TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 64


__ADS_3

Sementara Disisi lain, diwaktu yang bersamaan.. Alice mendadak menjadi rewel, tangisannya pun pecah memenuhi seisi ruangan rawat inapnya tersebut hingga membuat ibel dan teman-temannya pun sontak kebingungan saat itu juga.


“Alice kenapa sih,bel?” Tanya Ayya kepada ibel yang masih berusaha menenangkan sang anak.


“Gue juga gak tau yya, tiba-tiba nangis kaya gini. Apa mungkin tubuhnya ada yang sakit ya? Setelah operasi kemarin..” Sahut ibel dengan raut wajah piasnya.


“Mau coba gue panggilin dokter atau perawatnya aja bel? Siapa tau aja mereka tau penyebab rewelnya Alice ini kenapa..” Usul Sarah seketika.


“Ide bagus tuh sar, sana cepet panggilin dokter aja!” Sahut ayya yang menyetujui usul Sarah tersebut.


“Gimana bel?!” Tanya Sarah kepada ibel kembali.


“Yaudah, boleh deh kalo mau panggil perawat atau dokter gak papa..” Angguk ibel dengan raut wajah piasnya.


“Oke deh, sebentar yah!” Sahut Sarah yang saat itu langsung bergegas melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut untuk memanggil sang dokter.


“Usssh ussshh\~ sayang.. kamu kenapa sih nak? Mommy sangat khawatir kalo kamu seperti ini sayang.” Celoteh ibel dengan menimang sang anak ditangannya.


*Hingga beberapa menit kemudian, Sarah pun kembali ke ruang rawat inap tersebut bersama dengan dua perawat yang ikut dibelakangnya.


“Bel, nih biar Alice diperiksa sama susternya dulu!” Pekik Sarah dengan menggebu-gebu.


Ibel pun sontak menganggukkan kepalanya dengan cepat dan meletakkan sang anak diranjang rawat nya untuk diperiksa oleh kedua perawat yang sudah ada disana.


“Gimana, sus? Apa yang terjadi dengan anak saya? Kenapa dia begitu rewel. Padahal biasanya dia tidak pernah serewel ini, apa ada masalah pada selang yang ada ditubuhnya?! Tanya ibel dengan raut wajah paniknya kepada perawat yang saat itu sedang memeriksa seluruh tubuh Alice.


Kedua perawat yang memeriksa kondisi Alice pun saling melemparkan pandangannya seraya menggelengkan kepalanya secara bergantian saat itu juga.


“Eum, maaf bunda. Sepertinya kami berdua tidak menemukan masalah apapun ditubuh Alice. Untuk selangnya juga masih aman ketika saya periksa.” Tutur salah satu perawat tersebut.


“Perutnya kembung gak sus? Takutnya apa itu namanya kolak? Eh salah, maksudnya kolik.” Tanya Ayya kepada sang perawat.


“Perutnya juga tidak kembung ya bun, kalo perutnya kembung pasti ditepuk itu kerasa dan berbunyi.” Sahut salah satu perawat kepada Ayya.


“Pusing kali ya sus kepalanya Alice?!” Seru Sarah seketika.


“Eum, sepertinya tidak juga. Saya sendiri juga bingung, Adek ini kenapa menangis meraung-raung seperti ini.” Sahut salah satu perawat dengan menggarukkan kepalanya yang tak gatal tersebut.


“Bel, kenapa jam segini thomas belom pulang juga?!” Cela vega kepada ibel.


“Gue gak tau veg, gue gak mikirin dia. Gue lagi pusing mikirin anak gue ini..” Sahut ibel yang masih terfokus kepada sang anak.


“Kalo begitu, kami berdua pamit keluar dulu ya bun. Sepertinya adeknya rewel minta minum itu bun..” Pamit salah satu perawat dengan ramahnya.


“Ha bener tuh kata susternya, buruan lo susuin itu Alice nya bel..” Timpal Ayya yang menyetujui hal tersebut.


