
*Setelah menunggu beberapa puluh menit, akhirnya mata Alice pun nampak terbuka perlahan-lahan. Thomas pun menyadari hal tersebut dan langsung mendekatkan dirinya kepada sang anak saat itu juga.
“Alice, nak. Sayanggg! Akhirnya kamu sadar juga. Sebentar ya nakk, daddy panggilkan suster dulu..” Celoteh thomas dengan nada menggebu-gebu.
“Susss, anak saya sudah sadar suss!!!” Panggil thomas kepada perawat yang jaga diruangan tersebut.
“Iyah, pak. Tunggu sebentar, biar saya kesana..” sahut sang perawat yang langsung bangkit dari tempat duduknya lalu melangkahkan kakinya menghampiri Alice saat itu juga.
“Mashaallah, anak cantik sudah sadar ya sayang. Alhamdulilah operasinya berjalan dengan lancar ya sayang.. Kalo begitu, mari kita pindah ruangan.” Celoteh sang perawat kepada Alice yang belum mengerti apa-apa.
“Mau dipindah kemana anak saya sus?” Tanya thomas kepada perawat tersebut.
“Pindah keruangan rawat inap nya pak, masa mau disini terus hehe..” sahut sang perawat seraya tertawa kecil.
“Oh begitu, baiklah.” Singkat thomas dengan menganggukkan kepalanya yang tak gatal itu.
Perawat tersebut pun mendorong ranjang Alice keluar dari ruangan tersebut menuju ruangan rawat inapnya yang semula disusul oleh thomas yang berjalan dibelakangnya.
CEKLEKKK*
Setelah keluar dari ruangan tersebut, ibel dan yang lainnya pun sontak berdiri menghampiri ranjang Alice tersebut.
“Sus, apa ini Alice anak saya?!” Tanya ibel dengan menggebu-gebu.
“Betul, buk. Ini pasien bayi Alice. Oh ibu, ibunya ya?! Mari ikut bu, Alice akan dipindahkan ke ruangan rawat inapnya.” Sahut sang perawat yang berhenti sejenak ketika bertemu dengan ibel.
“Thom, bagaimana kondisi Alice? Apakah operasinya lancar?!” Tanya ayah Jacky kepada thomas.
“Puji Tuhan, Semuanya lancar. Yah!” Sahut thomas seraya menganggukkan kepalanya.
“Lalu mengapa kamu lama sekali didalam sana,thom?!” Cela mama rina kepada thomas.
“Iyah, thomas menunggu Alice sampe sadar dulu mah. Thomas juga sempat menggantikan popoknya dulu didalam sana..” Pekik thomas hingga membuat ibel pun sekilas meliriknya dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Alice gak apa-apa ibu/bapak sekalian, operasinya berjalan dengan lancar dan tidak terjadi gangguan apapun. Hanya saja tadi efek obat biusnya masih tersisa setengah jam an lagi, makanya bapaknya saya suruh tunggu anaknya sampai sadar dulu.” Timpal sang perawat dengan jelas.
“Syukurlah kalo begitu, kita semua jadi legah.” Sahut mama rina yang menghela nafasnya secara kasar.
“Yasudah mari pak/buk, saya antar keruangan rawat inapnya dulu.” Ajak sang perawat yang kemudian melanjutkan langkahnya seraya mendorong ranjang Alice keruangannya.
*Waktu pun terus berputar, saat itu Alice sudah dipindahkan keruangan rawat inapnya. Ibel mendekatkan wajahnya ke wajah sang anak dengan tatapan penuh arti.
Sarah dan juga mama rina pun saling melemparkan pandangannya saat itu juga.
“Hmm, pasti sekarang perasaan ibel campur aduk. Ya tan?!” Lirih Sarah dengan menghela nafasnya secara pelan.
“Pastinya, tante sebagai nenek juga merasakan hal yang sama melihat cucu tante seperti itu.” Angguk mama rina saat itu juga.
