TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)

TERPAKSA MENIKAH (Cinta Sang Pewaris)
BAB 10~Penyesalan


__ADS_3

“B-benarkah? Aku pikir kamu masih SMA, soalnya kelihatan masih muda banget.” cicit Alya.


Kenzo tak bersuara, dia hanya tersenyum. Bukan kali pertama dia mendengar hal ini, sudah sering. Bahkan setiap dia jalan berdua dengan tuan mudanya, Kenzo selalu di anggap adiknya Kevin. Padahal kenyataannya dialah yang lebih tua.


“Emm.. Aku mau nanya sesuatu sama kamu, boleh?”


“Silahkan nona.”


“M-memang benar s-semalam yang nolong aku K-kevin?” tanya Alya terbata, menatap penuh wajah Kenzo sambil kedua tangannya masih meremas baju yang dia yakini milik Kevin.


Kenzo diam sejenak. “Apa nona tidak percaya dengan penjelasan ku tadi?” ucap Kenzo balik nanya.


Alya menggeleng. “Bukan itu, tapi-tapi aku hanya kurang yakin saja. Lagipula darimana dia bisa tahu posisiku saat itu?”


“Untuk soal itu saya tidak berani jawab, tapi jika nona masih penasaran nona bisa tanya langsung ke tuan Kevin setelah beliau kembali.”


Mendengar ucapan kenzo membuat Alya mendesah pelan, ia kecewa karena tak mendapat jawaban yang pasti.


“Ak-”


BRAK!


Belum sempat ucapannya teruraikan, alya di kejutkan dengan suara pintu terbuka lebar dan menampakkan sosok Selena yang terlihat khawatir. Wanita itu sempat melirik ke arah kenzo sebentar lalu berlari ke brankar Alya dan duduk di kursi.


“Ada apa yang terjadi dek, kenapa kamu bisa masuk rumah sakit?” Tanya Selena panik, deru nafasnya terdengar tak beraturan dan keningnya terlihat basah oleh keringat.


“Tenanglah kak.” Ucap Alya sambil sebelah tangannya yang di infus mengusap bahu sang kakak.


“Bagaimana kakak bisa tenang, lihat kamu begini.” Seru Selena.


“Awssh..” rintih Alya saat tangan Selena tak sengaja menyenggol kakinya dan itu membuat wanita 27 tahun itu terkejut, kedua matanya melotot saat menyingkap selimutnya dan melihat kondisi kaki kanan adiknya yang di perban.


“Astaga kaki kamu! ya tuhan.. kenapa diperban begini?”


“Kak-”


“Ceritakan semuanya sama kakak, apa yang sudah terjadi?” Ucap Selena setengah menjerit.


“Iya iya aku akan cerita tapi kakak harus tenang dulu. Ingat, kakak itu sedang hamil.”


“Tapi-”


“Ya udah kalo gitu, aku gak akan cerita.”


Selena menghela nafas kasar. “Baiklah..”


Setelah dirasa Selena sudah tenang, Alya pun mulai menceritakan semua tentang kejadian semalam.


Selena terlihat menangis dan menyalahkan dirinya sendiri saat mendengar cerita alya yang hampir di perkosa oleh dua orang preman, karena ingin mencari makanan.


Semalam dia kelelahan karena sudah terlalu banyak menangis, meratapi nasibnya yang hamil diluar nikah hingga akhirnya tanpa sadar dia tertidur. Melupakan adiknya yang sedang bersamanya.


menjelang subuh dia terbangun dan mendapati kamar itu sepi, hanya dirinya saja disana. Dia bangun dari pembaringannya sambil memanggil nama Alya, karena tak ada sahutan dia pun berjalan ke arah kamar mandi. Namun ternyata kosong, bahkan lantainya pun masih kering. Lalu dia berjalan ke arah balkon, tetap saja adiknya tak ada disana.


Selena ingin menghubungi nomor Alya namun dia melihat ponsel adiknya tergeletak di meja nakas dalam keadaan mati, dan dia juga melihat tas adiknya tergeletak di sofa yang ada di kamar tersebut. Dia berpikir mungkin adiknya sedang keluar sebentar, tapi begitu mengingat suasana di luar masih gelap rasanya tak mungkin Alya keluar. Terlebih adiknya itu takut sama tempat gelap.


