
Sementara Disisi lain,
TING TONG\~
Suara bell rumah pun terdengar beberapa kali, hingga membuat ibel pun bergegas untuk menuruni tangganya dan membukakan pintu tersebut.
“Iyah, sebentar..” Teriak ibel dari dalam rumah.
CEKLEK*
Terlihat wanita paruh baya dengan menentang tas jinjingnya berdiri dengan sedikit membungkukkan tubuhnya dengan sopannya dihadapan ibel saat itu, hingga membuat ibel pun sontak tersenyum dengan ramahnya.
“Mbak Susi ya?” Tanya ibel kepada wanita tersebut.
“Inggih non, saya mbak susi yang ditugaskan untuk menjadi pembantu rumah tangga dirumah ini..” Sahut mba susi dengan sopannya.
“Baiklah, kalo begitu mari masuk dulu mba..” Tutur ibel yang saat itu mempersilahkan pembantu baru dirumahnya tersebut.
“Baik, Non. Terimakasih yaa..” Angguk mba Susi yang melangkahkan kakinya mengikuti ibel yang sudah lebih dulu melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya.
“Mba Susi, ini kamarnya ya. Barangnya boleh ditaro dulu gak papa..” Pekik ibel yang berdiri diambang pintu kamar kosong yang berada didepan dapurnya.
“Nggeh non..” Angguk mbak Susi dengan sopannya.
Setelah meletakkan barang-barangnya, sang pembantu langsung bekerja dirumah tersebut.
Sementara ibel baru saja naik keatas untuk mengambil Alice yang ia tinggalkan di kasur kamarnya.
“Utuuuu tuuu tuuuu\~ Sayangnya Mommy sendirian ya, Yuk gendong Mommy yuk nak yukkk..” Celoteh ibel kepada sang anak.
TING TONG\~
Suara bell rumahnya kembali berbunyi, membuat ibel pun sontak mengerutkan keningnya.
“Siapa lagi yang datang?” Gumamnya seraya menggendong sang anak.
Ibel pun melangkahkan kakinya keluar kamar dan berdiri ditiang tangga, ia melihat pintu telah dibukakan oleh pembantunya.
“Yaampunnn ayyaaaa, gue kira siapaa coba…” Gumam ibel yang saat itu menerbitkan senyuman manisnya.
“Ayyaaaaa!!!” Panggil ibel dari atas seraya melambaikan tangannya.
Ayya pun sontak berlarian dari bawah untuk naik keatas tangga menemui ibel dan juga Alice.
__ADS_1
“Aliceeee!!!! Aunty kangen pake bangetttt tau gak!! Yaampun, sini sini gendong aunty..” Seru Ayya dengan kedua tangan yang ingin meraih Alice saat itu juga.
“Nooo!!! Aunty Ayya bawa virus dari luar! Cuci tangan dulu baru boleh gendong Alice..” Tolak ibel dengan tangan yang menghentikan langkah Ayya saat itu juga.
“Ahiyaaaa, aunty lupa. Okeyyy aunty cuci tangan dulu ya sayang habis itu kita main bersama ya cantik!!” Pekik Ayya yang saat itu langsung membelokkan badannya menuju wastafel yang ada didekat tangga.
*Waktu pun terus bergulir, Kini keduanya tengah bersendau gurau bersama-sama dengan sang anak juga.
“Bel, gimana? Apa yang dokter katakan tentang hasil kontrol Alice kemarin?” Tanya Ayya kepada ibel.
“Eum, dokter menyarankan agar Alice segera dioperasi..” Sahut ibel dengan lirih.
“Operasi? Operasi apa?!” Tanya Ayya dengan mengerutkan keningnya.
“Operasi pemasangan selang dari kepala sampe perutnya yya..” Jawab ibel dengan menatap Alice penuh arti.
“Apaaaa?!! Lo serius bel? Yaampun anakku! Alice sayangg, aunty bener-bener gak tega nge bayangannya aja..” Ungkap Ayya dengan mata yang terbelalak lalu sontak memeluk Alice dengan penuh arti.
“Lo aja gak tega, apalagi gue mamanya yya. Hati gue mencelos denger penjelasan dokter tentang penyakit Alice yang harus segera ditangani. Kalo kelamaan bisa-bisa otak Alice tidak bisa berkembang sama sekali..” Sahut ibel dengan mata yang berkaca-kaca.
“Astagaaa bel, bayi semungil ini apa gak beresiko untuk dibongkar pasang seperti itu?! You look kulitnya setipis ini loh, gue takut banget..” Tutur Ayya seraya menatap Alice dengan tatapan penuh arti.
“Bongkar pasang gimana maksud lo yya?!” Tanya ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Operasi pasang selanggg, ibel. Kan sama aja tubuh Alice ini dibongkar pasang nantinya..” Jelas Ayya seketika.
