
Setelah kepergian Ayya dari rumahnya tersebut, thomas pun bergegas masuk kedalam kamarnya untuk menemui anak dan istrinya meski dengan raut wajah dinginnya.
Tanpa berkata sedikitpun, ia sontak menggendong Alice dari tempat tidur. Membuat ibel pun sontak mengerutkan wajahnya saat itu juga.
“Setannya udah pergi kali ya, tadi habis marah-marah sekarang sok-sokan nge gendong Alice. Ck” Batin ibel saat melihat gelagat thomas didepannya.
“Besok pagi jadwal Alice kontrol kerumah sakit kan?!” Tanya thomas kepada ibel.
“Iyah.” Singkat ibel dengan menganggukkan kepalanya.
“Yaudah, kalian jangan tidur larut malam. Takutnya besok kecapean! Biar aku saja yang tidurkan Alice sekarang..” Usul thomas hingga membuat ibel pun hanya menganggukkan kepalanya secara pelan seraya memiringkan senyumannya.
Ibel pun sontak merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya dengan posisi miring kearah kenan. Sementara thomas sibuk menggendong anaknya dengan alunan suara lembutnya.
“Gue bener-bener gak faham sama dia, kadang berhati lembut bak malaikat tapi Kadang juga bisa jadi monster yang sangat mengerikan. Kalo begini kan gue juga bingung, harus bertahan atau melanjutkan. Hmm” Batin ibel seraya memandang thomas yang sedang menidurkan sang anak dengan penuh kelembutan.
Tak lama kemudian, Alice pun benar-benar tidur dalam gendongan thomas hingga membuat ibel yang melihatnya pun sontak menghela nafasnya dengan lega.
“Huhhh, akhirnya tidur juga anak daddy yang paling cantik. Cuppp!” Celoteh thomas yang saat itu mencium pipi sang anak.
Setelah Alice memejamkan kedua matanya, thomas pun berancang-ancang untuk meletakkan tubuh Alice diranjang tempatnya tidur yang berada tepat disamping ranjangnya dan juga ibel.
“Ssstttt\~ Ssstttt\~” Bisik thomas seraya meletakkan tubuh sang anak diatas ranjangnya dengan begitu berhati-hati.
Setelah berhasil meletakkan tubuh sang anak diatas ranjang kasurnya, ia pun menghampiri sang istri yang sudah lebih dulu memejamkan matanya.
Thomas memandangi tubuh sang istri dari atas hingga bawah, perlahan ia mengelus lembut tubuh sang istri yang berkulit putih dan mulus itu.
Tangannya mulai lihai hingga membuat ibel pun sontak bergeliat saat thomas mendekatkan dirinya lebih lekat dengan sang istri.
Thomas perlahan membuka pakaian sang istri, hingga ibel pun tanpa sadar menendang tubuh thomas hingga tersungkur ke lantai. Gadis itu refleks melakukannya karena saat itu ia baru saja terbawa kedalam mimpi.
“Awwwww! Syitt. Anjinggggg!!!” Ceplos thomas saat dirinya tersungkur kelantai.
Ibel pun sontak membuka matanya dan melihat sang suami yang sudah tersungkur kelantai, ia bergegas bangkit dan meminta maaf kepada sang suami.
“Yaampun,thom! Maaf-maaf aku refleks menendangmu. Aku benar-benar tidak sadar jika kamu yang sedang berada di dekatku..” Pekik ibel dengan raut wajah paniknya.
__ADS_1
“Maaf-maaf!!! Dasar istri durhaka! Suami mau minta jatah malah ditendang begitu saja. Anjing memang!!!!” Omel thomas dengan segala ucapan kasarnya.
Ibel pun merasa bersalah dengan menundukkan wajahnya, “Aku benar-benar tidak sadar melakukannya, aku fikir ada seseorang yang ingin kurang ajar kepadaku.” Lirih ibel saat itu juga.
“Kalo kamu ingin meminta jatah kepadaku yasudah ayo, aku bersedia melayanimu sekarang.” Imbuh ibel yang menawarkan dirinya kepada sang suami.
“Sudah hilang nafsuku, Tai..” Sahut thomas dengan ketusnya yang saat itu melemparkan barang didekatnya kearah wajah ibel.
“Awwww! Sakit,thom.” Ringis ibel yang wajahnya terkena barang yang sengaja thomas lemparkan.
“Ck, Rasain! Itu memang balasan untuk istri durhaka sepertimu!” Ketus thomas yang saat itu sudah bangkit dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut dengan membanting pintu sekencang-kencangnya.
BRAKKKK!!!
Ibel pun menghela nafasnya secara kasar seraya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya tersebut.