Seketika dia pun berpikiran buruk, akhirnya dia memutuskan keluar dari kamar. Selena sempat menanyakan keberadaan Alya ke receptionis, barang kali mereka melihatnya. namun mereka tak melihatnya. Selena panik, dia Mengelilingi hotel itu untuk mencari adiknya, hingga pagi menyapa Selena belum menemukannya.


Karena lelah dia pun memutuskan untuk kembali, dan berniat check out. Namun tiba-tiba ponselnya berdering, menampakkan nomor tak dia kenal. Selena memilih tak menerima panggilan tersebut, dia membiarkan ponselnya berdering hingga panggilan itu mati. Namun belum sampai 3 menit ponsel itu kembali berdering dengan nomor yang sama, dan lagi-lagi Selena menghiraukannya sampai panggilan itu kembali mati.


Alasan dia tak mengangkat panggilan itu adalah takut jika panggilan itu berasal dari nayeon, managernya. Dia mengira managernya menelponnya dengan nomor baru karena sejak semalam panggilan dan pesannya tak dia jawab.


Tak lama setelah itu satu pesan masuk dan lagi-lagi dari nomor yang sama, Selena meliriknya sekilas. jika pesan itu benar dari managernya pasti memakai bahasa Korea, tapi ini memakai bahasa Indonesia. Ada dua pesan dari nomor tersebut, dengan segera selena membukanya dan seketika matanya membola saat membaca deretan pesan yang mengatakan jika saat ini Alya sedang berada di rumah sakit. Bahkan orang itu mengirim foto Alya yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit sebagai bukti.


“Udah kak jangan menangis lagi, aku udah gak pa-pa kok.” Ucap Alya pelan sambil mengusap punggung kakaknya yang bergetar.


“Maafkan.. kakak.. dek, hiks..gara..gara.. kakak.. k-kamu harus.. mengalami hal.. buruk seperti.. hiks.. ini. K-Kakak.. lalai menjaga.. k-kamu, m-maafin kakak..” ucap Alya sambil nangis sesenggukan.


Alya terus mengusap punggung kakaknya, melihat Selena menangis dia menjadi ikutan menangis. Air hangat itu lolos begitu saja membasahi pipinya yang putih bersih, Tak tega rasanya melihat kakak satu-satunya menderita seperti ini.


Kenzo yang mendengar cerita alya pun merasa iba, jika ia berada di posisi Selena pun sama menyesalnya. Menyalahi diri sendiri, karena sudah lalai menjaga adiknya. Kenzo jadi teringat dengan adik perempuan, dan mungkin usianya pun berada di bawah Alya. Namun untungnya Alya tak sampai di perkosa, karena tuan mudanya datang di waktu yang tepat.


Lalu ingatan Kenzo melayang ke kejadian semalam, dimana Kevin tiba-tiba menelponnya dan menyuruhnya untuk membawa beberapa bodyguard. Serta Berkat rekaman cctv dan kecerdikan Kevin yang langsung melacak plat mobil itu, akhirnya Alya bisa di selamatkan.


Kenzo juga masih ingat betul raut wajah tuan mudanya semalam saat memukuli preman itu, yang bagai orang kerasukan setan. Dan hal itu membuatnya sempat tercengang, karena selama ini ia belum pernah melihat Kevin semurka itu.


...💐💐💐...


Dylan kembali masuk ke ruang inap alya, Dia terlihat kaget saat melihat ada Selena. Kemudian dia menghela nafas, lalu jalan mendekati kenzo.


“Sebaiknya Lo pulang Aja Ken, biar urusan Alya Gue yang tanggung. Oh iya tadi gue dapat laporan kalau ada wartawan yang mencoba ingin masuk sini sekalian Lo urus yah, sepertinya mereka mengetahui kalau Selena ada disini.” ucapnya dengan nada berbisik.


Kenzo Mengangguk paham kemudian berlalu keluar, Setelah itu Dylan jalan mendekati brankar Alya.