“Semoga saja setelah operasi ini, keadaan Alice semakin membaik ya tan. Alice bisa tumbuh seperti teman-temannya yang lain.” Ucap Sarah kepada mama rina.
“Amin, tante juga berharap seperti itu.” Sahut mama rina dengan menyunggingkan senyumannya kepada Sarah.
“Nak, Mommy disini sayang. Alice cerita dong ke Mommy gimana rasanya setelah dioperasi ini? Apakah masih ada yang sakit? Atau Alice malah merasa jauh lebih baik dari sebelumnya? Mommy sangat khawatir dengan keadaanmu sayang, Mommy terus berdoa untuk Alice. Mommy sayang sekali sama kamu nak, sehat-sehat ya sayang. Temani Mommy terus, nak!” Celoteh ibel seraya mengelus lembut pipi sang anak yang saat itu juga menatapnya.
__ADS_1
Thomas tiba-tiba saja menghampiri ibel saat itu juga.
“Tenang yaa, Alice pasti akan jadi lebih baik setelah ini.” Ucap thomas seraya mengelus lembut rambut sang istri.
“Iyah, amin.” Angguk ibel seraya menyunggingkan senyumannya kepada thomas.
“Nah gitu dongg!! Kan enakkk ngeliatnya, thom! Ckck” Puji revano hingga membuat semuanya pun ikut tertawa kecil saat itu juga.
“Apaan sih lo!” Ketus thomas yang merasa malu dengan ucapan revano.
“Ibel/thomas, jika membutuhkan apa-apa hubungi ayah saja ya. Karena Alice sekarang sudah aman disini, ayah pamit pulang dulu.” Pamit ayah Jacky kepada anak dan juga menantunya.
“Iyah,yah. Makasih ya yah, sudah menemani ibel sejak tadi. Ayah hati-hati dijalan..” Sahut ibel yang dianggukkan oleh thomas juga saat itu.
“Iyah.” Angguk ayah Jacky kepada keduanya.
“Thomas, kamu jangan kemana-mana lagi ya! Temani istri dan anakmu!” Pesan ayah Jacky kepada thomas.
“Iyah, yah.” Angguk thomas saat itu juga.
Setelah kepergian ayah Jacky dan juga ajudannya, kini diruangan tersebut hanya tersisa thomas,ibel,mama rina dan juga keempat temannya yang setia menemaninya.
TRING!!
Ponsel ibel pun tiba-tiba saja berdering, membuat gadis itu sontak meraih ponselnya yang ia letakkan dinakas samping tempat tidur Alice.
“Siapa, nak?!” Tanya mama rina kepada ibel.
“Yaudah angkat!” Perintah mama rina yang saat itu dianggukkan oleh ibel.
“Halo, yya?” Sapa ibel dalam sambungan telfonnya.
“Halo, bel. Ruangan Alice dimana njir? Gue udah dirumah sakit nih dari tadi. Gue cari keruangan operasi gak ada orang yang nunggu..” Sahut Ayya diseberang sana.
“Oalah, lo dirumah sakit?! Kenapa gak ngabarin, Alice baru saja dipindah keruangan rawat inapnya.” Ucap ibel kepada Ayya.
“Hmm, pantes aja disini gak ada orang yang nungguin. Dimana ruangannya?!” Tanya Ayya seketika.
“Ruang vvip mawar 9” sahut ibel dengan sigap.
“Okey, gue otw! Bye..” Ujar Ayya yang langsung memutuskan sambungan telfonnya secara sepihak.
PIP*
Ibel pun kembali meletakkan ponselnya diatas nakasnya.
“Siapa yang mau datang bel?!” Tanya Alex kepada ibel.
“Ayya, temen gue.” Sahut ibel dengan raut wajah datarnya.
“Emangnya dia udah tau kalo lo punya anak?!” Tanya Alex dengan menggigit bibir bawahnya.
“Udah lah, kalo belom gak mungkin dia kesini bloon!” Ketus Vega seraya meraup wajah Alex saat itu juga.
