. Disaat penampilan gue b aja gini, ada aja ketemu orang!” Gerutu ibel seraya menenteng barang belanjaannya masuk kedalam rumahnya.


CEKLEK!


“Mba Susi…” Panggil ibel kepada sang pembantu.


“Iyah non, mba Susi disini..” Sahut Susi yang tengah menggendong Alice dihalaman taman tengah rumahnya.


Ibel pun langsung menghampirinya, “Disini rupanya kalian berdua, Eum-kenapa Alice digendong mba? Apa dia rewel?” Tanya ibel kepada sang pembantu.


“Gak papa kok non, tadi memang sempat rewel Tapi cuma sebentar saja.” Jawab Susi kepada ibel.


“Eum, gitu yah. Pasti gara-gara aku pulangnya lama ya?! Maaf ya mba, tiba-tiba tadi ada sedikit problem pas lagi belanja. Tapi tidak papa sih, sekarang sudah aman.” Ucap ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.


“Benarkah? Apa yang terjadi pada non ibel? Apa ada yang ingin menjahati non ibel?” Tanya Susi dengan mata yang terbelalak sempurna.


“Gak ada mbak, hanya sedikit kendala. Its Okey! Eum-sini Alice nya mba, biar ibel bawa kekamar.” Sahut ibel seraya mengulurkan kedua tangannya untuk menggendong sang anak.


“Kalo non ibel capek, Alice nya biar sama mbak susi gak papa kok. Lagian sepertinya lagi enak Bobonya si neng geulis..” Ucap Susi seraya mengayunkan alice dalam gendongannya.


“Gak mba, ibel kangen sama alice. Jadi biar saja ibel bawa kekamar.” Elak ibel yang tetap ingin menggendong sang anak.


“Hmm, baiklah non.” Dehem Susi yang pasrah memberikan alice kepada ibunya.


Setelah alice sudah dalam gendongannya, ibel pun berpamitan kepada sang pembantu untuk langsung pergi masuk kedalam kamarnya.


“Ibel masuk kamar dulu ya mba, Oiya nanti tolong belanjaan ibel dimeja depan dirapikan ya mba.” Pesan ibel kepada sang pembantu.


“Oke siap non.” Sahut Susi dengan menganggukkan kepalanya sendiri.


CEKLEK*

__ADS_1


Sesampainya dikamar, ibel meletakkan sang anak dikasur nya. Ia pun lalu merebahkan tubuhnya disamping sang anak.


“Sayang, Mommy kangennnn sama Alice. Maafin Mommy ya tadi Mommy belanjanya lama..” Gumam ibel seraya mengelus lembut pipi sang anak yang tengah tertidur.


“Hmm, udah lama gue gak buka Sosmed. Buka aja kali ya sesekali, gue masih penasaran sama apa yang kanya bilang tadi di minimarket. Kenapa dia bisa tau kalo gue udah nikah dan punya anak sama thomas..” batin ibel seraya menghela nafasnya secara pelan.


Wanita itu pun sontak membuka ponselnya,


“HAH?!”


Ibel pun terbelalak ketika melihat banyaknya berita tentang dirinya yang sedang tranding top 1 disosial media. Selama ini ia tak menyadari hal tersebut karena dirinya jarang sekali membuka akun sosmednya. Betapa terkejutnya ibel saat menatap layar ponselnya ketika ribuan orang telah menghujatnya karena memiliki anak diluar pernikahan. Hatinya mencelos, tubuhnya pun hampir tumbang karena lemas.


“Gak.. gak mungkin!! Gue cuma mimpi kan, gue pasti cuma mimpi seperti yang sudah sudah..” Batin ibel seraya menampar kedua pipinya.


Saat beberapa orang disosial medianya mengetahui ibel yang saat itu sedang online, mereka pun langsung menyerang ibel dengan kata-kata panasnya.


TING!


TING!


“Woi bel! Gila, ternyata lo gak ada harga dirinya banget ya bel sampe punya anak diluar nikah. Pantesan aja selama ini seolah-olah menghilang dari dunia. Ternyata alasannya menutupi aibnya ckck”


“Cewe murahan njir”


“Segala bilang kalo beritanya hoax lagi kemarin, duhh emang ya circle nya jadi garda terdepan banget buat nutupin aib bestie nya Ck”


“Kalo gue sih udah malu banget, bingung mau taro muka dimana lagi.”


“Parah lo nitizen, bel.. Spill ponakan online nya dong haha”


“Iyeh mana nih Spill lah anak haram lo itu bel Ck”


“Anak hits yang hamil diluar nikah upssss”


Ibel yang membaca beberapa komenan nitizen itu pun sontak meneteskan air matanya, ia menutup kembali sosial medianya. Lalu ia pun melemparkan ponselnya kesembarang arah dikasurnya.


“Arghhhhh!! Kenapa ini terjadi padakuuuuuu.. tidakkkkkkkkk” Teriak ibel seketika.