Ekhem! Dylan berdehem, Sontak saja membuat kedua gadis itu langsung menoleh. Selena langsung berdiri dari duduknya, wajah sembabnya terlihat kaget begitu melihat sosok dylan.


“Pak Dylan! Anda disini juga?” tanyanya.


“Iya, ada salah satu karyawanku rawat disini juga. Tadinya habis jenguk aku mau pulang tapi ditengah perjalanan aku lihat Kenzo ada disini juga dan mengatakan kalau Alya sedang dirawat disini.” Dylan menjelaskan awal keberadaannya dirumah sakit itu.

__ADS_1


“Kenzo?” Beo Selena.


“Iya, pria tadi yang berdiri disana namanya Kenzo, kamu udah lihat kan?”


Selena Mengangguk.


“untuk malam ini kalian disini aja dulu yah, nanti Gue bakal kirim bodyguard buat jaga diluar.” ujar Dylan, membuat kedua gadis di depannya kaget.


“Bodyguard? Untuk apa?” Tanya Alya.


“Buat jaga kalianlah, apalagi.”


“Tapi--”


“Jangan menolak Al, situasi saat ini lagi kacau. Kalau kamu nekat, nyawa kalian yang jadi taruhannya! dan Asal kamu tahu saja, Di bawah sudah ada banyak wartawan menunggu. CK! Aku heran, darimana coba mereka tahu kalau kalian ada disini?”


“Oh ya Tadi kesini naik apa Len?” Tanya Dylan pada Selena.


“Naik ojek.” jawabnya tanpa beban.


Hening~


Dylan dan Alya sama-sama melongo, mereka seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


“WTF! Seorang Selena Kharisma Putri, model terkenal yang wajahnya sudah nangkring di berbagai majalah dan televisi naik ojek!? Amazing!” Ucap dylan sambil bertepuk tangan heboh.


“Seriusan kak?” tanya alya memastikan, dan Selena Mengangguk.


“Kenapa gak naik taksi aja sih kak, pantesan aja wartawan bisa tahu kakak ada disini.”


“Waktu itu Kakak langsung panik dek saat dapat pesan dari seseorang kalau kamu masuk rumah sakit, tanpa berpikir jernih kakak langsung lari ke bawah dan kebetulan ada tukang ojek lewat jadi kakak langsung naik.”


‘pasti itu kevin.’ batin Alya.


“Terus sekarang gimana ini kak, berita skandal kakak sudah menyebar ke Internet. paman dan bibi pasti udah tahu tentang ini.”


Selena terlihat kaget. “J-jadi berita itu udah menyebar?” Tanyanya dengan mata membola.


Alya mengangguk dan Selena menghela nafas berat, wajahnya terlihat sendu.


“Ehm.. Jadi beneran Len, kamu ada hubungan sama Chandra? Dan..” ucapan Dylan menggantung, matanya menatap ke perut Selena. “sekarang kamu hamil anaknya dia?”


Wanita itu Mengangguk mengiyakan. “Iya, pak.”


“Terus kamu udah kasih tau Chandra soal ini?!”


“Terus jawaban dia apa?”


Selena diam sejenak, wajahnya terlihat memerah seperti ingin menangis. “Dia gak mau mengakuinya, dan menyuruh saya untuk menggugurkannya.” jawabnya dengan suara gemetar.


Mendengar itu Dylan langsung terdiam, Tiba-tiba hatinya merasa nyeri. Nasib janin itu persis seperti kisah hidupnya yang tak pernah di inginkan oleh ayahnya. Dulu Saat ibunya mendatangi Aji untuk meminta pertanggungjawabannya, dengan entengnya pria itu menyuruh ibunya untuk menggugurkannya namun untungnya Marissa tak langsung melakukannya.


“Terlebih Renata mengatakan aku yang menggodanya, padahal kenyataannya gak begitu. Sejak hubungan kita berakhir, aku sudah tak menghubunginya lagi, bahkan seluruh sosmednya udah aku blokir. tapi dia yang selalu berusaha menghubungiku dengan nomor baru, Tak jarang dia juga datang ke lokasi syuting karena aku selalu mengabaikannya.”


