
“Huffttt, untung ada lo sar! Thanks yaa udah bantuin gue, akting lo keren juga ternyata Ck” Ucap thomas yang menghela nafasnya secara lega.
“Haha Sarah gitu loh! Udah ayok ah..” Tawa Sarah saat itu juga.
Keduanya pun melangkahkan kakinya kembali secara berdampingan menuju tempat dimana Vega dan juga kedua temannya berkumpul.
“Nah! Itu dia mereka ada disana..” Tunjuk Sarah kepada thomas.
“Weh,weh liat itu siapa yang dateng..” Senggol revano kepada Vega dan juga Alex.
Thomas pun menghampiri ketiga temannya bersama Sarah saat itu juga.
“Anjaiiiii, akhirnyaaaa lo dateng juga bestie!!” Seru Alex kepada thomas.
“Thom, apa kabar lo? Gue seneng banget akhirnya lo sempetin dateng juga ke acara ulang tahun gue ini.” Timpal Vega dengan menyunggingkan senyumannya kepada thomas.
Thomas pun menarik nafasnya dengan pelan, “Eum, Iyah gue—“ ucap thomas yang langsung dipotong oleh Alex.
“Sstttt, udah. Yang lalu biarlah berlalu, kita juga udah Maafin kok. Maafin kita juga ya thom kalo menyinggung perasaan lo. Kita mulai semuanya dari awal ya. Gak ada jarak antara kita lagi, karena kita bukan hanya teman, kita ini saudara ketemu gede!” Potong Alex dengan bijaksananya.
“Lagipula siapa juga yang mau minta maaf ke kalian, bodoh!” Batin thomas saat itu juga.
“Hmm, Iyah. Baiklah..” Angguk thomas kepada ketiga sahabatnya tersebut.
“Bay the way mana ibel,thom? Gak lo ajak?!” Tanya Vega kepada thomas.
“Ibel dirumah, lagian ini juga sudah malam. Gak mungkin rasanya gue ngajak ibel keluar jam segini, kasian anak gue kalo ditinggal kan..” Sahut thomas dengan argumennya sendiri.
“Ahiya, benar juga sih. Tapi dia gak papa kan ditinggal lo sendirian dirumah?” Tanya Vega kembali.
“Ya, gak papa. Lagian dirumah gue sudah ada pembantu, jadi ibel gak sendirian lagi ngurus alice kalo gue tinggal.” Jawab thomas dengan menganggukkan kepalanya pelan.
“Wuidihhhh, banyak perubahan teman kita satu ini sobbb! Keren.. makin sayang dan perhatian kayaknya ni sama anak bini.” Puji revano seketika.
“Jangan kenceng-kenceng bacot lo ******! Kalo ada yang denger gimana coba..” Cela Sarah saat itu juga.
“Ahiya, sorry-sorry thom..” Lirih revano dengan menganggukkan kepalanya.
“Yaudah duduk dulu aja thom, paling sebentar lagi juga acara bakalan gue mulai..” Sergah Vega kepada thomas.
“Okey, thank you!” Sahut thomas yang saat itu mendudukkan dirinya dibangku sebelah revano.
“Lo kesini batangan?!” Tanya thomas kepada revano.
“Sepatu aja pasangan, ya kali gue batangan thom! Yang bener aja lo, Ck! Gue kesini sama cewe baru gue, dia ada disebelah sana sama teman-temannya..” Tunjuk revano kepada wanitanya yang ada bersama dengan teman-temannya.
“Boleh juga cewe lo..” Lirih thomas yang menatap wanita revano.
“Weiii! Jangan lo embat juga punya gue thom..” Pekik revano yang menatap thomas dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
“Santai, gue gak bakal makan punya temen gue sendiri!” Sahut thomas dengan memiringkan senyumannya.
“Gue suka gaya lo! Karena kalo sampe itu terjadi, maka gue gak akan pernah sudi jadi sahabat lo lagi.. hahaha” Ucap revano menohok.
“Berani juga lo sekarang sama gue..” Sahut thomas yang melirik kearah revano.
“Harus berani, karena kita sama-sama makan nasi. Ck! Udah ah gak usah seserius itu, gue cuma bercanda kok!” Pekik revano dengan tawa kecilnya.
“Lex, kalo lo gimana? Mana pasangan lo?!” Tanya thomas yang beralih menatap Alex.
“Gue batangan thom.” Singkat Alex saat itu juga.
“Kenapa lo?! Tumben banget seorang Alex si brengsek badjingan Bandar pelacur milih batangan?! Kerasukan apa lo..” Ledek thomas dengan mendongakkan kepalanya kepada Alex.
“Gak tau juga, semenjak— ah Udahlah. Intinya gue lagi pengen sendiri aja. Lagi males sama cewe” Sahut Alex yang harus memotong ucapannya sendiri.
Sebenarnya, semenjak ia mengetahui keberengsekan thomas kepada ibel. Muncul rasa iba kepada ibel, hingga saat itu membuatnya tersadar bahwa ia tak akan lagi mempermainkan wanita manapun di muka bumi ini.
“Ck, gak seru lo! Dunia belom kiamat, lo udah buru-buru tobat!” Ledek thomas dengan tawa kecilnya.
“Hmm, biar ajalah..” Dehem Alex dengan senyuman tipisnya.
*Waktu pun terus bergulir, acara ulang tahun Vega pun dimulai. Saat itu acara pun dimeriahkan oleh salah satu dj ternama dikota tersebut.
Malam tersebut menjadi malam yang penuh arti bagi thomas dan ketiga temannya, seperti terlahir kembali, thomas mengingat masa-masa dirinya sebelum akhirnya sekarang ia harus menikah dini karena ulahnya sendiri.
