
*Beberapa Hari Berlalu,
Hari itu, Dengan tidak sengaja ibel membuka pesan yang masuk pada ponsel thomas saat thomas sedang mandi.
TING\~
TING\~
TING\~
“Hp thomas rame banget sih kayaknya, siapa sih emangnya.” Gumam ibel yang tadinya tidak ada rasa curiga sedikitpun
namun karena merasa bising akan suara ponsel thomas yang terus berbunyi, akhirnya pun ibel memberanikan diri untuk melihat pesan yang masuk tersebut.
From: Sandralolita
To: Me
“Kamu bisa aja deh, bikin aku kangen pengen jalan lagi sama kamu”
Ibel pun sontak membulatkan matanya lebar lebar ketika melihat isi chat yang masuk pada ponsel suaminya tersebut.
“Thomas…” Lirih ibel dengan jantung yang berdebar debar.
Ceklekkkk.
Thomaspun keluar dari kamar mandinya, lalu ia pun kaget ketika melihat ibel memegang ponselnya saat itu.
Dengan sigapnya Thomaspun menghampiri ibel dan meraih ponsel yang ibel genggam.
“E-sini hpku bel! Pasti ada temen kerjaku yang ngechat ya..” Sergah thomas saat itu juga.
Ibel pun menatapnya dengan tatapan mautnya, ia tak memberikan ponsel milik thomas tersebut.
“Bel, sini hpku.” Imbuh thomas kembali dengan mengerutkan keningnya.
“Kamu jawab, siapa Sandralolita thomas?!” Tanya ibel dengan tatapan mencurigai.
“E-itu, e- aku gak tau.. gak kenal.” Sahut thomas dengan gagap.
“Kamu pembohong!!!! Jadi selama ini aku ditipu sama kamu thomas?! Kamu sering keluar rumah karena pergi dengan perempuan selingkuhan kamu itu kan?! Seberapa sering thomas?! Jawab!!!!” Teriak ibel yang mulai tersulut emosinya.
“Apaansi ibel!!! Siapa yang pergi sama perempuan! Asal ngomong aja kaya punya buktinya aja jadi orang sukanya fitnah!!!” Gertak thomas yang malah tak terima dengan tuduhan ibel meskipun itu semua benar.
“Kamu keterlaluan banget ya thomas! Kamu udah ngehamilin aku kaya gini, kamu udah buat Masadepanku hancur, dan sekarang aku baru tau sifatmu yang asli, aku gak habis fikir tega-teganya kamu selingkuh disaat aku sedang hamil seperti ini. Otakmu dimana thomas!!!!!” Omel ibel dengan raut wajah emosinya.
“Mana buktinya! Jangan asal nuduh aja kalo gue selingkuh! Bacot banget segala bilang gue ngerusak masa depan lo, lo sendiri juga mau kan ngelakuin hal itu sampe hamil! Tolol.. kalo bicara disaring dulu makanya!” Gertak thomas kembali seraya mendorong tubuh ibel hingga hampir terjatuh.
Ibel pun langsung menangis sesenggukan saat itu juga mendengar ucapan thomas yang menyakiti hatinya, ia benar benar merasa hancur berkeping keping saat itu.
__ADS_1
“Mending gue pergi aja, daripada dirumah dituduh tuduh yang gak jelas!” Gerutu thomas yang saat itu langsung meraih kunci mobilnya dan pergi meninggalkan ibel yang menangis sesenggukan dikamarnya tersebut.
“Pergi yang jauh manusia laknatttt!!!!” Teriak ibel saat itu juga.
BRAKKK!!!
Ibelpun membanting semua barang yang ada didekatnya saat itu, dengan perasaan yang tak karuan. Iapun sangat frustrasi melihat tingkah laku thomas yang sangat buruk, yang bahkan meninggalkannya pergi begitu saja ketika dirinya tertangkap basah telah bersalah..
Bukannya mencoba meminta maaf dan meredamkan situasi, thomas justru sangat tidak gantle dengan pergi meninggalkan ibel.
“Kenapa hidup gue harus hancur kaya gini tuhannn! Apa salah gueee.. kenapa gue harus bersanding dengan lakilaki sebrengsek dia!” Teriaknya dengan mengacak-acak rambutnya sendiri.
“Ssshhhhh\~ Sshhhhh\~”
Gadis dengan tatapan kosong itupun tiba-tiba saja mengambil gunting yang berada diatas nakas lemarinya.
Dengan fikiran bodohnya, iapun mencoba melukai tangannya dengan gunting tersebut.
“Arggghhhhhhhh!!!” Teriaknya yang semakin lirih lalu kehilangan kesadarannya.
Ibelpun jatuh tergeletak dengan tangan yang bercucuran darah saat itu.
*Beberapa puluh menit kemudian, datanglah mama rina yang awalnya ingin mengantarkan salah satu barang milik ibel yang belum terbawa kerumah barunya tersebut.
TINGTONG\~
TINGTONG\~
Lalu mama rinapun mengetuk pintu rumah tersebut,
TOK——“
Hanya dalam satu ketukan pintu saja rupanya pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya, membuat mama rinapun sontak mengerutkan dahinya.
“Mereka berdua ini pada kemana sih, kenapa pintu gak dikunci coba! Apa jangan jangan lagi asik main dikamar ya, namanya juga pengantin baru..” Gerutu mama rina dengan mata yang melirik kearah sekitar rumah tersebut.