__ADS_1
“Haha iya juga yah.” Tawa Alex seketika.
*Hingga beberapa menit kemudian\~
CEKLEKKK*
“Assalamualaikum, permisi…” Sapa Ayya yang baru saja membuka pintu ruangan tesebut.
“Waalaikumsalammm, sini masuk Ayya!!” Sahut Sarah yang sudah menyunggingkan senyumannya kepada Ayya.
“Lohhh, kok rameee. Ada lo juga sarr ternyata!!” Ucap Ayya yang mencium tangan mama rina dan melangkahkan kakinya menghampiri ibel dan juga Sarah.
“Iyah gue ngikut Vega, yya. Gue udah disini dari Alice masih didalam ruangan operasi.” Jawab Sarah kepada Ayya.
“Oalah, syukurlah. Ibel jadi ada yang nemenin. Maaf ya bel, gue baru bisa dateng sekarang soalnya ngerjain tugas kampus dulu tadi.” Pekik Ayya yang tersenyum kepada Sarah dan juga ibel.
“Gak papa yya, gue justru berterimakasih sama lo udah nyempetin dateng kesini untuk jenguk Alice.” Sahut ibel dengan lembutnya.
“Eum, ini gue bawa sedikit bingkisan. Karena Alice belum bisa makan. Jadinya ini untuk kedua orang tuanya aja, biar bisa nyemil disini.” Pekik Ayya seraya meletakkan bingkisannya dimeja yang ada diruangan tersebut.
“Wuihhhh, brarti ini termasuk buat gue juga dong yya?! Makasih ya, lo emang pengertian banget deh!” Seru revano hingga membuat semuanya pun tertawa kecil saat itu juga.
“Iyah, gak papa. Ambil aja! Tapi lo kudu izin dulu ke orangtua nya Alice ya!” Sahut Ayya dengan tersenyum tipis.
“Boleh pasti, ibel dan thomas kan baik hati. Iya kan bel/thom?!” Ujar revano kepada thomas dan juga ibel.
“Hmm, Iyah.” Dehem ibel dengan tertawa kecil.
“Oiya, gimana Alice. Bel? Apa tadi operasinya lancar?” Tanya Ayya kepada ibel.
“Puji Tuhan, lancar yya.” Sahut ibel dengan tersenyum manis.
“Syukurlah, semoga setelah ini Alice bisa sembuh total dan tumbuh normal seperti anak-anak yang lainnya.” Ucap Ayya yang saat itu juga diaminkan oleh semua orang diruangan tersebut.
“Amin.”
“Bel, Bay the way gue ada kabar baru.” Ucap Ayya kepada ibel.
“Apa yya?!” Tanya ibel dengan raut wajah polosnya.
“Eum-Temen-temen dikampus, kayaknya udah pada tau deh hubungan lo sama thomas yang sampe punya anak ini. Eum mungkin gak semuanya tau, cuma kayak beberapa orang sampe sempet nanya ke gue soal lo yang menghilang secara tiba-tiba ini.” Ungkap Ayya dengan menggigit bibir bawahnya.
“Hah? Lo serius yya?! Terus terus gimana?!” Tanya Sarah yang mendongakkan kepalanya.
“Siapa anjir yang udah cepu? Yang tau soal ini kan cuma kita-kita aja!” Timpal revano saat itu juga.
“Kayaknya gak ada yang cepu, van. Mereka pasti menduga-duga sendiri, karena gue menghilang bersamaan dengan thomas.” Sahut ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
“Nah itu bener, terus gue sampe jawab ke mereka yang nanya ke gue kayak ‘apaan sih lo weh! Gue aja yang sahabatnya ibel gak tau soal itu, bisa-bisanya lo nyebar aib yang belom tentu bener’.” Ungkap Ayya kembali.
“Gue tau deh kayaknya siapa yang udah berani nyebarin berita kayak gini..” sahut Sarah yang saat itu dilirik oleh semua teman-temannya saat itu.
**
__ADS_1