TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 6


__ADS_3

Setelah menikah, thomas dan juga ibel pindah kerumah barunya yang dihadiahkan dari ayah Jacky untuk anak dan menantunya tersebut.


“Sayang, gak salah ini rumah untuk kita?” Tanya ibel yang matanya melirik kearah sekitar rumahnya tersebut.


“Kenapa memangnya? Kamu gak suka dengan rumah ini? Apa rumah ini terlalu kecil untukmu?!” Tanya thomas dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“B-bukan sayang, ini justru terlalu besar untuk kita yang hanya tinggal berdua..” Ucap ibel dengan terbata-bata.


“Hmm, itu artinya kita disuruh buat anak yang banyak sayang. Biar rumah ini ramai ckck” Goda thomas kepada istrinya.


“Ih,thomas!” Lirih ibel seraya mencubit pinggang thomas disampingnya.


“Ya kan mungkin itu maksud ayah ngasih rumah ini kekita. Firasatku sih gitu sayang haha” Celoteh thomas kembali.


“Boleh, asalkan kamu yang hamil.. gimana? Setuju gak?!” Sahut ibel dengan wajah yang menggemaskan.


“Gak mau, aku maunya nembak kamu terus Ck” Goda thomas hingga membuat ibel pun bergidik ngeri dan bergegas menjauh dari suaminya tersebut.


“Thomas mesum!!!” Teriak ibel sambil berlari lari.


“Jangan sembarangan lari larian kamu ibel! Inget perut kamu ada nyawanya..” Seru thomas yang belum kambuh menjadi monster.


“Siapppp calon papa mudaaa!” Sahut ibel dengan mengacungkan jempolnya.


Sebenarnya tujuan orang tua thomas memberikan rumah tersebut adalah untuk menyembunyikan ibel yang tengah hamil karena anaknya, ayah Jacky tak mau jika teman teman kantornya tau jika thomas telah menikah dan menghamili perempuan. Sebab itu ayah Jacky langsung memberikan hadiah berupa rumah yang jaraknya lumayan jauh dari kota tempatnya tinggal.


Hal itu tak disadari oleh ibel sendiri, Ibel malah berfikir mertuanya itu sangatlah baik hati kepadanya karena telah cuma cuma memberikan rumah kepadanya meskipun dengan jarak yang lumayan jauh dari kota tempatnya semula tinggal.


“Sayang, besok disuruh ayah untuk kontrol kehamilanmu. Apa kamu mau?!” Ujar thomas pada ibel.


“Em, mau. Lagipula kan kita memang gak pernah mengecek bayi yang ada didalam perutku ini..” Sahut ibel dengan menggigit bibir bawahnya.


Selama empat bulan lamanya ibel menyembunyikan kehamilannya tersebut dari orang orang termasuk mamanya sendiri, ia baru berani mengatakan saat usia kandungannya hampir menginjak enam bulan dimana saat itu perutnya sudah mulai membuncit.


Ibel sering memakai baju yang oversize sehingga tak membuat orang orang curiga terhadap kehamilannya,


Bahkan mama rinapun hampir tak percaya dengan ucapan ibel yang mengatakan dirinya hamil, karena mama rina tak melihat sedikitpun perut besar anaknya sebelumnya. Namun ibel pun langsung menunjukkan perutnya yang ternyata memang sudah sangat buncit hingga akhirnya mama rinapun hampir saja tumbang saat itu.


“Yasudah besok kita pergi untuk kontrol kehamilanmu ini ya sayang..” Ujar thomas seraya mengacak lembut rambut sang istri.

__ADS_1


Ibel pun mengganggukkan kepalanya pelan, “Iyah sayang.” Lirihnya saat itu juga.


“E-sayang, sepertinya aku harus keluar. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Gapapa kan sayang kalo aku tinggal sendiri dirumah?! Sebentar aja kok, janji.” Sergah thomas kepada ibel.


Ibel pun merubah ekpresi wajahnya menjadi pias saat thomas ingin meninggalkannya dirumah baru itu sendirian meskipun hanya sebentar, namun ia tak bisa berbuat apaapa selain pasrah.


“Iyah, sayang. Tapi jangan lama-lama yah, kamu kan tau aku sedang hamil. Takutnya ada apaapa.” Ucap ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Iyah, sayangku. Gak akan lama kok, sebentar aja.” Sahut thomas dengan menyunggingkan senyumannya.


Ibel pun menganggukkan kepalanya pelan,


“Kamu istirahat saja dikamar ya, inget! Gak usah kemana mana.. kalo ada apa-apa hubungi aku saja. Biar rumah aku kunci dari luar saja yaa.” Timpal thomas saat ingin melangkahkan kakinya meninggalkan istrinya.


“Em,Iyah.” Singkat ibel dengan senyuman tipisnya.


Thomaspun pergi meninggalkan ibel dirumah barunya tersebut, pria itu mengunci ibel dari luar agar ibel tak dapat pergi kemanapun.


Dengan raut wajah pasrah nya ibel pun akhirnya melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya seraya mengelus lembut perutnya sendiri..


