TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 108


__ADS_3

Waktu pun terus berputar, ibel pun telah kembali pulang kerumahnya. Berbeda dari kejadian yang sudah-sudah.. kali ini ibel justru terlihat lebih santai meski memiliki banyak kecurigaan kepada sang suami. Wanita muda itu memiliki trik yang berbeda untuk terus mengikuti pergerakan suaminya


“Jika aku menemukan penghianatan didalam hubungan pernikahan ini kembali, maka kali ini aku akan benar-benar mantab untuk meninggalkanmu..” Batin ibel dengan pandangan kosongnya.


“Bel, Alice mama ajak kerumah mama yah..” Pinta mama rina yang secara tiba-tiba datang kerumahnya setengah jam yang lalu.


“Tapi mah, kalo rewel gimana? Nanti nyusahin mama loh malah..” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Gak papa, sekarang kan Alice sudah besar. Sudah semakin pintar, mama pengen punya teman aja dirumah, mama kesepian..” Ucap mama rina yang terlihat begitu bersemangat.


“Kenapa hanya mengajak Alice saja kalo kesepian mah, Mommy nya Alice gak diajakin juga nih?!” Sindir ibel dengan memutarkan bola matanya keatas.


“Tidak perlu, kalo kamu juga ikut nanti malah thomas marah. Dikiranya mama bawa kalian berdua kabur dari rumah ini Hmm.” Elak mama rina dengan argumennya sendiri.


“Gimana yaaa..” gumam ibel seraya berfikir.


“Cuma semalam aja kok, besok kan mama juga libur. Boleh yahh?!” Rayu mama rina kepada ibel.


“Tunggu thomas pulang dulu aja deh mah, izin sama dia aja nanti. Kalo ibel kasih Alice sama mama sekarang, takutnya malah ibel yang disalahin thomas Karena gak izin sama dia dulu.” Pekik ibel kepada mama rina.


“Nunggu thomas pulang keburu malem atuh neng cantik! Telfon aja deh mending Telfon..” Usul mama rina dengan mengerjapkan kedua matanya seketika.


“Hmm, Yaudah deh biar ibel Telfon aja mah.” Dehem ibel dengan pasrahnya.


Ibel pun segera mengambil ponselnya diatas nakas lemarinya, lalu ia pun menghubungi thomas saat itu juga.


TUTTTT!!


Tak menunggu waktu yang lama, thomas pun sontak mengangkat nya.


“Halo, kenapa bel?” Tanya thomas diseberang sana.


“Ini ada mama dirumah, mama minta izin mau bawa Alice kerumahnya boleh atau tidak?” Tanya ibel tanpa basa-basi.


“Mama siapa?” Ucap thomas kepada ibel.


“Mama rina..” jawab ibel singkat.


“Oh, kenapa memangnya Alice mau dibawa?” Tanya thomas kembali.


“Entahlah, aku saja baru pulang kerumah. Tiba-tiba mama sudah dirumah ini, lalu dia bilang kalau mau bawa Alice kerumahnya karena besok kan libur dan mama ingin ditemani cucunya semalaman ini. Mama kesepian..” ungkap ibel kepada sang suami.


“Hmm, yasudah kalo mama tidak keberatan. brarti mama harus menerima resikonya jika nanti Alice disana rewel.” Sahut thomas dengan nada khasnya.


“Berarti kamu memperbolehkan nih?!” Tanya ibel kembali.


“Iyah, boleh. Gak papa, kan itu cucu mama juga. Lagipula Malah asyik kan, kita bisa berduaan malam ini ckck” Goda thomas dalam sambungan Telfon tersebut.

__ADS_1


“Ih! Apaan sih.. Yaudah lah Bye!” Gerutu ibel seraya memutuskan sambungan Telfon tersebut secara sepihak.


PIP!


“Gimana?” Tanya mama rina saat itu juga.


“Boleh mah, tapi kalo nanti disana Alice rewel bagaimana? Mama gak papa?” Pekik ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Tidak masalah, sudah lama mama tidak mendengar suara tangisan anak kecil lagi. Terakhir kan waktu kamu kecil, nah sekarang giliran. Anak kamu yang akan beraksi dirumah mama nanti xixixi..” Sahut mama rina dengan santainya.


“Yasudah kalo begitu mah, bawa saja Alice nya tidak apa-apa. Biar ibel siapkan diapers apa saja yang harus Alice bawa ya..” Ucap ibel yang saat itu dianggukkan oleh mama rina.


“Bel, apakah hubunganmu dengan thomas sudah lebih baik sekarang? Sudah lama mama tidak mendengar keributan kalian berdua lagi, apa manusia itu sudah benar-benar berubah?!” Tanya mama rina kepada ibel yang tengah sibuk mempersiapkan barang bawaan sang putri.


“Doakan saja yang terbaik mah, aku belum bisa memastikan apakah thomas sudah benar-benar berubah atau belum..” Jawab ibel dengan lugas.


“Ada apa? Jika kamu punya unek unek, keluarkan saja. Jangan kamu tahan sendiri. Bisa-bisa gila nanti kamu..” Pesan mama rina yang seakan peka dengan perasaan anaknya saat itu.