“Ayo thom!! Jangan diem aja, kita nikmatin malam ini bersama-sama!! Cheers dulu brother!!” Ajak Alex yang mengulurkan satu gelas wine ditangannya.
Thomas pun menyatukan gelas wine miliknya kepada gelas wine yang diulurkan oleh Alex.
TING!!
Thomas pun akhirnya ikut memeriahkan acara tersebut dengan bergojet, bernyanyi dan juga meminum beberapa kali botol wine malam itu. Hingga tak terasa waktu telah menunjukkan pukul setengah tiga malam..
“Thom, udah cukup! Udah banyak banget lo minum dari tadi..” Ucap Vega yang memopoh tubuh thomas yang hampir tumbang.
“Arghhh! Santaiii, lagian gue udah lama gak minum. Meskipun status gue udah berubah jadi bapak-bapak tapi gue masih kuat mabok bukan? Jhahah..” Sahut thomas yang hampir hilang kesadarannya.
“Weh, antar thomas balik aja yuk! Bisa bahaya kalo mabok gini, bisa-bisa dia makan korban perempuan disini..” Usul Vega kepada kedua temannya.
“Lo pegangin dulu thomasnya! Jangan sampe dia deket-deket sama cewe manapun. Gue mau cari kontak mobil thomas dulu, mungkin ada didalam tasnya..” Pinta Alex kepada Vega.
“Van, bantuin gue pegangin thomas! Berat anjir.” Timpal Vega kepada revano.
“Yah elah, gue juga oleng nih gaa! Lo pegangin thomas sama Sarah aja bisa gak? Gue bawa badan gue sendiri aja udah berat banget nih..” Tolak revano yang juga mabok berat saat itu juga.
“Arghh! Syit!! Lo suruh Sarah pegangin thomas yang ada Sarah langsung jadi korban **** sama thomas!” Gertak Vega kepada revano.
“Ahiya juga ya gaa, Yaudah sini gue bantu pegangin.” Lirih revano yang menghampiri Vega dengan langkah tergopoh-gopoh.
__ADS_1
“Weh, gue udah dapet nih kunci mobil thomas! Yuk..” Pekik Alex yang baru saja datang menghampiri kedua temannya yang sedang memopoh tubuh thomas.
“Pake dua mobil kan lex? Jangan cuma pake mobil thomas, nanti kita baliknya gimana..” Tanya revano saat itu juga.
“Meskipun gue mabok, gue gak bodoh kaya lo van! Udah ayo buruan!” Ajak Alex yang saat itu dianggukkan oleh kedua temannya.
*Beberapa saat kemudian, setelah keempatnya berada diarea lobi parkiran cafe tersebut. Sarah tiba-tiba berlarian menghampiri keempat orang tersebut.
“Sayanggg, mau kemana? Kenapa aku ditinggal?” Teriak Sarah kepada Vega.
“Aku mau menghantarkan thomas pulang kerumahnya, kamu mau tunggu disini atau ikut?” Sahut Vega kepada Sarah.
“Aku mau ikut..” jawab Sarah dengan sigapnya.
“Yasudah ayo..” ajak Vega saat itu juga.
“Veg, lo bawa mobil thomas aja sama Sarah. Biar thomas bareng gue sama revano bawa mobil gue..” Usul Alex kepada Vega.
“Okeh.” Singkat Vega seraya menganggukkan kepalanya.
Saat hendak masuk kedalam mobil thomas, tiba-tiba saja Vega dan juga Sarah dikejutkan dengan ban mobil thomas yang dipenuhi oleh paku jalanan hingga membuat mobil tersebut bocor sejadi-jadinya.
“Syittt!!! Kenapa bisa ban mobil thomas dipenuhi paku seperti ini..” Pekik Vega yang menggebrak mobil dengan satu kepalan tangannya.
“Gak wajar, sepertinya ada yang sengaja melakukan ini kepada thomas. Sayang!” Sahut Sarah kepada Vega.
“Siapa orangnya yang berani melakukan ini! Kurang ajar sekali..” Ucap Vega dengan menaikkan satu alisnya keatas.
“Entahlah..” Singkat Sarah dengan menaikkan kedua bahunya saat itu juga.
“Lo kenapa veg/sar? Kenapa belom masuk mobil?!” Tegur Alex yang sudah melajukan mobilnya disamping Vega dan juga Sarah.
“Gimana mau masuk mobil, tuh lo liat ban mobil thomas!” Jawab Sarah yang berdiri dengan melipatkan kedua tangannya diatas dadanya.
Alex pun sontak menoleh kearah ban mobil thomas, “anjirrr!! Kenapa bisa paku puluhan ribu nempel diban mobil nya gitu?! Siapa yang gabut banget ngelakuin hal itu dengan sengaja?” Pekik Alex seketika.
“Apaa sih lex?” Timpal revano yang penasaran.
“Yaudah yok, biar aja mobil thomas disini! Lo berdua naik mobil gue aja!” Ajak Alex yang dianggukkan oleh kedua temannya.
Bvroommmmm\~
Mobil yang dikendarai oleh Alex pun melaju meninggalkan tempat tersebut dan meninggalkan mobil thomas malam itu juga.
“Mobil thomas gimana tuh nanti?” Tanya Sarah kepada vega dan juga kedua temannya.
“Gak papa, biar nanti aku yang urus.” Sahut Vega kepada Sarah.
“Hmm, baiklah.” Angguk Sarah seraya menghela nafasnya secara legah.
__ADS_1