“Lalu bagaimana ceritanya kamu bisa hamil anak dia sedangkan kamu mengaku selalu mengabaikannya?” tanya Dylan.


Selena menghela nafas berat, seberat beban hidupnya saat ini. “Saya di jebak pak.” ungkapnya.


“Di jebak bagaimana?”


“Pak Dylan masih ingat gak dengan pesta anniversary Zeous yang ke 30 Beberapa bulan lalu?” Tanya Selena.


Dylan mengangguk. “Iya aku ingat, lalu?”


“Nah, dia ada disana. Pada saat itu saya orang terakhir yang keluar dari ruang makeup dan ingin menyusul ke aula, tapi ditengah perjalanan tiba-tiba ada yang membekap mulut saya dari belakang pakai sapu tangan gitu setelah itu saya tidak ingat apapun lagi. Pagi harinya begitu saya bangun, saya sudah berada di sebuah kamar hotel bersamanya dengan keadaan tanpa busana.”


Mendengar penuturan Selena, Alya marah, kedua tangannya terkepal kuat. Dia tidak menyangka jika laki-laki yang selama ini dia kenal baik dan penuh perhatian, ternyata pria brengsek.


“Jadi maksudmu orang yang membekap kamu itu adalah Chandra, dia membawamu ke hotel lalu kalian bercinta, gitu?”


“Mungkin lebih tepatnya saya di perkosa pak, karena pada saat itu kondisi saya dalam keadaan pingsan.”


“Oke! Tapi bagaimana kamu bisa seyakin itu kalau janin yang kamu kandung itu adalah anaknya Chandra? emm.. Aku bukannya membela Chandra, hanya saja tadi kamu bilang--”


“saya tidak pernah melakukannya dengan pria lain pak.” potong Selena dengan nada tegas.


Dylan diam, ia terlihat belum percaya dengan pengungkapan selena.


“Jika bapak tak percaya dengan omongan saya tak apa dan saya juga tak mengharapkan Chandra untuk bertanggung jawab, pada saat itu saya hanya ingin dia tahu kalau di perut saya ada anaknya. Udah itu saja! Tapi saya tak menyangka ternyata Renata mengetahui pertemuan saya dengan Chandra, dan lebih tak menyangkanya lagi dia datang membawa wartawan.”


Setelah mengatakan itu Selena kembali menangis, tubuhnya berguncang dan terdengar suara isakannya yang memilukan. Alya yang tak tega melihat kakaknya menangis berusaha ingin bangun dari pembaringannya, untungnya Selena langsung sadar dan membantunya.


kini posisinya sudah duduk dengan menyenderkan punggungnya ke bahu ranjang, Mata sayunya menatap wajah Selena, lalu sebelah tangannya yang di infus meraih tangan sang kakak dan menggenggamnya erat.


“Oke, aku percaya sama omongan kamu.” ucap dylan setelah beberapa saat terdiam.


“Makasih pak.” ucap Selena dengan suara seraknya.


“Tapi bagaimana dengan kehamilanmu ini, lama kelamaan perutmu pasti akan membesar.”

__ADS_1


Selena kembali terdiam, dia sendiri bingung harus bagaimana. Satu sisi dia ingin mempertahankan anaknya karena biar gimanapun bayi itu tak bersalah, tapi sisi lain jika dia tetap mempertahankannya maka karirnya sebagai model akan hancur di tambah dia pasti akan kena amukan bibinya.


...💐💐💐...


Sementara itu di tempat lain..


“Sekarang kamu puas! Kamu puas setelah menyebarkan berita itu, dan sekarang menjadi heboh!” Teriak seorang pria tampan, putih, tinggi, tegap dan berpakaian santai ala rumahan pada seorang wanita cantik yang berdiri dihadapannya.


Wanita itu nampak tersenyum sinis.


“Iya! Aku puas banget karena sudah mempermalukan pelakor itu, dan aku yakin karirnya akan hancur tak bersisa!” Desisnya.


Pria di depannya terlihat geram, rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal kuat.


“Jaga ucapanmu Renata, Selena bukan pelakor!”


“Kalau bukan pelakor, lalu apa? Wanita penghibur? Atau ******?”