“Ahhh, tidak ada. Mama ada-ada saja, mana mungkin aku bisa gila. Lagian kan sekarang aku sudah lebih happy mah, apa mama lupa saat ini anakmu sangatlah hebat. Bisa menjadi wanita bisnisman yang keren. Kalo hanya soal thomas Arghh! Tidak akan berpengaruh lagi untuk ibel, mah.” Jawab ibel yang berpura-pura tegar didepan mama rina.


“Hahah begitu yah, dasar anak mama ini! Sombong sekali, padahal jika thomas berulah kembali mama yakin pasti kamu juga akan menangisinya kembali ckck” Ledek mama rina seketika.


“Tidak ah..” elak ibel dengan senyuman tipisnya.


“Ya semoga saja thomas 100% berubah, supaya hubungan kalian berdua awet sampai hanya ada maut yang memisahkan. Dan supaya Alice bisa punya orang tua yang lengkap..” Gerutu mama rina dengan pandangan kosongnya.


“Aku tidak boleh mengatakan yang sejujurnya dulu, aku harus menyimpannya sampai ada bukti nyata jika thomas berulah kembali.” Batin ibel seketika.


“Bel, sudah belum? Lama sekali mempersiapkan barang-barang Alice..” Tegur mama rina kepada ibel yang terlihat sedang melamun.


“Iyah mah, ini sudah..” Jawab ibel yang saat itu menutup tas diapers milik sang putri.


KREK!


“Nihh.. sudah beres!” Seru ibel seraya menyodorkan tas tersebut kepada mama rina.


“Oke, baiklah kalo begitu mama pulang sekarang yah. Jangan khawatir, Alice aman bersama grandma nya yang paling cantik ini.” Pamit mama rina yang saat itu sudah menggendong Alice seraya menjinjing tas diapers tersebut.


“Dih centil! Inget umur tau gak..” ketus ibel kepada mama rina.


“Umur boleh tua, tapi gaya tetap harus muda. Iya kan?!” Celoteh mama rina hingga membuat ibel pun meringis kecil.


“Terserah mama aja deh, yang penting mama bahagia selalu. Hati-hati dijalan ya mah, gak usah ngebut. Kalo ada apa-apa soal Alice langsung Telfon ibel saja nanti.” Ucap ibel kepada mama rina.


“Aman sayang aman. Yasudah cupp! Mama pulang sekarang Okey..” pamit mama rina kembali seraya Mencium ibel.


“Okey mah. Babay kesayangan Mommy! Jangan rewel sama grandma ya nak..” pesan ibel kepada sang putri.

__ADS_1


*Beberapa menit berlalu, setelah mama rina pergi membawa Alice. Ibel pun mengistirahatkan dirinya sejenak diatas kasur kamarnya.


Braghhhh!!


“Hmmm, baru ditinggal beberapa menit sama Alice rasanya sudah kesepian sekali. Baru kali ini aku tidak tidur bersamanya.. semoga malam ini aku tetap bisa tidur nyenyak meski tanpa memeluk putri kecilku.” Gumam ibel seraya menatap langit-langit kamarnya.


Ibel pun sesekali mengerjapkan matanya, hingga beberapa menit kemudian ia pun terlelap dalam keadaan yang sulit diartikan. Hari itu, ia benar-benar merasa letih karena menghabiskan waktunya seharian diluar rumah. Biasanya, wanita itu hanya menghabiskan setengah harinya saja untuk datang ke toko bakery nya.


“Hesssssss\~\~\~” desis suara yang keluar dari mulutnya pun mulai terdengar.


*Satu jam kemudian..


CEKLEK!!


“Bel?” Sapa thomas yang baru saja pulang, dan masuk kekamar nya tersebut.


“Hmm, kasian.. nampaknya dia terlihat begitu lelah.” Dehem thomas ketika melihat istrinya tidur dengan posisi yang nampak berantakan.


Thomas pun langsung melangkahkan kakinya masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja dikantor.


*Beberapa puluh menit kemudian, ia pun keluar dari kamar mandi tersebut dan bergegas memakai pakaian rumahnya.


“Seger..” celotehnya seraya melangkahkan kakinya menuju kasurnya.


“Bagaimana aku bisa tidur jika satu kasur dikuasai olehnya semua seperti ini.” Gumam thomas seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Thomas pun mengangkat tubuh ibel dan memindahkannya ke posisi yang benar.


“Arghh! Akhirnya, berat juga kamu ya bel..” celoteh thomas setelah berhasil memindahkan tubuh sang istri.


Saat hendak melangkahkan kakinya menuju kesisi kasur yang lain, tiba-tiba langkah thomas pun terhenti dan kembali melihat tubuh sang istri saat itu.


“Kenapa tidak?” Batinnya dengan memutarkan bola matanya keatas.


Thomas pun kembali mendekatkan dirinya ke tubuh sang istri, pria itu bahkan merebahkan dirinya langsung diatas tubuh ibel hingga ibel pun sontak terkejut.


“Arhhhh! Thomas, berattt…” Protes ibel dengan mata yang sayup-sayup terbuka.


CUP!!


Tanpa berkata-kata, thomas pun langsung ******* bibir tipis sang istri hingga ibel pun kesusahan untuk berbicara kembali.


Tangannya pun mulai beraksi, dengan meremas payudara sang istri secara lembut hingga membuat ibel pun bergemulai..


Setelah berhasil memancing nafsu sang istri, thomas pun memulai permainan panasnya diranjang tersebut bersama dengan ibel yang terlihat menikmati permainan yang diberikan oleh suaminya tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2