TRINGGG!


Saat dirinya tengah menangis, tiba-tiba ponselnya pun kembali berdering. Ibel mencoba untuk tidak memperdulikannya, namun suara tersebut tetap saja berbunyi hingga membangunkan Alice dari tidurnya.

__ADS_1


“Siapa sih Yaampun..” gumam ibel yang akhirnya mengambil kembali ponselnya tersebut.


“Ssshhttt, Bobo lagi ya nak ya..” celoteh ibel kepada sang anak seraya mengambil ponsel miliknya.


“Ayya..” Lirihnya kembali saat menatap layar ponselnya.


Tak berfikir panjang, ibel pun langsung mengangkat panggilan masuknya tersebut.


“H-halo yya..” sapa ibel dalam sambungan telfonnya.


“Halo bel? Bel, are you okeyyy?! Gue mau bicara sesuatu sama lo..” Sahut Ayya diseberang sana.


“Gue udah tau kok lo mau bicara apa sama gue yya, gue udah tau semuanya sshhh\~\~” Ucap ibel yang terdengar menangis lirih.


Ayya pun terdiam sejenak, “Bel, lo tenangin diri lo ya. Sebentar lagi gue dan Sarah kerumah lo!” Pesan Ayya kepada ibel.


“E’em..” ibel pun hanya bisa pasrah dengan situasi yang menimpanya kala itu.


PIP!


Ibel pun memutuskan sambungannya secara sepihak, ia menjatuhkan ponselnya saat itu juga.


“ARGHHHHHHH!!!!!” Teriaknya secara histeris hingga sang pembantu pun sontak berlarian menuju kamar ibel tersebut.


“Kenapa dunia tak berpihak padakuuuu!!! Kenapa aku selalu mendapatkan kesengsaraan ini secara bertubi-tubi. Apa salahkuuu? Apa aku ini terlalu hina dimata mu ya Tuhan!!!” Seru ibel seraya menangis sesenggukkan.


Tak lama kemudian, Susi pun datang dan langsung membuka pintu kamar ibel tanpa permisi karena ia sangat panik dengan teriakan sang majikannya tersebut.


“Nonaaaa, apa yang terjadi nonaaa?” Tanya Susi yang langsung menghampiri ibel dengan raut wajah cemasnya.


“Mbak Susi, lagi-lagi ibel harus mendapatkan karmanya.” Lirih ibel kepada sang pembantu.


“Ada apa non? Ceritakan kepada mba Susi..” tanya Susi dengan kebingungannya.


“Saat ini banyak orang yang sudah mengetahui status ibel yang sekarang mba, mereka semua menghujatku dengan kata-kata pedasnya. Ibel ini pendosa, ibel tau ibel salah telah melakukan hubungan terlarang diluar pernikahan hingga menghasilkan Alice. Sshhhh\~\~ ibel tidak tahu kenapa Tuhan sebenci itu denganku, sampai aku harus ditakdirkan seperti ini. Mempunyai anak yang menurut orang-orang haram, lalu mempunyai suami yang kerjaannya selalu menyakitiku. Lalu sekarang, aku mendapatkan karma sosialnya. Hidupku benar-benar hancur mba!!!” Ungkap ibel seraya memeluk tubuh Susi dengan erat.


“Non ibel, please hentikan ucapan dan fikiran buruk non ibel lagi. Mba susi yang mendengarnya saja ikut sakit hati, didunia ini banyak manusia yang tak luput dari dosanya. Hal seperti non ibel ini bahkan sudah banyak diluaran sana, jadi jangan pernah merasa hanya non ibel lah satu-satunya orang yang melakukan dosa ini. Satu lagi, non. Jangan pernah membenci Tuhan ya, Tuhan tidak pernah membenci hambanya. Tuhan itu sayang kepada kita, Tuhan tau hanya non ibel lah manusia pilihannya yang bisa menghadapi semua cobaan yang ia berikan. Non ibel harus kuat, masih ada orang-orang disekeliling non ibel yang menyayangi non ibel. Tidak perlu hiraukan ucapan orang lain lagi.” Sahut Susi dengan mengelus lembut tubuh ibel.


“Mba, ibel gak kuat..” lirih ibel dengan airmata yang sudah memenuhi seluruh wajahnya.


“Non ibel harus kuat, ada Alice yang masih membutuhkan non ibel. Lihatlah dia non, dia bukan anak haram. Dia adalah hadiah terindah yang telah Tuhan berikan pada non ibel dan keluarga. Suatu saat Alice akan menjadi orang hebat, yang bisa membanggakan non ibel. Mba Susi yakin itu.” Pekik Susi dengan lugas.

__ADS_1


Ibel pun sekilas melirik kearah sang anak, ia mengerjapkan kedua matanya dan tetap menangis tiada hentinya.


**


__ADS_2