
Setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, akhirnya mereka pun tiba disebuah vila yang ada didekat pantai pasir putih yang sangat indah..
CIT!!
Ketiga mobil tersebut pun terparkir secara berdampingan diarea pekarangan villa tersebut.
“Yeayyyyy!!!! Akhirnya sampe jugaaa…” Sorak Ayya yang baru saja turun dari mobilnya.
“Gilaaaaaa indah banget pantainya Woi!!! Gokil sih ini, gue gak mau ngelewatin moment indah ini, harus foto-foto buat update ke feed ig nih!” Imbuhnya kembali hingga Sarah pun langsung bergegas untuk menarik ponsel yang sudah Ayya keluarkan dari tasnya.
“Ih, apaan sih lo sar? Kalo mau ikutan foto bilang dong..” protes Ayya kepada Sarah.
“Ayya, temen lo lagi trauma sosial media. Dan kita kesini buat ngilang in trauma nya! Bisa-bisanya lo malah mau foto-foto buat taro di feed ig..” Jelas Sarah dengan sabarnya.
Ayya pun sontak terdiam beberapa detik,
“Langsung ngelag dia sar, itu..” Celoteh revano dengan memiringkan senyumannya.
“Eum-Heheh.. Maafin gue ya, gue lupa.” Ringis Ayya seketika.
“Hmm.” Dehem Sarah seketika.
“Tapi gue cuma foto doang, emang ngaruh ya? Gak jadi gue upload di ig deh, janji gue.” Pekik Ayya dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Serah dia aja udah, ayo ah tinggalin aja dia disini..” Seru Alex yang melangkahkan kakinya lebih dulu meninggalkan Ayya.
“Ih jahat banget sih lo lex!” Teriak Ayya dengan memanyunkan bibirnya.
“Berisik apa sih lo pada, nih mending bantuin gue bawain barang-barang anak gue..” Pekik thomas yang baru saja mengeluarkan barang-barangnya.
“Vann, bantuin van..” pinta vega kepada revano.
“Hmm, derita jomblo begini nih. Ayo lex! Kita memang ditakdirkan untuk menjadi manusia yang sangat berguna bagi teman-temannya..” Ucap revano dengan raut wajah pasrahnya dan membawakan semua barang milik keluarga thomas.
“Nah gitu dong!” Lirih thomas dengan raut wajah licik nya.
Mereka pun melangkahkan kakinya bersamaan memasuki villa yang sangat aesthetic tersebut.
“Sumpah, bagus banget villa nya njir! Gatel banget tangan gue pengen narsis disini Yaallah.” Gerutu Ayya yang berjalan disamping Sarah.
__ADS_1
“Yya, tahan yaaa..” Lirih Sarah kepada Ayya.
“Ibel tuh paling demen foto-foto, gue yakin dalam hati dia sebenernya gatel juga pengen foto-foto ditempat ini.” Bisik Ayya kepada Sarah.
“Iya gue tau, tapi lo mikir gak kalo ibel keinget hal itu maka pasti fikirannya juga bakalan keinget dimana dia udah gak disukai semua orang di sosial medianya. Percuma dia foto-foto gak akan diupload juga! Jadi, arghhh! You know lah yya tanpa gue harus jelasin detail ke elo tentang kondisi teman kita itu.” Sahut Sarah dengan mengerjapkan kedua matanya.
“Hmmm, Iyah Iyah sar. Gue gak bego amat kok. Gue faham!” Dehem Ayya dengan menghela nafasnya secara pelan.
Thomas terlihat tenang dengan satu tangan yang menggendong sang anak dan satu tangannya lagi menggandeng tangan ibel yang berjalan disampingnya.
“You must be happy, here!” Bisik thomas kepada ibel.
Ibel pun tersenyum tipis saat itu juga.
*Waktu pun terus berputar, mereka pun masuk kedalam kamarnya masing-masing divilla tersebut.
“Yya, gue sekamar sama cewe gue dong..” pekik Vega kepada Ayya.
“Apaan sih lo veg! Gak ada.. gak ada! Lo mau ngapain sekamar sama Sarah, lo berdua belom nikah! Emang lo mau kaya tetangga sebelah hamil duluannn gitu..” ceplos Ayya yang tidak sadar atas ucapannya sendiri.
“Nyebut lo Woi! Kalo ibel tau, kelar idup lo yya!” Ucap Sarah dengan mengusap kasar wajah Ayya.
“Yaallah, maaf! Mulut suka gak tau diri, semoga aja ibel gak denger sama ucapan gue tadi..” Gerutu Ayya yang kemudian membungkam mulutnya sendiri.
“Udah sono lo ah, jangan ganggu gue sama Sarah! Udah paling bener begini pembagian kamarnya, gue sama Sarah. Lo sama Dua manusia laknat itu.” Usir Ayya kepada Vega.
“Hmm, niat hati refreshing sama ayang. Malah ada aja tembok yang menghalangi..” gerutu Vega dengan lirih lalu pergi meninggalkan Ayya dan juga Sarah.