PLAK!


satu tamparan keras mendarat di pipinya hingga menimbulkan bekas noda kemerahan, pria yang tak lain adalah Chandra menatap tajam wajah cantik istrinya yang kali ini sedang menyentuh wajahnya karena tamparannya.


“Sekali lagi aku dengar kamu mengatakan seperti itu, tak segan segan aku akan menceraikanmu!” sentaknya, seraya jari telunjuknya menuding wajah Renata.


Mendengar kata cerai, membuat wanita itu kembali menatap sang suami. Sebenarnya ini bukan kali pertama Chandra mengatakan itu, sudah berulang kali. Bahkan pria itu pernah ada rencana mengajukan talak, Namun dia tak bisa melakukannya begitu mengingat ada seorang anak yang masih membutuhkan sosok ibunya, yaitu Arjuna.


Tapi dia juga tak bisa mengabaikan perasaannya yang masih sangat mencintai selena, dia selalu cemburu jika ada pria lain yang mendekati wanita itu. Walaupun hanya sekedar teman kerja.


“Kamu ingin menceraikan aku demi wanita itu? Meninggalkan aku dan Juna? Tega kamu mas!”


“Maafkan aku Renata, aku tahu aku egois tapi aku sangat mencintainya!” Lirihnya.


“Lalu aku? Kamu gak merasa kalau Aku juga mencintaimu mas!”


Banyak yang mengatakan orang jenius akan berubah menjadi bodoh jika sudah mengenal cinta, tak perduli berapa kali dia disakiti jika orang yang dia inginkan bisa bersamanya. Dan hal itu pula yang di alami Renata, sosok wanita cantik dan anggun.


Sejak awal Renata sudah tahu jika Chandra hanya mencintai Selena, namun dia sudah terlanjur jatuh cinta pada pria itu sejak pertama kali bertemu. Dia yakin seiring berjalannya waktu pria itu akan luluh dan melupakan Selena, namun kenyataannya hingga saat ini pria itu belum bisa melupakan wanita itu.


Sebenarnya selena bukanlah wanita satu-satunya yang pernah Chandra tiduri, selain dirinya. Sebelum menikah Chandra memang sudah di kenal sebagai Casanova, namun semenjak dia mengenal Selena dan jatuh cinta padanya, Kebiasaan itu langsung Chandra tinggalkan dan dia memulai gaya hidup baru, tapi sayang! hubungan mereka tak direstui oleh orang tua Chandra. Mereka tidak mau putra satu satunya menikah dengan wanita yang tak tahu asal usulnya, terlebih wanita itu berasal dari kelas rendahan.


Meskipun orang tuanya tak merestui, Chandra tetap tak bisa melepaskan Selena. Hatinya sudah terlanjur di miliki wanita itu, sehingga wanita lain tak bisa masuk. Melihat itu sang orang tua merasa geram, akhirnya tanpa sepengetahuannya mereka merencanakan untuk menikahkan anaknya dengan Renata.


Chandra sempat berontak, namun dia tak bisa berbuat apa-apa saat sang ayah mengancamnya akan menyakiti Selena, pada akhirnya dia pun setuju menikah dengan Renata.


Tak bisa dia pungkiri Renata memang sosok wanita cantik dan baik, dia selalu memberikan perhatian padanya meskipun sering kali dia mengacuhkannya. Meskipun dia tak mencintai wanita itu tapi sebagai pria normal dan dewasa tetap saja dia tidak bisa menolak pesonanya, apalagi wanita itu setiap malam selalu menggodanya dengan memakai pakaian seksi.


Awalnya Chandra masih bisa menahannya dan tetap mengacuhkannya, namun pada akhirnya pertahanannya roboh. Mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga menghadirkan Arjuna. Sosok pria kecil, berparas tampan yang sama persis seperti Chandra waktu kecil. Kini usianya sudah 6 tahun dan dia juga sudah bersekolah.


Chandra sempat marah dan kecewa, ternyata dirinya bukanlah laki-laki pertama untuk Renata. Istrinya itu sudah tak perawan, Namun begitu mengingat masa lalunya seperti apa, dia pun tak memusingkannya. Begitu pula dengan Renata yang menerimanya apa adanya.