Dengan hati yang setengah ragu, mama rinapun akhirnya melangkahkan kakinya masuk kerumah tersebut dengan langkah yang sangat pelan..
“Maaf yaa, mama masuk tanpa disuruh.. gak lucu kan kalo jauh jauh mama kesini terus balik lagi, huh.” gumamnya kembali.
*Beberapa menit berlalu, mama rinapun masih mendudukkan dirinya disofa ruang tamu tersebut sendirian. Ia berfikir bahwa anaknya sedang melakukan aktivitas nikmatnya bersama suami barunya.
“Kok gak keluar keluar kamar juga sih mereka berdua, ih nyebelin banget.” Celoteh mama rina dengan raut wajah yang mulai kesal.
“Ibelllll!!!!!” Teriak mama rina saat itu juga.
“Belll, daritadi mama disini loh nungguin kamu selesai begituan. Kalo udah selesai Keluar donggg, temuin mamaaa..” Teriaknya kembali.
“Bellll..” panggilnya ketiga kalinya namun ibel tak kunjung bersuara juga.
__ADS_1
Akhirnya mama rinapun bangkit dari tempat duduknya, ia perlahan melangkahkan kakinya menuju pintu kamar ibel dan mendekatkan kupingnya di pintu tersebut.
“Kok gak ada suara apapun, jangan jangan ketiduran mereka berdua..” Batin mama rina dengan raut wajah bingungnya.
“Belllll..” Panggil mama rina seraya mengetuk-ketuk pintu kamar anaknya tersebut.
Karena kesal sang anak dan menantu tak kunjung membukakan pintunya selama hampir berjam-jam, akhirnya mama rinapun dengan ragu membuka pintu kamar tersebut.
CEKLEKKK.
“Ibel/thomas.. kalian sedang apa? Ini mama..” lirih mama rina yang masuk perlahan kekamar anaknya tersebut.
“Ib—“ Saat dirinya ingin memanggil nama ibel kembali, matanya tertuju pada banyaknya darah yang bercucuran dilantai kamar tersebut yang tak sengaja diinjaknya.
“Yatuhannn! Darah apa ini..” Serunya seraya membulatkan matanya lebar-lebar.
Mama rinapun mempercepat langkahnya mengikuti bercak darah tersebut,
“ASTAGAAA! IBELLLLLLL!!!!” Teriak mama rina dengan raut wajah yang sangat terkejut ketika melihat anaknya tergeletak tak sadarkan diri dengan bercucuran darah.
“Ibel kamu kenapa nak? Kamu kenapaaa? Bangun nak! Cerita sama mama siapa yang sudah melakukan ini semua kekamu!!!!” Ujar mama rina yang saat itu memeluk tubuh sang anak.
“Ibelllllll!!!! Ssshhh\~ Ssshh\~” teriak mama rina dengan begitu histerisnya seraya menangis sesenggukan melihat kondisi anaknya saat itu.
Dengan sigapnya mama rinapun segera mengambil ponselnya didalam tasnya, lalu iapun menghubungi salah satu pihak ambulans agar menjemput anaknya saat itu juga untuk dibawa kerumah sakit terdekat.
“Kamu anak yang kuat ibel, bertahan lah nak! Jangan tinggalkan mama sendirian, mama sayang sama kamu bel. Siapapun yang menjahatimu akan berhadapan langsung dengan mama nak! Tolong kamu bertahan demi mama sayang…” Lirihnya kembali saat sedang menunggu pertolongan itu datang.
*Hingga waktupun terus berlalu, kini beberapa orang telah membawa ibel kerumah sakit terdekat menggunakan ambulans emergency.
Mama rina pun mengendarai mobilnya membuntuti ambulans yang membawa anaknya tersebut.
Dengan perasaan yang sangat kacau, iapun mencoba menghubungi thomas saat itu. Namun nomor thomas sendiri tak bisa dihubungi hingga mama rinapun memukul stir mobilnya dengan kuat.
“Arghhhhhh!!! Badjingan kau thomas!!! Bisa-bisanya menghilang saat istrimu sedang kritis seperti ini..” Teriaknya didalam mobil.
Lalu mama rinapun mencoba menghembuskan nafasnya secara pelan, kemudian iapun mencoba menghubungi salah satu orang tua thomas.
TUT\~
“Halo!” Sapa mama rina dengan Nada tingginya didalam sambungan telfonnya tersebut.
“Halo, ada apa ya mama rina?!” Sahut mama dina diseberang sana.
“Ibel sedang dilarikan kerumah sakit, tubuhnya berlumuran darah dan tidak ada orang satupun dirumahnya. Aku yang menemukan ibel tergeletak tak berdaya dikamarnya. Thomas yang saat ini sudah menjadi suaminya malah menghilang entah kemana, tolong ya mama dina.. tangani kasus ini segera, bila terjadi apaapa dengan anak saya. Sudah dipastikan thomaslah pelakunya.” Ungkap mama rina tanpa basa-basi.
Mama rinapun meneguk salivanya dengan susah payah, “Apa?! I-ibel dilarikan kerumah sakit? Eum, rumah sakit mana? Biar saya dan suami segera kesana sekarang..” Ucap mama dina yang langsung panik saat itu juga.
“Rumah sakit Siloam!” Singkat mama rina yang langsung memutuskan sambungan telfonnya saat itu juga.
__ADS_1
Pipp.
“Aku tidak akan takut meskipun harus menghadapi keluargamu yang punya jabatan tinggi itu thomas!” Lirihnya dengan wajah menyeringai.