“Sebelumnya ia berperilaku baik, dengan memerintahkan aku untuk beristirahat lebih cepat dan juga menidurkan Alice. Namun ternyata maksud kebaikannya itu karena dirinya menginginkan sesuatu kepadaku.” Batin ibel dengan raut wajah yang sulit diartikan.
Ia pun kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya, tatapannya terfokus pada anaknya yang sudah pulas tertidur diatas ranjangnya.
“Sayang Mommy, Kuatin Mommy terus ya nak. Mommy gak tau sampai kapan hati Mommy ini bisa bersabar menghadapi sikap daddy mu itu.” Batin ibel kembali dengan mengerjapkan kedua matanya.
Satu notifikasi pun muncul dilayar ponselnya, membuatnya sontak meraih ponselnya untuk melihat notifikasi tersebut.
From: Ayya
To: Me
“Bel, aku sudah sampai rumah dengan selamat. Hehe, esok aku akan berkunjung kerumahmu kembali jika aku tak sibuk.”
Membuat ibel pun menyunggingkan senyumannya setipis tissue ketika membaca pesan yang masuk itu.
Jari lentiknya mulai mengetikkan pesan balasan kepada sahabatnya tersebut.
From: Me
To: Ayya
__ADS_1
“Syukurlah jika sudah sampai dirumah dengan selamat, aku jadi legah mendengarnya. Berkunjung lah sesuka hatimu karena Pintu rumahku akan selalu terbuka lebar untuk sahabatku yang paling aku sayangi ini hehe.”
Setelah membalas pesan tersebut, ibel pun meletakkan kembali ponselnya dihadapannya. Gadis itu perlahan memejamkan matanya kembali dan mencoba menenangkan fikirannya.
“Ya Tuhan berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi semua ini, aku yakin aku kuat, aku bisa melewati semua ini sendirian. Engkaulah bapa kudusku, engkau maha pengasih kepada seluruh umatnya. Kasihilah aku sebagai anakmu Tuhan.” Doanya didalam hatinya yang paling dalam.
Sementara thomas sendiri sedang bergerutu dengan wajah kesalnya disofa ruang televisinya.
“Ck, dasar wanita anjing! Kalo begini caranya, aku akan mencari wanita diluar sana saja untuk memuaskan nafsu birahiku.” Gumam thomas dengan raut wajah menyeringai nya.
Ia pun sontak memainkan ponselnya untuk membuka aplikasi tinder saat itu juga.
Pria itu terus sibuk mencari wanita diaplikasi tersebut, hingga beberapa saat kemudian saat dirinya merasa ada wanita yang cocok untuknya ia pun bergegas untuk mengajak wanita tersebut untuk berkencan malam itu juga.
“Ck, semudah itu kah mencari wanita penghibur. Jangan salahkan aku bel jika aku ingin jajan diluar seperti ini, karena ini semua salahmu yang tidak memuaskan aku diatas ranjang!” Batin thomas dengan tersenyum menyeringai seraya menutup ponselnya.
Setelah membuat janji bertemu dengan wanita kenalannya di aplikasi tinder, ia pun sontak memasuki kamarnya kembali untuk bersiap-siap pergi keluar rumah dengan menggebu-gebu.
Ibel yang baru memejamkan matanya itu masih menyadari gelagat sang suami didalam kamarnya tersebut, ia sontak membuka satu matanya untuk mengintip sang suami yang sedang bersiap-siap untuk pergi.
Setelah selesai bersiap-siap, thomas pun meraih kunci mobilnya dan bergegas melangkahkan kakinya meninggalkan istri dan anaknya dirumah tersebut.
Sementara ibel pun kembali membuka kedua matanya dengan lebar-lebar.
“Astaga, mau kemana dia pergi malam-malam seperti ini. Tega sekali dia pergi meninggalkan aku dan Alice dirumah sendirian.” Gerutu ibel dengan raut wajah piasnya.
Sementara thomas sendiri melangkahkan kakinya keluar rumah dan sengaja mengunci pintu rumahnya tersebut dari luar. Lalu ia masuk kedalam mobilnya dan langsung menyalakan mesin mobilnya.
Bvroommmmm\~\~
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju lokasi tujuannya tersebut.
*Waktu pun terus bergulir, malam itu thomas memuaskan nafsu birahinya dengan wanita yang ia pilih diaplikasi tinder nya.
Dengan uang yang ia miliki, ia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan termasuk membeli wanita sekalipun.
Hatinya mulai beku, ia merasa ibel sudah tidak cantik lagi dimatanya. Membuatnya terkadang malu untuk mengakui ibel adalah istrinya.
__ADS_1
Ditambah lagi Alice, anaknya. Tumbuh dengan penyakit yang membuat thomas pun semakin tidak respect dengan keluarga kecilnya itu.