“Gue kan udah susuin dari tadi Ayya, lo kan liat sendiri tadi. Tapi Alice tetep gak mau, entah mintanya apa. Pusing banget gue yya!” Sahut ibel dengan wajah yang masih cemas.


“Atau mungkin dia ingin tidur dengan nyaman bun, bunda dan yang lainnya jangan berisik dulu sampe si Dedek tidur..” Usul sang perawat yang belum pergi dari ruangan tersebut.

__ADS_1


“Yang dari tadi berisik cuma Ayya! Omelin aja dia tuh..” Cela Sarah dengan menohok.


“Kenapa jadi gue yang kena?” Lirih Ayya dengan memanyunkan bibirnya.


“Baiklah sus, akan saya coba. Terimakasih ya sus.” Ucap ibel kepada kedua perawat tersebut.


“Sama-sama bunda, kalo begitu kami berdua pamit keluar dulu yah.” Sahut salah satu perawat yang kemudian mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut.


“Iyah, sus! Terimakasih sekali lagi..”


“Mungkin Alice rewel karena ingin bertemu dengan daddy nya, bel.. kalo kata gue mah si thomas suruh pulang aja deh sekarang! Ya kali masih dikantor, ini kan sudah hampir jam delapan malam!” Pekik Vega seketika.


“Bisa jadi! Ayo bel, Telfon thomas! Suruh dia pulang sekarang..” Timpal Sarah yang menyuruh ibel untuk segera menghubungi sang suami.


Ibel pun sontak meraih ponselnya yang berada diatas nakas ranjang sang anak.


Tanpa berfikir panjang ibel pun langsung menghubungi suaminya saat itu juga.


TUT!!!


“Panggilan yang anda tuju sedang diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi”


Ibel pun menghela nafasnya secara kasar.


“Kenapa bel?!” Tanya Sarah seketika.


“Nomer thomas gak bisa dihubungi..” Sahut ibel dengan menundukkan pandangannya.


“Eh gue baru inget, tadi sore thomas sempet nelfon gue sih. Dia ngasih kabar kalo dia gak bisa pulang cepat karena ada urusan dengan klien nya. Gue fikir hanya untuk satu atau dua jam an saja. Ternyata sampai jam segini dia belum pulang, bahkan hp nya pun gak bisa dihubungi lagi. Apa jangan-jangan ada sesuatu padanya ya? Apakah thomas sedang dalam bahaya makanya Alice sampe rewel seperti ini?!” Duga ibel seketika.


“Bel, lo jangan gitu dong! Kita kan jadi ikutan was was nih, takut si manusia gila itu ada apa-apanya. Karena gimana pun dia tetap teman kita-kita juga.” Sahut Sarah yang ikut panik.


“Tapi emang bener juga sih kata ibel, bisa jadi Alice rewel seperti ini karena thomas. Gue ada dua option sih, yang pertama bisa jadi thomas sedang dalam bahaya diluar sana, dan yang kedua bisa jadi malah lo bel yang sedang bahaya karena thomas sedang berbuat aneh diluaran sana!” Timpal Ayya dengan argumennya sendiri.


“Uhukkk!!”


Vega pun sontak terbatuk saat mendengar ucapan Ayya tersebut.


“Kenapa lo batuk veg?” Tanya Ayya dengan sinis.


“Gue gak nyangka fikiran lo sampe kesitu yya..” Sahut Vega dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Lagian gue agak ragu kalo manusia iblis seperti thomas itu ada yang jahatin, biasanya kan justru dia yang jahat sama orang. Iya gak sih?! Ck” pekik Ayya dengan tawa kecilnya.


“Entah option yang pertama maupun yang kedua, intinya rewelnya anak lo ini fix sih pasti karena thomas bel!” Cela Sarah dengan wajah seriusnya.