“Terus gimana? Maksudnya keputusan final lo? Kapan Alice akan dioperasi?!” Tanya Ayya kepada ibel.
“Gue belum beri keputusan apapun yya, thomas bilang dia mau bicarakan hal ini dulu sama ayahnya. Ya udah gue tinggal nungguin aja keputusan mereka berdua apa..” Sahut ibel dengan menaikkan kedua bahunya.
“Kalo bisa jangan lama-lama lah ya bel, as you know kata dokter kalo kelamaan beri keputusan kan bisa menghambat perkembangan otaknya kan?!” Usul Ayya seketika.
“Iyah, Ayya ku sayanggg. Makasih ya udah care sama Alice..” Ucap ibel dengan menyunggingkan senyumannya kepada Ayya.
“Lo apan sih bel! Jelas gue care lah sama Alice, dia kan udah gue anggep kaya anak gue sendiri meskipun gue belum pernah ngerasain punya anak hehe..” Protes Ayya yang saat itu menepuk pundak ibel dengan pelan.
“Hahaha iya-iya deh Alice anak kita bersama pokoknya..” Ucap ibel yang saat itu membuat keduanya tertawa bersamaan.
*Waktu pun terus berputar, Cahaya mahatari mulai redup. Waktu menunjukkan pukul lima sore hari.
“Njir! Gak kerasa udah seharian gue dirumah lo bel, gue balik sekarang ya..” Pamit ayya kepada ibel.
“Lo mau balik sekarang yya?!” Tanya ibel dengan raut wajah masamnya.
__ADS_1
“Iyah, gapapa kan? Lagipula gue kan udah seharian nemenin lo dan Alice disini, jangan cemberut gitu dong. Kebiasaan lo kalo gue mau pulang pasti gitu mukanya..” Sahut ayya dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Hehe, Iyah boleh ayya gak papa..” Ringis ibel saat itu juga.
“Nah gitu dong nyengir! Gue kan jadi lega ninggalin lo disini, lagi pula sebentar lagi juga thomas pulang kan?!” Pekik Ayya yang juga mengembangkan senyumannya kepada ibel.
“Iyah seharusnya sih bentar lagi pulang, tapi gue kan gak tau dia mampir kemana dulu gitu sampe pulangnya bisa larut malam nanti.” Sahut ibel yang menghela nafasnya secara pelan.
“Hmm, pesen gue. Kalo lo udah gak kuat jangan dipaksain ya bel. Lo berhak bahagia kok..” Lirih Ayya seraya bangkit dari kasur ibel.
Ibel pun menganggukkan kepalanya depan pelan seraya tersenyum kepada Ayya.
“Yaudah, gue balik duluan ya. Lo mau nganterin gue kebawah gak ni?!” Pamit Ayya seketika.
“Yaudah yuk gue Anter kebawah..” Sahut ibel yang saat itu juga bangkit seraya menggendong Alice.
Lalu mereka berdua pun melangkahkan kakinya menuruni tangga rumahnya menuju kebawah..
“Non, sini dedenya biar sama mba Susi.” Ucap pembantunya yang berada dilantai bawah rumahnya.
Ibel pun menganggukkan kepalanya seraya memberikan Alice kepada sang pembantu.
“Pembantu baru lo ya bel?!” Bisik Ayya kepada ibel yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Dahhhh bel.. kalo kangen sama gue Telfon aja yak Ck” Celoteh Ayya yang baru saja masuk kedalam mobilnya.
“Dahhh, hati-hati ya yya! Jangan ngebut-ngebut lo dijalan!” Pesan ibel seraya melambaikan tangannya kepada Ayya.
Bvroommmmmm\~\~
Mobil yang dikendarai Ayya pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan perkarangan rumah ibel tersebut.
Namun, belum sempat ibel berbalik badan untuk masuk kedalam kerumahnya. Mobil lainnya masuk kedalam pekarangan rumahnya tersebut membuat ibel pun sontak menghembuskan nafasnya secara pelan.
“Hmm, tumben sekali tepat waktu pulangnya..” Dehem ibel dengan tersenyum tipis ketika melihat mobil thomas lah yang saat itu dalam pandangannya.
Brughh!!
Thomas pun turun dari mobilnya, lalu menghampiri sang istri yang masih berdiri didepan pintu rumahnya.
“Tadi siapa? Kenapa kamu tidak bilang jika ada tamu yang datang kerumah? Apa jangan-jangan itu laki-laki? Selingkuhanmu?! Hah?!” Tanya thomas dengan tatapan mencurigai istrinya.
“Masuk dulu, bersihkan badanmu lalu makan. Nampaknya masih banyak setan yang menempel ditubuhmu, yukk!” Tutur ibel seraya mentitah tubuh thomas untuk masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
“Apa-apaan ini!” Lirih thomas yang heran atas perlakuan sang istri saat itu juga.
🍁🍁