TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 61


__ADS_3

*Keesokan Harinya*


Waktu menunjukkan pukul 6:00 pagi, dimana suasana nampak berbeda dari biasanya karena ibel, thomas dan juga sang anak masih berada dirumah sakit.


“Aku berangkat kerja dulu yah, kalo Alice ada apa-apa langsung hubungi aku saja.” Pekik thomas yang sudah rapih mengenakan kemeja serta jass yang ia sampirkan ditangan kirinya.


“Iyah, kamu hati-hati dijalan yah..” Sahut ibel seraya mencium tangan sang suami saat itu juga.


“He’em.” Dehem thomas dengan menganggukkan kepalanya.


Sebelum keluar dari ruangan tersebut, thomas menyempatkan dirinya untuk mencium wajah sang anak yang masih terbaring diatas ranjang rumah sakit tersebut.


CUP!!


“Daddy berangkat dulu ya sayang..” Lirih thomas kepada sang anak.


Thomas pun melangkahkan kakinya meninggalkan istri dan anaknya diruangan tersebut untuk bekerja saat itu juga.


“Hmm.” Ibel pun menghela nafasnya ketika sang suami telah hilang dari pandangan matanya.


CEKLEKK*


“Permisi bu, pasien atas nama Alice kan?” Sapa salah satu perawat yang baru saja masuk keruangannya.


“Iyah, benar. Sus!” Sahut ibel seraya menganggukkan kepalanya.


“Oh ya baiklah, waktunya untuk menyuntikkan obat kedalam selang infus adeknya ya buk..” Ucap sang perawat dengan sopannya.


“Iyah,sus. Silahkan..” Sahut ibel yang mempersilahkan perawat tersebut untuk mendekatkan dirinya kesamping tubuh mungil Alice yang berada disatu ranjang yang sama dengan ibel.


“Gak papa ibunya gak perlu turun dari ranjang, biar saya suntik dari sebelah sini saja.” Sergah sang perawat dengan menyunggingkan senyumannya.


“Oh begitu, baiklah sus.” Angguk ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


*Waktu pun terus berlalu, ibel yang hanya seorang diri menemani sang anak pun menyempatkan diri untuk mencari hiburan didalam ponselnya saat anaknya sedang pulas tertidur.

__ADS_1


“Buka tiktok aja deh..” gumam ibel yang terbaring disamping sang anak.


“Hahahah lucu banget sihh, gini doang viral. Hmm” tawa ibel seraya fokus menatap layar ponselnya.


Tak lama kemudian, suara gagang pintu terbuka pun membuat ibel sontak melirik kearah pintu ruangan tersebut.


“Siapa?!” Tanya ibel seketika.


CEKLEKK*


“Guee!!!” Sahut Ayya yang baru saja memperlihatkan wajahnya setelah membuka pintu tersebut.


“Yaampun yya, gue kira siapa. Bikin kaget aja lo! Jadi Lo beneran dateng kesini? Gue kira cuma omong doang..” Ucap ibel kepada Ayya.


“Sorry ya nyonya ibel, memangnya sejak kapan omongan Ayya ini tidak bisa dipercaya?! Bukankah gue selalu disiplin dengan apa yang sudah gue ucapkan sendiri..” Celoteh Ayya seraya meletakkan barang bawaannya diatas loker yang ada diruangan tersebut.


“Hmm. Iya-iya si paling disiplin sama ucapannya sendiri..” Dehem ibel dengan mengerjapkan kedua matanya.


“Seneng kan lo ada gue disini?!” Ledek Ayya kepada ibel.


“Apalagi kalo bukan cemilan, gue lihat semalam kulkas diruangan ini kosong. Jadi gue inisiatif bawa cemilan ini buat diisikan di kulkas sini, kan lo tau gue paling gak bisa kalo gak nyemil. Hehe” Jawab Ayya seraya meletakkan beberapa makanan dan juga minuman kedalam kulkas mini diruangan tersebut.


“Astagaa ayyaaa, segitunya lo yaaa jadi orang.” Lirih ibel dengan menggelengkan kepalanya secara pelan.


“Ya kali gue disini seharian cuma planga plongo doang si ibel! Cemilan mah wajib ada kali, lo juga kan bisa nyemil nih biar gak setres karena mikirin suami gila lo itu ckck” Celoteh Ayya dengan tawa kecilnya.


“Ck, bisa banget lo yya!” Ucap ibel dengan tawa kecilnya.


“Yya, gimana soal berita yang kemarin? Apa beritanya masih trending sampe sekarang?” Tanya ibel kepada Ayya.