“Jadi gue harus gimana? Sementara gue gak tau thomas ada dimana sekarang..” tanya ibel dengan raut wajah yang kebingungan.


“Thomas punya ajudan pribadi kan bel?!” Tanya Vega seketika.

__ADS_1


“P-punya..” sahut ibel dengan mata yang terbelalak.


“Sekarang lo hubungin dia aja, tanya dimana thomas sekarang..” usul Vega kepada ibel.


“Gue gak punya nomor ajudan pribadinya itu veg.” Sahut ibel dengan wajah piasnya.


“Minta ke ayah mertua lo bel..” Usul Ayya seketika.


“Hmm, baiklah. Tunggu sebentar biar gue chat ayah mertua gue dulu..” Dehem ibel dengan menganggukkan kepalanya saat itu juga.


*Hingga waktu pun terus berlalu,


TING\~


Satu notifikasi pun muncul dilayar ponsel milik ibel, hingga membuatnya sontak membuka dan membaca notifikasi yang telah masuk keponselnya tersebut.


“Eh, ayah mertua gue udah ngasih nomer ajudan pribadinya thomas nih.” Seru ibel hingga membuat teman-temannya pun sontak menatapnya secara bersamaan.


“Oke, sekarang lo hubungi bel!” Perintah Sarah yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


TUT\~\~


Tak lama kemudian, panggilannya pun terhubung dengan seseorang.


“E-Halo, apa ini benar dengan marco?!” Sapa ibel dalam sambungan telfonnya tersebut.


“Halo, iya benar saya marco. Ini siapa yah?!” Tanya marco diseberang sana.


“Saya ibel, istri thomas.” Sahut ibel dengan menggigit bibir bawahnya.


“Oh, maaf bu. Saya tidak tahu kalo ini nomor ibu, ada apa yah bu? Apa ada yang bisa saya bantu sekarang?!” Tanya marco seketika.


“Tidak papa marco, saya hanya ingin bertanya. Apakah kamu sekarang bersama dengan thomas? Kenapa jam segini belum pulang juga ya? Apakah urusan dengan kliennya belum selesai sampe sekarang? Ini Alice dirumah sakit sedang menangis meraung-raung sepertinya aku membutuhkan thomas sekarang. Jadi tolong ya marco sampaikan ke thomas untuk segera pulang sekarang.” Ungkap ibel tanpa basa-basi.


Marco pun sontak mengerutkan keningnya dan sejenak menjauhkan ponselnya dari telinganya dengan raut wajah herannya.


“Eum, maaf sebelumnya bu. Tapi pak thomas sedang tidak bersama saya, karena waktu saya ingin antarkan beliau pulang, beliau malah menolaknya dan menyuruh saya untuk pulang terlebih dulu.” Sahut marco dengan menelan salivanya secara cepat.


“Apaaa??? Lalu kemana dia? Klien siapa yang dia maksud? Kenapa kamu sebagai ajudan pribadinya bahkan tidak ikut menemaninya untuk menemui kliennya itu?!” Pekik ibel dengan nada tingginya.


“Setau saya, hari ini tidak ada jadwal pak thomas untuk bertemu klien manapun bu.” Sahut marco dengan polosnya.


“Hmmm.” Dehem ibel seraya menarik nafasnya secara panjang.


“Baiklah kalo begitu, marco. Maaf sebelumnya jika saya sudah menganggu. Saya tutup dulu telfonnya yah.” Pamit ibel yang langsung memutuskan sambungan telfonnya secara sepihak.


PIP!


“Gimana bel?!” Tanya Sarah kepada ibel.

__ADS_1


“Ajudannya tidak sedang bersama thomas, bahkan ajudannya bilang hari ini tidak ada jadwal thomas bertemu dengan klien manapun.” Jawab ibel dengan lemas.


“Ck, fix sih dugaan gue bener! Option yang kedua lurrr!!!” Decih Ayya dengan memiringkan senyumannya.


__ADS_2