TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC

TERJERAT PERNIKAHAN TOXIC
Episode 91


__ADS_3

Sore harinya,


*Dikediaman rumah ibel*


“Yaampun cucu grandma sayang, sepertinya sudah lama sekali ya grandma gak bertemu kamu nak..” Celoteh mama rina kepada sang cucu.


“Grandma lebay ya dek, siapa suruh sibuk kerja terus. Sampai lupa kalo punya cucu disini..” Cela ibel dengan mulut yang berkomat-kamit.


“Yang penting kan hari ini sudah ketemu ya sayang yaa, Mommy mu lagi ada masalah apa sih itu sama grandma ckck” Ledek mama rina seketika.


“Ihh mamah!!” Lirih ibel seraya memanyunkan bibirnya.


“Bagaimana hubunganmu dan juga thomas, bel? Apakah thomas masih sama seperti dulu?” Tanya mama rina seketika.


Ibel pun memutarkan bola matanya, membuat mama rina langsung mengeryitkan keningnya.


“Mama gak ngerti apa yang kamu maksud, kamu kan punya mulut kenapa malah matamu yang bicara!” Protes mama rina kepada sang anak.


“Mama lihat deh seisi kamar ini? Apakah ada yang berbeda?” Tanya ibel seketika.


Mama rina pun melirik seisi kamar tersebut, “enggak ada yang berbeda, paling cuma mainan Alice saja yang makin banyak ini.”


“Arghhhh! Lagi pula kamu ini apa-apaan sih bel! Mama tanya, kenapa kamu malah mengalihkan pertanyaan mama sih..” omel mama rina kembali.


“Ssst, mama diam saja dulu. Ibel mau menjawab pertanyaan mama nih! Memang benar apa yang mama lihat disini yang berbeda memang mainan Alice yang makin banyak. Itu semua karena thomas yang membelikannya, kemarin dia sempat mengajak aku dan juga alice pergi ke Baby shop untuk memborong semua keperluan Alice sebagai hadiah Alice sudah bisa ngoceh. Dan gak hanya itu, perlakuan thomas juga banyak berubah mah. Entah apa yang salah pada dirinya. Aku pun gak tau..” Ungkap ibel pada mama rina.


“Halah, paling itu untuk menutupi kesalahannya saja. Mama gak yakin jika dia akan berubah seumur hidupnya.” Sahut mama rina dengan senyuman miringnya.


“Mama jangan bicara seperti itu dong, mungkin thomas berubah karena telah mendapat karma kecelakaan seperti kemarin.” Pekik ibel kepada mama rina.


“Kecelakaannya gak seberapa, gak membuat dia kehilangan anggota tubuhnya! Bagaimana mungkin dia bisa berubah begitu saja kalo tidak untuk menutupi kesalahannya padamu,bel.” Ketus mama rina pada argumennya.


“Apapun itu, ibel berdoa supaya thomas beneran berubah mah. Ibel bahagia, ibel merasa sempurna jika thomas memperlakukan ibel dan juga Alice seperti ini terus..” pekik ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Mama harap juga begitu, apapun yang membuat kamu bahagia pasti membuat mama bahagia juga.” Sahut mama rina yang sekilas tersenyum tipis.


“Nah gitu dong mah, doakan saja yang terbaik untuk keluarga kecil ibel ini ya mah. Setiap ucapan adalah doa, dan aku minta ke mama agar selalu mengucapkan hal-hal baik untuk aku dan juga thomas.” Pekik ibel kembali.


“Hmmm, iyahhh.” Dehem mama rina dengan menghela nafasnya secara kasar.

__ADS_1


Berjalannya waktu, suara mobil berhenti tepat didepan lobi pun terdengar. Ibel pun bergegas melihat ke jendela kamarnya yang langsung menghadap ke pekarangan rumahnya tersebut.


“Daddy Alice pulanggg..” Gumam ibel dengan menerbitkan senyuman manisnya.


“Siapa bel?” Tanya mama rina kepada ibel.


“Thomas mah pulang.” Jawab ibel dengan tersenyum tipis.


“Tumben sekali pulangnya tepat waktu.” Cetus mama rina dengan memutarkan bola matanya keatas.


“Kan ibel sudah bilang mah, thomas itu sudah berubah. Hehe..” Jawab ibel dengan tertawa ringan.


“Hmm, iya deh bel.” Dehem mama rina dengan menghela nafasnya secara kasar.


Tak lama kemudian, suara gagang pintu terbuka pun terdengar.


CEKLEK*


“Daddy pulangg, mana yaa ini an—“ Ucapannya pun terhenti ketika melihat sosok mama mertua nya yang ada dikamarnya.


“Loh, mama ada disini? Kesini dari kapan mah?!” Tanya thomas yang saat itu menghampiri seraya mencium tangan sang mertua.