“Em, udah lama juga gue gak buka Sosmed. Mau buka Sosmed ajadeh biar gak gabut banget.” Gerutu ibel yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Gadis itupun sontak memainkan ponselnya dan kembali membuka sosmednya setelah beberapa minggu ini ia tak sempat membukanya sama sekali karena terlalu frustrasi atas masalah kehamilan diluar nikahnya itu.


Gadis itupun lalu membuka pesan satu persatu yang masuk, matanya berkaca-kaca ketika membaca pesan pesan yang ada dilayar ponselnya tersebut.


“Ibel, kamu dimana? Kenapa hampir tiga minggu ini kamu gak masuk kuliah? Are you Okey bel?!”


“Ibel, kenapa WhatsApp nya gak aktif sih? Jangan bilang lo ganti nomor ya terus gak ngasih tau gue lagi. Gue harap lo bales dm gue ini”


“Bel, you Okey? Kenapa gak ada kabar?!”


“Hola bel, kamu ada dimana sekarang? Kenapa gak keliatan dikampus?”


“Ibellllllllll gue kangen banget sama loo!”


*Setelah membaca pesan pesan yang masuk, ibel pun sontak merubah ekpresi wajahnya.


Gadis itupun sontak menghembuskan nafasnya pelan dengan pandangan kosongnya saat itu.

__ADS_1


“Gak nyangka banyak yang nyariin gue, Hmm.” Gumamnya dengan raut wajah sedihnya.


Lalu iapun melakukan siaran live saat itu juga.


“Holaaa everyone! Apa kabar? Sorry banget nih gue sempat vakum gak main Sosmed untuk beberapa hari ini soalnya gue lagi ada kesibukan hehe..” Seru ibel didepan layar ponselnya yang saat itu hanya memperlihatkan wajahnya saja.


“Kalo boleh tau kesibukan apa bel?” Komentar seseorang di kolom live chatnya.


“Em, ada.. bisnis keluarga hehe.” Sahut ibel dengan tawa kecilnya.


“Woi bel, kemana aja lo! Gue chat gak pernah dibales, dan akhirnya sekarang comeback lagi disosmed!!”


“Hehe, sorry yaa.. hp gue ilang gais jadi gue ganti hp dan otomatis ganti nomor ponsel juga.” Sahut ibel kembali yang harus banyak berbohong saat itu.


“Bel, kenapa gak masuk kampus sih? Gue kesepian gak ada lo dikelas.. lo dimana sih?! Gue cariin dikos juga gak ada, bete banget deh.”


“Em, Okey.. jadi gue bakal kasih tau ke kalian semua bahwa sekarang gue udah pindah kampus, jadi jangan tanya tanya gue lagi kenapa gue gak ada dikampus lama ya gais. Sorry banget kalo ngasih taunya mendadak soalnya ini semua perintah orang tua gue, huh” Ungkap ibel dengan alasan yang ia buat-buat.


“Kalo boleh tau alasannya kenapa bel? Sampe harus pindah kampus segala..”


“Alasannya ya karena momi gue kesepian tinggal sendirian, jadi ya of course mau gak mau gue dipaksa pindah kampus disini..” Ucap ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Bukannya dulu lo keras kepala banget ya gak mau kuliah disana, lo bilang sendiri lo pengen mandiri tapi kenapa tiba-tiba banget lo nerima dipindahin kuliah gini..” Komentar salah satu teman ibel.


“Hmm, gue rasa gue udah cukup mandiri dan cukup mengerti arti kehidupan. And then momi gue juga sakit, dia gak mau gue jauh jauh darinya.. ya gue sebagai anak yang berbudiman nurut dong.” Sahut ibel.


“Yahhh, gue kehilangan lo disini bel. Gak ada temen yang cerewet kaya lo lagi..”


“Ibellll, peluk dari jauhhh ya. Semoga momi lo cepet sehat, dan apapun itu keputusan lo, gue support dari jauh muach.”


“Gue sedih banget bel seriusan..”


“Ibellllllll!!! I hope you happy dimanapun kamu berada sekarangg, sukses selalu sayangku!”


Membaca beberapa komentar yang masuk pun membuat ibel terenyuh hatinya, ingin sekali ia meneteskan airmatanya namun sebisa mungkin ia harus menahannya.


“Em, Okey deh. Makasih ya gais udah nonton live aku hari ini.. aku belet pup nih, jadi aku matiin dulu ya live annya. See you! Tunggu aku live lagi ya gais” Pamit ibel yang langsung mematikan siaran langsungnya.


“Huhhhh.” Dengus ibel dengan memegangi dadanya sendiri.

__ADS_1


Gadis itupun sontak meneteskan airmatanya, seketika ia ingin marah tapi bingung harus dengan siapa ia marah, ini sudah kesalahannya. Jadi apapun resikonya yang saat ini ia alami harus ia terima dengan lapang dada..


“Aarghhhhhhh!!!!” Teriaknya didalam kamarnya dengan menangis sesenggukan.


__ADS_2