TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 95


__ADS_3

Ssshhhhh\~\~\~


Terdengar suara tangisan tersendu-sendu dari bawah kasur kamar tersebut. Susi pun perlahan melangkahkan kakinya untuk mendekat.


“Non ibel..” Lirih Susi dengan perasaan yang sulit diartikan.


“Ssshhhhh\~\~\~”


Susi pun terenyuh melihat sang majikan yang tampak berantakan, wanita itu mencoba mendekati sang majikan dengan duduk disampingnya.


“Non ibel, ada apa sini cerita ke mba Susi?” Tanya Susi dengan lirih.


Tanpa menjawab sepata-kata pun ibel justru langsung memeluk tubuh Susi dengan sekuat tenaganya.


“Ssshhhh\~\~” tangisannya pun semakin kuat ketika dirinya memeluk Susi.


“Jika menangis membuat hatimu merasa lega maka menangis lah sampai kamu puas non, tidak apa-apa.” Ucap Susi seraya mengelus punggung ibel dengan kelembutannya.


Sementara Alice saat itu tengah terduduk dengan diam seraya menatap sang ibu dengan tatapan yang sulit diartikan, balita itu sengaja diletakkan oleh ibel diatas kasur. Seolah mengerti keadaan sang ibu, bocah berumur 2 tahun itu pun bahkan tak berceloteh sedikit pun.


“Yaallah neng geulis pasti ngerti yah apa yang mamanya sedang rasakan, dia sampai menatap non ibel seperti itu..” Celoteh Susi yang menatap Alice diatas kasur seraya mendekap tubuh ibel penuh arti.


“Kalo sudah legah, non ibel cerita ke mba Susi ya?!Jangan menyimpan beban sendirian non, karena akan membuat non ibel sakit.” Pesan Susi yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


Beberapa menit kemudian*


BRAGHHH!


Nampak seseorang masuk ke dalam kamar ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“IBEL!” Panggilnya.


Susi pun sontak menundukkan kepalanya saat melihat kedua orang tua thomas datang dan menghampiri ibel didalam kamarnya tersebut.


“Ibel, bangunlah! Ayah dan mama kesini ingin meminta penjelasanmu secara langsung, kenapa sampai kamu berbuat ulah dikantor suamimu sendiri seperti tadi!” Pekik ayah Jacky kepada ibel.

__ADS_1


Ibel yang masih menangis tersendu-sendu itu pun tetap memegang tubuh sang pembantu agar tak jauh darinya saat itu. Namun mulutnya masih sulit untuk berbicara.


“Ibel?? Apa kamu tidak dengar dengan apa yang ayah mertuamu katakan?! Bangunlah, dan sampaikanlah kepada kita berdua. Kenapa kamu sampai seperti ini?!” Seru mama dina yang sengaja mengeraskan suaranya.


“HEI!! Apa-apaan kalian berdua ini, Kenapa malah mengintimidasi anakku seperti itu!!” Teriak mama rina yang tiba-tiba masuk kekamar tersebut.


“Aku tidak mengintimidasinya, aku hanya ingin meminta penjelasan kepada ibel. Kenapa dia sampai berbuat hal yang memalukan suaminya sendiri dikantor seperti tadi..” Ucap ayah Jacky kepada mama rina.


“Hal yang memalukan? Memangnya ibel melakukan apa? Kalo pun ada hal yang membuat ibel melakukan tindakan aneh sudah pasti karena thomas duluan yang berulah!” Sahut mama rina dengan ketusnya.


“Kamu itu kenapa bicara seperti itu, selalu menyalahkan thomas! Padahal belum tentu thomas yang salah, lagi pula dari kemarin yang aku tau hubungan thomas dan ibel baik-baik saja. Tidak mungkin jika thomas berulah. Thomas itu sudah mencoba untuk berubah!” Cela mama dina kepada mama rina.


“Apa bisa seorang yang jelas mempunyai penyakit psikopat berubah dengan mudahnya?!” Ketus mama rina hingga membuat kedua orang tua thomas pun semakin tidak terima dengan ucapan besannya tersebut.


“Jaga mulut anda! Apa bisa anda sopan sedikit dengan besan anda? Ucapan anda itu keterlaluan, thomas anak saya itu tidak mempunyai penyakit psikopat seperti yang anda bilang tadi!” Gertak ayah Jacky dengan tatapan tajamnya.


“Anda yang lebih dulu tidak sopan! Jangan mentang-mentang anda punya jabatan jadi bisa semena-menaa dengan menantu anda ini. Saya jelas tidak terima jika anak perempuan saya ini diperlakukan seperti tadi, memangnya kalian tidak bisa tanya dengan nada baik-baik.. lagipula saya yakin kok, apa yang ibel lakukan itu sudah pasti benar!” Tegas mama rina yang juga menatap ayah Jacky dengan tajam.