“Sudah dari satu jam lalu, thom. Pulang kantor, mama langsung mampir kesini karena rindu sama alice.” Jawab mama rina dengan raut wajah yang sulit diartikan.


“Thomas permisi mau mandi dulu ya mah..” pamit thomas kepada mama mertuanya.


“Ahiya silahkan thom, maaf ya mama jadi ganggu nih ada dikamarmu..” Ucap mama rina kepada thomas.


“Gak papa mah, kan sama Alice dan juga ibel disini.” Sahut thomas dengan santai.


Sebelum melangkahkan kakinya kekamar mandi, thomas menghampiri sang istri lebih dulu.


“Setelah aku selesai mandi, nanti kita ajak mama makan bersama diluar rumah. Aku lapar, tapi bosan makan dirumah. Mumpung ada mama mu sekalian saja kita pergi makan diluar. Okey?!” Bisik thomas kepada sang istri.


“Beneran?!” Tanya ibel dengan wajah polosnya.


“Hmm, kamu fikir aku bercanda?” Dehem thomas dengan menghela nafasnya secara pelan.


“Okey, baiklah. Aku akan ajak mama.” Ucap ibel dengan menganggukkan kepalanya seraya menyunggingkan senyuman manisnya.

__ADS_1


“Kalo mbak Susi mau, ajak sekalian juga gak papa. Kasihan kan kalo ditinggal dirumah sendiri terus..” Cela thomas hingga membuat ibel pun semakin melebarkan senyumannya.


“Iyah, siap sayang!” Singkat ibel dengan mengacungkan jempolnya keatas.


“Yasudah aku mandi dulu..” pamit thomas yang saat itu dianggukkan oleh ibel.


“Dia gak marah kan bel karena mama ada disini?” Tanya mama rina kepada sang anak.


“Enggak lah mah, thomas malah menyuruh kita untuk bersiap-siap karena kita diajak untuk makan diluar. Mama mau kan?!” Pekik ibel hingga membuat mama rina pun sontak menaikkan satu alisnya keatas.


“Tumben banget ngajak makan diluar bersama, ada acara apa?” Tanya mama rina kembali.


“Tidak ada acara apapun mah, mungkin thomas memang sedang memperbaiki hubungan keluarga kita saja. Kan selama ini dia gak pernah juga ajak aku makan diluar rumah begini.” Ungkap ibel dengan tersenyum penuh arti.


“Huhhh, syukurlah bel. Jika thomas benar-benar berubah. Mama sangat senang mendengarnya, akhirnya anak mama ini ngerasain rumah tangga seperti orang-orang lainnya.” Sahut mama rina yang juga ikut tersenyum saat itu juga.


“Ssttt, Yasudah ayok lebih baik kita berdua siap-siap saja dulu mah.” Ajak ibel yang saat itu dianggukkan oleh mama rina.


*Waktu pun terus berputar, thomas yang saat itu tengah menggendong sang anak pun mengajak istri dan mertuanya untuk pergi saat itu juga.


“Ayo dong Mommy, sudah siap belum? Alice sama daddy sudah siap dari tadi nih.” Celoteh thomas kepada sang istri.


“Tau nih ibel, lama sekali dari tadi dandan gak selesai-selesai! Padahal mama juga sudah siap dari tadi..” Timpal mama rina saat itu juga.


“Iya-iya ini sudah selesai Ihh, bawel deh semuanya. Yuk berangkat sekarang!” Sahut ibel yang langsung bangkit dari meja riasnya.


Mereka bertiga pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tersebut menuruni tangga rumahnya,


“Mbak susiiiii!!!” Panggil ibel kepada sang pembantu hingga membuatnya sontak terkejut.


“Astaga non ibel! Hampir saja mbak Susi jantungan.” Lirih sang pembantu seraya memegangi dadanya sendiri.


“Hehe piss mba, mba Susi kita bertiga mau makan diluar. Ayok mba Susi ikut! Biar pernah makan diluar bareng Alice..” Ajak ibel dengan tawa kecilnya.


“Waduhhh, mbak Susi diajak nih non? Memangnya gak papa?” Tanya sang pembantu dengan menggarukkan kepalanya yang tak gatal.


“Gak papa mbak, sekalian jagain Alice nanti disana kan. Ayok!” Timpal thomas yang saat itu membuat sang pembantu pun menganggukkan kepalanya dengan cepat.


“E Yasudah kalo gitu mbak Susi siap-siap dulu atuh non/tuan.” Ucap sang pembantu.

__ADS_1


“Gak usah mbak, gitu saja sudah cantik kok. Ayok!” Elak ibel yang langsung menarik tangan sang pembantu.


**


__ADS_2