“cinta?” Chandra berdecih. “Kalau kau memang mencintaiku, seharusnya kamu gak akan berbuat seperti itu. Apa kamu tidak berpikir apa efeknya pemberitaan itu, nama keluarga kita dan nama perusahaan yang kena!” Sarkasnya.


“Terus aku harus bagaimana, apa aku harus diam saja melihat kamu dan wanita itu bermesraan? Apa kamu gak mikirin perasaan aku dan juna? Kamu gak takut karma, hah!” jerit Renata, wajahnya pun sudah merona karena emosi.


Chandra membisu, jika membicarakan soal putranya Chandra memang tak bisa berkutik. Dia tentu paham, setiap perbuatannya pasti ada timbal balik dan selama ini juga dia terus memikirkannya. Tapi sekali lagi, dia tidak bisa mengabaikan perasaannya.


“Oke, soal perasaan aku gak usah kamu pikirkan. Karena aku memang gak penting buat kamu, Tapi coba kamu pikirkan bagaimana perasaan anak kita jika kelak tahu kelakuan bejat ayahnya, pernah kamu pikirkan mas?”


“Aku tahu. Tapi tak seharusnya kamu melakukan itu, bagaimana dengan karir Selena? Dia pasti akan sedih.”


“Sedih?” Renata tertawa keras sambil memalingkan wajahnya sejenak, di temani dengan air hangat yang keluar dari pelupuk matanya. kemudian kembali menatap Chandra.


“AKU TIDAK PERDULI!” teriaknya. ”Mau dia sedih, kecewa atau sampai mati pun aku tidak perduli, yang aku pikirkan hanyalah arjuna! Putraku!”


“Kamu tidak tahu kan setiap malam sebelum tidur dia selalu menanyakanmu, kenapa kamu tidak pulang pulang. Dan kamu juga tidak tahu, setiap dia sarapan dan berangkat sekolah dia ingin ditemani kamu, dia iri sama teman-temannya yang selalu di antar jemput oleh ayahnya. tapi kamu selalu beralasan sibuk kerja, padahal aku tahu kamu sibuk dengan wanita itu! Hingga melupakan anakmu yang menunggu dirumah.”


“Renata, aku..”


Chandra tak bisa melanjutkan ucapannya, tenggorokannya seakan tercekat. Memang benar apa yang dikatakan istrinya, dia tak memungkirinya jika Selama ini dia sudah keterlaluan. Meninggalkan istri dan anak berhari-hari demi bisa bersama wanita di cintanya, bahkan saat berada dirumah pun dia selalu mengacuhkan putranya dan dia akan sibuk dengan ponselnya.


“Sudah cukup mas, aku mohon cukup! Cukup kamu sakiti aku, jangan putraku juga.”


“Renata, aku tidak mungkin menyakiti Arjuna. Biar bagaimanapun dia adalah putra kandungku sendiri, t-tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku masih sangat mencintai selena. Seharusnya dari dulu kamu sadar kalau dari dulu hati dan hidupku hanya milik Selena.”


Wajah Chandra kali ini terlihat memelas, seakan dia meminta pada sang istri untuk mengerti posisinya. Dia sangat menyayangi Arjuna, tapi dia juga tak bisa jauh dari Selena.


“Kamu memang jahat mas! Egois! Mengabaikan putramu sendiri, demi ****** itu!”


“Cukup Renata, sudah aku bilang jangan menyebut Selena dengan ******. Dia wanita baik-baik.”


Renata tertawa sumbang. “Wanita baik-baik kamu bilang? Kalau dia wanita baik-baik tidak mungkin dia mau menjalin hubungan dengan pria yang sudah menikah! Bahkan dia menyerahkan tubuhnya dengan gratis, sekalinya ****** tetap saja ******!”


“Kamu..”


Ceklek!


Tangan chandra sudah terangkat ke udara dan siap menampar Renata lagi, namun tertahan saat mendengar suara pintu kamar terbuka dan suara anak kecil yang sudah berdiri di ambang pintu.


“mama..”

__ADS_1


__ADS_2