TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 18


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan dirinya dikamar mandi, kedua pasangan suami istri itupun bersendau gurau sore itu seraya menunggu kedatangan dua temannya yang akan menonton bioskop bersama.


“Mana sih kok si Vega sama Sarah lama banget, thom?!” Keluh ibel kepada thomas.


“Gak tau, coba aku Telfon ya..” Sahut thomas seraya menggelengkan kepalanya.


“Iyah.” Singkat ibel yang menyetujuinya.


Thomaspun sontak menghubungi Vega saat itu juga.


TUT*


TUT*


“Haloo?!” Ucap thomas dalam panggilan telfonnya.


“Halo, ada apa thom?!” Sahut Vega diseberang sana.


“Lo udah sampe mana sih? Gue daritadi nungguin lo, lama banget! Keburu telat nonton nih kita..” Omel thomas kepada Vega.


“Sabar, dijalan macet banget. Tapi ini lima menit lagi gue sama Sarah sampe dirumah lo kok bro! Tenang ya.. gak akan telat juga kok.” Ucap Vega saat itu juga.


“Hmm, Yaudah gue tunggu!” Singkat thomas dengan raut wajah datarnya.


PIP*


Thomaspun memutuskan sambungan telfonnya tersebut secara sepihak, dan kembali mengantongi ponselnya tersebut.


“Gimana? Mereka udah sampe mana sayang?!” Tanya ibel kepada thomas.


“Katanya daritadi kejebak macet, tapi lima menit lagi mereka akan sampai disini kok katanya..” Sahut thomas seraya mengerjapkan kedua matanya.


“Hmm, baiklah. Kalo begitu kita tunggu saja sebentar lagi..” Ucap ibel yang saat itu dianggukkan oleh thomas disampingnya.


“Iyah.” Singkat thomas dengan senyuman tipisnya.


*Hingga waktupun terus berputar, suara klakson mobil pun terdengar dari luar rumah mereka berdua.


“Nah itu pasti mereka berdua, gak ada akhlak emang mereka! Sampe klakson klakson gitu..” Ucap ibel dengan mulut yang berkomat-kamit.


“Ya emang dasar sudah kelakuan.. Yaudah yuk keluar aja sayang, sekalian berangkat sekarang juga!” Sahut thomas seraya mengajak sang istri untuk keluar rumahnya tersebut.

__ADS_1


“Iyah.” Singkat ibel saat itu juga.


Mereka berduapun melangkahkan kakinya beriringan menuju keluar rumah untuk menemui kedua temannya terlebih dulu.


“Berhenti klakson klakson depan rumah gue lo! Berisik banget tau gak..” Omel thomas kepada Vega.


“Hehe.. siapppp komandannn!!!” Ringis Vega didalam mobilnya sendiri.


“Yaudah lo didepan, biar mobil gue ngikutin dibelakang mobil lo nanti..” perintah thomas yang saat itu dianggukkan oleh Vega.


“Okayyy! Siap laksanakan..” Ucap Vega dengan memberikan hormatnya kepada thomas.


Lalu kemudian thomas dan juga Ibelpun masuk kedalam mobil milik mereka sendiri. Dan segera melajukan kendaraannya tersebut tepat dibelakang mobil Vega yang sudah lebih dulu meninggalkan area rumah thomas itu.


“Bawa mobilnya kaya aki-aki mabok ya si vega,thom. Pantes lama banget kita nungguin dirumah tadi..” Celoteh ibel didalam perjalanan


“Ck, Iyah sayang. Kalo ngebut takut sarahnya kenapa kenapa kali..” ucap thomas dengan tawa ringannya.


“Hmm, lebay banget deh.. kaya barang aja takut lecet dibawa pergi ngebut!” Celoteh ibel kembali seraya menghembuskan nafasnya secara kasar.


“Eitsss! Bagi vega mah Sarah itu lebih dari barang berharga yang harus dijaga mati-matian sayang.. bener bener buta cinta tu emang teman aku!” Ungkap thomas yang fokus menghadap kedepan.


“Baguslahhh, daripada yang sukanya selingkuh. Yakan sayang?! Hehe” Sindir ibel hingga membuat Thomaspun merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin.


“Gak ada maksud apaapa, kenapa deh?!” Sahut ibel dengan berpura-pura bodoh.


“Gak papa, gak jadi.” Sergah thomas dengan wajah dinginnya.


“Hmm.” Dengus ibel saat itu juga.


*Setelah menempuh beberapa kilometer perjalanan, akhirnya kini mereka berempat pun sampai dilokasi tujuannya, lalu merekapun turun dari mobilnya masing masing dan melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung bioskop tersebut.


“Ibellll, Yaampun kenapa gak cerita sihhh kalo aku mau punya calon keponakan baruuu..” Ucap Sarah yang saat itu merangkul tubuh ibel.


“Ssttt, nanti ada yang denger sarrr!” Lirih ibel seraya menutup hidungnya dengan satu tangannya.


“Iya-iya maaf, aku cuma speechless aja denger kamu udah nikah sama thomas. Dan katanya kamu lagi ngisi, padahal itu hal wajar dikalangan anak muda seusia kita bel. Gak cuma kamu doang yang seperti itu, jadi seharusnya kamu gak usah malu lagi.” Ucap Sarah dengan nada bisik bisiknya.