“Lanc—“ ucapannya pun terhenti ketika ibel mencelanya dengan berteriak sekencang-kencangnya.


Semua mata pun tertuju pada ibel saat itu juga.


“Cukup ya! Aku sangat muak dengan obrolan kalian semua! Sedari tadi aku mencoba menenangkan diriku sendiri, tapi kalian semua datang kesini semakin membuatku tambah berantakan!”


“Oke, jika kalian ingin tau apa kejadian yang sebenarnya. Aku akan jelaskan sekarang juga!” Imbuh ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Semua orang yang berada dikamar ibel pun seketika terdiam ketika ibel mulai berbicara.


“Aku tidak melakukan hal yang bodoh apalagi sampai memalukan suamiku sendiri, semua yang aku lakukan dikantor karena aku sudah cukup geram. Aku mempunyai bukti chat mesum thomas dengan wanita selingkuhannya. Karena aku kesal aku langsung mendatanginya kekantor, dan benar saja. Sesampainya dikantor, aku melihat dengan kedua mataku sendiri bahwa thomas sedang bercumbu dengan perempuan yang menjadi selingkuhannya setahun terakhir ini!” Ungkap ibel dengan raut wajah penuh amarah.


“APA?!” Lirih mama dina dengan membulatkan matanya lebar-lebar.


“Setahun terakhir? Apa maksud kamu, bel? Kenapa kamu tidak cerita sedikitpun kepada mama? Kamu tahu dari mana jika thomas berselingkuh dengan wanita itu setahun ini?” Imbuh mama rina dengan sejuta pertanyaan yang keluar dari mulutnya.


“Apa kamu mempunyai bukti bahwa thomas berselingkuh?” Tanya ayah jacky.

__ADS_1


“Selama ini aku sudah banyak diam, meski aku tau semua yang thomas lakukan dibelakangku. Aku bahkan tau bersama siapa thomas kecelakaan tempo lalu. Aku sudah mengetahui perselingkuhan thomas sejak lama, tapi aku diam. Karena aku fikir perlakuan thomas yang semakin hari semakin manis itu adalah sebuah bentuk kesadaran dan perubahannya. Namun ternyata aku hanya dibuat terlena saja, pada kenyataannya mereka berdua masih memiliki hubungan sampai sekarang.” Jelas ibel kembali hingga membuat semua orang yang berada dikamar itu pun tercengang bersamaan.


“Katakan kepada ayah, siapa wanita yang menjadi selingkuhan thomas itu?!” Tanya ayah jacky dengan raut wajah penuh kekesalan.


“Karyawan kantornya sendiri, namanya Siska. Orangnya cantik dan sexy.” Jawab ibel dengan tatapan kosongnya.


“Anak kurang ajar!!! Goblokkk!! Lagi-lagi dia menghancurkan reputasinya sendiri..” Gerutu ayah jacky yang sudah mengepalkan kedua tangannya.


“Yah, sabar yah. Kita selesaikan dengan kepala dingin yaa..” Lirih mama dina kepada ayah jacky.


“Kalau sudah begini, karir dan reputasi keluarga kita akan hancur begitu saja mah! Memang anak sialan!! Selalu saja buat perkara! Sekarang juga suruh anak itu pulang kerumah. Biar aku urus semuanya sekarang juga!!” Pekik ayah jacky yang sudah mendongakkan rahangnya.


“Sudah kubilang juga apa, pasti thomas biang keladinya.” Lirih mama rina seraya melengoskan wajahnya sendiri.


“Sabar dulu ya yah, biar mama yang mencoba menghubungi thomas supaya mau pulang kerumah sekarang juga..” Ucap mama dina kepada ayah jacky.


“Mmmammaaa\~\~\~” Celoteh Alice yang mampu mengalihkan semua orang.


“Sini sayang sama Mommy..” Ujar ibel seraya mengangkat tubuh Alice kedalam dekapannya.


“Non, lebih baik neng geulis biar sama mba Susi saja sini. Kasihan kalo harus lihat kalian berdebat lagi, takut jadi trauma. Mba Susi izin bawa Alice kebawah saja gimana?!” Bisik Susi kepada ibel.


“Baiklah mba, gak papa. Tolong ya mba aku nitip Alice dulu. Perhatikan makan dan minum susunya juga ya mba, soalnya aku belum berikan susu hari ini .” Sahut ibel yang menyetujui usul pembantunya tersebut.


“Siap non.” Singkat Susi seraya mengambil Alice dari dekapan ibel.


Susi pun bangkit dari duduknya dan perlahan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tersebut seraya menggendong Alice didadanya.


“Cucu mama mau dibawa kemana itu bel?!” Tanya mama rina kepada ibel.


“Mau diberi makan dulu sama mb Susi mah.” Jawab ibel dengan nada lirihnya.


“Oh.” Singkat mama rina seraya menganggukkan kepalanya dengan pelan.


**

__ADS_1


__ADS_2