“Menurut lo gimana? Udah lah mau trending kek mau apa kek, lo gak usah fikirin lagi soal itu bel! Gue gak mau fikiran lo jadi terbagi kemana-mana! Gue tau lo sekarang pasti lagi ancur kan ngeliat anak lo begini. Gak usah nambah beban fikiran lo deh! Fokus aja sekarang sama Alice, Okey?!” Pekik Ayya dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Tapi yya? Gimana pun gue juga tetep kepikiran sebenernya. Gue gak bisa sebodo amat itu sama masalah gue sendiri. Jujur, gue malu ya karena ulah gue sendiri gue jadi seperti ini.” Sahut ibel dengan menundukkan kepalanya


“Bel, bubur sudah jadi nasi. Lo mau apa sekarang? Nyesel karena udah ngelakuin hal bodoh itu? Dan akhirnya terjerumus kedalam pernikahan toxic ini?!” Tanya Ayya dengan mendekatkan dirinya kearah ibel.

__ADS_1


“Iyah gue nyesel yya.” Lirih ibel seketika.


“Kalo lo masih punya fikiran seperti itu, lo lihat bayi mungil yang sekarang ada disamping lo itu bel. Apa gunanya lo sesalinn yang sudah terjadi? Itu sama saja lo menyesal punya anak secantik Alice. Untuk saat ini, gue cuma pengen lo bahagia sama Alice bel. Gak usah fikirkan hal-hal yang gak penting diluaran sana, dan yeahh. Sebenernya gue juga pengen lo sudahi hubungan lo yang gak sehat ini. Karena jujur, gue takut lo semakin disakitin sama thomas.” Tutur Ayya dengan menatap sang sahabat penuh arti.


“Yya, makasih atas perhatian lo. Tapi, untuk saat ini gue belum bisa memberikan keputusan seperti itu. Alice masih membutuhkan kedua sosok orang tuanya yang lengkap, dan gue juga masih membutuhkan uang yang banyak dari thomas untuk pengobatan Alice ini.” Sahut ibel yang sekilas melirik kearah sang anak.


“Jadi karena uang lo bertahan dengan manusia kampret itu? Hmm, ibel/ibel. Come on! Lo masih muda girls, lo bisa kerja abis itu lo bisa lanjutin kuliah lo lagi. Dan menjadi single parent yang hebat! Right?! Kalo soal kedua orang tua yang lengkap sih kata gue itu gak penting bel, buktinya selama ini yang mengurus Alice itu cuma lo! Memangnya pernah thomas sedikitpun perduli sama Alice? Ck” Ungkap Ayya dengan argumennya sendiri.


“Gak semudah yang lo ucapkan yya, keadaannya masih sangat sulit. Sementara gue harus sabar bertahan didalam kondisi ini.” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Hmm, baiklah bel. Semua memang terserah lo, gue sebagai teman cuma bisa ngasih saran aja. Semoga lo selalu kuat ya bel! Gue selalu support lo kok!” Ucap Ayya dengan menepuk pundak ibel dengan pelan.


“Thanks yya! Im so lucky To have you..” Sahut ibel yang menyunggingkan senyumannya kepada Ayya.


CEKLEK*


“Permisi, ada kunjungan dokter ya buk..” Sapa salah satu perawat yang datang bersama dengan dokter.


“Oiya, sus. Silahkan!” Sahut ibel yang langsung duduk dengan sopan diranjang kasur sang anak tersebut.


“Bagaimana keadaan Alice setelah operasi ini buk? Apakah ada keluhan? Seperti kejang? Panas? Muntah?!” Tanya sang dokter kepada ibel.


“Eum, untuk sejauh ini sepertinya tidak ada keluhan seperti itu dok. Hanya saja, alice selalu tidur seperti ini dok..” Sahut ibel dengan sekilas melirik kearah anaknya disampingnya.


“Oh, tidak apa-apa buk. Mungkin itu hanya efek sisa bius saja. Lama-kelamaan alice akan kembali aktif kok. Bagus jika alice tidur seperti ini, supaya tubuhnya beristirahat.” Tutur sang dokter hingga membuat ibel pun sontak memperhatikannya secara seksama.


“Oh begitu, hehe. Baiklah dok, saya mengerti sekarang. Terimakasih ya dok.” Sahut ibel dengan tersenyum manis.


“Semangat ya buk, kalo begitu saya permisi dulu. Jika ada apa-apa langsung panggil perawat yang jaga saja ya buk.” Pesan sang dokter yang dianggukkan oleh ibel saat itu juga.


“Terimakasih,dok.” Ucap ibel kepada sang dokter.


“Sama-sama, sepertinya ibunya lebih muda dari saya ya hehe..” celoteh sang dokter hingga membuat ibel pun tersipu malu.


“Hahaha iya dok betul, mama muda ini dok! Senggol dong slebewwww!!” Kelakar Ayya hingga membuat gelar tawa.

__ADS_1


__ADS_2