“Ck, dasar lo yya..” Tawa Sarah seketika.
Sementara dikamar yang lain, terlihat ibel sedang menatap serius kearah thomas yang saat itu semakin akrab dengan sang putri.
“Gue gak tau sebenernya kemana hati gue dibawa oleh thomas, terkadang dia menunjukkan rasa perdulinya kepada gue dan juga Alice. Namun dia juga seringkali melukai hati gue. Gue jadi bingung, harus bertahan didalam hubungan ini atau gue berhenti sampe disini.. gue sendiri pun gak tau harus maju ataukah mundur melihat anak gue terlihat begitu bahagia didekat daddy nya.” Batin ibel saat menatap sang suami yang sedang bercanda dengan putri semata wayangnya.
“Kenapa bengong? Ayok sini liat pemandangan pantai nya dari sini keliatan indah banget loh..” tegur thomas pada sang istri.
“Eum-Iyah..” Singkat ibel seraya menganggukkan kepalanya.
Mereka pun menikmati panorama keindahan pantai tersebut dengan tenang, ibel sesekali menyenderkan kepalanya dibahu sang suami. Hal itu pun membuat thomas merasa senang.
__ADS_1
“Hmm, kamu lihat gak gelombang yang ada dipantai itu..” ucap thomas seketika menunjuk ke arah pantai didepannya.
Ibel pun sekilas melirik kearah sang suami, “ya lihatlah, kenapa memangnya?” Tanya ibel dengan menaikkan satu alisnya keatas.
“Kamu pernah liat gelombangnya berhenti gak?” Sahut thomas hingga membuat ibel pun merasa bingung.
“Ya pernah, tapi paling cuma sebentar. Gelombangnya pasti akan kembali muncul..” Jawab ibel dengan raut wajah polosnya.
“Ya sama kaya kehidupan kita sekarang, ada kalanya kita diberi waktu tenang. Tapi gak menutup kemungkinan kita gak dapat masalah, karena pada dasarnya didunia ini tidak ada yang betul-betul sempurna.. meskipun ada, hanya kelihatannya saja. Karena kita diciptakan 50% sedih dan 50%nya lagi senang. Sampe sini faham kan apa maksudku?!” Ungkap thomas dengan menatap wajah sang istri penuh arti.
“Andai bisa aku mengeluarkan apa yang ada diotakku sekarang, aku pasti akan mengatakan bahwa penyebab permasalahan yang selama ini aku dapatkan adalah dirimu sendiri, thom! Bukan orang lain..” batin ibel dengan mata sayu nya.
“Its Okey, i know. Tidak mudah untuk kamu bisa sembuh dari semua ini, tapi trust Me. Today, i Will make you forget it all..” pekik thomas kembali seraya mengelus lembut pipi sang istri.
“Hmm.” Dehem ibel seraya menyunggingkan senyuman tipisnya.
“Mamamamamiii mimimi cucu..” Celoteh Alice hingga kedua orang tuanya pun sontak kembali fokus dan bersendau gurau pada sang anak.
“Adek bilang dong sayang kalo pengen susu, sebentar kali ini biar daddy aja yang buatkan susunya yah. Habis itu Alice Bobo yah, soalnya daddy mauu ada kepentingan sama Mommy…” Sergah thomas seraya melirik tipis kearah sang istri.
“Ck, apaan sih.” Decih ibel dengan menggelengkan kepalanya pelan.
*Waktu pun terus berputar, hari menunjukkan pukul 4 sore hari. Dimana matahari perlahan mulai meredupkan sinarnya.
“Thomm…” panggil Vega didepan pintu kamar thomas dan juga ibel.
“Thomas.. ibellll!!!” Timpal Ayya dengan nada tingginya.
“Ayya, jangan gitu manggilnya. Siapa tau Alice lagi Bobo didalam, kalo dia bangun gara-gara teriakan lo gue yakin pasti thomas ngamuk nanti..” Lirih Sarah dengan lembut.
“Gue rasa bukan Alice yang sedang tidur ini mah..” Cela Alex hingga semua temannya pun melemparkan pandangannya secara bersamaan.
“Apaan dah maksud lo?” Tanya revano dengan polosnya.
“Lagi bikin adeknya Alice, mereka nih! Yakin gue mah hahaha..” Celoteh alex dengan tawa kecilnya.
“Hmm, terus gimana? Apa mereka kita tinggal aja?” Dehem Sarah seketika.
“Orang kita kesini buat nge hibur ibel, kalo mereka gak diajak nongkrong mah brarti sama aja bohong! Kita liburan sendiri ini namanya brarti..” Ucap Ayya dengan mengerjapkan kedua matanya.
__ADS_1
“Yaudah, final chapter nya. Tungguin aja sampe mereka berdua keluar!” Cela Vega hingga semua temannya pun menampakkan wajah pasrahnya saat itu juga.
**