“Aku hanya belum siap sarrr jika semua orang tau soal keadaanku yang sekarang, dan aku harap kamu faham yaa. Tolong rahasiakan ini kepada siapapun” Sahut ibel dengan wajah piasnya.


“Hmm, baiklah bel. Aku akan menjaga rahasia ini sebisa mungkin, tapi aku harap kamu jangan pernah berbuat hal yang bodoh ya, i mean kamu harus menerima dengan ikhlas kenyataan ini. Faham kan maksud aku bel??” Sergah Sarah dengan menghela nafasnya pelan.

__ADS_1


“Iyah aku faham sarahhh. Makasih ya supportnya! Meskipun terkadang aku harus bertarung dengan fikiranmu sendiri, tapi sebisa mungkin juga aku harus bisa menerima kenyataan yang aku buat sendiri ini..” Ungkap ibel seraya melirik Sarah dengan tersenyum manis.


“Nah gitu dong!! Nanti kalo kamu butuh teman curhat hubungin aku aja bel. Aku pasti siappp mendengarkan keluh kesahmu, apalagi jika kamu butuh bantuan, akupun pasti siap dehhh untuk langsung datang kerumahmu! Hehe..” Seru Sarah dengan menaikturunkan kedua alisnya.


“Ck, okeyyy sarahhhh!” Singkat ibel seraya mengacungkan jempolnya.


Saat itu, Thomas melirik kearah ibel yang tubuhnya gemuk karena hamil, ia sontak membandingkan tubuh sang istri dengan Sarah yang sangat keliatan ideal.


“Aku baru sadar, kamu gemuk banget sih sekarang bel..” Cetus thomas dengan tatapan jiji nya.


“Eum, masa sih?!” Sahut ibel yang melirik kearah tubuhnya sendiri.


“Iyah, beneran! Coba kamu liat tubuh Sarah tuh.. jauh banget kalo dibandingin sama tubuh kamu bel.” Ucap thomas dengan wajah menyeringai.


Ibelpun melirik kearah Sarah, gadis itu memang tersadar semenjak ia hamil berat badannya naik dua kali lipat. Namun ia tak pernah menduga bahwa thomas akan menghinanya disaat tubuhnya tak sebagus dulu saat masih perawan..


Hatinya saat itu mencelos melihat kelakuan thomas yang seakan membandingkan dirinya dengan wanita lain, ia tak habis fikir kenapa suaminya seperti itu.


“Thom, ibu hamil memang seperti ini kali! Mamaku aja kalo lagi hamil berat badannya jadi naik.. maklumin lah, lagian ibel juga gendut karena hamil anak lo!” Ketus Sarah kepada thomas saat itu juga.


“Iya tapi kan harusnya ibel itu bisa menjaga tubuhnya supaya ideal meski hamil pun, kalo kaya gini aku jadi malu jalan sama kamu bel..” Sahut thomas yang kemudian beralih menatap ibel.


“Apa kamu bilang?! Kamu malu jalan sama aku thom?! Aku ini istrimu loh.. tega kamu menyakitiku dengan ucapanmu ya, kalo gitu lebih baik aku pulang saja.. kamu hubungi wanita wanita selingkuhanmu yang cantik cantik itu untuk menemanimu jalan!” Sergah ibel yang saat itu sudah tersulut emosi.


“Apa sih bel! Gitu aja marah! Harusnya tuh kamu menyaring ucapanku, jadi istri harus pinter pinter merawat diri meskipun lagi hamil. Udah ayo! Gak usah ngambek gitu..” Ucap thomas yang saat itu menarik tangan ibel yang ingin pulang.


Saat Sarah ingin bersuara kembali, Vega pun langsung menarik tangan sang kekasih agar tak usah ikut campur lagi.


“Ssttt, udah biarin. Jangan ikut campur urusan rumah tangganya sayang..” Bisik Vega kepada Sarah.


“Hmm, kasian ibel sayang..” Lirih Sarah dengan menghembuskan nafasnya kasar.


“Iyah, aku juga tau.” Singkat Vega dengan menganggukkan kepalanya.


Mereka berempat pun melanjutkan langkahnya memasuki pintu masuk bioskop, dengan perasaan gaduhnya Ibelpun hanya terdiam sepanjang waktu. Sementara thomas tak ada rasa bersalah sedikitpun, menurutnya ucapannya itu sudah sangat sesuai dengan faktanya.


“Ibel pasti sakit hati banget deh sama ucapan thomas barusan, yaampun thomas gak punya perasaan banget sih sama istrinya sendiri kaya gitu. Gue curiga pernikahan ibel ini membuatnya semakin setres! Mulai sekarang gue bakalan sering sering support ibel..” Batinnya seraya melirik kearah ibel dengan tatapan piasnya.


“Kenapa sayang?!” Tegur Vega kepada Sarah.


“Eum, gak apaapa kok sayang hehe..” Sahut Sarah yang kemudian beralih menatap sang kekasih.

__ADS_1


“Minumannya kurang gak? Kalo makanan atau minumanmu kurang bilang aja yah sayang nanti beli lagi..” Ucap Vega yang saat itu dianggukkan oleh Sarah disampingnya.


“Iyah.”


__ADS_2